Posts tagged ‘‘Arsy’

Matematika Alam Semesta: Kodetifikasi Bilangan Prima dalam Al-Qur’an

Oleh: Arifin Muftie

Benarkah Bilangan Prima Merupakan Bahasa Universal Alam Semesta?

Bilangan prima dalam matematika diyakini merupakan salah satu misteri alam semesta, karena hingga era komputer sekarang ini pun, ia banyak dimanfaatkan sebagai sistem kodetifikasi (pengkodean, penyandian) berbagai hal yang penting dan rahasia. Di alam semesta, ia “diduga” menjadi bahasa universal yang dapat dipahami oleh semua makhluk berkecerdasan tinggi dan dipakai sebagai komunikasi dasar antar mereka. Bahkan sejak dahulu, sebagian ilmuwan meyakini adanya hubungan erat bilangan prima dengan desain kosmos.
Berdasarkan kajian mutakhir atas al-Qur’an, ditemukan bahwa Sang Pencipta al-Qur’an dan Alam Semesta menjaga dan memelihara Kitab Mulia ini, antara lain, dengan sistem kodetifikasi berbasis bilangan prima. Dengan memanfaatkan temuan sains modern dan kajian mutakhir para ilmuwan Muslim terhadap al-Qur’an, buku ini mengajak pembaca menangkap isyarat-isyarat al-Qur’an yang tersembunyi dalam kodetifikasi bilangan prima.

Kodetifikasi Bilangan Prima dalam Al-Qur’an

Mufasir modern sepakat bahwa al-Qur’an dalam penggambarannya sangat istimewa, karena struktur sistematikanya matematis.1 Al-Qur an menggunakan kodetifikasi bilangan prima secara bertingkat: surat, ayat, kata, dan huruf. Dua dekade yang lalu, pembahasan masalah seperti ini merupakan hal yang sensitif, karena bisa dipandang “memperkosa” ayat-ayat al¬Qur’an. Di satu sisi, tingkat penemuan yang membahas angka-angka masih “dangkal” — sehingga kurang menarik. Namun kini, dengan banyaknya alat bantu seperti komputer dan kemajuan di bidang sains yang berhubungan satu sama lain, studi mengenai “kodetifikasi” al-Qur’an makin menampakkan hasil-nya yang luar biasa. Tentu saja, walaupun isinya sama. Hanya al-Qur’an mushaf Ustmani saja yang dipakai, dan hanya versi itulah yang memenuhi kriteria kodetifikasi al-Qur’an, sebagaimana bahasa aslinya pada saat wahyu diturunkan.

Penomoran surat dan penempatan ayat disusun berdasarkan petunjuk Nabi Muhammad SAW, tidak sama dengan urutan turunnya wahyu. Hal ini membingungkan para mufasir klasik selama berabad-abad dan menjadi sasaran kritik para Orientalis. Sekarang telah diketahui, karena di samping susunan isinya yang serasi dan harmonis, pembaca yang serius akan menemukan contoh-contoh struktur bilangan prima dari ratusan struktur yang ada. Istimewa sekali karena struktur tersebut menggunakan bilangan prima kembar, di samping ujicoba dengan menggunakan Hukum Benford untuk “melihat keaslian” al-Qur’an.

Apa benar dalam al-Qur’an terdapat kodetifikasi tertentu? Mana mungkin dalam kitab “antik” ada struktur matematika¬nya?

Segala “Sesuatu” dengan Hitungan yang Teliti

Paling tidak, terdapat dua ayat yang memberikan informasi bagi kita bahwa al-Qur’an diturunkan dengan “hitungan”. Pertama, dalam Surat al-Jinn, Tuhan menciptakan segala sesuatu (kejadian dan semua objek di alam semesta) dengan “hitungan yang teliti satu persatu”, yaitu dari kata Arab, ‘adad.

“Supaya Dia mengetahui bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang sebenarnya ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.” (QS al-Jinn/72 : 28).

Esensi ayat ini adalah bahwa ilmu Tuhan meliputi segala sesuatu, tidak ada yang tertinggal. Semua kejadian, objek alam, penciptaan di bumi dan langit, dan struktur al-Qur’an, tidak ada yang kebetulan. Semuanya ditetapkan dengan hitungan yang sangat teliti. Sebenarnya bila diketahui, (sebagian) ilmu tersebut meliputi risalah-risalah yang disampaikan dan ilmu yang ada pada para Rasul. Dalam kehidupan modern sekarang pun, kita akan menjumpai “hitungan tersebut”, mulai dari yang sederhana sampai yang paling rumit.

Oksigen (O2) memberikan kehidupan kepada semua makhluk di bumi melalui sistem pernafasan; sangat vital. Tetapi bila kelebihan hitungan satu atom, ia akan menjadi ozon (O3); yang bila dihirup manusia boleh jadi menyebabkan bencana. Tetapi bila ditempatkan di atas atmosfer bumi, maka ia sangat berguna untuk menyerap sebagian sinar-sinar ultraviolet yang berbahaya (radiasinya) bagi makhluk di bumi. Demikian juga karbon adalah elemen kimia yang sangat penting bagi semua makhluk hidup, karena semua organisme dibangun dari senyawa karbon.2 Tetapi bila ia bersenyawa dengan oksigen yang sama-sama berguna. Senyawa baru tadi menjadi gas yang berbahaya bagi manusia, yaitu CO2

Lebih lanjut untuk memahami “hitungan yang terstruktur” atau al-’adad:

Hitungan yang sangat teliti atau lebih rumit kita dapatkan pada hormon manusia. Misalnya, C18H24O2 adalah horman estrogen yang bertanggung jawab atas sifat-sifat kewanitaan. Berlebih hitungan satu atom karbon saja, ia menjadi C19H28O2 Hormon testosteron, yang bertanggung jawab atas sifat-sifat pria.3

Hitungan yang terstruktur ditemukan juga pada DNA, sangat rumit dan mencengangkan:

