Teori konspirasi atau teori persekongkolan (conspiracy theory) adalah teori-teori yang berusaha menjelaskan bahwa penyebab tertinggi dari satu atau serangkaian peristiwa (pada umumnya peristiwa politik, sosial, atau sejarah) adalah suatu rahasia, dan seringkali memperdaya, direncanakan diam-diam oleh sekelompok rahasia orang-orang atau organisasi yang sangat berkuasa atau berpengaruh. Banyak teori konspirasi yang mengklaim bahwa peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah telah didominasi oleh para konspirator belakang layar yang memanipulasi kejadian-kejadian politik.

Teori ini ada di seputaran gerak dunia global dan merambah hampir kesemua ranah kehidupan manusia. Dari urusan politik sampai makanan. Bagi orang yang tidak percaya selalu menganggap semua hanya olok-olok, mengada-ada, menyia-nyiakan waktu, kurang kerjaan, dan sebagainya. Bagi para penganutnya teori itu tidak serta-merta muncul mendunia tanpa ada yang menciptakan polanya.[1]

Secara sederhana teori konspirasi meyakini bahwa dibalik semua kejadian, khususnya kejadian-kejadian negatif (yang berefek merugikan), terdapat sekelompok kecil orang yang sengaja merencanakan, beraksi penuh intrik, siasat, licik dan rahasia. Mereka menggunakan metode, taktik dan strategi intelijen dalam setiap aksinya yang kemudian aksi tersebut dituduhkan kepada orang lain atau kelompok lain untuk bertanggungjawab.

Semua aksi tersebut dilakukan tentunya atas kepentingan lembaga (bisa swasta, akan tetapi bisa pemerintah) atau kepentingan pribadi orang-orang tertentu untuk mengeruk keuntungan dalam setiap kejadian. Sementara aksi mereka mulai dari membangun citra (image building) sampai mengeksekusi (menculik dan membunuh). Akan tetapi dalam setiap aksi mereka selalu ada korban yang dijadikan kambing hitam dan bertanggungjawab atas kejadian lalu menerima akibat dari aksi yang tidak pernah mereka lakukan.

Dalam teori konspirasi, dikenal dua jenis korban yakni korban kejadian (orang-orang yang terkena dampak langsung kejadian, seperti luka dan kematian) dan Korban Pelaku (orang-orang yang sengaja dipersiapkan sebagai penanggunjawab kejadian). Korban Pelaku adalah orang-orang yang melakukan aksi seolah-olah aksi itu dari mereka tanpa ada yang menunggangi, mereka adalah korban hasutan, provokasi dan doktrin. Para penganut Teori Konspirasi sangat percaya bahwa Imam Samudera dkk adalah korban pelaku yang sama sekali tidak sadar bahwa mereka adalah korban konspirasi.[2]

Penganut teori ini pun terbelah dalam dua kubu utama. Kelompok pertama adalah mereka yang hanya percaya bahwa segala hal mungkin terjadi apabila ada dukungan argumentasi yang kuat, fakta akurat, data ilmiah, pendapat yang bisa diverifikasi kebenarannya, tokoh-tokoh yang nyata, sejarah yang memang ada dan bukan mitos, dan sebagainya. Kelompok kedua adalah mereka yang percaya tanpa syarat alias mereka yang menganggap apapun yang terjadi sudah dirancang sedemikian rupa, yang acapkali menghubungkan dengan mitos, legenda, supranatural, dan sebagainya.[1]


Tragedi WTC 9/11/01

Sebutlah kejadian WTC 9/11, dimana kejadian tersebut akhirnya dituduhkan kepada sekelompok orang-orang keturunan Arab dengan mengkaitkan dengan gerakan al Qaeda. Akan tetapi beberapa penelitian atas kejadian tersebut menunjukan bahwa tragedi WTC dirancang begitu rinci dengan perhitungan yang sangat akurat yang perencanaannya tentunya tidak sebanding dengan pengetahuan dan pengalaman orang-orang yang dituduh melakukannya. Akan tetapi penganut teori konspirasi yakin bahwa tragedi WTC sudah dirancang sedemikiann rupa dan yang merencanakan semua itu adalah pihak intelijen AS yang berada dibalik semua kejadian tersebut dengan tujuan agar AS mendapat legitimasi melakukan penyerangan kepada negara-negara Muslim (seperti: Irak, Afghanistan, Yaman, Somalia, Libya, Suriah, dll) dengan alasan memburu al Qaeda. Artinya, tragedi WTC adalah konspirasi yang mengorbankan umat Islam.[2][6]


Kecelakaan maut Lady Diana & Dody Alfayed

Atau kejadian kecelakaan yang menimpa Putri Diana dan Dody alfayed, kejadian menyebabkan kematian keduanya dan yang dipersalahkan adalah para paparazzi yang mengejar mobil mereka sehingga terjadi kecelakaan. Akan tetapi penganut teori konspirasi percaya bahwa kecelakaan tersebut sudah direncanakan dengan matang jauh sebelum kejadian itu terjadi. Penganut teori konspirasi yakin bahwa ada pihak yang tidak ingin Putri Diana mempermalukan pihak kerajaan Inggris dengan memperlihatkan secara terang-terangan perselingkuhannya dengan Dody Alfayed, sementara diketahui bahwa Lady Diana adalah Ibunda dari pangeran William dan pangeran Harry (dari pernikahannya dengan pangeran Charles) yang kelak akan menjadi penerus tahta mahkota Kerajaan Inggris Raya, sedangkan Dody Alfayed adalah seorang pengusaha Muslim keturunan Mesir yang sangat kaya raya.[2][7]

