Belakangan, pasar pesawat berpenumpang di bawah 100 orang memang lagi digandrungi. Selain Sukhoi, Xian Aircraft China asal China memproduksi MA 60 dan Commercial Aircraft Corporation of China (Comac) membikin pesawat jet ARJ 21-700. Kemudian Brasil membuat Embraer E-170 dan Kanada menciptakan Bombardier CRJ-700.

Masing-masing pesawat ini berkapasitas 75 sampai 95 tempat duduk dengan jarak jelajah 3.000 km hingga 4.500 km. Pesawat-pesawat jenis ini tentu saja cocok bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan. Itulah sebabnya, banyak maskapai penerbangan di Indonesia yang memesan.


Sukhoi Superjet 100 (Russia)

Untuk Sukhoi Superjet 100, Kartika Airlines sudah memesan 30 unit dan Sky Aviation 12 unit. Kabarnya, Sriwijaya Air, Batavia Air, Pelita Air, Aviastar, juga berencana membeli pesawat ini.


MA-60 Xian Aircraft (China)

Sebelumnya, Merpati Nusantara Airlines sudah mengorder 40 pesawat jet ARJ 21-700 buatan Comac. Tahun 2011 lalu, perusahaan milik negara ini mendatangkan 15 pesawat MA 60 dari Xian Aircraft China.


Embraer E-170 (Brazil)

Seakan tak mau kalah, Embraer E-170 dari Brasil dan Bombardier CRJ-700 dari Kanada pada Agustus 2011 lalu datang ke Indonesia. Dua pesawat ini melakukan demo flight yang ditumpangi sejumlah karyawan beberapa maskapai di Indonesia. Kabarnya, Garuda Indonesia Airlines berniat membeli pesawat-pesawat ini untuk melayani penerbangan jarak pendeknya.


Bombardier CRJ-700 (Canada)

‘Perang’ di udara Indonesia tak hanya terjadi pada kelas pesawat berbadan ramping. Di kelas pesawat berbadan lebar, Boeing asal AS dan Airbus dari Inggris, sudah lama bersaing sengit di Indonesia.

Sampai-sampai Kepala Eksekutif Operasional Airbus, John Leahy, sempat menuding Presiden Barack Obama menekan Lion Air ketika maskapai ini November 2011 lalu meneken pembelian sebanyak 230 pesawat Boeing 737. Penandatanganan yang diadakan di Bali itu dihadiri Obama dan para eksekutif Lion Air.


Boeing B737-900er (AS)

Proyek antara Boeing dan Lion Air itu berbiaya sekitar USD 21,7 miliar atau Rp 195 triliun. Ini merupakan transaksi komersil terbesar bagi sejarah Boeing. Mekanisme pembayaran proyek itu akan dibantu oleh Bank Ekspor Impor AS.

Bagi Obama, proyek itu akan melibatkan 110.000 pekerja industri. Ini merupakan isu strategis bagi Obama. Maklum, Obama bakal mencalonkan lagi sebagai presiden pada Pemilu 2012, dan masalah pengangguran adalah tantangan bagi AS untuk pulih dari krisis ekonomi. Pembelian Boeing itu dipastikan akan menyedot tenaga kerja cukup banyak di AS.


Airbus A330-300 (Inggris)

Sebelum kesepakatan antara Boeing dan Lion Air, muncul kabar bahwa Airbus tertarik untuk berbisnis dengan maskapai asal Indonesia itu. Leahy bahkan yakin bahwa Airbus bisa kembali menang bila tidak ada intervensi politik dari Washington. “Proyek tersebut tidak akan terjadi tanpa campur tangan Gedung Putih,” tuding Leahy.

Namun, juru bicara Lion Air, Edward Sirait, membantah semua tuduhan Leahy. “Semua berdasarkan pertimbangan komersial dan kami bebas untuk melakukannya,” kata Edward kepada Reuters, saat itu.

Sakit hati Airbus akhirnya terobati ketika pada April 2012 lalu PT Garuda Indonesia Tbk membeli 11 pesawat jenis A330-300 senilai USD 2,5 miliar atau Rp 23 triliun. Hebatnya, kontrak pembelian ini disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan PM Inggris David Cameron di Istana Merdeka, Jakarta.

sumber: http://m.beritajatim.com

Advertisements