Terdapat 3 miliar kode kimia dalam DNA yang harus dipecahkan oleh ilmuwan: setiap sel manusia merupakan sebuah ensiklopedia yang memuat informasi sejuta halaman. Setiap individu manusia akan berbeda informasinya terdiri dari sekitar 100 triliun sel, artinya terdapat 100 triliun perpustakaan yang sama. Sebuah gambaran yang sulit dipercaya: 100 triliun x 1000 buku ilmu pengetahuan. Isinya Iebih banyak dari butir pasir di dunia. Sistem hitungan ini sangat kompleks. Semua makhluk hidup diplanet ini telah diciptakan menurut Paparan kode yang ditulis dalam bahasa yang sama.4

Kedua, al-Qur’an menjelaskan bahwa untuk menambah keimanan para pembaca kitab (Yahudi, Kristen, Islam, dan lainnya), maka ia memberikan kita “enkripsi” atau “kode” bilangan 19. Dalam bahasa al-Qur’an disebut “suatu perumpamaan yang sangat aneh”, atau matsal. Berguna untuk menambah keimanan dan keyakinan bagi para pembaca yang serius, berpikir terbuka, dan beriman, tetapi menambah kebingungan bagi orang-orang yang berprasangka, tertutup dan “menentang” kitab.

Keterangan tersebut dimulai ketika kita membaca Surat al-Muddatstsir:

“Neraka (saqar) adalah pembakar kulit rnanusia. Di atasnya ada sembilan belas (19) penjaga Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat; dan tidaklah Kami jadikan bilangan mereka itu untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang¬orang yang diberi al-Kitab menjadi yakin, dan supaya orang-orang yang beriman bertambah imannya, dan supaya orang-orang Mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): ‘Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?’ “ (al-Muddatstsir 74: 29-31)

Kisah ini awalnya dimulai ketika-menurut at-Turmudzi, yang meriwayatkan dari sahabat Nabi, Jabir ibn ‘Abdillah’ 5 – sebagian orang Yahudi bertanya kepada sekelompok sahabat Nabi saw, “Apakah Nabi anda mengetahui jumlah penjaga neraka?” Maka turunlah ayat ini kepada Nabi, karena ditanyakan oleh para sahabat. Riwayat lain menyimpulkan, ketika turun ayat 30 surat ini, Abu Jahal berkata, “Kalian adalah orang-orang kuat dan pemberani, apakah kalian tidak mampu mengalahkan ke-19 penjaga neraka itu? Salah seorang di antara mereka yang bernama Abu al-Ayad ibn Kaidah al-Jumahiy, berkata dengan angkuhnya, “Dengan tangan kananku kukalahkan sepuluh dan dengan tangan kiriku sembilan”.

Dari situ, angka 19 menjadi “perumpamaan yang aneh” atau matsal bagi para ilmuwan yang membaca al-Qur’an. Karena ditemukan ratusan struktur matematis yang berhubungan dengan bilangan prima.

Struktur Utama

Struktur matematis al-Qur’an sangat bervariasi, tetapi yang penting diperlihatkan adalah struktur bilangan prima kembar 19.

Struktur Pertama

Struktur pertama berhubungan dengan jumlah surat dan banyaknya juz dalam al-Qur’an. Jumlah surat di dalam al-Qur’an adalah 114. Angka 114 adalah angka ajaib, karena bilangan prima ke-114 adalah 619, dan 114 adalah (6 x 19). Bilangan 619 merupakan prima kembar dengan pasangan 617. Kita ketahui pula, isi al-Qur’an terbagi dalam 30 juz. Angka 30 adalah bilangan komposit yang ke-19, yaitu: 4, 6, 8, 9,10,12,14, 15, 16, 18, 20, 21, 22, 24, 25, 26, 27, 28, 30.

Struktur Kedua

Ditemukan kode-kode tertentu sebagai pengawasan paritas. Sehingga isi yang diterima diyakini asli oleh “pembaca”, dan tidak berubah.

Al-Qur’an terstruktur dalam bentuk 6 x (10 + 9), yaitu 60 surat dengan nomor ayat-ayat yang genap, dan 54 surat dengan nomor ayat-ayat yang ganjil. Contohnya adalah al-Fatihah dengan 7 ayat berarti surat dengan ayat ganjil. Tetapi al-Baqarah dengan 286 ayat merupakan surat dengan ayat genap.

Prof. Abdullah Jalghoom dari Yordania menemukan suatu ketentuan paritas dengan kondisi di atas; jumlah ke-60 surat dengan ayat-ayat genap adalah 3.450 atau (345 x 10) dan jumlah nomor surat ke-54 dengan ayat-ayat ganjil adalah 3.105 atau (345 x 9). Total jumlah nomor surat adalah 6.555 atau (345 x 19). Dari sisi matematis, bilangan tersebut adalah 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6+7+….+114= 6.555.

Dengan demikian, nomor surat dan jumlah ayat-ayatnya tidak dapat dipertukarkan – jika tertukar – struktur di atas tidak berlaku. Misalnya, Surat al-Fatihah ditukar tempatnya dengan Surat al-Baqarah maka jumlah ayat-ayat yang genap menjadi 3.449 dan jumlah ayat-ayat yang ganjil menjadi 3.106.

Struktur Ketiga

Parity check juga ditemukan dalam pembagian nomor surat dengan jumlah ayatnya-menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan. Al-Qur’an dengan 114 surat terbagi dua susunannya:

1. 57 surat yang homogen, di mana nomor suratnya sama dengan jumlah ayat yang dikandungnya, yaitu genap-genap atau ganjil-ganjil Contoh Surat al-Fatihah atau “Pembukaan’ dengan nomor surat 1 atau ganjil, jumlah ayat yang dikandungnya juga ganjil, yaitu 7 ayat. Contoh lain adalah Surat al-Baqarah atau “Sapi Betina”. Nomor surat 2 atau genap, jumlah ayat 286 atau genap pula. Surat homogen ini, jumlah nomor surat dan jumlah ayatnya adalah 6.236, atau sama banyaknya dengan jumlah ayat al-Qur’an seluruhnya!

