By Anonim

Selain Keindahan Underwater, Raja Ampat memiliki pemandangan Upperwater yang tidak kalah eksotik.

Belakangan ini, kita sering disuguhkan, baik dari media cetak maupun media elektronik, tentang keeksotisan bawah laut Raja Ampat. keanekaragaman hayati bawah lautnya merupakan salah satu warisan terakhir yang ada di dunia (World Herritage Site). Tercatat ada sekitar 1.104 jenis ikan, 699 jenis moluska (hewan lunak) dan 537 jenis hewan karang. Yang lebih hebatnya lagi nih gan, 75% jenis karang dunia ada disini dan beberapa diantaranya endemis (hanya ditemukan di raja ampat saja)sumber:wikipedia. Oleh karena itu, pemerintah melalui dipardanya (Dinas Pariwisata), tidak mau ketinggalan untuk mempublikasikan setelah Raja Ampat terbentuk menjadi kabupaten.
Nah sebenarnya dimana sih gan letaknya Raja ampat di negeri tercinta ini?

Raja Ampat terletak di Propinsi Papua Barat. Secara administratif, Raja Ampat dinobatkan menjadi sebuah kabupaten pada tahun 2003 yang dulunya merupakan salah satu distrik (Kecamatan) di Kabupaten Sorong. Secara geografis, Kabupaten Raja Ampat ini memiliki 610 pulau pulau dimana hanya sekitar 35 pulau yang berpenghuni dan 4 pulau besarnya, antara lain Waigeo, Batanta, Salawati, dan Misool. Setiap pulau memiliki keunikannya masing-masing, mulai dari daratan, laut, danau, satwa, dan tumbuh-tumbuhannya. Bukan cuma itu, masyarakatnyapun memiliki keanekaragaman baik dari suku, budaya, agama, adat istiadat dan bahasa.

Pulau yang menjadi destinasi travelista ane dikabupaten ini yaitu pulau Misool yang letaknya paling ujung Selatan (lihat peta diatas gan). Berhubung disana tidak ada bandara, maka satu-satunya akses menuju kabupaten ini hanya melalui kapal laut dari pelabuhan kota sorong. Udah banyak kok maskapai-maskapai penerbangan yang melayani rute kota sorong papua barat, sekedar gambaran untuk lama perjalanan dan harga tiketnya, jakarta-makassar ditempuh selama 2 jam dengan harganya bekisar 600-900rb, makassar-sorong ditempuh selama 1 jam 50 menit dengan harga bekisar 800 rb-1 jt, jadi yaaaaa, kurang lebih perjalanan selama 4 jam diatas pesawat (ndak termasuk delayed dan waktu transit di bandarannya loh gan) dan ngabisin 1,5-2 jtaan deh kalo dari ibukota negara kita. Nah kalo sudah sampai di bandara DEO (Domine Eduward Osok) di kota sorong, kita bisa langsung ke pelabuhan (naik angkot paling bayar 3000) untuk bertanya apakah ada kapal yang menuju Misool. Memang perlu ane sampaikan gan sebelumnya, transportasi menuju pulau di bagian selatan kabupaten raja ampat ini sangat sulit dibanding pulau di bagian utara. Kita harus rajin-rajin ke pelabuhan kapal laut untuk mengetahui apakah ada kapal yang akan berangkat menuju misool sana karena tidak ada jadwal fixnya, jika tanya ABKnya (anakbuah kapalnya) mengenai jadwal pastinya, selalu dengan jawaban tergantung ombak dan angin. Nah ini dia gan, ombak dan angin di Raja ampat ini betul-betul ganas kalo lagi musimnya. Musim angin yang paling ditakuti disini yaitu musim angin selatan. Menurut pengakuan ABK jika sudah mulai musimnya, ombak bisa lebih dari 10 meter, lebih tinggi dari kapal. Musim angin selatan terjadi mulai awal bulan Juni sampai bulan September. Jadi saran ane gan, kalo mau ke pulau misool ini bulan-bulan Oktober sampe Mei gan. Bisa juga sih kita charter speedboat ke sana, cuman mahal banget gan, bisa-bisa habis 3-4 jtan, belon sama baliknya loh gan. biasanya udah satu paket pulang pergi kalo mau sewa speedboat kesana, belum lagi chargenya kalo bermalam, inilah, itulah. Nah kalo kapal besar, murah aja kok, cuman 200 rb, dengan lama perjalanan bekisar 7-8 jam dari Pelabuhan Rakyat di kota Sorong dengan tujuan Pelabuhan Harapan Jaya di distrik Misool Selatan. Setelah bersandar dipelabuhannya, kita bisa check ini di homestay disana. Hanya ada satu sih homestay yang sudah beroperasional disana, jadi ndak banyak pilihan kitanya. Satu orang dicharge 350rb perhari. Kondisi cuaca disini ndak bisa diprediksi, kadang panas terik, eh tiba-tiba hujan, jadi saran ane bawa jas hujan, apa lagi kalo kita sewa boat yang ngga ada kapnya.


