Posts from the ‘DOWNLOAD’ Category

Peta Jakarta Megapolitan 2010


Peta Jakarta Megapolitan 2010

Bagi anda yang suka jalan – jalan atau ingin mengetahui seperti apa kota jakarta, ga usah bingung sekarang sudah ada peta kota jakarta dan sekitarnya untuk periode 2010.

Dengan peta ini anda bisa mencari nama jalan, nama sekolah/perguruan tinggi, tempat wisata, tempat ibadah, rumah sakit dan masih banyak lagi. Peta ini tidak hanya mencakup kota jakarta saja, tetapi kota – kota yang berada disekitarnya seperti Bogor, Tanggerang, Bekasi, Depok, Karawang, dan Cianjur.

Software ini termasuk portable, karena anda tidak perlu menginstal software ini, Anda hanya perlu menjalankan “peta.exe”, lalu peta dapat langsung di gunakan.

Peta Megapolitan merupakan peta digital yang paling banyak digunakan, karena Softwarenya sangat simple tetapi mempunyai manfaat yang besar. Dengan peta ini anda hanya perlu memilih kategori, lalu mengetikan tempat yang anda cari, dan dalam sekejap anda dapat melihat lokasi yang anda cari.

Tapi Peta Megapolitan ini jauh lebih untuk urusan wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Untuk Mendownload Peta Jakarta Megapolitan 2010, silakan klik link dibawah ini..

Download Software dicopas dari web tetangga.:)

sumber: http://www.maniac-download.com/2009/06/peta-jakarta-2009-2010.html

Advertisements

Himpunan Fatwa DSN (Dewan Syariah Nasional)


Berikut ini adalah Himpunan Fatwa yang sudah dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional MUI. Anda bisa mendownload fatwa-fatwa tersebut dalam bentuk file PDF atau mendownload keseluruhan fatwa dalam bentuk file ZIP (10MB). Download file zip fatwa DSN MUI.

Fatwa tentang Asuransi Syariah

* Fatwa No. 21: Pedoman Umum Asuransi Syariah
* Fatwa No. 39: Asuransi Haji
* Fatwa No. 51: Akad Mudharabah Musytarakah pada Asuransi Syariah
* Fatwa No. 52: Akad Wakalah bil Ujrah pada Asuransi Syariah dan Reasuransi Syariah
* Fatwa No. 53: Akad Tabarru’ pada Asuransi Syariah

Fatwa tentang Obligasi Syariah

* Fatwa No. 32: Obligasi Syariah
* Fatwa No. 33: Obligasi Syariah Mudharabah
* Fatwa No. 41: Obligasi Syariah Ijarah
* Fatwa No. 59: Obligasi Syariah Mudharabah Konversi

Fatwa tentang Murabahah

* Fatwa No. 04: Murabahah
* Fatwa No. 13: Uang Muka dalam Murabahah
* Fatwa No. 16: Diskon dalam Murabahah
* Fatwa No. 23: Potongan Pelunasan dalam Murabahah
* Fatwa No. 46: Potongan Tagihan Murabahah (Khashm fi Al-Murabahah)
* Fatwa No. 47: Penyelesaian Piutang Murabahah bagi Nasabah Tidak Mampu Membayar
* Fatwa No. 48: Penjadwalan Kembali Tagihan Murabahah
* Fatwa No. 49: Konversi Akad Murabahah

Fatwa tentang Ekspor / Impor

* Fatwa No. 34: Letter of Credit (L/C) Impor Syariah
* Fatwa No. 35: Letter of Credit (L/C) Ekspor Syariah
* Fatwa No. 57: Letter of Credit (L/C) dengan Akad Kafalah bil Ujrah
* Fatwa No. 60: Penyelesaian Piutang dalam Ekspor
* Fatwa No. 61: Penyelesaian Utang dalam Impor

Fatwa tentang Mudharabah

* Fatwa No. 07: Pembiayaan Mudharabah (Qiradh)
* Fatwa No. 38: Sertifikat Investasi Mudharabah Antar Bank (Sertifikat IMA)
* Fatwa No. 50: Akad Mudharabah Musytarakah

Fatwa tentang Pasar Modal Syariah

* Fatwa No. 20: Pedoman Pelaksanaan Investasi untuk Reksadana Syariah
* Fatwa No. 40: Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di bidang Pasar Modal
* Fatwa No. 65: Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) Syariah
* Fatwa No. 66: Waran Syariah

Fatwa tentang Sertifikat Bank Indonesia

* Fatwa No. 36: Sertifikat Wadi’ah Bank Indonesia (SWBI)
* Fatwa No. 63: Sertifikat Bank Indonesia Syariah
* Fatwa No. 64: Sertifikat Bank Indonesia Syariah Ju’alah

Fatwa tentang Gadai

* Fatwa No. 25: Rahn
* Fatwa No. 26: Rahn Emas
* Fatwa No. 68: Rahn Tasjily

Fatwa tentang Surat Berharga Negara

* Fatwa No. 69: Surat Berharga Syariah Negara
* Fatwa No. 70: Metode Penerbitan Surat Berharga Syariah Negara
* Fatwa No. 72: Surat Berharga Syariah Negara Ijarah Sale and Lease Back

Fatwa tentang Produk Simpanan

* Fatwa No. 01: Giro
* Fatwa No. 02: Tabungan
* Fatwa No. 03: Deposito
* Fatwa No. 24: Safe Deposit Box

Fatwa tentang Multi Level Marketing

* Fatwa No. 75: Penjualan Langsung Berjenjang Syariah

Fatwa tentang Card

* Fatwa No. 42 : Syariah Charge Card
* Fatwa No. 54 : Syariah Card

Fatwa tentang Musyarakah

* Fatwa No. 08: Pembiayaan Musyarakah
* Fatwa No. 55: Pembiayaan Rekening Koran Syariah Musyarakah
* Fatwa No. 73: Musyarakah Mutanaqisah