2. 57 surat yang heterogen, di mana nomor suratnya berlawanan dengan jumlah ayatnya, yaitu genap-ganjil atau ganjil-genap. Misalnya, Surat Ali’Imran, nomor surat 3 atau ganjil, jumlah ayat 200 atau genap. Jumlah nomor surat dan jumlah ayatnya adalah 6.555 atau sama dengan jumlah nomor surat dari 1 sampai dengan 114, (1+2+3+4+….+114). Dengan rumus sederhana:

( N + 1 ) / 2 x N = 115 / 2 x 114 = 115 x 57 = 6.555

Bila kedua kelompok surat ini dijumlahkan, akan menghasilkan bilangan prima: 6.236 + 6.555 =12.791, bilangan prima ke-1.525. Struktur ini merupakan enkripsi antara jumlah nomor surat dengan jumlah ayat al-Qur’an.

TABEL 4.1.
KLASIFIKASI SURAT HOMOGEN & SURAT HETEROGEN.
6

57 SURAT HOMOGEN ==> 57 SURAT HETEROGEN

NAMA SURAT > No.surat >Ayat ==> NAMA SURAT >No.surat >Ayat

Al Fatihah (Pembukaan) 1. 7 ==> Al-Imran (Keluarga Imran). 3. 200

Al-Baqarah (Sapi Betina). 2. 286 ==> Al Maidah (Hidangan). 5. 120

An-Nisa’ (Wanita). 4. 176 ==> Al-An’am (Binatarg Temak). 6. 165

At Taubah (Pangampunan). 9. 129 ==> AI-A’raf (Tempat Tertinggi). 7. 206

Hud (Hud) 11. 123 ==> Al-Anfal (Rampasan Perang). 8. 75

Ar-Ra’d (guruh) 13. 43 ==> Yunus (Yunus) 10. 109

Ibhrahim 74. 52 ==> Yusuf (Yusuf) 12. 111

Al-Hijr 15. 99 ==> Maryam 19. 98

An-Nahl (Lebah). 16. 128 ==> Thaha 20. 135

Al-Isra’ (Memperjalankan di Malam Hari) 17. 111 ==> Al-Anbiya’ (Nabi-nabi) 21. 112

AI-Kahfi (Gua). 18. 110 ==> AI-Mu’minun (Orang-orang yg Beriman) 23. 118

AI-Hajj (Haji). 22. 78 ==> Asy-Syu’ara’ (Para Penyair). 26. 227

An-Nur (Cahaya). 24. 64 ==> Luqman 31. 34

Al-Furqan (Pembeda). 25. 77 ==> Ya Sin 36. 83

An-Naml (Semut). 27. 93 ==> Ash-Shaffat (Yang Bersaf-saf). 37. 182

AI-Qashash (Cerita-cerita). 28. 88 ==> AI-Mu’min (Orang yang Beriman). 40. 85

AI-’Ankabut (Laba-laba). 29. 69 ==> Fushshilat (Yang Dijelaskan). 41. 54

Ar-Rum (Bangsa Romawi) 30. 60 ==> Asy-Syura (Musyawarah). 42. 53

As-Sajdah (Sujud). 32. 30 ==> Ad-Dukhan (Kabut). 42. 59

Al-Ahzab (Golongan yang Bersekutu). 33. 73 ==> Al Ahqaaf (Bukit-bukit pasir) 46. 35

Saba’ (Kaum Saba). 34. 54 ==> Muhammad 47. 38

Fathir (Pencipta). 35. 45 ==> AI-Fath (Kemenangan). 48. 29

Shad 38. 88 ==> AI-Hujurat (Kamar-kamar). 49. 18

Az-Zumar (Rombongan¬rombongan). 39. 75 ==> Qaf (Qaf). 50. 45

Az Zukhruf (Perhiasan). 43. 89 ==> Adz-Dzariyat (Angin yg Menerbangkan) 51. 60

A!-Jatsiyah (Yang Berlutut). 45. 37 ==> Ath-Thur (Bukit). 52. 49

AI-Wnqi’ah (Hari Kiamat) 56. 96 ==> An-Najm (Bintang). 53. 62

AI-Hadid (Besi). 57. 29 ==> AI-Qamar (Bulan). 54. 55

AI-Mujadilah (Wanita yg Mengajukan Gugatan). 58. 22 ==> Ar-Ralrrnnrr (Yang Maha Pemurah) 55. 78

AI-Munafiqun (Orang-orang Munafik). 63. 11 ==> AI-Hasyr (Pengusiran). 59. 29

At-Taghuibun (Hari Ditampakkan Kesalanan-2). 64. 18 ==> AI-Mumtahanah (Perempuan yg Diuji). 60. 13

AI-Tahrim (Mengharamkan). 66. 12 ==> Ash-Shaff (Barisan). 6l. 14

AI-Qalam (Pena). 68. 52 ==> Al Juma’ah (Hari Jum’at} 62. 11

AI-Ma’arij (Tampat-tampat Naik). 70. 44 ==> Al-Thalaq (Talak). 65. 12

Al-Jin (Jin). 72. 28 ==> AI-Mulk (Kerajaan). 67. 30

Al-Muddatstsir (Orang yang Berkemul). 74. 56 ==> Al Haqqah (Hari Kiamat) 69. 52

An-Naba’ (Berita Besar). 78. 40 ==> Nuh (Nuh). 71. 28

‘Abasa (la Bermuka Masam). 80. 42 ==> AI-Muzzanmmil (Orang yang Berselimut). 73. 20

At-Takwir (Menggulung). 81. 29 ==> AI-Qiyamah (Hari Kiamat). 75. 40

AI-A’Ia (Yang Paling Tinggi) 87. 19 ==> AI-Insan (Manusia). 76. 31

A!-Ghasyiyah (Hari Pembalasan) 88. 26 ==> AI-Mursalat (Malaikat yang Diutus). 77. 50

AI-Balad (Negeri) 90. 20 ==> An-Nazi’at (Malaikat-malaikat yg Mencabut). 79. 46

Asy-Syams (Matahari) 91. 15 ==> AI-lnfithar (Terbelah). 82. 19

Adh-Dhuha (Waktu Matahari Sepenggalah Naik). 93. 11 ==> AI-Muthaffifin (Orang-orang yang Curang). 83. 36

