Amerika Serikat Pantau Langsung Pilgub Jawa Barat

KEDUBES AS mengunjungi KPU dan Panwaslu Jawa Barat terkait penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2013 mendatang.

Kedubes AS menganggap agenda kunjungan kerja itu cukup penting karena ingin menyerap informasi pesta demokrasi di Jawa Barat sebagai bahan informasi untuk negaranya. “Kami ingin mengetahui persiapan dari KPU dan Panwaslu untuk penyelenggaraan Pilgub Jabar pada 24 Februari 2013 nanti,” ungkap Blair A King, PhD selaku Senior Local Governance Officer Office of Democratic Governance US Agency for International Development (USAID) di Kantor Panwaslu Jabar,kemarin.

Hadir pula perwakilan dari Political Officer USAID, Scott Ceremuga dan Danumurthi Mahendra dari USAID Indonesia Outreach Communication American Embassy.

Blair King berkunjung ke Kantor KPU Jabar bersama dengan Second Secretary Political Section Scott M Ceremuga. Blair menegaskan, pihaknya ingin ikut memantau perkembangan dan seluk beluk pilkada di Indonesia, salah satunya adalah Pilgub Jabar, bukan sekedar untuk kepentingan hubungan bilateral antara Indonesia-Amerika Serikat.

“Kebijakan bilateral mungkin tidak terlalu. Kami memantau perkembangan pilkada dan menentukan kebutuhan di Indonesia seperti apa. Misalnya dari segi penyelenggara (oleh KPU) apakah sudah terampil, atau apakah ada LSM yang memantau,” kata dia.

Blair juga mengatakan,meski Indonesia dan AS sama sama berpatokan pada demokrasi dalam menentukan pemimpinnya, namun terdapat beberapa perbedaan terutama dalam sistem penyelenggaraan Pemilu. Secara teknis, di Indonesia terdapat lembaga KPU yang bertugas menyelenggarakan pemilu.

Sementara Panwas bertugas mengawasi proses penyelenggaraan dan memantau kejanggalan- kejanggalan yang terjadi. Sedangkan,di AS hanya ada satu lembaga yang berkaitan langsung dengan pemilu yakni Federal Election Communication. “Tetapi tugasnya lebih terfokus pada pengaturan masalah keuangan kampanye dan memantau pelanggaran pemilu. Jadi, KPU di sana tugasnya lebih cenderung seperti Panwas di Indonesia,”katanya. Dalam pemilihan,di Indonesia mekanisme pemilihan sama yakni dicoblos,baik Pilpres,Pilgub maupun Pilkada bupati/wali kota.

“Disana (AS) negarabagian memiliki sistemnya sendiri,ada yang dicontreng ada yang menggunakan sistem elektronik, dan sebagainya,”ucapnya. Terkait kunjungan itu,Ketua Panwaslu Jabar Ihat Subihat mengatakan, pihaknya memberikan informasi seputar pengawasan proses pemilu di Jawa Barat sesuai dengan undang- undang yang berlaku.


Peta Jawa Barat

Sementara itu, Ketua KPU Jawa Barat Yayat Hidayat menambahkan, Kedubes Amerika Serikat cukup tertarik dengan berbagai tahapan Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Jawa Barat dan ada banyak hal yang ditanyakan kepada KPU.

“Jadi saat kunjungan perwakilan Kedubes AS tersebut banyak yang ditanyakan mereka seputar pilgub ini mulai dari tahapan, apa yang sudah dan belum dilaksanakan oleh KPU, sampai titik krusial apa saja dalam pilgub nanti,” kata Yayat.

Yayat Hidayat menilai kunjungan kerja itu sangat tepat, mengingat Pilgub Jabar 2013 merupakan pesta demokrasi terbesar di Indonesia setelah Pemilu Legislatif (Pilleg) dan Pemilu Presiden (Pilpres).Hal ini dikarenakan jumlah penduduk Jawa Barat sebanyak 49,1 juta jiwa dengan jumlah pemilihnya 36 juta orang.

Yayat menambahkan, kunjungan seperti itu pernah dilakukan perwakilan sejumlah negara seperti Timor Leste, Jerman dan negara lainnya. “Tapi, khusus untuk yang terkait Pilgub Jabar, kunjungan dari luar negeri baru dilakukan hari ini oleh Kedubes Amerika,” ujarnya.

Di sisi lain, sejumlah guru yang tergabung dalam Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI) akan melakukan kontrak politik dengan semua kandidat. Sekretaris AKSI Ahmad Taufan menuturkan hal ini untuk mencegah politisasi terhadap guru saat Pilgub.

“Guru jangan dipolitisasi dalam pilgub,pilwalkot,sehingga kalau tidak mendukung salah satu calon imbasnya dicopot jabatannya dari kepala sekolah tertentu atau dipindahkan,” katanya kemarin.

Sri Bintang: Ada apa Amerika Ikut Memantau Pilkada Jawa Barat?


Gedung Sate Bandung

Menanggapi keinginan AS untuk ikut memantau langsung Pilkada Jawa Barat, Salah satu tokoh yang dikenal oposan jaman Soeharto, Sri Bintang Pamungkas menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) sedang mengincar kekayaan alam Jawa Barat. Hal ini dikaitkan dengan keinginan AS untuk ikut memantau Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) Jawa Barat. Jawa Barat sendiri menurut Sri Bintang sangat kaya dengan minyak dan gas bumi. AS tentu berharap jika gubernur terpilih menang nanti termasuk orang yang bisa memuluskan agenda-agenda tersembunyi mereka terkait kekayaan alam Indonesia , khususnya di Jawa Barat.

“Ada apa Amerika mau ikut-ikutan memantau Pilkada Jawa Barat?” jelas Sri Bintang Pamungkas usai aksi Petisi Mahakam di depan Istana Negara, Rabu (17/10/2012) siang.

Karena itu, Sri Bintang sendiri menekankan agar masyarakat Indonesia mulai membuka mata. Fakta ini terkait banyaknya kekayaan negara yang telah dikuasai oleh pihak asing. Ia menyebut kasus Freeport, Blok Cepu, Blok Mahakam hingga aset-aset uranium dan hasil-hasil tambang lainnya.

Senada dengan Sri Bintang, Marwan Batubara menilai penjualan aset-aset negara ini dilakukan oleh sekelompok masyarakat untuk mengejar modal politik terkait Pemilu 2014.
Saat ini menurutnya, rakyat harus memberikan dukungan agar Pertamina bisa mengambil alih semua aset minyak dan gas bumi untuk dikelola sendiri.

Marwan yang mewakili kelompok Petisi Mahakam menghimbau agar pemerintah membesarkan perusahaan BUMN dalam negeri. Bukan justru memberi keuntungan kepada pihak asing.

“Jangan lagi mencari-cari alasan membohongi rakyat, pemerintah saat ini sudah tidak punya harga diri sebenarnya,” katanya kepada hidayatullah.com.

Menurut Marwan, saat ini Petisi Mahakam akan melakukan sosialisasi mengenai aset-aset sumber daya alam Indonesia yang sudah dikuasai asing. Selanjutnya mereka akan menggelar aksi massa agar pemerintah tidak lagi melanjutkan kerjasama pengelolaan sumber daya alam di Indonesia dengan pihak asing.

Lebih dari itu Petisi Mahakam berharap semua aset sumber daya alam Indonesia bisa secara nyata dinasionalisasikan kembali.

http://www.seputar-indonesia.com
http://www.republika.co.id/
http://hidayatullah.com