Fatwa tentang Pasar Uang

* Fatwa No. 28: Jual Beli Mata Uang (Al-Sharf)
* Fatwa No. 37: Pasar Uang Antar Bank berdasarkan Prinsip Syariah

Fatwa tentang Jual Beli

* Fatwa No. 05: Jual Beli Salam
* Fatwa No. 06: Jual Beli Istishna’
* Fatwa No. 22: Jual Beli Ishtisna’ Parallel

Fatwa tentang Ijarah

* Fatwa No. 09: Pembiayaan Ijarah
* Fatwa No. 27: Al-Ijarah Al-Muntahiyah Bi Al-Tamlik
* Fatwa No. 56: Ketentuan Review Ujrah pada LKS

Fatwa tentang Hawalah

* Fatwa No. 12: Hawalah
* Fatwa No. 58: Hawalah bil Ujrah

Fatwa tentang Hasil Usaha dalam LKS

* Fatwa No. 14: Sistem Distribusi Hasil Usaha dalam LKS
* Fatwa No. 15: Prinsip Distribusi Hasil Usaha dalam LKS

Fatwa tentang Pembiayaan

* Fatwa No. 29: Pembiayaan Pengurusan Haji LKS
* Fatwa No. 30: Pembiayaan Rekening Koran Syariah
* Fatwa No. 44: Pembiayaan Multi Jasa
* Fatwa No. 45: Line Facility (At-Tashilat As-Saqfiyah)

Fatwa tentang Hutang dan Piutang

* Fatwa No. 19: Al-Qardh
* Fatwa No. 17: Sanksi atas Nasabah Mampu yang Menunda Pembayaran
* Fatwa No. 31: Pengalihan Utang
* Fatwa No. 67: Anjak Piutang Syariah

Fatwa tentang Penjaminan

* Fatwa No. 11: Kafalah
* Fatwa No. 74: Penjaminan Syariah

Fatwa Lain-Lain

* Fatwa No. 10: Wakalah
* Fatwa No. 18: Pencadangan Penghapusan Aktiva Produktif dalam LKS
* Fatwa No. 43: Ganti Rugi (Ta’widh)
* Fatwa No. 62: Akad Ju’alah
* Fatwa No. 71: Sale and Lease Back

SUMBER:
http://www.halalguide.info/2010/01/13/kumpulan-fatwa-dewan-syariah-nasional-mui/
http://www.mui.or.id/index.php?option=com_docman&Itemid=90
http://www.ziddu.com/download/

Biografi Nabi Muhammad SAW & Empat Shahabat Khulafaur Rasyidin

Berikut ini merupakan Ebook tentang Biografi Nabi Muhammad SAW & Empat Shahabat Khulafaur Rasyidin (Abu Bakar As-siddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin ‘Affan dan Ali bin Abi Thalib):

1. SEJARAH HIDUP MUHAMMAD
Sejarah Nabi Muhammad SAW
Dari perioda pra-Islam sampai dengan wafatnya Nabi, ditulis untuk menjawab tuduhan para orientalis
Ditulis Oleh :
MUHAMMAD HUSAIN HAEKAL

Download disini: 01 Sejarah-Hidup-Nabi-Muhammad-SAW

2. ABU BAKAR AS-SIDDIQ
Sebuah Biografi dan Studi Analisis tentang Permulaan Sejarah Islam Sepeninggal Nabi
Ditulis Oleh :
MUHAMMAD HUSAIN HAEKAL

Download disini: 02 Abu Bakar As-siddiq

3. UMAR BIN KHATTAB
Sebuah telaah mendalam tentang pertumbuhan Islam dan kedaulatannya masa itu
Ditulis Oleh :
MUHAMMAD HUSAIN HAEKAL

Download disini:03 Umar Bin Khattab

4. UTSMAN BIN ‘AFFAN
Khalifah yang Terdzalimi
Ditulis Oleh :
Al-Ustadz ‘Abdurrahman At-Tamimi

Download disini:04 Utsman Bin Affan

5. SEJARAH HIDUP IMAM ALI ra
Singa Alloh SWT
Pejuang Nahi munkar Sejati
Ditulis Oleh :
H.M.H. Al Hamid Al Husaini

Download disini: 05 Ali Bin Abi Thalib

6. KITAB ALBIDAYAH WAN NIHAYAH
Masa Khulafa’ur Rasyidin (Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali)
Ditulis Oleh :
IBNU KATSIR

Download disini: 06 Al Bidayah Wan Nihayah (Masa Khulafa’ur Rasyidin) – Ibnu Kasir

PERHATIAN: Hak Cipta hanya Milik Alloh SWT, diperkenankan menyebarkan Ebook ini sepanjang untuk kebaikan bersama, bermanfaat untuk orang lain dan tidak untuk tujuan Komersial..!!!

DINAMIKA KONSTITUSI INDONESIA


Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, atau disingkat UUD 1945 atau UUD ’45, adalah hukum dasar tertulis (basic law), konstitusi pemerintahan negara Republik Indonesia saat ini.

UUD 1945 disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. Sejak tanggal 27 Desember 1949, di Indonesia berlaku Konstitusi RIS, dan sejak tanggal 17 Agustus 1950 di Indonesia berlaku UUDS 1950. Dekrit Presiden 5 Juli 1959 kembali memberlakukan UUD 1945, dengan dikukuhkan secara aklamasi oleh DPR pada tanggal 22 Juli 1959.

Pada kurun waktu tahun 1999-2002, UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen), yang mengubah susunan lembaga-lembaga dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia.