Alam Nasyrah (Melapangkan) 94. 8 ==> Al-Insyiqaq (Terbelah). 84. 25

Al-Qadr (Kemuliaan) 97. 5 ==> AI-Buruj (Gugusan Bintang). 85. 22

Al-Bayyinah (Bukti) 98. 8 ==> Ath-Thariq (Yang Datang di Malam Hari). 86. 17

AI-Qari’ah (Hari Kiamat) 101. 11 ==> AI-Fajr (Fajar) 89. 30

At-Takatsur (Bermegah – megahan) 102. 8 ==> Al-Lail (Malam) 92. 21

Al ‘Ashr (Masa) 103. 3 ==> At-Tin (Buah Tin) 95. 8

Al-Fil (Gajah) 105. 5 ==> Al-’Alaq (Segumpal Darah) 96. 19

Quraisy (Suku Quraisy) 106. 4 ==> Az-Zalzalah (Kegoncangan) 99. 8

AI-Ma’un (Barang-barang yang Berguna) 107. 7 ==> Al- ‘Adiyat (Kuda Perang yg Berlari Kencang) 100. 11

Al-Lahab (Gejolak Api) 111. 5 ==> Al Humazah (Pengumpat) 104. 9

AI-Iklrlatilr (Memurnikan Keesaan Allah) 112. 4 ==> AI-Kautsar (Nikmat yang Banyak) 108. 3

AI-Falaq (Waktu Subuh) 113. 5 ==> AI-Kafirun (Orang-orang Kafir) 109. 6

An-Nas (Manusia) 114. 6 ==> An-Nashr (Pertolongan) 110. 3
_____________________________________________________________________
Jumlah SURAT+ AYAT = 6.236 ==> Jumlah SURAT+ AYAT = 6.555

Struktur Keempat

Berpasangan sempurna dan simetris. Pemilihan angka 114 sangat luar biasa. Pembaca akan mendapatkan jumlah surat yang sama banyaknya, yaitu masing-masing 38 surat. Partisi kiri dan kanan, atau kelompok 1 dan 3, jumlah nomor surat menghasilkan bilangan,yang simetris sempurna sama banyak¬nya, dan merupakan kelipatan 19, yaitu (19 x 114). Sedangkan partisi tengah menghasilkan bilangan kelipatan 19, yaitu (19 x 117). Partisi sebelah kiri adalah bilangan yang dapat dibagi habis oleh 2, tetapi bila bilangan tersebut juga dapat dibagi oleh angka 3, maka ia masuk ke partisi tengah. Sedangkan partisi kanan, adalah bilangan yang tidak dapat dibagi 2 dan atau 3, atau juga merupakan sisanya. Lebih detail, dijelaskan dalam Tabel 42.7

TABEL 4.2
SURAT AL-QUR’AN TERBAGI MENJADI 3 PARTISI SIMETRIS

Dapat dibagi 2:
38 surat bernomor: 2, 4, 8,
10, 14, 16, 20, 22, 26, 28, 32,
39, 38, 40, 44, 46, 50, 52, 56,
58, 62, 64, 68, 70, 74, 76, 80,
82, 86, 88, 92, 94, 98, 100,
104, 106, 110, 112.
Jumlah 2.166 (19 X 114)!

Dapat dibagi 3:
38 surat bernomor: 3, 6, 9, 12,
15, 18, 21, 24, 27, 30, 33, 36,
39, 42, 45, 48, 51, 54, 57, 60,
63, 66, 69, 72, 75, 78, 81, 84,
87, 90, 93, 96, 99, 102, 105,
108, 111, 114.
Jumlah 2.223 (19 x 117)!

Tidak dapat Dapat dibagi 2 & 3:
38 surat bernomor: 1, 5, 7, 11,
13, 17, 19, 23, 25, 29, 31, 35,
37, 41, 43, 47, 49, 53, 55, 59,
61, 65, 67, 71, 73, 77, 79, 83,
85, 89, 91, 97, 95, 101, 103,
107, 109, 113.
Jumlah 2.166 (19 X 114)!

Struktur Kelima

Hanya ada 19 surat, tidak lebih tidak kurang-dari 114 surat-di mana jumlah nomor surat dengan nomor ayatnya merupakan bilangan prima (Tabel 4.3).

TABEL 4.3
19 SURAT YG JUMLAH NOMOR SURAT & AYATNYA MERUPAKAN BILANGAN PRIMA

No. > Nama Surat > No.Surat > No.Ayat > Jumlah
1. AI-Anfal (Rampasan Perang) 8. 75. 83
2. Ad-DUkhan (ASap) 44. 59. 103
3. AI-Hujurat (Kamar-kamar) 49. 18. 67
4. Ath-Thur (Bukit) 52. 49. 101
5. AI-Qamar (Bulan) 54. 55. 109
6. AI-Hasyr (Pengusiran) 59. 24. 83
7. AI-MUmtahanah (Perempuan yg Diuji) 60. 13. 73
8. AI-Jamu’ah (Hari Jum’at) 62. 11. 73
9. AI-MUIk (Kerajaan) 67. 30. 97
10. AI-Insan (Manusia) 76. 31. 107
11. AI-Mursalat (Malaikat yang Diutus) 77. 50. 127
12 AI-Infthar (Terbelah) 82. 19. 101
13. AI-Buruj (Gugusan Bintang) 8S. 22. 107
14. Ath-Thariq (Bintang Penembus) 86. 17. 103
15. AI-Lail (Malam) 92. 21. 113
16. At-Tin (Buah Tin) 95. 8. 103
17. Az-Zalzalah (Kegoncangan) 99. 8. 307
18. AI-Humazah (Pengumpat) 109. 9. 113
19. An-Nashr (Pertolongan) 110. 3. 113

Struktur Keenam

Jumlah 19 surat yang pertama dari surat dengan jumlah ayat-ayat bilangan prima merupakan kelipatan 19 sebagaimana ditunjukkan di bawah ini.

