Delegasi negara anggota bertepuk tangan saat Palestina dipastikan menjadi anggota tetap UNESCO.

Badan PBB urusan pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan, UNESCO Senin (31/10) di Paris mendukung keanggotaan penuh Palestina, langkah yang ditentang oleh Israel dan Amerika Serikat.

Dari suara 173 negara yang ikut pemungutan suara, 107 mendukung dan 14 menentang sementara 52 abstain.

Prancis termasuk yang mendukung disamping hampir semua negara Arab, Afrika, Amerika Latin, dan negara Asia termasuk Cina dan India.

Israel, Amerika, Kanada, Australia, dan Jerman menolak sementara Jepang dan Inggris abstain.

Sebelum pemungutan suara, Amerika mengatakan akan menghentikan pemberian dana kepada UNESCO bila permohonan Palestina diterima.

Bantuan Amerika itu sebesar US$60 juta dolar setahun atau lebih dari 20% anggaran tahunan UNESCO.

Dewan Keamanan PBB akan memutuskan bulan November ini apakah Palestina bisa mendapatkan keanggotaan penuh PBB.

Namun Amerika telah menegaskan akan menggunakan hak veto untuk menentang langkah itu.

Tetapi Amerika tidak memiliki hak veto untuk UNESCO.

Menlu Palestina Riyad al Maliki (kanan) dalam konferensi UNESCO di Paris

Upaya Palestina di PBB

(1) Palestina saat ini memegang posisi pengamat tetap di PBB
(2) Mereka diwakili oleh Organisasi Pembebasan Palestina (PLO)
(3) Para pejabat Palestina menginginkan status ditingkatkan menjadi keanggotaan penuh di PBB
(4) Palestina mengupayakan pengakuan perbatasan tahun 1967 di Tepi Barat termasuk Yerusalem Timur dan Gaza
(5) Peningkatan status pengamat merupakan alternatif lain.

Para pemimpin Palestina menganggap keanggotaan untuk badan kebudayaan PBB ini sebagai langkah untuk mendapatkan pengakuan internasional dan menekan Israel.

Pemerintah Amerika Serikat menunda pengucuran dana sebesar US$60 juta atau Rp531 miliar untuk Badan PBB urusan Pendidikan UNESCO.

Keputusan ini diambil setelah UNESCO menerima Palestina sebagai anggota penuhnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Victoria Nuland membenarkan keputusan Washington itu.

“Seharusnya kami membayar sekitar US$60 juta kepada UNESCO pada bulan November ini. Namun, pembayaran itu tidak akan dilakukan,” kata Nuland kepada wartawan di Washington DC.

Nuland menambahkan langkah UNESCO yang memberikan keanggotaan penuh untuk Palestina itu sangat mengecewakan dan prematur.

Meski demikian, Nuland menegaskan, Amerika Serikat tetap akan menjadi anggota dan aktif dalam semua program UNESCO.

Nuland juga menunjukkan keprihatinannya dengan semakin berkurangnya pengaruh AS serta kemungkinan skenario serupa terjadi di lembaga PBB lainnya.

Posisi sulit

Wartawan BBC di Washington DC, Paul Adams melaporkan Amerika Serikat kini berada dalam posisi sulit.

Di satu sisi AS melihat UNESCO sebagai salah satu badan PBB paling berharga namun di sisi lain pemerintah terikat sebuah undang-undang yang diterbitkan pada 1990-an oleh kongres yang saat itu sangat mendukung Israel.

Undang-undang itu melarang pemerintah AS mengucurkan dana untuk lembaga PBB manapun yang mengakui Palestina sebagai anggota penuh sebelum perdamaian Palestina-Israel tercapai.

Sementara itu, Israel menilai penerimaan Palestina sebagai anggota penuh UNESCO merupakan manuver yang tak membawa perubahan apapun selain menghapus kemungkinan tercapainya kesepakatan damai.

“Manuver Palestina di UNESCO dan di badan PBB lainnya, merupakan wujud penolakan terhadap upaya komunitas internasional mempercepat proses perdamaian,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Israel.

Pemerintah Israel, dalam pernyataan resminya mengatakan sedang memikirkan langkah lanjutan terkait kerja sama negara itu dengan UNESCO.

Fakta seputar UNESCO

o Berdiri 16 November 1945
o Terdiri atas 194 negara anggota dan delapan negara pengamat.
o Bertujuan untuk mendorong perdamaian dunia, mengurangi kemiskinan melalui kerja sama pendidikan, ilmu pengetahuan, budaya, komunikasi dan informasi.
o Memiliki lebih dari 2.000 staf dari 170 negara.
o Anggaran 2010 and 2011 sebesar US$643 juta yang disumbang negara anggota (termasuk 20%-nya dari AS).
o Sidang umum digelar dua tahun sekali.
o Dewan Eksekutif UNESCO terdiri atas 58 negara anggota bertemu dua tahun sekali.

Langkah simbolis

Sejumlah media massa menilai langkah UNESCO menerima keanggotaan penuh Palestina sebagai sebuah langkah simbolis namun tidak mempercepat pembentukan negarab Palestina.

Sementara itu, pemungutan suara untuk menentukan status keanggotaan Palestina di PBB akan dilakukan pada bulan November ini.

Dan, Amerika Serikat mengancam akan menggunakan hak vetonya untuk menggagalkan niat Palestina menjadi anggota penuh PBB.

Sedangkan di dalam struktus UNESCO tak satupun negara memiliki hak veto. Setiap anggota UNESCO memiliki satu suara yang sama tak terkait besarnya negara atau besarnya kontribusi keuangannya.

UNESCO, seperti badan PBB lain, merupakan bagian dari organisasi dunia itu namun memiliki sistem dan prosedur keanggotaan sendiri.

Selain itu UNESCO memiliki hak untuk memutuskan untuk menerima keanggotaan sebuah negara di dunia.

Dan, sebuah negara yang sudah menjadi anggota tetap PBB tidak diharusnya menjadi anggota organisasi PBB lainnya.

Seorang pejabat UNESCO kepada BBC mengatakan jika ada negara anggota yang belum membayar iuran sebelum konferensi tahunan UNESCO maka negara itu akan kehilangan hak suara.

Namun, negara itu tetap akan menjadi anggota UNESCO sebelum menyatakan diri keluar dari keanggotaan.

Amerika Serikat pernah memboikot UNESCO selama hampir dua dekade dari tahun 1984 karena menganggap tujuan UNESCO tak sejalan dengan kebijakan politik luar negeri AS.

www.bbc.co.uk

Advertisements