Daftar isi
• 1 Naskah Undang-Undang Dasar 1945
• 2 Sejarah
o 2.1 Sejarah Awal
o 2.2 Periode berlakunya UUD 1945 18 Agustus 1945- 27 Desember 1949
o 2.3 Periode berlakunya Konstitusi RIS 1949 27 Desember 1949 – 17 Agustus 1950
o 2.4 Periode UUDS 1950 17 Agustus 1950 – 5 Juli 1959
o 2.5 Periode kembalinya ke UUD 1945 5 Juli 1959-1966
o 2.6 Periode UUD 1945 masa orde baru 11 Maret 1966- 21 Mei 1998
o 2.7 Periode 21 Mei 1998- 19 Oktober 1999
o 2.8 Periode UUD 1945 Amandemen
o 2.9 Pasca Perubahan UUD 1945
• 3 Tambahan

Naskah Undang-Undang Dasar 1945

Sebelum dilakukan Perubahan, UUD 1945 terdiri atas Pembukaan, Batang Tubuh (16 bab, 37 pasal, 65 ayat (16 ayat berasal dari 16 pasal yang hanya terdiri dari 1 ayat dan 49 ayat berasal dari 21 pasal yang terdiri dari 2 ayat atau lebih), 4 pasal Aturan Peralihan, dan 2 ayat Aturan Tambahan), serta Penjelasan.

Setelah dilakukan 4 kali perubahan, UUD 1945 memiliki 20 bab, 37 pasal, 194 ayat, 3 pasal Aturan Peralihan, dan 2 pasal Aturan Tambahan.

Dalam Risalah Sidang Tahunan MPR Tahun 2002, diterbitkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Dalam Satu Naskah, Sebagai Naskah Perbantuan dan Kompilasi Tanpa Ada Opini.

Sejarah

Sejarah Awal
Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang dibentuk pada tanggal 29 April 1945, adalah Badan yang menyusun rancangan UUD 1945. Pada masa sidang pertama yang berlangsung dari tanggal 28 Mei sampai dengan tanggal 1 Juni 1945 Ir.Sukarno menyampaikan gagasan tentang “Dasar Negara” yang diberi nama Pancasila. Kemudian BPUPKI membentuk Panitia Kecil yang terdiri dari 8 orang untuk menyempurnakan rumusan Dasar Negara. Pada tanggal 22 Juni 1945, 38 anggota BPUPKI membentuk Panitia Sembilan yang terdiri dari 9 orang untuk merancang Piagam Jakarta yang akan menjadi naskah Pembukaan UUD 1945. Setelah dihilangkannya anak kalimat “dengan kewajiban menjalankan syariah Islam bagi pemeluk-pemeluknya” maka naskah Piagam Jakarta menjadi naskah Pembukaan UUD 1945 yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Pengesahan UUD 1945 dikukuhkan oleh Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang bersidang pada tanggal 29 Agustus 1945. Naskah rancangan UUD 1945 Indonesia disusun pada masa Sidang Kedua Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK). Nama Badan ini tanpa kata “Indonesia” karena hanya diperuntukkan untuk tanah Jawa saja. Di Sumatera ada BPUPK untuk Sumatera. Masa Sidang Kedua tanggal 10-17 Juli 1945. Tanggal 18 Agustus 1945, PPKI mengesahkan UUD 1945 sebagai Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang dibentuk pada tanggal 29 April 1945, adalah Badan yang menyusun rancangan UUD 1945. Pada masa sidang pertama yang berlangsung dari tanggal 28 Mei sampai dengan tanggal 1 Juni 1945 Ir.Sukarno menyampaikan gagasan tentang “Dasar Negara” yang diberi nama Pancasila. Kemudian BPUPKI membentuk Panitia Kecil yang terdiri dari 8 orang untuk menyempurnakan rumusan Dasar Negara. Pada tanggal 22 Juni 1945, 38 anggota BPUPKI membentuk Panitia Sembilan yang terdiri dari 9 orang untuk merancang Piagam Jakarta yang akan menjadi naskah Pembukaan UUD 1945. Setelah dihilangkannya anak kalimat “dengan kewajiban menjalankan syariah Islam bagi pemeluk-pemeluknya” maka naskah Piagam Jakarta menjadi naskah Pembukaan UUD 1945 yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Pengesahan UUD 1945 dikukuhkan oleh Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang bersidang pada tanggal 29 Agustus 1945. Naskah rancangan UUD 1945 Indonesia disusun pada masa Sidang Kedua Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK). Nama Badan ini tanpa kata “Indonesia” karena hanya diperuntukkan untuk tanah Jawa saja. Di Sumatera ada BPUPK untuk Sumatera. Masa Sidang Kedua tanggal 10-17 Juli 1945. Tanggal 18 Agustus 1945, PPKI mengesahkan UUD 1945 sebagai Undang-Undang Dasar Republik Indonesia.

Periode berlakunya UUD 1945 (18 Agustus 1945- 27 Desember 1949)

Dalam kurun waktu 1945-1950, UUD 1945 tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya karena Indonesia sedang disibukkan dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Maklumat Wakil Presiden Nomor X pada tanggal 16 Oktober 1945 memutuskan bahwa KNIP diserahi kekuasaan legislatif, karena MPR dan DPR belum terbentuk. Tanggal 14 November 1945 dibentuk Kabinet Semi-Presidensiel (“Semi-Parlementer”) yang pertama, sehingga peristiwa ini merupakan perubahan sistem pemerintahan agar dianggap lebih demokratis.

Periode berlakunya Konstitusi RIS 1949 (27 Desember 1949-17 Agustus 1950)

Pada masa ini sistem pemerintahan indonesia adalah parlementer.
bentuk pemerintahan dan bentuk negaranya federasi yaitu negara yang didalamnya terdiri dari negara-negara bagian (16 Negara bagian) yang masing masing negara bagian memiliki kedaulatan sendiri untuk mengurus urusan dalam negerinya.
untuk mengetahui ke-16 Negara bagian RIS, silahkan baca disini :download

Periode UUDS 1950 (17 Agustus 1950 – 5 Juli 1959)

Pada masa ini sistem pemerintahan indonesia adalah parlementer.

