ASTANA — Organisasi Kenferensi Islam (OKI) mengecam tindakan anti Islam di Belanda dan menyalahkan sejumlah politisi negara itu karena mendukung Islamophobia.

Para menteri luar negeri dari negara anggota OKI mengeluarkan pernyataan pada pertemuan Selasa (05/07/2011) di ibukota Kazakhstan, Astana, mengutuk tindakan Islamophobia di Belanda.

Komunike bersama itu juga menyatakan keprihatinan atas pernyataan kebencian dan provokatif yang dibuat oleh sejumlah politisi Belanda terhadap Islam dan Nabi Muhammad Saw.

“Kasus berulang penghinaan kepada individu atau keyakinan mereka oleh organisasi atau kelompok-kelompok radikal, terutama bila didukung oleh pemerintah, tidak bisa diterima dan memunculkan kekhawatiran besar,” kata menteri luar negeri OKI.

Statemen yang dirilis pada konferensi tingkat menlu OKI ke-38 di Astana, mendesak langkah segera untuk mencegah tindakan-tindakan tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal OKI Ekmeleddin Ihsanoglu telah mengeluarkan pernyataan terpisah di mana ia mengutuk Geert Wilders, anggota parlemen Sayap Kanan Belanda atas pernyataan yang menghina Islam, Nabi Muhammad Saw dan istri-istri beliau.

“Wilders telah mengambil jalan yang berbahaya, membahayakan perdamaian dan harmoni peradaban dengan menyebarkan kebencian terhadap Islam dan Muslim di negaranya sendiri serta di negara-negara Eropa lainnya,” kata Ihsanoglu dalam pernyataannya.

“Penghinaan terhadap Islam dan Nabi Muhammad Saw, telah mencapai tahap yang tidak bisa lagi ditolerir dengan berbagai alasan, termasuk kebebasan berekspresi,” tegasnya.

Ihsanoglu menyerukan kepada pemerintah Belanda untuk mengambil tindakan yang diperlukan guna menghentikan kampanye Islamophobia oleh Wilders. Ia juga menyatakan keprihatinan atas kebisuan Amsterdam terhadap isu yang katanya bisa membahayakan hubungan negara itu dengan dunia Muslim.*

Sumber : irb
Rep: CR-3
Red: Cholis Akbar

hidayatullah.com