Posts from the ‘ALAM ISLAMI’ Category

Ulama Dunia: Presiden Mursi Diadili, Kemenangan Semakin Dekat

EGYPT-PALESTINIAN-ISRAEL-CONFLICT-GAZA

Syeikh Yusuf Qaradawi, ketua Persatuan Ulama Muslimin Dunia (inet)

Kairo — Persatuan Ulama Muslimin Dunia, yang dipimpin oleh Syeikh Yusuf Qaradhawi, mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengecam pengadilan Presiden Mursi, Senin (4/11/2013) kemarin.

Dalam pernyataan ulama yang berjudul “Bergembiralah, Kemenangan Sudah Dekat” disebutkan:

“Untuk pertama kalinya terjadi di Mesir, seorang presiden sah yang dipilih oleh rakyatnya dalam pemilu yang bersih, diajukan ke pengadilan, setelah sebelumnya diculik dalam waktu yang cukup lama oleh penguasa kudeta. Selain itu, penguasa kudeta juga menculik dan membunuhi ribuan rakyat Mesir yang memperjuangkan kebebasan.”

Pernyataan ulama yang dirilis dalam situs resmi Syeikh Qaradhawi ini juga mengajak seluruh rakyat Mesir untuk memenuhi jalan-jalan dan tempat luas di Mesir, memprotes kejahatan-kejahatan penguasa kudeta, dengan tetap mempertahankan sikap damai dalam melaksanakannya.

Beberapa kejahatan penguasa kudeta yang dilakukan hari-hari terakhir ini di antaranya menginjak-injak kemuliaan Universitas Al-Azhar dan universitas-universitas yang lain, menangkapi kaum wanita (baik mahasiswa ataupun warga biasa), dan yang terakhir adalah mengadili Muhammad Mursi, presiden sah Mesir yang dipilih rakyat secara demokratis.

Para ulama juga menyatakan, “Ikatan Ulama Muslimin Dunia mengajak seluruh rakyat Mesir yang sedang berjuang untuk berbahagia karena kemenangan dari Allah swt. akan segera datang.”

Terakhir, para ulama mengajak orang-orang yang terlibat dalam kudeta (militer, sipil dan media) agar kembali kepada kebenaran, mengembalikan pemerintahan yang sah dan lembaga-lembaga konstitusi hasil proses demokrasi. Jangan menyia-nyiakan pengorbanan yang diberikan pada Revolusi 25 Januari. (msa/dakwatuna/qaradawi)

Sumber: http://www.dakwatuna.com

Advertisements

Pesan Presiden Mursi kepada Rakyat dan Polisi Mesir

Presiden-Mursi-ketika-sampai-di-pengadilan

Presiden Mursi ketika sampai di tempat persidangan (islammemo)

KAIRO — Presiden Mursi menyampaikan dua buah pesan dari dalam ruang persidangan; kepada rakyat Mesir dan kepada kepolisian. Pesan tersebut dimuat dalam akun facebook resmi Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP).

Pesan pertama yang ditujukan kepada rakyat Mesir berbunyi, “Sampaikanlah salamku kepada seluruh rakyat Mesir yang teguh dalam berpendirian. Katakan kepada mereka, ‘Aku, saudara kalian Muhammad Mursi, akan tetap teguh dalam memegang pendirian. Aku tidak akan menerima dihina dalam bernegara dan beragama.’”

Sedangkan pesan kedua yang ditujukan kepada kepolisian Mesir bersifat ancaman. Pesan itu berbunyi, “Dengan penuh cinta, aku minta kalian tidak membunuhi rakyat Mesir. Kali ini kalian pasti akan diadili.”

Persidangan Presiden Mursi dan 14 pimpinan Ikhwanul Muslimin dilakukan di gedung Akademi Kepolisian hari Senin (4/11/2013). Persidangan dihentikan dan akan dilanjutkan pada tanggal 8 Januari tahun depan. (msa/dakwatuna/islammemo)

Sumber: http://www.dakwatuna.com

PBB Minta Presiden Mursi Dibebaskan

Farhan-Haq1

Farhan Haq, wakil juru bicara Sekjen PBB

New York — Farhan Haq, wakil juru bicara resmi sekjen PPB Ban Ki Moon, meminta pemerintah kudeta melepaskan Presiden Mursi dan seluruh tahanan politik yang saat ini masih berada dalam penjara-penjara Mesir.

Dalam keterangan pers harian PBB di New York, hari ini Selasa (5/11/2013) Farhan menambahkan, “Kami mengharapkan fase politik saat ini berakhir dengan penyelesaian yang dilakukan dalam kerangka demokrasi.”