Periode kembalinya ke UUD 1945 (5 Juli 1959 – 1966)

Karena situasi politik pada Sidang Konstituante 1959 dimana banyak saling tarik ulur kepentingan partai politik sehingga gagal menghasilkan UUD baru, maka pada tanggal 5 Juli 1959, Presiden Sukarno mengeluarkan Dekrit Presiden yang salah satu isinya memberlakukan kembali UUD 1945 sebagai undang-undang dasar, menggantikan Undang-Undang Dasar Sementara 1950 yang berlaku pada waktu itu.
Pada masa ini, terdapat berbagai penyimpangan UUD 1945, diantaranya:
• Presiden mengangkat Ketua dan Wakil Ketua MPR/DPR dan MA serta Wakil Ketua DPA menjadi Menteri Negara
• MPRS menetapkan Soekarno sebagai presiden seumur hidup
• Pemberontakan Partai Komunis Indonesia melalui Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia

Periode UUD 1945 masa Orde Baru (11 Maret 1966 – 21 Mei 1998)

Pada masa Orde Baru (1966-1998), Pemerintah menyatakan akan menjalankan UUD 1945 dan Pancasila secara murni dan konsekuen. Namun pelaksanaannya ternyata menyimpang dari Pancasila dan UUD 1945 yang murni,terutama pelanggaran pasal 23 (hutang Konglomerat/ private debt dijadikan beban rakyat Indonesia/public debt) dan 33 UUD 1945 yang memberi kekuasaan pada pihak swasta untuk menghancur hutan dan sumberalam kita.
Pada masa Orde Baru, UUD 1945 juga menjadi konstitusi yang sangat “sakral”, diantara melalui sejumlah peraturan:
• Ketetapan MPR Nomor I/MPR/1983 yang menyatakan bahwa MPR berketetapan untuk mempertahankan UUD 1945, tidak berkehendak akan melakukan perubahan terhadapnya
• Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1983 tentang Referendum yang antara lain menyatakan bahwa bila MPR berkehendak mengubah UUD 1945, terlebih dahulu harus minta pendapat rakyat melalui referendum.
• Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1985 tentang Referendum, yang merupakan pelaksanaan TAP MPR Nomor IV/MPR/1983.

Periode Transisi (21 Mei 1998 – 19 Oktober 1999)

Pada masa ini dikenal masa transisi. Yaitu masa sejak Presiden Soeharto digantikan oleh B.J.Habibie sampai dengan lepasnya Provinsi Timor Timur dari NKRI.

Periode UUD 1945 Amandemen

Salah satu tuntutan Reformasi 1998 adalah dilakukannya perubahan (amandemen) terhadap UUD 1945. Latar belakang tuntutan perubahan UUD 1945 antara lain karena pada masa Orde Baru, kekuasaan tertinggi di tangan MPR (dan pada kenyataannya bukan di tangan rakyat), kekuasaan yang sangat besar pada Presiden, adanya pasal-pasal yang terlalu “luwes” (sehingga dapat menimbulkan multitafsir), serta kenyataan rumusan UUD 1945 tentang semangat penyelenggara negara yang belum cukup didukung ketentuan konstitusi.

Tujuan perubahan UUD 1945 waktu itu adalah menyempurnakan aturan dasar seperti tatanan negara, kedaulatan rakyat, HAM, pembagian kekuasaan, eksistensi negara demokrasi dan negara hukum, serta hal-hal lain yang sesuai dengan perkembangan aspirasi dan kebutuhan bangsa. Perubahan UUD 1945 dengan kesepakatan diantaranya tidak mengubah Pembukaan UUD 1945, tetap mempertahankan susunan kenegaraan (staat structuur) kesatuan atau selanjutnya lebih dikenal sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta mempertegas sistem pemerintahan presidensiil.

Dalam kurun waktu 1999-2002, UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen) yang ditetapkan dalam Sidang Umum dan Sidang Tahunan MPR:
• Sidang Umum MPR 1999, tanggal 14-21 Oktober 1999 → Perubahan Pertama UUD 1945
• Sidang Tahunan MPR 2000, tanggal 7-18 Agustus 2000 → Perubahan Kedua UUD 1945
• Sidang Tahunan MPR 2001, tanggal 1-9 November 2001 → Perubahan Ketiga UUD 1945
• Sidang Tahunan MPR 2002, tanggal 1-11 Agustus 2002 → Perubahan Keempat UUD 1945

Pasca Perubahan UUD 1945

Pada tanggal 18 Agustus 2008, atas nama komponen bangsa Indonesia, Lembaga Kajian Konstitusi, Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat, Pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Daerah, mendeklarasikan [[Hari Konstitusi Indonesia]]. Gagasan pencanangan tanggal 18 Agustus sebagai Hari Konstitusi didasarkan pada tulisan [[Mochamad Isnaeni Ramdhan]] yang dimuat pada harian ‘Suara Karya’ pada hari Jum’at, 15 Agustus 2008 yang berjudul ‘Hari Konstitusi Indonesia’. Mengacu pada tulisan dan deklarasi tersebut, bangsa Indonesia mengakui, Konstitusi Indonesia sebagaimana ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945.Ibnushina (bicara) 20:16, 17 Agustus 2010 (UTC)

Tambahan

Untuk mengetahui naskah Konstitusi Indonesia secara lengkap, silahkan DOWNLOAD dibawah ini:

UUD 1945 (Naskah Asli)
UUD 1945 Penjelasan ( Naskah Asli )
Maklumat Wakil President No X
amandemen1
amandemen2
amandemen3
amandemen4
UUD 1945 (Amandemen 1-4)

Konstitusi RIS

UUDS 1950

SUMBER:
http://id.wikipedia.org/wiki/UUD_1945
http://id.wikisource.org/wiki/Undang-Undang_Dasar_Negara_Republik_Indonesia_Tahun_1945
http://www.legalitas.org/proses/puukhusus.php
http://legislasi.mahkamahagung.go.id/docs/UUD/Maklumat%20Wakil%20President%20No%20X.pdf

