PM Erdogan dan Istrinya.

Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), yang menyokong kepemimpinan PM Recep Tayip Erdogan hampir dipastikan memenangi pemilihan umum di Turki. Sejumlah media lokal menyebutkan penghitungan surat suara yang telah mencapai 99% menunjukan AKP berhasil meraih 50% suara yang masuk.

AKP hanya membutuhkan sekitar 41 kursi lagi untuk bisa menguasai dua pertiga parlemen. Dengan suara mayoritas seperti itu maka AKP bisa mengamandemen konstitusi secara sepihak.

Dalam pidato kemenangannya, Erdogan mengatakan partainya akan mendiskusikan konstitusi baru dengan partai oposisi.

“Masyarakat telah memberikan kita pesan untuk membangun sebuah konstitusi baru melalui konsensus dan negosiasi,” kata Erdogan kepada pendukungnya di Ankara.

Proyek besar

“Masyarakat telah memberikan kita pesan untuk membangun sebuah konstitusi baru melalui konsensus dan negosiasi.”

Dalam pemilu kali ini AKP unggul atas partai sekuler, Partai Rakyat Republik (CHP), yang mendapatkan 26% suara dan partai kelompok kanan, Partai Pergerakan Nasional (MHP), yang hanya merebut 13% suara.

Kemenangan AKP -yang merupakan partai berbasis Islam dalam pemilu kali ini- tidak bisa dilepaskan dari sejumlah pencapaian pemerintahan pimpinan Erdogan.

Saat AKP berkuasa, Turki berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi yang cukup baik dan menelurkan kebijakan luar negeri yang lebih tegas.

Selain itu saat berada dibawah kekuasaan AKP, Turki juga berhasil menurunkan angka penggangguran hingga lebih dari 3% dalam setahun.

Dalam kampanye pemilunya mereka juga mendengungkan sejumlah proyek besar yang ambisius.

Beberapa proyek itu adalah pembangunan kanal dari Laut Hitam ke Aegea, sebuah kota baru di luar Istanbul, dan juga pembangunan jembatan, bandara dan rumah sakit baru.

Corong Islam Timur Tengah

Selain berjanji akan membangun sebuah konsitusi yang akan memeluk seluruh partai dan lapisan masyarakat.

Dia juga memberi signal bahwa Turki mempunyai ambisi untuk menjadi corong timur-tengah dan kaum Islam di dunia barat, dan mengatakan kemenangannya akan menguntungkan Bosnia, Libanon, Suriah, dan Palestina.

“Percayalah, Sarajevo juga telah menang seiring dengan Istanbul, begitu bula Beirut dan Izmir, Damaskus, dan Ankara, lalu Ramallah, Nablus, Jenin dan Tepi Barat dan Yerusalem menang bersama Diyarbakir,” ujar Erdogan yang menyebut kota-kota di Turki dan menyandingkannya dengan kota-kota Islam di Timur Tengah.

Lebih dari 50 juta orang -atau sekitar 2/3 dari total rakyat Turki sebanyak 73 juta orang- terdaftar untuk ikut pemilu hari Ahad kemarin.

Diperkirakan persentase orang yang ambil bagian adalah sekitar 84,5%.
Kemenangan AKP -yang merupakan partai berbasis Islam dalam pemilu kali ini- tidak bisa dilepaskan dari sejumlah pencapaian pemerintahan pimpinan Erdogan.

Saat AKP berkuasa, Turki berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi yang cukup baik dan menelurkan kebijakan luar negeri yang lebih tegas.

Selain itu saat berada dibawah kekuasaan AKP, Turki juga berhasil menurunkan angka penggangguran hingga lebih dari 3% dalam setahun.*

Sumber : bbc
Rep: CR-3
Red: Cholis Akbar
hidayatullah.com