Seperti kita ketahui, bahwa PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) merupakan organisasi internasional terbesar di dunia yang beranggotakan 193 Negara anggota, dan Mesir termasuk salah satu negara anggotanya.
Sumber:

http://www.dakwatuna.com

http://id.wikipedia.org

Tujuh Hal yang Disampaikan Presiden Mursi dalam Persidangan

presiden-Mursi-persidangan

Presiden Mursi (islammemo)

KAIRO — Dalam persidangan hari senin kemarin, Presiden Mursi hadir dengan mengenakan pakaian jas resminya. Beliau tampak tenang dan teguh dalam mempertahankan sikapnya.

Dalam kesempatan di persidangan tersebut, Presiden Mursi sempat menyampaikan tujuh hal. Seperti diinformasikan oleh sumber informasi yang berkesempatan masuk ke ruangan dan menghadiri sidang Senin (4/11/2013).

Pertama, Presiden Mursi menunjukkan simbol R4BIA. Beliau lalu berkata kepada hakim yang memimpin sidang, “Aku adalah Dr. Muhammad Mursi Ayyath. Akulah presiden Mesir yang sah. Sedangkan engkau tidak sah (menjadi hakim).”

Kedua, “Apa yang terjadi pada tanggal 3 Juli adalah kudeta. Itu adalah sebuah pengkhianatan.”

Ketiga, “Aku menuntut pengadilan menghentikan lelucon ini.”

Keempat, “Aku berada di sini karena dipaksa, tanpa kehendakku. Aku berharap peradilan Mesir tidak terlibat dalam kudeta militer ini.”

Kelima, “Keputusan melimpahkan kasusku ke pengadilan dikeluarkan oleh pihak yang tidak berwenang. Berasal dari jaksa yang ditunjuk oleh penguasa kudeta.”

Keenam, “Aku menolak semua tuduhan yang ditujukan kepadaku. Karena semua tuduhan itu berasal dari pengkudeta.”

Ketujuh, “Kalian (para hakim) akan dimintai pertanggung-jawabannya karena tidak membiarkanku keluar dari ruangan ini untuk melaksanakan tugasku sebagai presiden Mesir.”

Beberapa sumber informasi juga menekankan bahwa 14 orang tersangka dalam kasus ini menolak untuk tunduk dan menerima keabsahan persidangan kasus ini.

Bahkan Muhammad Beltagi berkata kepada hakim, “Aku punya 10 alasan faktual dan konstitusional yang meniscayakan ketidak-absahan persidangan ini.”

Namun 10 alasan ini belum sempat disampaikan, beliau meneriakkan yel-yel “Jatuh-jatuh pemerintahan militer.” Kemudian Dr. Salim Awwa dan anggota tim pembela juga meneriakkan yel-yel “Rakyat ingin membela Presiden,” “Rakyat ingin konstitusi Presiden.”

Ketika suasana sudah gaduh, majelis hakim memutuskan untuk menutup persidangan, dan menundanya hingga bulan Januari tahun mendatang.

Presiden Mursi duduk di dalam kurungan tersangka, dikelilingi oleh 14 orang lainnya yang berdiri.

Video: Presiden Mesir Muhammad Mursi Tunjukkan Simbol R4BIA

Senin (4/11/20130) kemarin, untuk pertama kalinya Presiden Mesir Muhammad Mursi tampil di depan publik pasca kudeta 3 Juli 2013. Dalam tayangan video ini, terlihat bahwa Mursi menolak mengenakan baju khusus terpidana dan mengangkat 4 jarinya sebagai simbol R4BIA. R4BIA adalah sebuah simbol solidaritas atas korban pembantaian 14 Agustus oleh pasukan keamanan pemerintahan kudeta Mesir. Pasukan keamanan tersebut telah melakukan pembantaian terhadap para demonstran anti-kudeta yang melakukan protes dengan cara duduk di Rab’ah Adawiyah, Kairo, hingga membunuh ribuan demonstran.

Presiden Mursi Pecat Jenderal Anjing As-Sisi Dari Balik Kurungan Tersangka

Beberapa sumber media Mesir memberitakan bahwa Presiden Mursi mengeluarkan sebuah keputusan presiden dari balik kurungan tersangka. Keputusan itu adalah memecat As-Sisi (menteri pertahanan) dan Muhammad Ibrahim (menteri dalam negeri).

Berita ini disampaikan oleh orang yang tidak bersedia disebutkan identitasnya yang menghadiri persidangan hari ini, Senin (4/11/2013). Menurut sumber tersebut, Presiden Mursi sudah lama menyimpan keputusan itu, dan baru dikeluarkan setelah dimulainya persidangan. Hal itu dilakukan Presiden Mursi untuk mengejutkan para penguasa kudeta, dan memalukan mereka di depan mata dunia internasional.

Menurut beberapa pengamat, keputusan Presiden Mursi ini sedikit-banyak mempengaruhi para pengambil keputusan di negara-negara yang masih memandang Mursi sebagai presiden Mesir yang sah.