Kisah-kisah Shahih dalam Al-Qur’an dan Sunnah

Berikut ini merupakan Ebook tentang “Kisah-kisah Shahih Seputar para Nabi dan Rasul” sebanyak 2 Jilid (Jilid 1 dan Jilid 2) serta “Kisah-kisah Shahih dalam Al-Qur’an dan Sunnah” (Versi Lengkap) – Karya DR. ‘Umar Sulaiman al-Asyqor [Guru Besar Universitas Islam Yordania – Amman], bagi teman teman yang memerlukan Ebook ini silahkan klik download dibawah ini :

PENGANTAR PENULIS
Oleh : DR. ‘Umar Sulaiman al-Asyqor
[Guru Besar Universitas Islam Yordania]

Segala puji bagi Allah yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu.
Yang menundukkan makhluk dengan kemuliaan dan hukum-
Nya. Yang melunakkan hati hamba-hamba-Nya, dan menyinari
mata hati mereka dengan nur-nur hidayah yang dikandung oleh
kitab-Nya dan Sunnah Rasul-Nya. Shalawat dan salam kepada
makhluk-Nya yang paling mulia dan penutup Rasul-Rasul-Nya,
Muhammad, yang membimbing manusia kepada Tuhan mereka,
dan yang menundukkan hati mereka dengan jalan-jalan hidayah
yang dia bawa kepada mereka, dan kepada keluarganya, para
sahabatnya beserta orang-orang yang mengambil petunjuknya
dan mengikuti sunnahnya sampai hari Kiamat. Amma ba’du.
Buku ini memaparkan mayoritas kisah-kisah dari hadis Nabi.
Keutamaan kisah-kisah dari hadis nabawi berada di bawah
kisah-kisah dari Al-Qur’an. Jika Al-Qur’an adalah kalamullah,
maka mayoritas kisah-kisah hadis adalah wahyu dari Allah.
Oleh karena itu, keduanya berasal dari satu sumber dan satu
sasaran. Target-target dari kisah-kisah dalam hadis adalah
target-target di dalam kisah Al-Qur’an. Sama-sama
menyuguhkan bekal untuk para dai dan orang-orang shalih,
bekal rohani yang dikandung oleh kisah dan menyirami ruh, hati
dan akal orang-orang yang beriman. Kisah Al-Qur’an dan hadis
mengalir dalam diri manusia secara lembut dan murni. Kata kata
dan peristiwa-peristiwanya membawa segudang nasihat
dan faedah untuk mengarahkan kepada jalan yang lurus dan
melecut seorang mukmin untuk menjauhi dosa-dosa dan
kerusakan-kerusakan.
Buku ini – seperti diisyaratkan oleh judulnya – membatasi diri
pada hadis-hadis yang bersanad shahih dari Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa Salam. Aku tidak menyimpang dari dasar
ini kecuali pada sedikit kisah yang mauquf kepada sahabat di
mana sanadnya dari mereka adalah shahih; ada kemungkinan
bahwa mereka mendengar dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa
Salam, dan mungkin pula mereka mengetahui dari selainnya.
Batasan buku ini hanya pada hadis-hadis shahih, tidak
mengangkat hadis-hadis saqim (sakit), dhaif (lemah), batil dan
palsu. Karena, menisbatkan hadis yang tidak bersanad shahih
kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam adalah dusta atas
nama Rasulullah. Dan dusta atas nama Allah dan Rasul-Nya
termasuk kejahatan besar. Tidak boleh menyepelekan dalam
menisbatkan hadis-hadis kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
wa Salam, terlebih jika hadis-hadis itu adalah kisah, karena
kisah adalah berita-berita dan kejadian-kejadian ghaib.
Kita beriman kepada ghaib yang benar. Beriman kepada sesuatu
yang ghaib tanpa berdasar kepada Allah dan tidak pula dari
Rasul-Nya dalam urusan-urusan yang tidak diketahui kecuali
melalui wahyu, itu merupakan penyimpangan dari jalan lurus dan
kesesatan dalam pemikiran. Lebih dari itu, kisah-kisah
dusta yang disandarkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
Salam bisa jadi di dalam lipatan-lipatannya tersimpan akidahakidah,
akhlak-akhlak dan nilai-nilai batil yang menyusup ke
dalam diri manusia dengan mudah tanpa kesulitan.
Kisah-kisah seperti ini adalah sampan yang mengasyikkan bagi
orang-orang yang ingin menyesatkan kaum muslimin. Oleh
karena itu, para ulama banyak memperingatkan akan bahaya
kisah-kisah palsu, sebagaimana mereka juga telah
memperingatkan dari tukang-tukang cerita yang tidak mengerti
hadis shahih dan hadis lemah. Bahkan mereka menulis beberapa
buku untuk memberi peringatan. Hal ini karena betapa
berbahayanya, orang-orang yang menyulap agama menjadi
dongeng-dongeng fiksi. Termasuk dalam bidang ini adalah apa
yang dilakukan oleh sebagian penulis masa kini, ketika mereka
merusak sirah nabawiyah (perjalanan kehidupan Rasul
Shallallahu ‘alaihi wa Salam) dengan pemaparan berdasar pada
metode dongeng khayalan. Dengan itu mereka telah banyak
merusak agama kaum muslimin.
Aku menunjukkan tempat hadis di dalam buku-buku sunnah;
lebih-lebih jika hadis itu termaktub dalam Shahihain atau salah
satu dari keduanya. Akan tetapi, aku tidak merinci secara detail
takhrij hadis-hadis dan jalan periwayatan lafazhnya. Aku hanya
menyebutkan kisah-kisah terkomplit. Jika di dalam riwayat lain
terkandung ilmu-ilmu dan faedah-faedah yang tidak terdapat di
riwayat yang aku sebutkan, niscaya aku akan menyebutkan
semuanya.
Dalam urusan takhrij hadis, aku berpijak pada takhrij sebagian
ahli ilmu yang ilmunya terpercaya dalam bidang ini.
Aku tidak menyebutkan berita-berita tentang orang-orang
terdahulu yang bukan kisah. Banyak sekali berita-berita di
