Sayyidina Ali Genius

Oleh : Muhammad Saleh

Judul Buku: Rahasia Kecerdasan Ali bin Abi Thalib Si Super Genius
Penulis: Masykur Arif Rahman
Penerbit: Diva Press, Yogyakarta
Tahun: I,  April  2013
Tebal: 204  halaman
ISBN: 978-602-25

Sayyidina Ali Bin Abi Thalib Radhiyallohu ‘Anhu (semoga Allah SWT meridhoinya) adalah salah satu sahabat Rasulullah SAW sekaligus menantu beliau, karena Ali menikah putrinya, Fatimah Az-zahra. Salah satu keistimewaan Sayyidina Ali adalah kecerdasannya yang luar biasa. Konon, kecerdasannya melebihi sahabat-sahabat yang lain. Sehingga banyak orang yang mengagumi, bahkan mengagung-agungkannya. Namun, karena kecerdasannya itu pula lah banyak juga yang cemburu dan membencinya sampai ingin membunuhnya.

Terhadap dua kelompok orang yang mencintai hingga mendewakannya dan terhadap mereka yang sangat membenci hingga ingin membunuhnya, Sayyidina Ali pernah berkata “Celakalah dua orang karenaku! Satu karena mencintaiku secara berlebihan dan yang lain karena membenciku secara berlebihan juga. Hal itu mendorong mereka untuk berbuat kebohongan terhadapku.”

Karena kecerdasannya, Sayyidina Ali mampu menguasai hampir semua bidang keilmuan, mulai dari ilmu bahasa, sastra, hukum, hermeneutika, pidato, tarekat, akidah, tauhid, fiqh, etika, bahkan taktik perang. Akan kecerdasan Sayyidina Ali tersebut, Rasulullah pernah berkata “Aku adalah kota ilmu, sedang Ali adalah pintunya. Barang siapa yang ingin memasuki rumah, hendaklah ia masuk melalui pintunya.”

Kecerdasan Sayyidina Ali bukan muncul begitu saja. Ada tahap dan proses yang ia lalui untuk mencapai kecerdasan itu. Melalui buku ini kita diajak untuk mengurai rahasia-rahasia dibalik kecerdasan Sayyidina Ali tersebut.

Secara utuh buku ini dibagi dalam empat bab. Pada bab pertama kita langsung disuguhkan akan rahasia-rahasia kecerdasan Sayyidina Ali. Ada dua puluh item yang dibahas secara rinci dan jelas akan rahasia kecerdasan Sayyidina Ali tersebut.

ali-bin-abi-thalib

Rahasia kecerdasan Sayyidina Ali yang luar biasa salah satunya dikarenakan ia belajar langsung kepada Rasulullah SAW sejak usia 6 tahun. Ia tercatat sebagai anak angkat dan hidup satu atap bersama Rasulullah SAW. Jadi dapat dikatakan bahwa sejak usia anak-anak Sayyidina Ali telah mendapat pengasuhan dan pendidikan langsung di dalam keluarga Rasulullah SAW. (hal. 23).

Rahasia  lain yang membuat Sayyida Ali mempunyai kecerdasan yang luar biasa adalah ia belajar pada Al-Qur’an dan hadits dalam mengasah kecerdasan sehingga memperoleh pengetahuan yang banyak.

Sayyidina Ali juga belajar pada orang-orang shalih terdahulu. Dalam artian, apa yang dikerjakan oleh orang-orang shalih terdahulu yang terekam dengan baik dalam sejarah dipelajari, dipikirkan, dan direnungkan kemudian dipraktikkan.

Lalu pada bab kedua dibahas rahasia penunjang kecerdasan Sayyidina Ali sehingga kecerdasannya selalu terpelihara. Misalnya zuhud, dengan hidup zuhud telah membantu kecerdasannya secara maksimal. Zuhud dapat diartikan meninggalkan sesuatu untuk memiliki sesuatu yang lebih penting. (hal. 147). Selain itu, penunjang kecerdasan Sayyidina Ali yang lain adalah sabar, silaturahim, pengendalian hawa nafsu, dan ritual agama. Ritual agama seperti melaksanakan wudhu, shalat, puasa, zakat, sedekah dan infak, ternyata sangat membantu meningkatkan kecerdasan seorang muslim yang melaksanakannya.

Pada bab tiga akan diberikan tips mendidik anak agar cerdas menurut Sayyidina Ali. Sayyidina Ali memberikan tips mendidik anak dengan baik. Tujuannya agar anak menjadi cerdas, baik cerdas secara intelektual, emosional, maupun spiritual. (hal. 182). Sehingga para orang tua dapat mencontohnya.

Dan pada bagian terakhir kembali akan diberikan tips menjadi cerdas seperti Sayyidina Ali. Tips ini merupakan kesimpulan dari pembahasan-pembahasan yang telah disajikan dari halaman awal hingga akhir pembahasan. Atau dalam kata lain sebuah kesimpulan yang dapat kita tiru untuk memperoleh kecerdasan seperti Sayyidina Ali agar mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Apabila kita mengikuti dan mempraktikkan cara yang dilakukan oleh Sayyidina Ali, bukan tidak mungkin, kita juga akan memperoleh kecerdasan yang mengagumkan. Asal kita istiqamah, ikhlas, dan sabar.

Sumber: http://www.dakwatuna.com

Advertisements