Pada beberapa hari lalu, ada bocoran rekaman yang berisi percakapan antara As-Sisi dan Yasir Riziq (pemred sebuah surat kabar). As-Sisi meminta Yasir melakukan kampanye media yang memaksa Komisi 50 membuat butir konstitusi yang menguatkan posisinya sebagai menteri pertahanan walaupun gagal dalam pemilu presiden.

Informasi Yang Bisa Disampaikan Presiden Mursi Kepada Pimpinan Ikhwanul Muslimin

Muhammad-mursi-simbol-r4bia1

Presiden Mursi dan para pimpinan Ikhwanul Muslimin dalam kurungan tersangka, Senin (4/11/2013) kemarin.

Dalam pertemuan yang singkat antara Presiden Mursi dan para pimpinan Ikhwanul Muslimun yang sama-sama menjadi tersangka, ada beberapa informasi yang bisa disampaikan Presiden Mursi.

Hal itu seperti disampaikan seorang anggota tim pengacara. Beliau mengatakan, terjadi pertukaran informasi antara Presiden Mursi dan pimpinan Ikhwanul Muslimin yang lain.

Presiden Mursi menginformasikan tentang perundingan-perundingan yang dilakukan selama beliau ditahan, mulai awal bulan Juli hingga sekarang.

Presiden juga memberitahu bahwa beliau selama ini mengetahui apa yang terjadi di Mesir. Termasuk tentang demonstrasi-demonstrasi meneruskan revolusioner yang dilakukan rakyat Mesir. Hal itu membuat Presiden tetap optimis dengan kemenangan.

Sedangkan Isham Iryan dan pimpinan Ikhwan lainnya memberitahukan tentang rincian strategi Koalisi Nasional Pro-Demokrasi Anti-Kudeta untuk fase-fase berikutnya.

Menurut anggota tim pengacara, rincian informasi tentang perundingan yang dijalankan kepada Presiden Mursi sudah dipegang pimpinan Ikhwanul Muslimin. Informasi itu akan dipublikasikan dari penjara pada waktu mendatang. Karena penjara tempat mereka ditahan dapat diketahui dan dikunjungi tim pengacara.

Sumber: http://www.dakwatuna.com

Pernyataan Ikhwanul Muslimin Menyambut Hari Raya Idul Adha di Tengah Perjuangan Menentang Kudeta

ikhwan

Pernyataan Ikhwanul Muslimin (inet)

Kairo — Organisasi Ikhwanul Muslimin di Mesir, pada hari Senin (14/10/2013) mengeluarkan pernyataan resminya dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha. Berikut pernyataan selengkapnya:

“Kami, Ikhwanul Muslimin mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha yang penuh berkah. Sungguh kami menginginkan ucapan selamat kali ini benar-benar penuh dengan kebahagiaan tanpa ada kesedihan sedikitpun. Tapi apa mau dikata, saat ini kita hidup di negeri yang diculik, dan rakyat yang dicederai. Negeri kita telah diculik sekelompok militer.

Mereka mengkudeta pemerintah yang sah, menyia-nyiakan kehendak rakyat yang terwujud dalam hasil lima pemilu dan referendum. Pemilu dan referendum tersebut telah dilakukan dengan bersih, diikuti oleh puluhan juta rakyat. Mereka memilih parlemen dan presiden sipil untuk pertama kalinya dalam sejarah Mesir. Selain itu, mereka juga telah mensahkan sebuah konstitusi yang sangat agung. Untuk perhelatan demokrasi itu, negara telah menghabiskan milyaran Pounds, waktu dan tenaga yang tidak sedikit.

Namun demikian, tiba-tiba seorang menteri pertahanan bernama As-Sisi menghapus semua itu. Dia berlagak seperti seorang firaun yang mengatakan, “Aku tidak mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang aku pandang baik; dan aku tiada menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar”. Perkataan yang melambangkan kediktatoran, yang memang sudah digemari pemimpin Mesir sejak jaman kuno.

Tidak hanya berkhianat dan melanggar janji setianya, dia juga telah menculik presiden, dan menahannya di tempat yang tidak diketahui. Dia menggunakan orang-orang yang sudah mati perasaannya untuk menyusun tuduhan-tuduhan yang diketahui semua orang sebagai sebuah kebohongan.

Dia juga telah melakukan pembantaian-pembantaian kepada rakyat. Ribuan orang meninggal, puluhan ribu luka, dan belasan ribu meringkuk di penjara. Pembantaian itu menggunakan senjata militer yang sebenarnya adalah milik rakyat. Seharusnya digunakan untuk melindungi rakyat.