dalam hadis Rabbani yang berbicara tentang penciptaan langit
dan bumi, penciptaan Malaikat, jin dan manusia, tentang para
Rasul, orang-orang baik dan orang-orang jahat, akan tetapi
tidak dalam bentuk kisah. Oleh karena itu, aku tidak
memaparkannya lantaran tidak termasuk di dalam bingkai yang
aku letakkan untuk buku ini.
Pembaca akan melihat bahwa aku menulis buku ini dengan satu
metode dalam seluruh hadisnya. Setiap hadis diberi
mukaddimah sebagai pengantar untuk masuk ke dalam kisah.
Lalu aku memaparkan nash hadis, diikuti dengan sumbersumber
rujukan dari hadis-hadis yang kuambil. Aku pun
menerangkan dan menjelaskan kosakata yang sulit. Aku juga
menjelaskan hadis secara memadai dan menutup semua hadis
dengan pelajaran-pelajaran dan faedah-faedah yang terpetik.
Pembaca akan melihat bahwa aku tidak membiarkan pikiran
melayang jauh dari nash hadis hingga pembaca mengkhayalkan
peristiwa-peristiwa seperti yang diinginkannya dan menambah
alur cerita baru melebihi kandung hadis, dengan alasan bahwa
kita membuat riwayat atau cerita bersambung dari hadis, di
mana pada kisah tersebut terdapat alur kisah yang runtut dan
daya tarik lainnya.
Metode yang dianut oleh banyak penulis masa kini adalah salah
besar. Mayoritas kisah hadis adalah wahyu Ilahi, tidak ada
peluang untuk memberikan tambahan. Di samping itu, ia
menceritakan realita seperti kejadian aslinya, bukan ucapan
bikinan dan penambahan seperti yang dilakukan oleh para
penulis yang membuatnya berubah menjadi ucapan bikinan.
Seharusnya yang dilakukan oleh penulis adalah menarik benang
merah dari nash dengan sebisa mungkin, berpijak pada metode
yang diletakkan oleh para ulama dalam upaya menarik faedah-
faedah, pelajaran-pelajaran dan hukum-hukum dari nash.
Mungkin pembaca mengkritik penulis karena dia tidak
memasukkan kisah-kisah dari hadis dalam jumlah besar, yang
angkanya bisa melebihi kandungan buku ini yaitu kisah-kisah
yang terjadi dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam dan
para sahabatnya. Yang benar adalah bahwa kisah model begini
tidak termasuk dalam kisah-kisah yang menjadi target
buruanku, karena yang aku maksudkan dengan kisah-kisah dari
hadis adalah kisah-kisah yang diambil dari hadis-hadis Rasul
qauliyah (perkataan Rasulullah). Yaitu, kisah tentang umat-umat
terdahulu yang beliau sampaikan. Semoga aku bisa menulis
kisah-kisah dari hadis Nabi model lain di buku lain pula.
Di dalam buku ini, pembaca yang budiman akan mendapati
kisah-kisah para Nabi dan Rasul dalam jumlah yang tidak
sedikit. Walaupun Al-Qur’anul Karim telah memaparkan kisahkisah
mereka dengan kaum mereka secara luas dan terperinci,
namun aku juga menyebutkannya. Sebagian dari kisah yang ada
tidak tercantum di dalam Al-Qur’an secara mutlak, seperti kisah
Yusya’ dan kisah Nabi yang membakar penghunian semut, dan
sebagian lagi tertulis di dalam Al-Qur’an. Hadis-hadis digunakan
sebagai penjelas, penerang dan pemerinci tentang apa yang ada
di dalam Al-Qur’an, seperti kisah tentang Musa dengan Khidir
yang tercantum di dalam surat Al-Kahfi.
Karena sebagian kisah-kisah Nabi yang disebutkan di dalam
hadis-hadis yang aku paparkan juga dipaparkan di dalam
Taurat, maka aku pun menyebutkan apa yang disinggung
tentangnya di dalam Taurat, tapi bukan bermaksud mengambil
ilmu darinya. Al-Qur’an dan hadis adalah lebih dari cukup. Ini
demi meluruskan penyelewengan dan perubahan yang menimpa
kisah-kisah Nabi di dalam Taurat. Dan barangsiapa melihat
berita-berita dan ajaran-ajaran Taurat dengan metode yang aku
ikuti ini, maka dia akan menemukan bahwa salah satu target
kisah-kisah di hadis Nabi adalah meluruskan penyimpangan dan
perubahan yang terjadi di dalam Taurat.
Sungguh telah salah orang-orang yang merujuk kepada Taurat
untuk mengambil ilmu darinya, lalu mereka mensejajarkannya
dengan ilmu yang dituangkan oleh Al-Qur’an dan hadis. Kita harus
mencuci buku-buku kita dari Israliyat yang ditulis oleh
beberapa ahli ilmu terdahulu. Kita tidak memerlukan ilmu Bani
Israil. Agama kita telah sempurna, tidak memerlukan syariat
nenek moyang. Dan yang menjadi kewajiban kita adalah
menjadikan Al-Qur’an dan hadis-hadis Rasul kita sebagai hakim,
pelurus dan pengoreksi terhadap apa yang ada di dalam buku
buku Yahudi dan Nashrani. Al-Qur’an telah jelas
mengungkapkan hal ini dalam firman-Nya,
“Sesungguhnya Al-Qur’an ini menjelaskan kepada Bani Israil
sebagian besar dari (perkara-perkara) yang mereka berselisih
tentangnya.” (QS. An-Naml: 76)
Aku berharap karya yang aku persembahkan buku ini bisa
bermanfaat bagi hamba-hamba Allah. Bisa menutupi kebutuhan
kepustakaan Islam, sehingga tidak perlu lagi menoleh pada
kisah-kisah palsu dan dusta yang dijadikan pijakan oleh
sebagian orang dan dijelaskan oleh sebagian ahli ilmu. Aku
memohon kepada Allah agar memberiku niat yang ikhlas di
dalamnya, memberiku pahala karenanya dengan kemurahan,
kedermawanan dan rahmat-Nya, dan memberi taufik kepada
para pembaca agar mereka memberikan doa yang baik untuk
penulis. Alhamdulillahi Rabbil Alamin.

