Asing bahkan menguasai 85% pertambangan emas dan tembaga Indonesia.

101113tambang-emasPAPUA

Pertambangan emas di Papua.

Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Prof Dr Pratikno mengatakan, kondisi bangsa Indonesia saat ini sudah mengkhawatirkan. Dilihat dari kepemilikan aset nasional, sekitar 70-80% telah dikuasi bangsa asing.

“Kondisi bangsa kita saat ini sudah mengkhawatirkan sehingga tanpa dukungan dan kebijakan oleh semua elemen bangsa maka lambat laun seluruh aset akan jatuh ke tangan orang asing,” kata Pratikno saat menjadi pembicara dalam seminar nasional yang digelar Keluarga Alumni UGM (Kagama) menyambut pra Munas Kagama XII 2014 di Kendari, Sabtu (9/11/2013).

Ia mencontohkan, aset di bidang perbankan bangsa asing telah menguasai lebih dari 50%. Begitu pula di sektor lain seperti migas dan batubara antara 70-75%, telekomunikasi sekitar 70%, dan lebih parah lagi adalah pertambangan hasil emas dan tembaga yang dikuasai mencapai 80-85%.

“Kecuali sektor perkebunan dan pertanian dalam arti luas, asing baru menguasai 40%. Namun demikian kita harus waspada agar tidak semua aset negara itu dikuasai asing,” katanya, seperti diberitakan Investor Daily.

Oleh karena itu, kata Prof Pratikno, untuk mempertahankan aset-aset yang belum dikuasai asing tersebut, perlu kebijakan dan terobosan yang lebih hati-hati dalam melahirkan keputusan sehingga aset yang belum dikuasi itu tetap milik bangsa Indonesia.

Ia mengatakan, memang sebuah ironi apabila rakyat Indoneia masih belum merasakan wujud kemakmuran merata dan berkeadilan. “Di usia kemerdekaan 68 tahun, meskipun kaya raya dengan sumber daya alam namun hingga kini masih banyak didaulat oleh perusahaan negara asing,” katanya.*

http://www.hidayatullah.com