Oleh: Dwi Hardianto


Fatamorgana (ilustrasi by google)

Majalah Forbes kembali mengumumkan 40 orang terkaya di Indonesia. Tiga Bos media masuk dalam Daftar. Tapi, ketiganya juga bukan orang yang punya track di dunia kewartawanan. Apakah dengan demikian, media bisa menjadi sumber kekayaan? Tentu dengan menggunakan prinsip ekonomi, (bukan idealism journalist): menekan biaya untuk mendapatkan hasil sebesar-besarnya. Masihkah idealisme mendapat tempat di ruang-ruang hati Anda? Anda seorang wartawankah atau Anda seorang pebisnis?

Kita tinggalkan dulu perdebatan tentang, wartawan idealis yang berusaha menegakkan derajat dengan prinsip-prinsipnya dan yang sekadar sedang mendukung pemilik media berjualan informasi?

Ketiga pengusaha media yang masuk dalam daftar 40 orang terkaya Indonesia, seperti dikutip dari situs Forbes, Kamis (24/11/2011) itu adalah:

1. Chairul Tanjung : US$ 2,1 miliar. Menurut Forbes, pria berusia 49 tahun itu mendapatkan kekayaannya terbesar dari media holding yakni Trans TV dan Trans 7 serta kepemilikan di Bank Mega.

2. Hary Tanoesoedibjo : US$ 1,190 miliar. Pemilik MNC Grup itu berada di posisi ke-22. Sukses menggawangi MNC dengan televisi RCTI, Global TV, MNC TV serta Harian Seputar Indonesia, Hary Tanoe mulai merambah politik dengan bergabung partai Nasional Demokrat (Nasdem).

3. Aburizal Bakrie : US$ 890 juta. Selain bisnis batubara, Bakrie juga memiliki bisnis media yang cukup berpengaruh yakni TVOne, AnTV dan situs berita Vivanews yang tergabung dalam Visi Media Asia (VIVA).

Di sisi lain, kita juga mendapat kabar, utang RI menggunung jadi Rp 1.768 triliun. Total utang pemerintah Indonesia hingga Oktober 2011 mencapai Rp 1.768,04 triliun. Dalam sebulan jumlah utang itu naik Rp 13,13 triliun dibanding posisi September 2011 yang sebesar Rp 1.754,91 triliun.

Jika dibandingkan dengan jumlah utang di Desember 2010 yang sebesar Rp 1.676,85 triliun, jumlah utang hingga Oktober 2011 bertambah Rp 91,19 triliun. Secara rasio terhadap PDB, utang RI juga naik dari 27,3% pada September menjadi 27,5% pada Oktober.

Dan jika dihitung dengan denominasi dolar AS, jumlah utang pemerintah hingga Oktober 2011 mencapai US$ 200,12 miliar. Jumlah ini naik dibandingkan per September 2011 yang sebesar US$ 198,9 miliar. Utang dalam dolar AS ini lebih tinggi dibandingkan Desember 2010 yang sebesar US$ 186,5 miliar.

Demikian data yang dirilis Ditjen Pengelolaan Utang Kemenkeu yang dikutip detikFinance, Senin (21/11/2011).

Jangan lewat begitu saja berita yang susul menyusul ini, satu per satu mobil mewah masuk ke dalam kompleks Istana Cipanas. Mereka merupakan tamu-tamu VVIP undangan pernikahan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dan Siti Rubi Aliya Rajasa (Aliya). Mobil-mobil mewah seharga miliaran rupiah itu beriringan masuk silih berganti. Mobil-mobil mewah yang terlihat ada beragam jenis: Mercedes Benz, Audy, Vellfire, Lexus, BMW seri 7, juga Porsche dan Bentley berwarna hitam.

Jika para pejabat negara demikian telanjang berlomba pamer kemewahan (mobil, pesta perkawinan), dan ada rakyat berlomba mendapatkan BlackBerry diskonan meski harus saling-desak dan injak? Di semua tingkat, yang ada hanya perlombaan untuk mengejar dunia. Mengejar fatamorgana.

http://sabili.co.id

Advertisements