As-Sisi membentuk komisi untuk mengamandemen konstitusi yang telah disahkan 64% rakyat peserta referendum. Ternyata bagian yang diamandemen semuanya berkaitan dengan identitas Mesir, moral, pilar keluarga, kebudayaan, dan lainnya. Ini menunjukkan permusuhan yang sangat kentara terhadap semua hal yang berbau Islam.

Ada anggota komisi bahkan mengatakan bahwa konstitusi tidak mempunyai hubungan apa-apa dengan agama. Ada juga yang mengatakan bahwa Mesir adalah sebuah negara Arab, tidak mempunyai hubungan apa-apa dengan yang namanya umat Islam. Lebih dari itu, ada yang mengatakan bahwa Mesir, dari awalnya sudah merupakan sebuah negara sekular.

Saat ini, ketika datang musim haji, seluruh umat Islam dari berbagai penjuru dunia berkumpul di satu tempat dan satu waktu. Ini membuktikan bahwa umat Islam adalah sebuah umat yang bersatu. Allah swt. berfirman: “Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.” Agama Islam adalah faktor pemersatu yang paling kuat dalam masyarakat-masyarakat Islam. Oleh karena itu, tidak ada satu pun orang yang bisa merubah identitas masyarakat Islam, atau menjauhkan umat Islam dari agamanya.

Sebenarnya Hari Raya adalah kesempatan untuk menyatukan hati-hati umat Islam, dan menghilangkan pertikaian di antara mereka. Tapi pada Hari Raya kali ini, kaum pengkudeta telah memecah rakyat Mesir menjadi dua bagian. Di antara dua bagian tersebut terdapat dinding pemisah yang sangat tebal. Dinding kebencian dan permusuhan. Padahal awalnya hanya berupa perbedaan afiliasi politik yang bisa diselesaikan dengan perangkat demokrasi. Namun kaum pengkudeta telah menggunakan militer untuk menjadikan perbedaan politik tersebut menjadi pertikaian antar saudara. Tanpa kesabaran dan kehati-hatian para penentang kudeta, mungkin saat ini telah terjadi perang saudara yang sangat diinginkan musuh-musuh Islam.

Pemerintahan kudeta yang sangat kejam telah merugikan rakyat dalam segala bidang. Saat ini rakyat hidup dalam kesusahan dan perasaan tidak aman. Terasa hilang hingar-bingar kebahagiaan Hari Raya. Mesir mundur dalam demokrasi dan kedudukan politiknya di dunia internasional. Namun demikian, kaum pengkudeta seakan tuli dan buta, tetap ingin meneruskan niat buruk mereka.

Menghadapi hal tersebut, rakyat Mesir tetap teguh dan kuat, melawan kudeta di semua tempat. Telah lebih dari 100 hari perlawanan. Tidak akan berhenti sebelum kudeta diakhiri. Sebelum rakyat kembali bersatu. Sebelum keamanan, kebebasan, keadilan, kebangkitan dan kemajuan kembali dirasakan rakyat Mesir. Rakyatlah yang memiliki kekuasaan.

Itulah saat yang layak kita jadikan Hari Raya, karena telah memberikan kebahagiaan kepada seluruh rakyat. Apakah itu akan lama datangnya? Tidak, kedatangan hari itu sebentar lagi.

Terakhir kami mengajak seluruh Ikhwan di Mesir untuk turut memberikan jaminan sosial kepada keluarga para syuhada, korban luka, keluarga orang-orang yang masih dipenjara, anak-anak yatim, janda, dan para ibu yang kehilangan anaknya. Kami mengajak seluruh Ikhwan untuk selalu berkomunikasi dengan mereka, selayaknya kita sebagai rakyat Mesir. Kami ucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha.”

Ikhwanul Muslimin

Sumber: http://www.dakwatuna.com

Ghazwul fikr : Kolonialisasi dan Usaha Menghadang Peradaban Islam

Akibat dari jatuhnya kekhalifahan Turki Utsmani sesudah Perang Dunia Pertama, kebanyakan negara-negara Arab berada di bawah jajahan Inggris dan Perancis.

Perpus Dar Al Kutub wa Al Watsaiq di Iraq, warisan bersejarah yang hangus saat pasukan AS datang. Belakangan banyak manuskrip berada di Inggris dan AS

Oleh: Qosim Nursheha Dzulhadi

AMERIKA Serikat (AS) dikabarkan telah memberikan kontrak senilai US$10 juta kepada perusahaan Raytheon Technologiesuntuk mendeteksi keberadaan terowongan-terowongan di bawah perbatasan Mesir-Jalur Gaza. Terowongan-terowongan yang untuk mengirimkan barang-barang keperluan vital warga Jalur Gaza ini kini dihancurkan oleh rezim militer Mesir.

Kerjasama dengan Mesir dan AS ini sudah dimulai sejak 2007 namun program pendeteksian terowongan itu dihentikan ketika masa pemerintahan Presiden Mesir terpilih, Mohammad Mursy.

