gambar-peta-prancis

Sebuah pernyataan kontroversial dari Michel Sapin, Menteri Buruh Prancis, menimbulkan “kegaduhan” di negeri itu. Dalam sebuah wawancara di radio, Minggu (27/1/13), Sapin menyampaikan pandangannya tentang perlu tidaknya tindakan penghematan di tengah krisis finansial yang merebak di Eropa. Menurut Sapin Prancis adalah sebuah negara yang bangkrut total. Pernyataan Sapin pun tak ayal “mengguncang” komunitas bisnis. Massa dari perserikatan buruh berunjuk rasa di depan kantor Sapin, sebagai salah satu bentuk protes angka pengangguran di Prancis yang mencatat rekor terburuk dalam 15 tahun terakhir.

Tidak ketahui dengan jelas apakah pernyataan Sapin itu adalah kesalahan atau sengaja dikeluarkan untuk mempersiapkan masyarakat Prancis menghadapi masa-masa sulit. Tentu pernyataan Menteri Sapin itu tidak dapat diterima oleh pemerintahan Presiden Francois Hollande. Ia lalu mengeluarkan pernyataan lain untuk melawan pernyataan Sapin. Menteri Keuangan Prancis, Pierre Moscovici mengatakan Prancis adalah negara yang sangat likuid dan sangat kredibel.

Sejak terpilih menjadi Presiden tahun lalu, banyak pihak yang meragukan Hollande dapat memulihkan perekonomian Prancis pasca krisis ekonomi yang melanda Eropa. Sejak ia berkuasa, angka pengangguran dan biaya hidup terus merangkak naik, sementara kebijakan anti liberal yang didengungkannya telah memprovokasi para investor angkat kaki dari Prancis. Hollande telah berupaya menghidupkan kembali ekonomi Prancis, dengan memangkas pengeluaran setara lebih dari 51 miliar Poundsterling. Ia juga berencana meningkatkan pendapatan negara dari pajak sebesar 20 miliar Poundsterling selama lima tahun ke depan. Ketentuan pajak terbaru menyebutkan bahwa negara berhak memajaki orang kaya hingga 75 persen.

Pengenaan pajak pendapatan yang sangat tinggi inipun membuat seorang aktor kawakan Holywood asal Prancis, Gerard Depardieu memilih meninggalkan negaranya dan mencoba tinggal di Rusia atau Belgia. Bahkan mantan presiden Nicolas Sarkozy diisukan sedang berencana pindah ke London dengan alasan serupa dengan Depardieu. Tidak itu saja, kebijakan menaikkan pajak pendapatan telah membuat semakin banyak investor yang meninggalkan Prancis. Di antara mereka yang telah memindahkan kekayaanya dari Prancis adalah, Bernard Arnault,yang terkenal sebagai pria terkaya di Prancis. Untuk mencegah Prancis semakin terpuruk ke jurang kebangkrutan maka negara itu harus melakukan pengurangan defisit yang berlebihan secara disiplin.

sumber: http://id.voi.co.id

Advertisements