Dan yang paling mengejutkan dan membuat teori konspirasi semakin kukuh yaitu pengakuan seorang mantan agen rahasia AS, John parkins dengan bukunya Economic Hit Man, dimana parkins bercerita secara blak-blakan tentang kegiatan-kegiatan agen rahasia AS yang melakukan aksinya dibeberapa negara, aksi yang membuat negara jatuh bangkrut sampai aksi pembunuhan seorang presiden dengan (seolah-olah) kecelakaan.


Peta Sudan dan Sudan Selatan

Contoh lainnya, Konspirasi Zionis Israel dalam meluasnya perang antara dua Sudan: Sudan dan Sudan Selatan.[3][4] Banyak analis Arab melihat bahwa Israel berkepentingan terhadap meluasanya perang dua Sudan tersebut untuk terus memperlemah dunia Arab terlebih lagi Mesir yang bertetangga langsung dengan Sudan. Seperti diketahui, Sudan Selatan memiliki salah satu senjata penting menghadapi Sudan dan Mesir yakni senjata air Sungai Nil yang sejak sekitar tiga tahun belakangan ini sering diungkit oleh negara-negara sumber Nil dengan dukungan Israel dikarenakan jatah air Nil buat Mesir dan Sudan sekitar 88 %.

Peran negeri Zionis seperti itu merupakan strategi yang telah lama dicanangkan sebagaimana yang tertuang dalam sebuah buku karangan penulis India, Rustom Khurshedji Karanjia bertajuk “the Dagger of Israel” (belati Israel) yang ditulisnya pada 1957. Penulis yang dikenal dengan nama R.K. Karanjia itu yang lahir pada 15 September 1912 dan meninggal pada 1 Februari 2008, pernah mewawancarai Jenderal Moshe Dayan, mantan Menhan Israel.

Karanjia pemilik tabloid mingguan Blitz setelah keluar dari the Times of India itu sengaja memberikan judul bukunya belati Israel sebagai ilustrasi bahwa Israel digambarkan sebagai belati dari luar yang selalu diarahkan ke leher dunia Arab. Dan kenyataannya memang demikian, sejak negeri Zionis itu berdiri hingga dewasa ini, “belati“ tersebut masih manjur memecahbelah solidaritas Arab.

Sebagian isi buku yang kata pengantarnya disampaikan oleh mantan Presiden Mesir, Gamal Abdel Nasser itu berasal dari hasil wawancara dengan Dayan. Diantara isi wawancara itu, seperti dikutip analis Arab, Nawaf el-Zrou adalah dokumen rahasia tentang strategi merobohkan dunia Arab dari dalam diantaranya dengan membentuk negara baru dalam tubuh dunia Arab.

Karena itu tidak berlebihan bila belum cukup sebulan sejak kemerdekaan Sudan Selatan diproklamirkan pada 9 Juli 2011, kedua negara (Israel-Sudan Selatan) telah mengumumkan pembukaan hubungan diplomatik. Kerjasama kedua negara yang sebelumnya dibawah tanah (rahasia) sekarang berlangsung di permukaan termasuk kerjasama militer untuk memperkuat pertahanan pecahan Sudan itu menghadapi negara induknya.

Aksi provokatif yang dilakukan Sudan Selatan menduduki Heglig di Abyei yang menyebabkan perang perbatasan saat ini menurut Khamis Al-Toubi, seorang analis Arab, tidaklah berdiri sendiri, namun mendapat lampu hijau dari negeri Zionis itu.

“Bila tujuan pemisahan Sudan Selatan hanya sebatas memberikan kebebasan lebis luas bagi warga Kristen di selatan tentunya tidak akan kita saksikan apa yang terjadi saat ini”, tandasnya.[5]

____________________________
1 ^ http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_persekongkolan, diakses pada 13/06/2012
2 ^ http://jalanpencerahan.wordpress.com/tulisan-pencerahan/teori-konspirasi-dan-umat-islam-indonesia/, diakses pada 14/06/2012
3 ^ http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2011/07/110709_sudanselatan.shtml, diakses pada 14/06/12
4 ^ http://id.wikipedia.org/wiki/Sudan_Selatan, diakses pada 14/06/12
5 ^ http://hidayatullah.com/read/22448/30/04/2012/unjuk-taring-di-mesir,-bom-waktu-di-sudan.html, diakses pada 30/04/2012
6 ^ http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/viyan/2008/09/15/fakta-ilmiah-di-balik-tragedi-wtc/comment-page-1/, diakses pada 16/09/08
7 ^ http://sejarah.kompasiana.com/2011/04/28/lady-diana-mantan-her-royal-highness-the-princess-of-wales-kematian-tragis-perempuan-cantik-1/, diakses pada 28/04/11

Advertisements