DR. Umar Sulaiman Abdullah Al-Asyqar
Fakultas Syari’ah Universitas Yordania –
Amman

1. Kisah-kisah Shahih Seputar para Nabi dan Rasul Jilid 1

DAFTAR ISI
– Pengantar Penulis
– Kisah Pertama: Pengingkaran Adam dan Kealpaannya
– Kisah Kedua: Kisah Kematian Nabiyullah Adam
‘Alayhi Salam
– Kisah Ketiga: Nabiyullah Shalih ‘Alayhi Salam.
– Kisah Keempat: Kisah Hajar dan Ismail
– Kisah Kelima: Kisah Ibrahim dan Sarah dengan Raja
yang Lalim
– Kisah Keenam: Kisah Nabiyullah Luth ‘Alayhi Salam
– Kisah Ketujuh: Bantahan Adam Kepada Musa
– Kisah Kedelapan: Musa dengan Khidhir
– Kisah Kesembilan: Kisah Batu yang Membawa Lari
Baju Musa

download: KISAH NABI1

2. Kisah-kisah Shahih Seputar para Nabi dan Rasul Jilid 2

DAFTAR ISI
– Kisah Kesepuluh: Musa dan Malaikat Maut
– Kisah Kesebelas: Kisah Wanita Tua Bani Israil
– Kisah Kedua Belas: Kisah Samiri Pembuat Anak Sapi
– Kisah Ketiga Belas: Tertahannya Matahari Bagi
Nabiyullah Yusya’
– Kisah Keempat Belas: Kisah Nabiyullah Yunus ‘Alayhi
Salam
– Kisah Kelima Belas: Wafat Nabiyullah Dawud ‘Alayhi
Salam
– Kisah Keenam Belas: Nabiyullah Sulaiman Diberi
Setengah Bayi
– Kisah Ketujuh Belas: Kisah Dua Orang Ibu yang Anak
Salah Seorang dari Keduanya Dicuri Serigala.
– Kisah Kedelapan Belas: Nabiyullah Ayyub Imam
Orang-Orang yang Sabar
– Kisah Kesembilan Belas: Nabi yang Membakar Desa
Semut
– Kisah Kedua Puluh: Nabi yang Takjub kepada
Kaumnya
– Kisah Kedua Puluh Satu: Isa Mendustakan Kedua
Matanya dan Membenarkan Pencuri

download: KISAH NABI2

3. Kisah-kisah Shahih dalam Al-Quran dan Sunnah (Versi Lengkap)

DAFTAR ISI
– Pengantar Penulis
– Mukaddimah: Definisi Kisah dan Keterangan Tentang
Pentingnya Kisah Secara Umum dan Kisah-Kisah Al-
Qur’an dan Hadis Secara Khusus
– Mukaddimah

Bagian Pertama
Kisah-Kisah Para Nabi dan Rasul

– Kisah Pertama: Pengingkaran Adam dan Kealpaannya
– Kisah Kedua: Kisah Kematian Nabiyullah Adam
‘Alayhi Salam
– Kisah Ketiga: Nabiyullah Shalih ‘Alayhi Salam.
– Kisah Keempat: Kisah Hajar dan Ismail
– Kisah Kelima: Kisah Ibrahim dan Sarah dengan Raja
yang Lalim
– Kisah Keenam: Kisah Nabiyullah Luth ‘Alayhi Salam
– Kisah Ketujuh: Bantahan Adam Kepada Musa
– Kisah Kedelapan: Musa dengan Khidhir
– Kisah Kesembilan: Kisah Batu yang Membawa Lari
Baju Musa
– Kisah Kesepuluh: Musa dan Malaikat Maut
– Kisah Kesebelas: Kisah Wanita Tua Bani Israil
– Kisah Kedua Belas: Kisah Samiri Pembuat Anak Sapi
– Kisah Ketiga Belas: Tertahannya Matahari Bagi
Nabiyullah Yusya’
– Kisah Keempat Belas: Kisah Nabiyullah Yunus ‘Alayhi
Salam
– Kisah Kelima Belas: Wafat Nabiyullah Dawud ‘Alayhi
Salam
– Kisah Keenam Belas: Nabiyullah Sulaiman Diberi
Setengah Bayi
– Kisah Ketujuh Belas: Kisah Dua Orang Ibu yang Anak
Salah Seorang dari Keduanya Dicuri Serigala.
– Kisah Kedelapan Belas: Nabiyullah Ayyub Imam
Orang-Orang yang Sabar
– Kisah Kesembilan Belas: Nabi yang Membakar Desa
Semut
– Kisah Kedua Puluh: Nabi yang Takjub kepada
Kaumnya
– Kisah Kedua Puluh Satu: Isa Mendustakan Kedua
Matanya dan Membenarkan Pencuri

Bagian Kedua
Kisah-Kisah yang Menunjukkan Keajaiban Kodrat Allah

– Kisah Kedua Puluh Dua: Suami Istri yang Kelaparan
Lalu Allah Memberikan Rizki yang Mereka Makan
– Kisah Kedua Puluh Tiga: Orang-Orang di mana Allah
Menghidupkan Orang Mati untuk Mereka
– Kisah Kedua Puluh Empat: Kera yang Membuang
Separuh Uang ke Laut
– Kisah Kedua Puluh Lima: Kisah Sapi yang Berbicara
kepada Penunggangnya dan Serigala yang Berbicara
kepada Penggembala
– Kisah Kedua Puluh Enam: Kisah Bocah dalam
Gendongan yang Berbicara Memohon kepada Allah
Agar Tidak Menjadikannya Seperti Orang yang
Sombong

