Foto: KJRI Dubai

Dubai – Di Dubai, salah satu pusat keuangan dunia, segala macam cuisine untuk kalangan the haves tersedia. Tapi sentuhan citarasa karedok, ikan bumbu pesmol, dan es cendol khas Nusantara menjadi kejutan tersendiri.

Diplomasi kuliner tersebut dilakukan oleh KJRI Dubai bekerjasama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) setempat.


Karedok

“Tujuannya untuk mempromosikan keragaman kebudayaan Indonesia melalui aneka masakah khas kita,” tutur Sekretaris Pertama Fungsi Kebudayaan dan Penerangan Adiguna Wijaya kepada detikcom hari ini, Minggu (3/4/2011).

Hadir dalam acara Indonesian Culinary Show: Cooking Demo yang berlangsung di Toshi Restaurant, Grand Millennium Hotel Dubai (29/3/2011) antara lain para isteri Kepala Perwakilan Diplomatik, para isteri pengusaha asing dan lokal (Emirati), para isteri Pejabat Pemerintahan Dubai dan masyarakat.


Ikan bumbu pesmol

“Melalui kegiatan ini diharapkan kuliner Indonesia dapat dikenal lebih luas. Para peserta dapat mencoba memasak hidangan Indonesia di rumah masing-masing untuk diperkenalkan kepada keluarga dan teman-teman,” ujar Ketua DWP KJRI Dubai Ny. Febie Mansyur dalam pidato sambutannya.


Bubur Kacang Ijo

Lanjut Febie, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau dan 365 suku bangsa, Indonesia memiliki kekayaan budaya sangat beragam.

“Termasuk kulinernya sangat bervariasi, baik citarasa maupun tatacara pengolahan hidangan di antara berbagai suku bangsa dan kepulauan yang ada,” terang Febie.


Nasi goreng

Febie berharap para peserta dapat tergugah minatnya untuk mencari informasi lebih jauh, tidak hanya mengenai kuliner Indonesia, tetapi juga Indonesia secara keseluruhan, dan berkunjung ke Indonesia bersama keluarga dan teman.


Mie goreng

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan interaktif itu dipandu langsung oleh dua orang chef Toshi Restaurant berkebangsaan Indonesia dan Thailand. Antusiasme peserta demikian tinggi, sampai-sampai ada peserta turut terlibat memasak bersama kedua chef.

Menu yang disajikan adalah hidangan pembuka berupa gado-gado, karedok, urap. Sedangkan makanan utama adalah tongseng kambing, ikan bumbu pesmol, nasi goreng dan mie goreng. Hidangan penutupnya tersedia pilihan bubur sumsum dan es cendol.


Tongseng kambing

Di samping itu juga varian lainnya, antara lain bakwan jagung, sate ayam, sate daging, soto ayam, bubur kacang hijau, pisang goreng, es campur dan aneka buah tropis.


Sate ayam

Kegiatan ditutup dengan pemberian door prize hiasan perak miniatur becak untuk peserta yang beruntung. Kepada seluruh peserta diberikan cenderamata terdiri dari buku promosi pariwisata Indonesia dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Direktorat Promosi Luar Negeri), buku masakan Indonesia: Indonesia Culinary Treasures dan pamflet promosi wisata Indonesia.


Bubur sumsum

Juga ada beberapa kerajinan tangan khas Indonesia seperti pena dan pensil berornamen wayang, boneka kayu wayang, pembatas buku dari bahan kulit, kipas batik, gantungan kunci miniatur angklung, dan permen produksi Indonesia.


Es cendol

Para peserta sangat menikmati dan mengapresiasi berbagai hidangan masakan Indonesia yang sangat beragam tersebut. Bahkan sehari sesudahnya, kegiatan tersebut banyak dibicarakan pada acara resepsi diplomatik salah satu perwakilan asing.

Catatan: gambar diperoleh dari berbagai sumber internet

sumber: http://www.detiknews.co