“Ketika rezim militer Mesir yang bertentangan dengan pemerintahan Hamas di Gaza mengambil alih kekuasaan Mesir, kesepakatan dengan AS itu dilanjutkan kembali,” ujar sumber itu. (hidayatullah.com, Selasa (17/09/2013)

Tahun 2008, AS juga dikabarkan telah memasok Mesir peralatan senilai US$23 juta untuk mendeteksi keberadaan terowongan. Peralatan ini termasuk alat sensor, kendaraan yang dikendalikan jarak jauh, mesin penggali dan kamera infra merah. Padahal keberadaan terowongan-terowongan itu sangat vital bagi kehidupan rakyat Gaza sejak diblokade Zionis-Israel semenjak 2007.

578px-British_Decolonisation_in_Africa

Kolonialisasi inggris atas arab dan afrika

Campur Tangan

Sejak kemunculannya Islam selalu dihadang oleh musuh-musuhnya. Islam dianggap musuh kemanusiaan dan peradaban dunia. Maka laju Islam harus dihadang, jika tak dapat dibumi-hanguskan.

Hari ini upaya untuk menghadang itu pun dilakukan semakin massif, terutama oleh kalangan Barat-Eropa plus Yahudi (Qs. 2: 120) yang di sitir oleh Allah Subhanahu Wata’ala  akan terjadi sampai hari kiamat.

Campur-tangan Barat terhadap rumah-tangga umat Islam ini sudah berlangsung sejak lama, utamanya yang berkaitan dengan peradaban Islam. Karena setelah kekhalifahan jatuh, negara-negara Barat menjajah negara-negara Islam.

Pada tahun 1830 Prancis mendarat di Aljazair, pada tahun 1881 masuk ke Tunisia. Sedangkan Inggris masuk ke Mesir pada tahun 1882. Akibat dari jatuhnya kekhalifahan Turki Utsmani sesudah Perang Dunia Pertama, kebanyakan negara-negara Arab berada di bawah jajahan Inggris dan Prancis, demikian pula dengan negara-negara Islam di Asia dan Afrika.

Setelah Perang Dunia Kedua, kebanyakan negara-negara Islam merdeka kembali, namun-namun sisa-sisa kekuasaan kolonialisme masih bercokol. Kolonialis melihat bahwa kekuatan Islam yang selama ini berhasil mempersatukan berbagai kultur, etnik, ras, dan bangsa dapat dilemahkan.

Yaitu dengan cara adu-domba dan teknik devide et impera sehingga konflik intern menjadi tak terhindarkan dan akibatnya negara-negara Islam  terfragmentasi menjadi negara-negara kecil. (Lihat, Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, Peradaban Islam: Makna dan Strategi Pembangunannya (Ponorogo-Jatim: Center for Islamic and Occidental Studies (CIOS), 2010, hlm. 35).

Karena sudah menjadi negara-negara kecil itu umat Islam sangat mudah dipecah-belah dan dipermainkan oleh musuh-musuhnya.

peta-jalan-arab-atau-arab-spring1

Peta jalan ‘arab spring’

Menjegal Peradaban Islam

Bila kita telusuri secara cermat, mendalam dan penuh perhatian, maka kebanyakan pikiran yang merusak Islam dan sejarah kaum Muslimin yang tersebar di kalangan generasi muda Islam, tak lain dan tak bukan adalah dampak dari polusi pemikiran kaum misionaris, orientalis, dan imperialis yang selalu memusuhi Islam.

Di belakang mereka, tangan-tangan Yahudi bekerja mengatur strategi, mengeksploitir segala kekuatan dan kemampuan kaum perusak untuk diperalat. Mereka datang ke negeri-negeri Islam, dengan membawa tas “ilmiah”, “misi”, dan “diplomasi” yang di dalamnya telah dipersiapkan seperangkat ajaran, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis, untuk beraneka ragam kepentingan. (Prof. Abdul Rahman Hasan Habanakah al-Maidani, Metode Merusak Akhlak dari Barat, Ter. As’ad Yasin (Jakarta: Gema Insani Press, 1422 H/2001 M, hlm. 7).

Di antara tujuan mereka itu adalah: menjegal laju peradaban Islam. Karena hanya Islam peradaban yang dapat mengisi kekosongan spiritualitas dunia modern-kontemporer. Dan nilai-nilai spiritualitas itu memancar dari konsep tawhid yang benar di dalam akidah Islam. Karena salah satu karakteristika Islam sebagai dīn (agama) adalah konsep tawhidnya. Dus, konsep tawhid inilah yang sekarang sekarang diserang dan akan dikaburkan. Karena jika konsep akidah sudah rusak, maka akan berakses pada kerusakan konsep peradaban Islam.

