Bagi setiap Bangsa (Nasion) dan Negara, baik yang sudah lama merdeka maupun yang masih baru saja memperoleh kemerdekaannya, KONSTITUSI merupakan sesuatu yang sangat penting.

KONSTITUSI suatu negara termuat di dalam UNDANG-UNDANG DASAR (Grondwed, Fundamental Law) dan berbagai aturan KONVENSI.

Bahkan Inggris tidak mempunyai Undang-Undang Dasar. Konstitusinya terdiri atas berbagai prinsip dan aturan dasar yang timbul dan berkembang selama berabad-abad sejarah bangsa dan negaranya: Magna Carta (1215), Habeas Corpus Act (1679), Bill of Rights (1689), Act of Settlement (1701), Reform Bills (1832,1867, 1884) dan Parliament Bill (1911).

Para Sarjana Politik berpendapat, bahwa harus dibedakan antara “Negara berkonstitusi” dan “Negara yang mempunyai Pemerintahan Konstitusional” (Constitutional State, Constitutional Government).
Negara yang mempunyai Konstitusi (mempunyai undang-undang dasar yang lengkap dan indah) belum tentu mempunyai Pemerintahan yang Konstitusional.

Pemerintahan Konstitusional harus memenuhi beberapa syarat, diantaranya yang terpenting:
1. Stabilitas Prosedural (=Prosedur-prosedur kehidupan politik jangan terlampau sering berubah atau diubah-ubah, supaya rakyat tidak menjadi bingung),
2. Pertanggungjawaban (=Accountability =Pemerintah harus memberikan pertanggungjawaban mengenai segala sesuatunya kepada rakyat),
3. Perwakilan (=Barangsiapa menjadi pejabat/penguasa negara harus bersikap dan menjalankan jabatannya sebagai wakil yang dipercayai oleh rakyat (pelayan masyarakat), dan tidak sebagai seorang yang berkuasa),
4. Pembagian kekuasaan (=Kekuasaan negara harus dibagi-bagi diantara organ-organ negara agar supaya ada mekanisme saling bantu-membantu dan awas-mengawasi [check and balancies] untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan; misalnya: antara Badan Eksekutip, Badan Legislatif dan Badan Yudikatif jangan berada di satu tangan),
5. Keterbukaan (=Segala apa yang wajib atau seharusnya diumumkan, harus diumumkan seluas-luasnya supaya warga negara/rakyat yang bersangkutan mengetahui segala sesuatunya yang harus diketahui).

Kita sebagai warga bangsa harus mempelajari dan mengetahui Konstitusi Negara kita sebatas kemampuan kita, oleh karena:
1. KONSTITUSI suatu negara adalah hasil atau produk daripada sejarah dan proses perjuangan bangsa yang bersangkutan: begitu sejarah perjuangannya, begitulah pula konstitusinya.
2. KONSTITUSI suatu negara adalah rumusan daripada filsafat, cita-cita, kehendak dan program perjuangan suatu bangsa. Oleh karena itu, jikalau terjadi perubahan yang cukup besar di dalam situasi, maka konstitusi akan mengalami perubahan di dalam rangka daya upaya bangsa tersebut untuk mempertahankan kehidupannya secara seefisien-efisiennya.
3. KONSTITUSI adalah cermin daripada jiwa, jalan pikiran, mentalitas dan kebudayaan suatu bangsa. Dari konstitusinya dapatlah diketahui bagaimanakah suatu bangsa memandang terhadap berbagai permasalahan hidup di dunia serta sekelilingnya, dan bagaimanakah jalan yang hendak ditempuhnya guna mengatasi masalah-masalah tersebut.

Bagi Negara maju yang sudah berumur lebih dari satu abad nasionnya, dan kehidupan konstitusinya sudah kokoh dan mendalam, maka perubahan Undang-Undang Dasar setiap 20 tahun atau 30 tahun sudah merupakan hal yang biasa.

semoga kita memperoleh manfaat sebesar-besarnya.

SUMBER: Kata Pengantar, Prof. Dr. S. Prajudi Atmosudirdjo, SH, dkk (1983), Buku konstitusi Indonesia, seri Konstitusi dalam bahasa Indonesia-Inggris, Jakarta: Ghalia Indonesia

Advertisements