SURABAYA — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin mengusulkan kepada pemerintah agar membentuk Tim Densus 99/Antiteror untuk memburu koruptor atau teroris ekonomi bangsa ini.

“Kalau Tim Densus 88 untuk memburu teroris, Densus 99 khusus memburu koruptor. Sebab, koruptor bangsa ini tidak jauh beda dengan teroris. Bedanya koruptor merupakan teroris ekonomi,” ujarnya di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (28/5).

Di sela peresmian Millenium Building di Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 4, Pucang, Surabaya, ia menjelaskan nama Tim Densus 99 diambil sesuai jumlah Asmaul Husna dengan harapan bisa menyadarkan para koruptor agar kembali ke jalan agama yang benar dan menimbulkan efek jera.

“Ini sekadar usul dan tidak ada salahnya dicoba. Sebab, koruptor bangsa ini hampir tidak ada yang jera, meski mereka sudah mendapat vonis hukuman,” tutur Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat tersebut.

Menurutnya, hukuman bagi koruptor di negara ini masih jauh dari memuaskan, karena dinilai tidak setimpal dan sangat tidak sepadan dengan yang dilakukan. Padahal, koruptor merupakan penjahat dan perampok uang rakyat dan pengkhianat bangsa sendiri.

Karena itulah, secara pribadi ia mengaku setuju dengan wacana hukuman berat, mulai hukuman potong tangan hingga hukuman mati bagi para koruptor. Namun, lanjutnya, dalam persoalan ini dibutuhkan kesepakatan anggota DPR RI serta pemerintah untuk mengubah hukuman bagi para koruptor.

“Kalau hukumannya tidak berubah lebih berat, dikhawatirkan ya seperti yang terjadi sekarang ini. Masuk penjara, kemudian bebas. Seolah tidak ada efek jera,” tukas pria kelahiran Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat, itu

sumber: http://hidayatullah.com