speedboat yg ngga pake kap

Kalo ngga mau gosong, ya sediain sunblock, topi, slayer dan jaket gan. cuman kalo mau ngetanning ya siapin aja tan oilnya, dijamin keling hehehe.

Nah lokasi pantai-pantainya tersebar di pulau2 kecil yang ada di kecamatan ini, jadi, untuk menjagkaunya mau tidak mau harus menggunakan speedboad. Pantai2 disini cukup unik, kombinasi pasir putih dengan bebatuan yang berbentuk seperti kerucut memberikan keindahan tersendiri yang ngga ada di tempat lainnya. Belum lagi terumbu karangnya yang membentang di sepanjang pesisir pantai. Nggak perlu diving kok gan, snorkeling aja udah cukup puas buat ane. Malahan lagi, kalo lagi meti (bahasa disana untuk nyebut air surut), kita tinggal jalan kaki doang buat nikmatin keindahan karang-karangnya


Meti

Pasirnya bujubusettttt, kayak tepung yang diayak lagi gan, Kita nginjek dipasirnya tuh pergelangan kaki kita bisa tenggelam sampe diatas tumit, sendal ane aja sampe putus karena paksaain melangkah. Temen ane sampe nggambil pasirnya pake botol air mineral buat jadiin hiasan katanya. belum lagi air lautnya, beningggggg banget. Monggo diliat gan foto2 ane di bawah ini.
Silahkan dinikmatin:


Pantai Yefpian


Pantai Banos


Pantai Olobi Ganan


Pantai Panun


Pantai Teteruga


Pantai Olobi


Pantai Daram


Pantai Jam


Kapat Malili


Pantai Olobi Ganan


Pantai Gamfi


Laguna Namlol


Pantai Olobi

Dari Pantai ke pantai satunya biasanya kita pindah2 pulau, jadi tidak semuanya satu daratan gan. Dari satu pulau ke pulau lainnya bisa makan waktu sekitar 30 menit – 1 jam. Jadi dalam satu hari palingan sekitar 5 pulau yang bisa terjelajahi. Kurang lebih, satu hari bisa habisin 100 liter bensin gan, jadi kalo diitung2 dengan ongkos speedboat dan motoristnya (supir maksudnya) kira-kira 2 jutaan deh. FYI: harga bensin di raja ampat ini 10rb gan 1 ltrnya. BBM dengan harga 6500 (seandainya naik) mah sama orang sini kagak ngepek gan, mereka disini udah terbiasa membeli dengan harga mahal. Lebih kasihan lagi kalo beneran harga BBM naik, mereka mungkin bisa-bisa beli dengan harga 15rb utk 1 liternya. Melalui kesempatan ini, ane mohon kepada yth bapak pejabat2 yang duduk dikursi dewan, mohon hati nuraninya terhadap masyarakat yg ada disini, matapencahariannya rata-rata cuman nelayan yang membutuhkan bbm untuk menjalakan perahunya, mereka sudah terbebani dengan harga yg sudah ada, kalo dinaikin lg ya……..(speachless dah ane). Sowri gan, oke back to topics.