Akhir-akhir ini pun sudah muncul kembali konsep-konsep keliru dalam Islam, seperti doktrin al-jabariyyah: bahwa Islam yang mundur hari ini sudah merupakan keputusan Tuhan yang tidak perlu diubah. Umat Islam, mau tidak mau, harus rela menerima kondisi ini. Menurut Anwar al-Jundī, doktrin al-jabariyyah ini dipaksa masuk melalui berbagai aliran kejiwaan, moral, dan masyarakat. Sehingga manusia dipaksa untuk tunduk kepada keadaan, tidak punya jiwa bebas.

Selain itu, Islam yang tidak mengenal dikotomi dipaksa untuk bersikap dikotomis. Sehingga peradaban Islam, jiwa mampu, harus dikosongkan dari konsep integrasi antara nilai-nilai kesatuan hidup dari nilai-nilai ekonomi, politik, atau pendidik. Di samping itu, konsep kesatuan materi dan spiritual juga harus disuarakan.

Padahal Islam adalah manhaj (metode dan konsep hidup dari Allah) bukan sekadar teori. Karena Islam menjadikan wahyu sebagai pemberi petunjuk dan pembimbing. Sehingga Islam benar-benar menyatukan empat hal penting dalam peradabannya: fitrah, akal (nalar), wahyu, dan hati (al-qalb). (Lihat, Anwar al-Jundī, ‘Ālamiyyah al-Islām (Kairo: Dār al-Ma‘ārif, 1977).

Selain hal di atas, cara yang paling ampun untuk menjegal (laju) peradaban Islam adalah dengan cara “membunuh” ruh ilmiah yang ada dalam Islam.

Caranya dengan merusak konsep seni dalam Islam, bahwa: seni adalah untuk seni dan tidak ada kaitannya dengan moralitas. Ini semuanya membuat “tumpul” ruh ilmiah yang merupakan unsur yang koheren di dalam Islam.

Ruh ilmiah dalam Islam lahir dari konsep Islam sebagai dīn (agama), karena dīn itu mengandung berbagai nilai dan moral yang dapat diterapkan di dalam kehidupan nyata yang memancar dalam wujud etika. Inilah yang disebut sebagai terjemahan nyata dari Lā ilāha illā Allāh yang lahir sejak generasi awal umat ini. Karena keterkaitan antara akidah dan moralitas merupakan nilai-nilai peradaban di dalam Islam. Ringkasnya, akidah dalam Islam merupakan inti peradaban yang dari sana lahir nilai-nilai dan moralitas. (Lihat, Muḥammad Quṭb, Wāqi‘unā al-Mu‘āṣir (Kairo: Dār al-Syurūq, hlm. 155-156).

Itu mungkin sebabnya mengapa negara-negara Barat dan Eropa berusaha keras untuk menghancurkan nilai-nilai moralitas dalam Islam. Namun sebelum itu mereka rusak terlebih dahulu konsep tawhid dalam akidah Islam. Seolah-olah peradaban Islam adalah peradaban sekular: dikotomis antara kemajuan dan akhlak, antara seni dan moralitas, dan antara akidah dengan ruh ilmiah.

Dr. Ushamah Naqsabandi menulis di majalah Turatsiyat (Juli, 2006) menjelaskan tentang “serial” penyelundupan manuskrip ke luar dari negeri seribu satu malam saat penyerangan tentara multi nasional ke Iraq. Ulah kriminal itu telah berjalan sejak abad 17. Kasus yang paling heboh, adalah hilangnya 1.200 manuskrip dari Iraq. Belakangan diketahui, manuskrip itu berada di perpustakaan museum Inggris. Perpindahan itu ternyata atas ulah tangan seorang pelancong Inggris bernama Wilson Bettj. Pada tahun 80-an, pemerintah Iraq telah berusaha meminta kembali manuskrip-manuskrip itu, walau akhirnya gagal.

Hal yang sama dilakukan oleh Fr Marteen dari Swedia pada akhir abad 19. Manuskrip-manuskrip Iraq dibawanya hingga ke Boston, Amerika. Setelah itu, ia mulai menikmati hasil curiannya. Kini, ia berprofesi sebagai penjual manuskrip dan benda-benda bersejarah di Eropa pada awal abad 20.

Ushamah, yang menjadi Direktur Dar Mahtuthat Iraqiyah (Wisma Manuskrip Islam) menyebutkan, sejak Amerika mengancam hendak menyerang Irak pada tahun 1991, kasus pencurian manuskrip makin parah. Sekitar 364 manuskrip hilang, termasuk beberapa manuskrip langka, seperti Sihr al Balaghah dan Sir Al Bar’ah karya Imam Tsa’labi, yang ditulis pada 482 H. Tidak hanya itu, manuskrip-manuskrip yang berada di perpustakaan Fakultas Adab Universitas Baghdad juga banyak yang raib.