TABEL 4.4
19 SURAT PERTAMA DARI AYAT-2 BILANGAN PRIMA

No. > No. surat > Nama surat> Banyaknya ayat
1. 1 AI-Fatihah (pembukaan) 7
2. 10 Yunus(Yunus) 109
3. 13 Ar-Ra’d (Petir) 43
4. 26 Asy-Syu’ ara’ (Penyair) 227
5. 33 AI Ahzaab (Golongan-golongan) 73
6. 36 Yasin 83
7. 42 Asy-Syura (Musyawarah) 53
8. 43 Az-Zukhruf(Perhiasan) 89
9. 44 Ad-Dukhan(Asap) 59
10. 45 AI-Jatsiyah (Yang Berlutut) 37
11. 48 AI-Fath (Kemenangan) 29
12. 57 AI-Nadld (Besi) 29
13. 60 AI-Mumtahanah (perempuan yang diuji) 13
14. 62 AI-Jumu ah (Hari )um’at) 11
15. 63 AI-Munafiqun (Orang-orang yang Munafik) 11
16. 76 AI-Insan (Manusia) 31
17. 81 AI-Takwir (Menggulung) 29
18. 82 AI-Infithar (Terbelah) 19
19. 86 Ath-Thariq (Bintang Penembus) 17
Jumlah 969 ( 19 x 51 )

Struktur Ketujuh

Al-Qur’an juga terbagi dua, 29 surat dengan sisipan huruf di permulaan surat (fawatih), suatu kombinasi misterius dari abjad, seperti nun, shad, alif lam. Semuanya ada 14 huruf Arab yang telah digunakan. Kombinasi-kombinasi huruf itu meru¬pakan awalan, dengan 2 surat pengecualian, hanya pada surat Makiah. Angka 29 adalah bilangan prima, bilangan ke-10. Sisanya 85 surat, dengan faktor prima 5 dan 17, tidak mempunyai sisipan huruf. Berhubungan dengan perintah shalat, 5 kali sehari berjumlah 17 raka’at.

Dari 29 surat yang mempunyai sisipan ini, terstruktur sebagai berikut:

19 surat di mana kombinasi hurufnya merupakan ayat tersendiri. Contohnya adalah Surat al-Baqarah, surat nomor 2. Sisanya, 10 surat, hurufnya bukan merupakan ayat tersendiri.

19 surat di mana nomor suratnya bukan bilangan prima. Contohnya, Surat Thaha, surat nomor 20. Sisanya,10 surat, bernomor bilangan prima: 2, 3, 7, 11, 13,19, 29, 31, 41, dan 43. Coba perhatikan, surat 19 ditempatkan pada urutan nomor 6 dari urutan bilangan prima pada 10 surat tadi, artinya (6 x 19 =114), sama banyaknya dengan jumlah surat al-Qur’an. Jumlahnya pun: 2 + 3 + 7 + 11 + 43 = 197, 199 merupakan bilangan prima kembar, bilangan prima ke-46.

Surat 19 , Maryam, merupakan surat yang ke-10 dari 29 surat ini.

TABEL 4.5
TABEL SURAT FAWATIH, 29 SURAT

No. > No. surat > Ayat > Nama > Inisial

1. 2. 286 Al-Baqarah A.L.M
2. 3. 200 Ali’ Imron A.L.M
3. 7. 206 Al-A’raf A.L.M.S
4. 10. 109 Yunus A.L.R
5. 11. 123 Hud A.L.R
6. 12. 111 Yusuf A.L.R
7. 13. 93 Ar-Ra’ d A.L.M.R
8. 14. 52 Ibrahim A.L.R
9. 15. 99 AI-Hijr A.L.R
10. 19. 98 Maryam K.H.Y.A.S
11. 20. 137 Thaha T.H
12. 26. 227 Asy-Syu’ ara T.S.M
13. 27. 93 An-Naml T.S
14. 28. 88 Al-Qashas T.S.M
15. 29. 69 Al-Ankabut A.L.M
16. 30. 60 Ar-Rum A.L.M
17. 31. 39 Luqman A.L.M
18. 32. 30 As-Sajdah A.L.M
19. 36. 93 Yasin Y.S
20. 38. 88 Shad S
21. 40. 95 Al-Mu’ min M.M
22. 41. 54 Fushshilat H.M
23. 42. 53 Asy-Syura H.M.’A.S.Q
24. 43. 89 Az-Zukhruf H.M
25. 44. 59 Ad-Dukhan H.M
26. 45. 37 Al-Jatsiyah H.M
27. 46. 35 Al-Ahqaf H.M
28. 50. 45 Qaf Q
29. 68. 52 AI-Qalam N

Coba perhatikan susunan surat pada tabel sebelumnya. Surat al-’Ankabut atau “Laba-laba”, terletak di posisi tengah, de¬ngan nomor surat 29. Sebelumnya terdapat 14 surat fawatih dan sesudahnya juga terdapat 14 surat fawatih. Surat fawatih ini mulai dari surat nomor 2, al-Baqarah, sampai dengan nomor 68, Surat al-Qalam. Posisi ini simetris murni. Lebih lanjut, surat ke-5 dari tengah (15) adalah surat nomor 19, dan surat ke-5 setelahnya adalah surat nomor 38, atau (2 x 19). Perhatikan pula, dari Surat Maryam nomor 19 sampai akhir, ada 19 surat fawatih. Demikian pula, sebelum Surat Shad nomor 38, terdapat 19 surat fawatih.

Struktur atau bentuk (10 + 19) surat-surat ini makin jelas, karena baik Surat Maryam maupun Surat Shad sama-sama terletak di posisi nomor 10, dari urutan depan dan dari urutan belakang.

Apakah Muhammad SAW yang Mengatur Itu?

Profesor Bassam Jarrar8 menemukan bahwa, selain pengaturan jumlah huruf-huruf sisipan tadi, turunnya surat teratur berdasarkan nomor urutan dan jumlah huruf sisipan.