Ane juga menyempatkan untuk berkunjung ke Resort milik orang asing di Misool Selatan ini. Nama Resortnya adalah Misool Eco Resort. Resort ini terletak di Pulau Batbitiem, pulau yang berada paling selatan dari pulau besar di Misool, kurang lebih makan waktu sekitar 1,5 jam dengan menggunakan speedboat. Pantainya pun tidak kalah menarik gan, bersih, pokoknya terawat dan asri betul. Kalo agan mau nginep disini, ehem…..siapin aja uang 2000 euro untuk paket satu minggunya. Dengan kurs euro sekarang 12rban jadi yaaaa… sekitar 25 jutaan gan kalo mau nginep selama seminggu, per hari jadinya sekitar 6 jutaan lah. Pas nanya kalo perhari bisa nggak, kata orang adminnya disana kagak bisa gan, mesti paketan selama seminggu.

Misool Eco Resort, Pulau Batbitiem:

Tempatnya Cozyyyyy banget, pas dateng kesana kita disambut dengan ramah sama pemandunya, padahal kita cuma mau jalan-jalan doang, kemudian dikasih kenal sama bule yg mengelola disana. Kebetulan pas dateng lagi sepi turis yang menginap, jadi kita bisa menjelajah dengan bebas. Kata bulenya, kalo lagi rame, dia membatasi pergerakan kita gan, ngga bole ke tempat2 tertentu, katanya takut menggaggu kenyamana tamunya gitu.

Nah mengenai masyarakatnya, warga kampung disini cukup bersahabat kok, selain dari suku asli Raja Ampat (suku matbat dan suku Ma’ya), banyak pendatang juga loh, terutama dari daerah tetangga yaitu Maluku, Buton, dan NTT. Agama mayoritas disini muslim gan, jadi ndak perlu khawatir mengenai hidangannya bagi yang muslim. Ngomong2 hidangan, kita ngga bisa lepas dari
yang namanya ikan gan. Bagi Fish Lovers (baik yang hobi mancing dan makan), disinilah tempatnya. Oleh karena mayoritas muslim, budaya dan adat istiadatnya tidak jauh dari hal-hal yang berbau islami, seperti qasidah, maulid, mandi safar, idul fitri dan idul adha.

Ya namanya juga anak-anak gan, kalo udah ketemu yang namanya pantai, keceriaan dan kebebasannya ndak bisa terbendung dah, Main air, main pasir, dayung2 sampan, pokoknya “tara kosong” (kalo bahasa kite2 nyebut “ngga ada matinye”)

Ini tips dari ane sebelum agan kesini:
1. Rencanakan perjalanan antara bulan Oktober hingga mei
2. Ada baiknya agan pergi ke dokter dulu 1 minggu sebelum berangkat dan beri tahu kalo agan mau ke daerah endemis malaria
3. Ajak teman atau keluarga (saran ane minimal 6 orang, maksimal 10 orang) supaya bisa patungan sehingga pengeluaran per orang bisa diminimalisir
4. Bawa repellent (autan, sofell, dll)
5. Bawa juga sunblock atau tan oil kalo mau ngetanning
6. bawa jas hujan (Sedia payung sebelum hujan gan)
7. Topi dan Jaket (bisa masuk angin gan kalo jalan naik speedboat)
8. Bawa snack atau rantangan buat bekal selama jalan-jalan
9. Buat pemancing mania, jangan lupa fishing rod sama peralatan pancingnya
10. Kacamata snorkling sama kaki kataknya biar ndak kelewatan sama pemandangan bawah airnya
11. Last but not Lease, kamera dong, kalo bisa punya cassing ato housingnya buat foto2 bawah air

Sekian laporan dari ane gan. Walaupun cukup dalem ane merogoh kocek, worthed lah untuk dapetin pengalaman yang luar biasa ini.

Numpang mejeng ya gan….:-)


I’m in Heaven…….

http://www.kaskus.us

Advertisements