Cetakan kelima buku ini telah lama habis dalam peredaran, dan gairah selera masyarakat terutama para kader angkatan muda islam tetap terangsang untuk menunggu cetakan berikutnya.

Abdul Kadir Audah memang telah berjasa besar dengan bukunya ini karena beliau telah berhasil membahas dengan analisa yang tajam, jelas, ilmiah tetapi populer di kala beliau mengungkapkan keunggulan Syari’at Islam atas Undang-undang Sekuler ciptaan manusia. Beliau telah menjelaskan dengan argumentasi yang kuat disertai dalil-dalil yang tepat dan padat baik berdasarkan logika manusiawi maupun keterangan dari Al-Qur’an dan Sunnah sebagai kebenaran mutlak yang datang dari Alloh dan Rasul-Nya.

Dunia Islam kini banyak yang dilanda paham Sekularisme yang mengunggulkan Undang-undang ciptaan manusia dari Syari’at Ilahi. Kemajuan-kemajuan Sains dan Teknologi modern telah membuat manusia ujub dan kagum kepada dirinya sendiri, dan lompatan-lompatan kemajuan itu telah mereka jadikan alasan untuk mengabaikan Syari’at Islam dan petunjuk-petunjuk Ilahi sehingga mereka dihanyutkan oleh arus dan gelombang sekularisme yang dahsyat itu.

Banyak negara islam yang telah diombang-ambingkan oleh paham sekularisme itu dan karenanya tidak aneh lagi, kalau orang islam sendiri melawan dan menentang hukum dan ajaran-ajaran agamanya yang suci yang berdasarkan Wahyu Ilahi. Dan anehnya dengan identitas yang sudah sekuler itu mereka masih menamakan dirinya orang islam. Inilah paham yang datang dari Barat yang merupakan kanker rohani yang merusak iman dan jiwa kaum muslimin yang menyusup ke dalam diri mereka tetapi mereka tidak menyadarinya.

Padahal dengan berubah menjadi Insan Sekuler yang sudah terjauh dari ajaran dan jalur agama serta menyimpang dari petunjuk Al-Qur’an dan Sunnah, maka pada hakikatnya orang itu telah menjadi “Riddah” yang berselimut, karena ia telah beralih kepada paham yang salah dan menjadi Renegat. Dan inilah yang diperingatkan Pengarang dalam bukunya yang khas ini.

Almarhum Abdul Kadir Audah, hakim, pengarang dan pemimpin Mesir itu adalah seorang yang taat beragama dan dicintai oleh para sahabatnya.
Beliau meninggal dunia secara tragis syahid di atas tiang gantungan regim Letnan Kolonel Jamal Abd. Nasser yang berhasil menjadi Presiden Mesir setelah mengkudeta Jenderal Muhammad Najib, Presiden Mesir yang pertama kali.

Kudeta yang tidak beralasan inilah yang diprotes Audah dan rakyat Mesir dengan sebuah demonstrasi ke Istana Abidin karena rakyat masih cinta Najib, seorang yang saleh dan taat menjalankan ibadah agamanya itu. Tetapi Najib terguling dan Audah naik tiang gantungan. Dengan berdo’a kepada Alloh SWT. dia berucap antara lain:

“Semoga Alloh menjadikan darahku ini sebagai laknat bagi Jamal Abd. Nasser dan kawan-kawannya.!” (yang dapatkita baca dalam Majalah “Ad-dakwah”, Kairo, April 1978)

Dua puluh dua tahun kemudian, para Pengacara Mesir mengadakan ulang tahun peringatan kesyahidan Audah itu. Sambil mengenangkan jasa prestasi, dan kebaikan-kebaikan Audah yang diucapkan oleh para pembicara, maka mereka menuntut diulangnya kembali proses peradilan yang mengadili Abdul Kadir Audah. Mereka menganggap putusan Mahkamah Pengadilan tidaklah adil, penuh kezaliman dan proses jalannya sidang pengadilan itu sangat misterius dengan tuduhan yang dibikin-bikin sesuai selera politik pemerintah Jamal Abd. Nasser yang pro Moskow itu. Dan rakyat Mesir meratap karena kehilangan tokoh islam yang terkemuka yang sangat mereka cintai.

Itulah bahayanya Hukum dan Undang-undang sekuler yang tidak menghiraukan kaidah-kaidah agama dan moral.

Harimau mati meninggalkan belang; gajah mati meninggalkan gading, dan manusia mati meninggalkan nama. Dan buku Abdul Kadir Audah ini telah meninggalkan bakti dan jasanya yang besar beserta buku-bukunya yang lain yang diwariskannya kepada kaum Muslimin yang seiman dimana saja mereka berada.

Dengan bukunya ini ia telah berusaha dengan sekuat daya yang ada padanya untuk memberikan pengertian yang sesungguhnya tentang keutamaan Syari’at Islam daripada Undang-undang Sekuler bikinan manusia, guna membuka mata dan menyelamatkan kaum Muslim dari dampak dan pengaruh paham dan Perundang-undangan sekuler yang menyesatkan yang mencoba mau mengungguli Syari’at Ilahi yang suci.

Semoga berbahagialah mereka yang membaca dan menghayati buku ini dengan kalbu yang tulus guna membina jiwa dan menatar rohaninya sendiri serta masyarakatnya! Amien!

Jakarta, 20 Agustus 1984

KH. Firdaus A.N

——————————————————————————————————————————————
ISLAM dan PERUNDANG-UNDANGAN
Al Islam wa Audha’unal Qanuniyyah
Oleh: Abdul Kadir Audah
Alih bahasa: K.H Firdaus A.N.
Diterbitkan pertama kali oleh Departemen Agama RI, Jakarta, 1959
Penerbit PT. Bulan Bintang, Cetakan 6, 20 Agustus 1984
Jalan Kramat Kwitang I/8, Jakarta 10420, Indonesia

Bacaan sebelumnya: DAFTAR ISI

Bacaan selanjutnya: PENGANTAR,RIWAYAT RINGKAS ABDUL KADIR AUDAH,PERMAAFAN KEPADA UNDANG-UNDANG