1. Surat al-Qalam, bernomor 68, adalah surat pertama fawatih yang turun dengan sisipan huruf Nun. Fawatih ini tidak diulangi (hanya satu kali), karena berikutnya surat 50, Qaf, dengan huruf qaf. Diulang kedua kalinya pada ayat pertama surat 42, asy-Syura. Di sini menariknya: surat ketiga yang muncul adalah surat nomor 38, Shad, dengan huruf fawatih shad. Diulang hingga tiga kali pula, yaitu ayat pembukaan pada surat nomor 7 dan nomor 19. Lalu, apa artinya? Artinya, turun pertama kali, nun dipakai satu kali. Turun kedua, qaf dipakai 2 kali. Turun ketiga, shad, dipakai 3 kali.

2. Di antara surat fawatih, surat nomor 2 sampai dengan surat nomor 68, terdapat 38 surat bukan fawatih, atau (2 x 19)! Lebih lanjut, bilangan 38 ini sama dengan kemunculan huruf fawatih: Alif, Lam, Mim, dan sebagainya.

TABEL 4.6
JUMLAH KEMUNCULAN HURUF FAWATIH

No. Inisial/fawatih Muncul (kali) => No. Inisial/fawatih Muncul (kali)

1. A.L.M : 8x => 8. T.S : 3x
2. A.L.M.S : 1x => 9. Y.S : 1x
3. A.L.R : 6x => 10. 5′ : 3x
4. A.LM.R : 1x => 11. H.M : 7x
5. K.H.Y.’A.S’ : 1x => 12. H.M.’A.S.Q : 1x
6. T.H : 1x => 13. Q : 2x
7. T.S.M : 2x => 14. N : 1x
Jumlah 20x => Jumlah 18x

Jumlah total = 20 + 18 = 38 atau ( 2×19 )

Coba perhatikan surat-surat fawatih ini. Mereka disusun sangat unik, simetris satu sama lain, dan surat nomor 29 diletakkan di tengah-tengah 29 surat.

Dengan kata lain 114 surat al-Qur’an ditandai dengan 19 surat yang membentuk bilangan prima-jumlah nomor surat dan ayatnya. Ditandai pula dengan 29 surat fawatih, di mana dalam 29 surat itu di-enkripsi dengan 19 surat lagi berupa huruf fawatih yang merupakan ayat tersendiri. Simetris sempurna karena surat bernomor 29 diletakkan di tengah diapit simetris oleh surat 19 dan surat bernomor 38 atau (19 x 2). Sedangkan sisanya 85 surat, (17 x 5), adalah hasil kali dua bilangan prima kembar berhubungan dengan shalat. “Kebetulan” kata Allah yang ke-19 berdampingan dalam satu ayat dengan kata shalat yang ke-17 dalam Surat an-Nisa’ ayat 103, bukan surat fawatih (dijelaskan dalam Bab Shalat).

Kita lihat juga dari tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa bentuk kombinasi huruf fawatih ada 14 bentuk, sama dengan huruf Arabnya, yaitu sisipan dari: N, Q, H, S, T, ‘A, Y, H, K, R, ‘Sh, M, L, A.

Surat al-’Ankabut: Penengah, Sistem Heksagonal, Gelembung Alam Semesta

Surat nomor 29, al-’Ankabut atau Laba-laba, atau surat penengah, karena terletak di tengah-tengah surat fawatih, urutan ke-15. Berjudul laba-laba karena dalam surat ini terdapat hanya satu ayat yang menceritakan “rumah laba-laba”, yaitu pada ayat 41.

“Sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba” (al-’Ankabut 29 :41).

Lalu mengapa al-Qur’an menunjuk rumah laba-laba sebagai perumpamaannya?

Dalam matematika, bilangan 29 adalah bilangan prima kembar dengan pasangan 31. Bagian paling menarik dari surat ini adalah hubungan antara “rumah laba-laba” yang berbentuk heksagonal atau bersudut 6 dengan bilangan prima kembar, serta hipotesis susunan (banyak) alam semesta.

Bentuk heksagonal, dengan segi 6 bersudut 60° adalah bentuk geometri yang paling efisien dalam memanfaatkan semua area yang ada, karena dengan volume yang sama tetapi didapat dengan jumlah keliling yang paling sedikit, dibandingkan bentuk segi lainnya9 – misalnya, segi 8 atau segi 5. Tidak heran pola heksagonal ini- menurut NASA – dapat ditemukan di mana-mana, di alam semesta, baik teratur (tertutup) maupun tidak teratur (terbuka), karena efisien. Misalnya, sarang laba-laba, sarang (sel) lebah, molekul atom, sel surya, kabel serat optik, buah jeruk, dan kristal es yang membeku 10. Hipotesis dari para ahli kosmos di Inggris, misalnya, Sir Martin Rees: bentuk (banyak) alam semesta seperti tersusun dari ukuran yang sama dengan sebuah gelembung kecil yang dikelilingi 6 gelembung-gelembung lainnya- menjadikan bentuk yang paling kompak dengan pola heksagonal. Lalu mengapa angka 6? Ilmuwan matematika berpendapat bahwa umumnya kelipatan angka 6 selalu diikuti oleh bilangan prima baik sebelumnya atau sesudahnya. Bahkan beberapa di antaranya membentuk bilangan prima kembar yang istimewa; bilangan 29 dan 31, di tengahnya terdapat angka 30, (6 x 5). Bilangan 17 dan 19, di tengahnya angka 18, (6 x 3), dan bilangan 5 dan 7, di tengahnya angka 6. Bilangan lainnya adalah 41 dan 43, di tengahnya angka 42 (6 x 7).
Susunan seperti ini, yang diyakini oleh sebagian besar ahli astrofisika sebagai susunan multi universes; yaitu 1 + 6. (satu di tengah, dikelililingi 6 lainnya).

Faktanya, Surat al-’Ankabut bernomor 29, pada ayat 41 (laba-laba): kedua-duanya adalah bilangan prima kembar, dengan angka yang diapit bilangan 30 dan 42, merupakan pola heksagonal pula atau sistematika angka 6.

Sehubungan dengan angka 41, kriptogram Frank Drake menggunakan kode 1271 garis : produk dari bilangan prima 31 dan 41. Peralatan ini dapat dipergunakan untuk memecahkan kode komunikasi antargalaksi, yang diterima dari sinyal-sinyal ETI, Extra Terrestrial Intelligent.11

Nah, sekarang pembaca mendapat pengertian baru, mengapa struktur jumlah surat al-Qur’an “kebetulan” merupakan rangkaian matematik (19 x 6), dengan koefisien angka 6, yang sebelumnya tidak terungkap. Sekali lagi, bilangan prima kembar 5 mewakili jumlah shalat dalam sehari, prima kembar 7 mewakili lapisan langit dan bumi (7 lapisan dimensi/alam), 17 mewakili jumlah rakaat shalat,19 mewakili kalimat basmallah dan struktur al-Qur’an, dan 29 mewakili surat-surat fawatih. surat-surat lainnya menggunakan bilangan prima 31 dan 41, misalnya Surat ar-Rahman dengan bilangan 31 dan ayat di atas menggunakan bilangan 41. Semua mewakili bilangan prima kembar yang mengapit pola angka 6: 6, 12, 18, 24, 30, 36,….n.

Surat “Penengah” ini seolah-olah ingin menunjukkan rahasia alam semesta-dari pola heksagonal sarang laba-laba:

Sebagian besar astrofisikawan percaya bahwa susunan multi alam semesta (‘alamin) mengambil pola heksagonal; di mana “gelembung (bubble) tengah” dikelilingi oleh “6 gelembung lainnya dengan ukuran sama”. Susunannya kira-kira sama dengan ice flake, yang dibentuk oleh molekul air. Ini adalah gambaran yang paling mendekati – karena (multi) alam semesta belum dapat dibuktikan – hanya diyakini oleh para ilmuwan dengan pengukuran gaya gravitasi di kosmos dan jalannya cahaya.12

Al-Qur’an yang disusun berdasarkan petunjuk Nabi Muhammad SAW (taufiqi), tidak sesuai dengan urutan turunnya wahyu, ternyata mempunyai struktur yang spesifik. Penempatan surat, ayat, jumlah surat, jumlah ayat, semuanya tersusun sedemikian rupa sehingga kehilangan, bertambah atau tertukarnya ayat, apalagi tertukarnya surat, membuat kekacauan makna dan struktur tadi. Ini membuktikan bahwa al-Qur’an telah terkodetifikasi secara sempurna sejak ‘azali.

Download selengkapnya E-book MATEMATIKA ALAM SEMESTA Disini

REFERENSI:

1. Abdullah Arik, Beyond Probability – God’s Message in Mathematics, Journal, Submission organisation, hal. 2.

2. Contohnya adalah Dr. Carl Sagan dan Frank Drake, yang menemukan cryptogram untuk komunikasi antar-bintang: pemecah kode komunikasi dari sinyal ETI, Extra Terrestrial Intelligent.

3. Baca lebih lanjut Peter Plichta, God’s Secret Formula, atau situs-situs dari Dr. Peter Plichta.

4.Baca Muhammad Abdul Halim, Memahami Al-Qur’an, atau Maulana Muhammad Ali, The Religion of Islam. Di sisi sains, ‘Arsy adalah wilayah hyperspace, dimensi lebih tinggi dari alam semesta kita yang dikenal. Isi alam semesta, 5% objek angkasa seperti bintang dan planet-planet, 25% dark matter, dan sisanya 70 % adalah dark energy. Elemen kimia, hidrogen, unsur air melimpah ruah (99,9% ), karena H adalah elemen paling ringan. Bintang baru mengubah hidrogen menjadi elemen kimia yang lebih berat, helium. Baca Encyclopedia Outerspace dari David Darling atau keterangan ahli kosmos Sir Martin Rees dan ahli Fisika Teori Dr. Michio Kaku: Our Cosmic’ Habitat dan Paarallel Universes.

5.http://www.angelfire.com/on2/daviddarling/Drakecrypto.htm, diterima 23 Desember 2003. Dari 1000 bintang terdekat, telah disisir dengan program komputer belum ada tanda-tanda keberadaan ETI. Namun para ilmuwan tidak putus asa, karena jumlah bintang di luar angkasa jauh lebih banyak daripada jumlah butiran pasir di planet Bumi.

6. Ibid, http://www.angelfire.com/on2/daviddarling/AreciboM.htm, diterima 27 Desember 2003. Antena Arecibo ini diketahui sebagai antena terbesar yang dipasang di planet Bumi, berlokasi di Peru.

7.Ditemukan pertama kali oleh kelompok ilmuwan Fakir 60 Amerika Serikat. Selanjutnya, dikembangkan oleh para ahli matematika Muslim, termasuk surat-surat berbentuk bilangan prima dan ayat-ayat fawatih.

8. Ilmuwan peneliti al-Qur’an di Amerika Scrikat, penulis beberapa artikcl tentang Kitab Mulia.

9. Harun Yahya, Menyingkap Rahasia Alam Semesta, Dzikra, Mei 2002, hal. 21.

10. Pernyataan NASA: http://www.geocities.vom/capeCanaveral/Hangar /9434/ sfshesag.html, diterima 23 Desember 2003.

11. Kriptogram Frank Drake: http://www.angelfire.com/on2/daviddarling/Drakecrypto.htm, diterima 23 Desember 2003. Teknik terbaru memakai program komputer, ditransmisikan memakai foton (partikel cahaya), bukan sinyal radio lagi.

12. Wawancara BBC mengenai ruang angkasa dan alam semesta: http://216.239.57.1()4/search?q=cache:kiJt6f ixXKAJ:www.bbc.co.uk/science/space/ spacechat/livechat/martin_rees.shtml+hexagonal,universes&hl=en&ie=UTF-8,
diterima 23 Desember 2003. Lebih lengkap baca “Our Casmic Habitat” dari Profesor Sir Martin Rees, seorang ahli kosmos. Gravitasi adalah salah satu gaya dasar di alam semesta yang paling lemah, dari empat gaya dasar yang diketahui.

Renungkanlah! Adakah Hubungan Antara KA’BAH Dengan KIAMAT?

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. (QS. Ali Imran/3: 96)

Kita mungkin pernah bertanya kenapa harus sholat menghadap Kiblat, juga kenapa harus ada Ibadah Thawaf, Ini juga sering jadi perenungan manusia, seperti ini :

1. Ketika mempelajari Kaidah Tangan Kanan (Hukum Alam), bahwa putaran energi kalau bergerak berlawanan dengan arah jarum jam, maka arah energi akan naik ke atas. Arah ditunjukkan arah 4 jari, dan arah ke atas ditunjukkan oleh Arah Jempol.

2. Dengan pola ibadah thawaf dimana bergerak dengan jalan berputar harus berlawanan arah jarum jam, ini menimbulkan pertanyaan, kenapa tidak boleh terbalik arah, searah jarum jam misalnya.

3. Kenapa Sholat harus menghadap Kiblat, termasuk dianjurkan berdoa dan pemakaman menghadap Kiblat

4. Kenapa Sholat Di Masjidil Haram menurut Hadist nilainya 100.000 kali lebih utama dari sholat di tempat lain.

5. Singgasana Alloh swt ada di Langit Tertinggi (‘Arsy)


Design Interior Ka’bah

Perenungan Sintesa :

1. Energi Sholat dan Doa dari individu atau jamaah seluruh dunia terkumpul dan terakumulasi di Kabah setiap saat, karena Bumi berputar sehingga sholat dari seluruh Dunia tidak terhenti dalam 24 jam, misal orang Bandung solat Dzuhur, beberapa menit kemudian orang Jakarta Dzuhur, beberapa menit kemudian Serang Dzuhur, Lampung dan seterusnya. Belum selesai Dzuhur di India, Pakistan, di Makasar sudah mulai Ashar dan seterusnya. Pada saat Dzuhur di Jakarta di London Sholat Subuh dan seterusnya 24 jam setiap hari, minggu, bulan, tahun dan seterusnya.

2. Energi yang terakumulasi, berlapis dan bertumpuk akan diputar dengan Generator orang-orang yang bertawaf yang berputar secara berlawanan arah jarum jam yang dilakukan jamaah Makah sekitarnya dan Jamaah Umroh / Haji yang dalam 1 hari tidak ditentukan waktunya.

3. Maka menurut implikasi hukum Kaidah Tangan Kanan bahwa Energi yang terkumpul akan diputar dengan Thawaf dan hasilnya kumpulan energi tadi arahnya akan ke atas MENUJU LANGIT. Jadi Sedikit terjawab bahwa energi itu tidak berhenti di Kabah namun semuanya naik ke Langit. Sebagai satu cerobong yang di mulai dari Kabah. Menuju Langit mana atau koordinat mana itu masih belum nyampe pikiran manusia. Yang jelas pasti Tuhan telah membuat saluran agar solat dan doa dalam bentuk energi tadi agar sampai Ke Hadirat-Nya. Jadi selama 24 Jam sehari terpancar cerobong Energi yang terfokus naik ke atas Langit. Selamanya sampai tidak ada manusia yang sholat dan tawaf (kiamat?).

Kesimpulan

1. Sholat dan Doa, diyakini akan sampai ke langit menuju Singgasana Alloh SWT selama memenuhi kira-kira persyaratan uraian di atas dengan sintesa (gabungan/Ekstrasi) renungan hukum agama dan hukum alam, karena dua-duanya ciptaan Allah juga. Jadi hendaknya ilmuwan dan agamawan bersinergi/ saling mendukung untuk mencapai kemaslahatan yang lebih luas dan pemahaman agama yang dapat diterima lahir batin

2. Memantapkan kita dalam beribadah sholat khususnya dan menggiatkan diri untuk selalu on-line 24 jam dengan Alloh SWT, sehingga jiwa akan selalu terjaga dan membuahkan segala jenis kebaikan yang dilakukan dengan senang hati (ikhlas).

3. Terjawablah jika sholat itu tidak menyembah batu (Kabah) seperti yang dituduhkan kaum orientalis, tapi menggunakan perangkat alam untuk menyatukan energi sholat dan doa untuk mencapai Tuhan dengan upaya natural manusia.

4. Tuhan Maha Pandai, Maha Besar dan Maha Segalanya

Ini sekedar renungan dan analisa , semoga saja mampu memotivasi kita dan para Pakar untuk memicu pemikiran, penelitian lebih dalam untuk lebih mempertebal keimanan dan menjadi saksi bahwa Tuhan menciptakan semesta dengan penuh kesempurnaan tidak dengan main-main (asal jadi) sehingga makin yakin dan cinta pada Alloh SWT. Mungkin renungan ini berlebihan dan berfantasi, tapi sedikitnya ini pendekatan yang mampu menjawab pertanyaan sebagaimana di atas dan tidak bertentangan dengan Kitab Suci dan Hadist bahkan mendukungnya. Semoga bermanfaat.


Interior Ka’bah

Ramalan Untuk Memastikan Bahwa Ka’bah Dan Kiamat hanya Allah Yang Maha Tahu :

1. Ka’bah Akan Hancur Dengan Sendirinya (Terbukti dengan ditenggelamkannya satu pasukan yang akan menyerang ka’bah suatu hari nanti)

2. Jika Pusat Bumi Bergeser Akan Banyak Kekacauan (seperti Musim Yang tidak Mengenal waktu)

3. Kiamat Akan Cepat Terjadi Jika Sholat Sudah Ditinggalkan

4. Anda Pasti Juga pernah mendengar jika Siapa Yang Meninggalkan sholat berarti telah merobohkan Agama.

5. Untuk Non- Islam, kapan kapan akan kita kupas, bagaimana kemampuan Pentium 2, Pentium 3 dan pentium 4 sungguh berbeda, bagaimana petunjuk Alloh SWT Disempurnakan dari umat Nabi Ibrahim AS, kemudian dilanjutkan oleh Taurat Nabi Musa AS hingga Nabi Isa AS, Nabi Isa AS menyempurnakan Taurat dengan Injil, Dan Nabi Muhammad SAW menyempurnakan keduanya (Taurat & Injil) Dengan Al Qur’an. Hingga Kalian mengerti bahwa kita dulu adalah umat yang satu (Islam – Agama Tauhid).

Wallohu ‘Alam.

http://palingseru.com

%d bloggers like this: