Charles Darwin “Bapak Monyet” sang penemu teori evolusi

San Fransisco – Peneliti dari University of Maryland School of Medicine mengatakan pada tahun lalu bahwa mereka percaya Charles Darwin menderita tiga penyakit yang berbeda, termasuk infeksi Chagas.

Para ahli percaya bahwa ia tertular penyakit itu selama perjalanan lima tahun di seluruh dunia dengan HMS Beagle saat berumur 20-an tahun. Dugaan Chagas dihubungkan dengan kematiannya 47 tahun kemudian akibat gagal jantung.

Dalam jurnalnya Darwin menulis bahwa dia telah digigit oleh “serangga hitam bersayap” selama ekspedisi, yaitu saat ia mengunjungi Amerika Selatan.

Kini, “serangga hitam bersayap” yang dimaksudnya terdeteksi sebagai serangga penghisap darah Triatome. Serangga ini melepaskan parasit yang disebut Trypanosoma cruzi ke dalam aliran darah korban dan menyebabkan penyakit Chagas.

Chagas sulit untuk terdeteksi dan butuh waktu bertahun-tahun untuk memunculkan suatu gejala. Temuan yang ditulis dalam jurnal PLoS Neglected Tropical Diseases menyatakan penyakit ini kini menyebar di benua Amerika. Penderita terbanyak ada di Bolivia, Meksiko, Kolombia, dan Amerika Tengah, serta sekitar 30 ribu orang di AS.

Sekitar seperempat dari korban yang terjangkit penyakit ini memiliki jantung atau usus yang terus membesar. Sewaktu-waktu, kedua organ ini bisa pecah dan menyebabkan kematian mendadak. Diperkirakan pada tahun 2008 penyakit Chagas menewaskan lebih dari 10.000 orang.

http://www.tempo.co

Advertisements