Topeng Guy Fawkes yang dijadikan simbol wajah grup hacktivist, Anonymous.

Dalam era digital, perang tak terbatas hanya di medan pertempuran darat. Grup Hacker terkenal, Anonymous mengklaim telah mendeklarasikan ‘perang siber’ sebagai pukulan balasan atas ancaman blokade Israel terhadap akses internet Palestina.

Saat serangan udara Pasukan Bela Diri Israel (IDF) menarget teritori Palestina, grup kumpulan haktivis mencoba melumpuhkan situs-situs Israel dan jaringan pemerintah.

Gerakan itu muncul setelah Israel menyatakan perang dilakukan di tiga front yakni fisik, jejaring sosial dan serangan siber. Serangan Anonymous itu juga memicu seruan dari Israel untuk membangun perisai perlindungan ‘cyberdome‘ yang mencerminkan pertahanan serupa di darat yakni sistem antirudal Israel, ‘Iron dome‘.

Menteri keuangan Israel, Yuval Steinitz mengakui, grup tersebut, bersama dengan para pemrotes, membombardir situs-situs Israel dengan lebih dari 60 juta percobaan pembobolan.

Namun, imbuhnya, sebagian besar serangan gagal, dan hanya beberapa situs yang berhasi dimatikan. Itu pun, ujarnya, berhasil dihidupkan lagi tak lama kemudian.

Bagaimanapun, Anonymous telah memajang satu daftar berisi 650 situs Israel yang diklaim telah dimatikan atau diobrak-abrik sebagai balasan atas ulah negara zionis yang mereka sebut ‘perlakuan barbar, brutal dan hina terhadap rakyat Palestina”.

Dalam sebuah rilis yang dipublikasikan online, Anonymous berkata Israel telah melanggar garis pasir ketika mereka secara terbuka mengancam untuk melumpuhkan internet dan sambungan telekomunikasi apa pun baik dari luar atau dari dalam Gaza.

“Sebagaimana mantan diktator Mesir, Mubarak telah belajar dengan cara paling keras, kami ANONYMOUS dan TAK ADA seorang pun yang mematikan internet di bawah pengawasan kami,” bunyi pernyataan tersebut.

Dalam serangkaian video yang diunggah ke YouTube terdapat tambahan pernyataan berbunyi “Kami menyeru kepada Anonymous Bersama untuk membobol, mengobrak-abrik wajah laman, membajak, membocorkan pusat data, mengambil alih admin, four oh four (kode 404 pada laman mati yang tak bisa diakses) dan mematikan DNS (data name source/pusat data) milik Israel dengan cara apa pun.

“Kepada Pemerintah Israel, Anonymous sudah lelah dengan sikap bullying kalian dan kalian kini akan melihat hasil aksi kami,” seperti yang dikutip CNN.

“Perang siber juga telah dideklarasikan terhadap ruang siber Israel dan kalian akan melihat sesungguhnya kemampuan kami.”

Baik Israel dan Hamas dikritik karena menggunakan fasilitas berbagi imej di sosial media. Keduanya menjadi pusat penyebaran informasi konflik yang telah merenggut 100 lebih nyawa warga Gaza dan tiga warga Israel sejak kekerasan meletus kembali pada Rabu 14 November lalu.

Muncul polemik dan keraguan mengenai efektivitas serangan siber tersebut. Israel mengatakan serangan sebagian besar tidak menuai hasil.

“Kami memanen hasil dari investasi beberapa tahun terakhir dalam pengembangan sistem pertahanan komputer, namun kami juga masih memiliki banyak pekerjaan untuk diselesaikan,” ujar Menkeu Yuval Steinitz.

Anonymous memberi sandi operasi kali ini dengan #OpIsrael.

Berikut video deklarasi perang oleh Anonymous

Kabar terbaru: Akun Jejaring Sosial Wakil PM Zionis Di-hacked

Kelompok peretas (hacker) internasional yang menamakan dirinya #Anonymous mengklaim, subuh tadi akun Facebook, Twitter, LinkedIn dan YouTube milik wakil Perdana Menteri ‘Israel’, Silvan Shalom berhasil di-hacked dan isinya dipenuhi pernyataan pro-Palestina.

Z Company Hacking Crew telah menyatakan bertanggung jawab atas serangan cyber yang ditujukan untuk melawan Zionis ‘Israel’. Kelompok ini juga mengatakan telah berhasil meretas surat elektronik Shalom. Pada akun Twitter Shalom yang diretas, hacker membuat posting: “Perang yang tidak adil dan penjajahan”. Mereka juga menulis: “Siapa yang bisa tahan melihat horor, kematian anak-anak dan orang tidak bersalah yang mencoba mempertahankan tanah mereka yang dijajah?”.

Serangan cyber kepada sejumlah situs pejabat tinggi Zionis terjadi sejak kelompok peretas, Anonymous membocorkan informasi rahasia dari 5.000 pejabat Zionis. Anonymous juga telah meretas 700 lebih situs ‘Israel’, termasuk Bank of Jerusalem, situs Kementerian Pertahanan Zionis, blog Pasukan Pertahanan Zionis (IDF) dan situs resmi presiden Zionis.*

republika.co.id

Advertisements