Intinya, peradaban Islam memang tidak boleh bangkit lagi. Padahal umat Islam meyakini – sesuai Kitabullah dan Sunnah Rasul mereka – bahwa Islam akan hadir kembali menjadi kampium peradaban dunia, setelah iman mereka kuat dan amal-shaleh mereka menjadi besar dan melimpah (QS. al-Nūr [24]: 55). Wallāh al-hādī ilā sabīl al-rasyād.*

Penulis adalah pengajar di Pondok Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Medan. Penulis juga Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) dan penulis buku “Membongkar Kedok Liberalisme di Indonesia” (Jakarta: Cakrawala Publishing, 2012).

http://www.hidayatullah.com

Inilah Beberapa Fakta di Mesir yang Disampaikan Utusan IM kepada Majelis Ormas Islam Indonesia

Silaturahim dan kunjungan utusan Ikhwanul Muslimin, Dr. Muslimin Ahmed Mohamed Fahmy El-Watidi ke Majelis Ormas Islam, Jum’at (6/9/2013), di Gedung Menara Dakwah DDII. (ist)

Silaturahim dan kunjungan utusan Ikhwanul Muslimin, Dr. Muslimin Ahmed Mohamed Fahmy El-Watidi ke Majelis Ormas Islam, Jum’at (6/9/2013), di Gedung Menara Dakwah DDII. (ist)

Jakarta – Jum’at (6/9/2013) malam, Majelis Ormas Islam menerima kunjungan Dr. Ahmed Mohamed Fahmy El-Watidi yang merupakan utusan Ikhwanul Muslimin di kantor Dewan Dakwah. Dr. Ahmed menyampaikan beberapa fakta dan kondisi terakhir yang terjadi di Mesir saat ini. Hal tersebut disampaikannya di depan pengurus dan Para Presidium Majelis Ormas Islam yang merupakan para pimpinan ormas Islam di antaranya Mathla’ul Anwar, Persatuan Umat Islam (PUI), Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII), Al Ittihadiyah, Ikatan Da’i Indonesia (IKADI), Wahdah Islamiyah, Persatuan Islam (PERSIS), Persatuan Tarbiyah Islam (PERTI), Syarikat Islam (SI).

Dr. Ahmen yang merupakan Chairman of International Affairs Ikhwanul Muslimun memaparkan bahwa kondisi yang terjadi saat ini di Mesir yang disebabkan kudeta Militer atas Presiden Mursi yang terpilih melalui proses Demokrasi yang sah.

Majelis Ormas Islam sendiri merupakan sebuah wadah perhimpunan bagi ormas-ormas Islam yang didirikan pada tanggal 16 Sya’ban 1434 H di Jakarta dan saat ini terdapat sembilan Ormas Islam yang telah menyatakan bergabung atas dasar kesamaan tujuan ingin memajukan umat Islam sesuai Pedoman Dasar Majelis Ormas Islam yang telah disepakati bersama.

Berikut ini adalah fakta dan kondisi terkini Mesir berdasarkan apa yang disampaikan oleh Dr. Ahmed Mohammed Fahmy El Watidi, sebagaimana rilis yang kami terima dari Majelis Ormas Islam:

  1. Bahwa Peristiwa Kudeta sejatinya telah direncanakan dari awal ketika Dr. Mursi terpilih, bahwa ada upaya makar dari Militer setelah 3 bulan terpilihnya Dr. Mursi sebagai Presiden dengan perencanaan penculikan Presiden oleh pihak militer, hal ini dapat dicegah karena informasi tersebut dibongkar oleh Abdul Fatah al-Sisi yang kala itu sebagai Pejabat Intelejen. Oleh karenanya, hal ini menjadi salah satu dari berbagai alasan di angkatnya As-Sisi menjadi Menteri Pertahanan.
  2. Setelah Dr. Mursi terpilih, banyak pihak (Militer, Polisi dan pendukung Husni Mubarak) yang melakukan pengkhianatan terhadap negara dan hasil Demokrasi yang Sah secara terencana mengacaukan situasi Masyarakat. Listrik di Mesir sangat sering Padam berbulan-bulan, ada pihak yang dengan sengaja membuang bensin di padang pasir dan beberapa penjual bensin ditekan untuk tidak beroperasi sehingga membuat kelangkaan bahan bakar yang menyulut kekesalan warga. Petugas kebersihan (sampah) disetting tidak beroperasi sehingga semua permasalahan disudutkan kepada Presiden yang baru terpilih.
  3. Negara-negara Arab dan Bank Dunia seketika menghentikan bantuannya terhadap Negara Mesir saat Dr. Mursi terpilih menjadi Presiden.
  4. Presiden Mursi sangat sabar dalam menjalankan amanahnya sekalipun Media Massa di Mesir selalu menyerang dengan pemberitaan yang menyudutkan dan pengkhianatan demi pengkhianatan terhadap negara, tetapi tidak ada dari mereka yang kala itu dipenjarakan seperti apa yang terjadi di rezim Husni Mubarak.
  5. Prestasi Mesir di Era Presiden Mursi dalam waktu yang terbatas dan penuh tekanan di mana Masyarakat Internasional tidak mengetahui karena pemberitaan yang tidak seimbang, di antaranya :
    1. Mesir dapat Panen Gandum setahun dua kali, padahal sebelumnya Mesir selalu Impor gandum.
    2. Mesir memiliki Tambang sendiri yang untuk keadilan Masyarakatnya dan Emas dengan kualitas yang baik. Padahal era sebelumnya hasil tambang Mesir, Gas dijual ke Israel dengan harga kisaran 10 % dari harga aslinya.
    3. Anda akan menemukan Mobil made Egypt, Komputer made Egypt bahkan “iPad” made Egypt.
    4. Aktivitas-aktivitas malam berupa penyakit masyarakat yang sering dilakukan pada era Husni Mubarak sekarang sudah banyak yang ditutup.
  6. Ketika Orang yang tidak mengetahui Ikhwanul Muslimin dan mengatakan bahwa kami Eksklusif (Ashobiyah) dalam mengelola negara dan ingin menguasai untuk kepentingan Pribadi, maka kami menjelaskan :
    1. Asas negara Mesir itu jelas Islam
    2. Anggota Dewan yang terpilih banyak dari kalangan ulama dan Hafiz yang terdiri dari beberapa partai (tidak hanya IM) sehingga produk Undang-undang nya sudah bisa kita prediksi
    3. Ikhwanul Muslimin hanya menjabat 4 dari 37 Menteri, menjabat 1 dari 4 Pembantu Presiden, menjabat 12 Gubernur dari total 27 Jabatan Gubernur, itu semua masih belum proporsional jika dikatakan ingin menguasai.
  7. Terkait Aksi demonstrasi kenapa kami melakukannya karena kami merasa dalam posisi yang benar, terlebih pimpinan kami sangat menghindari Medan Tahrir untuk mencegah bentrokan dan pertempuran, sehingga Rabiah Al Adawiyah menjadi salah satu menjadi pilihan kami. Tetapi militer dengan sengaja menekan dan hanya memberikan batas waktu 48 Jam bagi Presiden Mursi untuk menyelesaikannya yang pada akhirnya mereka melakukan pengambilalihan yang kini Masyarakat mulai paham bahwa itu adalah Kudeta.
  8. Korban yang berjatuhan setelah kami menghitungnya ialah sekitar 6.000 Orang mati Syahid, 20.000 orang luka-luka dan sekitar 10.000 orang ditangkap. Itu belum termasuk tambahan yang kemungkinan terjadi, karena saat ini ketika saya di sini, hari ini keluarga kami dan rakyat Mesir masih melakukan aksi demonstrasi. Militer melakukan pembantaian secara sadis dengan banyak cara termasuk Sniper, Tank-tank dan cara-cara lainnya.
  9. Bahwa sesungguhnya militer di Mesir sekarang ini dalam keadaan gemetar dan ketakutan. Mereka pun sudah merasa terzhalimi juga, karena uang-uang yang masuk ke Mesir ternyata hanya masuk ke kantong-kantong Jenderal-jenderal mereka. Sampai sekarang ini hanya ada beberapa negara yang mengakui, Eropa secara umum menentang dan meminta Jenderal al Sisi di adili. Gerakan Ormas-ormas di Dunia Internasional sekarang menuntut Jenderal al Sisi untuk di adili melalui Mahkamah Internasional.

Pada pertemuan tersebut, selain 9 ormas yang sudah tergabung, hadir juga Ormas LKI Al-hidayah dan Ormas DAINA. Presidium Majelis Ormas Islam yang pada kesempatan ini diwakili oleh H. Ahmad Sadeli Karim mengatakan, “bahwa agenda ini sebagai wujud Syukur dan perjuangan kita karena bagaimana pun Mesir khususnya Ikhwanul Muslimin pernah berjasa dalam Proses berlangsungnya Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia”. (dakwatuna/hdn)

Silaturahim dan kunjungan utusan Ikhwanul Muslimin, Dr. Muslimin Ahmed Mohamed Fahmy El-Watidi ke Majelis Ormas Islam, Jum’at (6/9/2013), di Gedung Menara Dakwah DDII. (ist)

Silaturahim dan kunjungan utusan Ikhwanul Muslimin, Dr. Muslimin Ahmed Mohamed Fahmy El-Watidi ke Majelis Ormas Islam, Jum’at (6/9/2013), di Gedung Menara Dakwah DDII. (ist)

Sumber: http://www.dakwatuna.com

%d bloggers like this: