tumblr_maibf5Fzjt1qapk2qo1_500

Saat pertama kali berjumpa dengan-Mu, aku bagaikan berjumpa dengan Saktah. hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar.
Aku di mata-Mu mungkin bagaikan nun mati di antara Idgham billagunnah, terlihat tapi dianggap tak ada.
Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar, jelas dan terang.
Jika mim mati bertemu ba disebut Ikhfa syafawi, maka jika aku bertemu diri-Mu, itu disebut cinta.
Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba – tiba semua itu seperti Idgham mutamaatsilain, melebur jadi satu.
Cintaku pada-Mu seperti Mad wajib muttasil, paling panjang di antara yang lainnya.
Setelah Kau terima cintaku, hatiku rasanya seperti Qalqalah kubro, terpantul- pantul dengan keras. Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iqlab, ditandai dengan dua hati yang menyatu.
Sayangku pada-Mu seperti Mad thobi’i dalam Quran. Buanyaaakkk beneerrrrr 
Semoga dalam hubungan kita ini kayak Idgham bilagunnah, cuma berdua, lam dan ro’.
Meski perhatianku mungkin tak terlihat seperti Alif lam syamsiah, sebenarnya cintaku pada-Mu seperti Alif lam qomariah, terbaca jelas.
Kau dan aku seperti Idghom Mutaqorribain, perjumpaan 2 huruf yang sama makhraj-nya tapi berlainan sifat-nya.
Aku harap cinta kita seperti Waqaf lazim, berhenti sempurna di akhir hayat.
Sama halnya dengan Mad ‘aridh dimana tiap mad bertemu lin sukun, aridh akan berhenti, seperti itulah pandanganku ketika melihat-Mu.
Layaknya huruf Tafkhim, Nama-Mu pun bercetak tebal di pikiranku. Seperti Hukum Imalah yang dikhususkan untuk Ro’ saja, begitu juga aku yang hanya untuk-Mu. Semoga aku jadi yang terakhir untuk-Mu — ALLAH —  seperti Mad aridlissukun

love-allah1

Advertisements