Bagian Ketiga
Kisah-Kisah yang Menunjukkan Keutamaan Amal

– Kisah Kedua Puluh Tujuh: Tiga Orang yang Terjebak
di dalam Gua
– Kisah Kedua Puluh Delapan: Kisah Awan yang
Diperintahkan untuk Menyiram Kebun Seorang Laki-
Laki
– Kisah Kedua Puluh Sembilan: Kisah Orang yang
Dicintai oleh Allah Karena Kecintaannya kepada
Saudaranya
– Kisah Ketiga Puluh: Kisah Orang yang Memberi
Minum Anjing yang Kehausan, Lalu Allah
Mengampuninya
– Kisah Ketiga Puluh Satu: Orang yang Memerintahkan
Anak-Anaknya Agar Membakarnya Setelah Dia Mati
– Kisah Ketiga Puluh Dua: Orang yang Dimaafkan Oleh
Allah Karena Dia Memaafkan Hamba-Hamba Allah
– Kisah Ketiga Puluh Tiga: Orang yang Masuk Surga
karena Menyingkirkan Sesuatu yang Mengganggu dari
Jalan Kaum Muslimin
– Kisah Ketiga Puluh Empat: Pembunuh Seratus Nyawa
– Kisah Ketiga Puluh Lima: Orang yang Kehilangan
Untanya di Tanah yang Sunyi

Bagian Keempat
Kisah-Kisah Teladan Iman yang Luhur

– Kisah Ketiga Puluh Enam: Orang yang Berhutang
Seribu Dinar
– Kisah Ketiga Puluh Tujuh: Orang yang Bersedekah
Salah Alamat
– Kisah Ketiga Puluh Delapan: Gentong Emas
– Kisah Ketiga Puluh Sembilan: Juraij Al-Abid
– Kisah Keempat Puluh: Asiyah Ratu Mesir
– Kisah Keempat Puluh Satu: Seorang Alim yang
Bertaktik Agar Selamat
– Kisah Keempat Puluh Dua: Wanita Penyisir Putri
Fir’aun
– Kisah Keempat Puluh Tiga: Raja yang Berlari dari
Tahtanya
– Kisah Keempat Puluh Empat: Ashabul Ukhdud
– Kisah Keempat Puluh Lima: Orang Berpenyakit
Lepra, Berkepala Botak, dan Orang Buta yang Diuji
oleh Allah
– Kisah Keempat Puluh Enam: Wanita yang Menasihati
Seorang Alim

Bagian Kelima
Kisah Keteladanan yang Buruk

– Kisah Keempat Puluh Tujuh: Orang yang
Membanggakan Nenek Moyangnya yang Kafir
– Kisah Keempat Puluh Delapan: Orang Sombong yang
Dibenamkan oleh Allah
– Kisah Keempat Puluh Sembilan: Orang yang
Bersumpah Mendahului Allah
– Kisah Kelima Puluh: Wanita yang Masuk Neraka
Karena Seekor Kucing
– Kisah Kelima Puluh Satu: Orang yang Melakukan Dosa
Besar Karena Minum Khamr
– Kisah Kelima Puluh Dua: Orang-Orang yang Masuk
Desa dengan Merangkak di atas Pantat Mereka
– Kisah Kelima Puluh Tiga: Kisah Jibril Menyumpalkan
Tanah ke Mulut Fir’aun
– Kisah Kelima Puluh Empat: Wanita yang Memakai
Sepasang Kaki dari Kayu
– Kisah Kelima Puluh Lima: Utusan ‘Ad
– Kisah Kelima Puluh Enam: Rahbaniyah pada Orang-
Orang Nashrani
– Kisah Kelima Puluh Tujuh: Qasamah Pertama pada
Masa Jahiliyah

download: KISAH-KISAH SHAHIH DALAM AL-QUR’AN & SUNNAH

Semoga bermanfaat…^_^

Buku Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara

Bagi teman-teman yang membutuhkan Buku terbaru seputar ” Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara – karya Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H ” silahkan download gratis dibawah sini:

1. Pengantar_Ilmu_Hukum_Tata_Negara_Jilid1.pdf

2. Pengantar_Ilmu_Hukum_Tata_Negara_Jilid2.pdf

Atau silahkan berkunjung ke website beliau dengan mengklik link ini: http://www.jimly.com/

Dasar Hukum Sistem Pendidikan Nasional di Indonesia

Salah satu tujuan diproklamirkannya kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 adalah “Untuk Mencerdaskan kehidupan bangsa (Alinea ke-4 Pembukaan UUD 1945) yang kemudian dijabarkan pada batang tubuh UUD 1945 (paska Amandemen ke-4), Bab XIII tentang Pendidikan dan Kebudayaan,
Pasal 31
(1) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.
(2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.
(3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.
(4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.
(5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.

Dengan dasar pasal 31 inilah kemudian lahirlah berbagai Undang-undang dan Peraturan Pemerintah serta Peraturan Menteri yang mengatur pelaksanaan Sistem Pendidikan Nasional di Indonesia, yaitu:

UU No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Download

UU No. 14 Tahun 2006 Tentang Guru dan Dosen Download

PP No. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Download

PP No. 55 Tahun 2007 Tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Download

PERMENDIKNAS No. 22 Tahun 2006 Tentang Stadar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah Download

PERMENDIKNAS No. 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi
Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah Download

PERMENDIKNAS No. 24 Tahun 2006 Tentang Pelaksanaan Permendiknas No. 22-2006 dan Permendiknas No. 23-2006 Download

PERMENDIKNAS No.16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru Download

PERMENDIKNAS No.19 Tahun 2007 Tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah Download

PERMENDIKNAS No.20 Tahun 2007 Tentang Standar Penilaian Pendidikan Download

PERMENDIKNAS No.41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah Download

Catatan: Diperoleh dari berbagai sumber, semoga bermanfaat…^_^

%d bloggers like this: