Posts from the ‘ILMU ALAM & MATEMATIKA’ Category

ISLAMIC DISCOVERY: Mengenal Bapak Biologi Muslim, Al-Jahiz

Al-Jahiz juga menuliskan pengaruh cuaca dan pola makan terhadap manusia, hewan, dan tumbuhan dalam berbagai wilayah geografis

Mengenal Bapak Biologi Muslim, Al-Jahiz

Abad ke-9, terbitlah Kitab Al-Hayawan, berarti Buku Tentang Binatang, ditulis oleh Abu ‘Uthman ‘Amr Ibn Bahr Al Qinanih Al Fuqaymih Al Basrih, ahli biologi yang lahir di Basra, Iraq sekitar tahun 776

 

PADA tahun 1831 hingga 1836, sebuah kapal kayu berlayar membelah Samudra Atlantik. Kapal berbendera Inggris tersebut bernama HMS Beagle, dengan Robert Fitzroy sebagai kaptennya. Kapal tersebut membawa misi memetakan jalur pelayaran di perairan sebelah selatan Amerika Latin.

Penumpang kapal tersebut termasuk seorang fresh graduate dari Cambridge University yang diterima Fitzroy karena dirinya membutuhkan seorang imuwan dalam menjalankan misinya. Pemuda itu kelak akan menerbitkan buku fenomenal berjudul The Origin of Species, yang mendeskripsikan tentang teori evolusi dan seleksi alam yang membuat geger dunia.

Namun sebenarnya, Charles Darwin bukanlah pionir dalam dunia biologi. Jauh sebelum Darwin, di masa Yunani kuno, sudah ada nama-nama seperti Aristoteles yang menjelaskan tentang kesadaran bangsa Yunani mengenai keteraturan alam, ataupun di masa kejayaan Romawi terdapat Pliny yang menulis buku setebal 37 volume berjudul Historia Naturalis, dimana di dalamnya terdapat fakta dan mitos mengenai makhluk halus, binatang, alam, dan lain sebagainya.

Pada abad ke-9, terbitlah sebuah buku berjudul Kitab Al-Hayawan, berarti Buku Tentang Binatang. Buku tersebut ditulis oleh Abu ‘Uthman ‘Amr Ibn Bahr Al Qinanih Al Fuqaymih Al Basrih, seorang ahli biologi yang lahir di Basra, Iraq sekitar tahun 776. Namun beliau lebih dikenal dengan nama julukannya, Al-Jahiz, yang berarti goggle-eyed (mata bundar seperti ikan).

Al-Jahiz tumbuh di masa paling menarik bagi ilmu pengetahuan, yaitu masa transisi dimana sumber utama pengetahuan berpindah dari Yunani kuno ke dunia Arab. Selain itu, masa tersebut adalah titik dimana buku bukan lagi barang mewah yang hanya bisa didapat oleh golongan tertentu. Karena mulai menyebarnya penggunaan kertas, buku-buku menjadi lebih mudah didapat, sehingga kesadaran membaca juga meningkat. Di wilayah-wilayah dimana Islam berkuasa, banyak ilmuwan yang lahir dari golongan rakyat jelata karena hal tersebut. Al-Jahiz adalah salah satunya. Pada usia 20 tahun, dirinya harus berjualan ikan di sepanjang kanal Basra sebagai mata pencaharian.

Dibalik kesederhanaannya, Al-Jahiz merupakan seorang yang cerdas dan haus akan ilmu sedari kecil. Al-Jahiz menghadiri ceramah-ceramah di masjid dan kuliah-kuliah umum yang diberikan oleh para ahli filologi, bahasa, dan para penyair seperti Al-Asma’i, Abu Ubayda, serta Abu Zayd. Hal ini membentuknya menjadi ahli Bahasa Arab. Karena kecerdasannya, Al-Jahiz mendapatkan tempat di kalangan Mu’tazilah, dimana Al-Jahiz mendapatkan teman untuk berdiskusi mengenai filosofi, agama, dan ilmu pengetahuan.

200 Karya Ilmiah

Al-Jahiz mengawali karirnya sebagai juru tulis ketika masih di Basra, kemudian pindah ke Baghdad, yang saat itu merupakan ibukota Dinasti Abbasiyah. Kepindahannya diawali oleh essay yang ditulisnya mengenai institusi kekhalifahan, dan hal tersebut mengundang pujian dari Khalifah Al-Ma’mun, khalifah ke-7 Dinasti Abbasiyah. Namun sebenarnya, lebih tepat dirinya adalah penduduk komuter daripada penduduk tetap, karena beliau membagi waktunya antara Baghdad dan Basra, lalu kemudian antara Basra dan Samarra. Posisinya di pemerintahan hanyalah sekertaris, dimana posisi fleksibel tersebut memungkinkan dirinya mengembangkan hal yang lainnya.

al Jazis bapak biologi dunia2

An arabic zoological dictionary, Dar al-Ra’idal-‘Arabi

Selama hidupnya, Al-Jahiz menulis sekitar 200 buah buku, sayangnya hanya 30-an saja yang masih ada. Kecerdasannya membuatnya mampu menulis buku mengenai berbagai bidang. Mulai dari zoology, tata bahasa Arab, puisi, dan asal-usul kata (lexicography).

Sementara, selera humornya membuat tulisan-tulisannya diselipi banyak anekdot dan candaan. Namun dari sekian banyak karyanya, Kitab Tentang Binatang adalah masterpiece-nya. Buku ini terdiri atas 7 volume, menjabarkan tentang lebih dari 350 spesies hewan yang dilengkapi gambar-gambar. Buku ini menjadi rujukan penting dalam ilmu zoology pada masanya.

Di dalam bukunya, Al-Jahiz menulis mengenai sistem mimikri, dimana beliau menyadari bahwa parasit dapat menyamakan warna dirinya dengan warna induknya. Juga terdapat informasi mengenai sistem komunikasi dan psikologis hewan, serta tingkat kecerdasan serangga dan binatang lainnya.

Al-Jahiz juga menuliskan pengaruh cuaca dan pola makan terhadap manusia, hewan, dan tumbuhan dalam berbagai wilayah geografis. Dalam buku itu pulalah, Al-Jahiz mendiskusikan proses seleksi alam, hal yang sering diatribusikan dengan Darwin. Ini adalah bukti bahwa Al-Jahiz adalah orang yang menemukan proses seleksi alam, dan Darwin hanya ‘melengkapi’ saja.

Ada sebuah cerita, dimana konon, British National Library (Perpustakaan Nasional Inggris) memiliki salinan buku tersebut. Namun buku tersebut hilang, karena peminjam terakhirnya tidak mengembalikan. Peminjam berhutang denda milyaran tersebut adalah Charles Darwin! Namun cerita tersebut bisa jadi tidak benar karena tidak ada British National Library, yang ada hanya British Library (Perpustakaan Inggris). Lagipula buku tersebut bervolume banyak mirip ensiklopedia, dan peraturan perpustakaan tidak membolehkan seseorang meminjam buku ensiklopedia apalagi yang sudah uzur dan langka.

Terlepas dari benar tidaknya anekdot tersebut, Al-Jahiz telah memberikan kontribusi yang besar dalam dunia biologi, tidak hanya bagi kaum Muslim, tapi bagi seluruh umat manusia. Al-Jahiz meninggal pada usia 93 tahun, pada bulan Desember 868, dalam sebuah kecelakaan dimana buku-bukunya yang menggunung di perpustakaan pribadinya, jatuh dan menimpa dirinya hingga tewas. Cara pergi yang satire untuk seorang ilmuwan humoris.*/Tika Af’idah, dari berbagai sumber

Rep: Admin Hidcom

http://www.hidayatullah.com

Advertisements

Produk peradaban modern : Mata Uang Kertas dan Error Peradaban

Ilustrasi

Ilustrasi: Pemerintah Islam di era Umar bin Khattab r.a

Oleh: Muhaimin Iqbal

ANDA tahu kilogram, meter dan liter?  Apa persamaan ketiganya? Ketiganya mewakili satuan pengukuran, yaitu masing-masing untuk mengukur berat, mengukur panjang dan mengukur volume. Berbeda gunanya, tetapi satuan ini sama di seluruh dunia dan tidak berubah sejak pertama kali digunakan dalam peradaban manusia.

Anda tentu juga sangat tahu tentang Rupiah, Dollar dan Riyal? Ketiganya adalah satuan mata uang untuk tiga negara yang berbeda. Ketiganya berfungsi untuk mengukur nilai (unit of account) atau menilai harga barang-barang dan jasa. Ketiganya tidak bernilai tetap, cenderung terus menurun dan satu mata uang berbeda laju penurunannya dibandingkan dengan mata uang yang lain.

Kelompok pertama bernilai tetap dan berlaku sepanjang jaman meskipun dikonversi dengan sebutan yang berbeda. Misalnya 1 kg, bisa dikonversi menjadi pound dengan nilai 2.20462. Kilogramnya tetap dan pound-nya juga tetap.

1 meter bisa dikonversi menjadi 3.28084 feet, meternya tetap dan feet-nya juga tetap. 1 liter bisa dikonversi menjadi 0.264172 galon, liternya tetap dan galonnya-pun tetap.

Jadi dalam urusan berat, panjang dan volume ada satuan-satuan yang dipakai secara baku di seluruh dunia, bisa disebut secara berbeda tetapi masing-masing jenis satuan selalu bisa dikonversikan ke yang lain dengan nilai konversi yang tetap.

Ironinya adalah dalam urusan yang tidak kalah pentingnya dengan menimbang berat, mengukur panjang dan menakar volume – yaitu urusan menentukan nilai, ternyata manusia modern tidak memiliki satuan yang baku. Masing-masing negara memiliki satuannya sendiri, tetapi negara-negara tersebut tidak pada bisa menjaganya menjadi satuan yang baku.

Walhasil ketika dikonversikan ke satuan nilai negara lain, hasilnya juga tidak baku. 1 Rupiah sekarang sangat berbeda dengan 1 Rupiah yang sama tahun 2000. 1 Dollar sekarang berbeda dengan 1 Dollar tahun 2000. Kalau dikonversikan di antara keduanya dari Rupiah ke Dollar atau sebaliknya, hasilnya tidak pernah sama dari satu waktu ke waktu yang lain.

Ternyata timbangan nilai yang dipakai manusia modern justru sangat tidak reliable, tidak berfungsi dengan semestinya. Timbangan berupa mata uang kertas yang seharusnya berfungsi tiga yaitu sebagai penentu nilai (unit of account), penyimpan nilai (store of value) dan alat tukar (medium of exchange), ternyata hanya fungsi yang terakhir yang berjalan.

kalkulator-dinar

Kalkulator Dinar

Bila Anda membuat program komputer untuk menjalankan serangkaian fungsi, tetapi ternyata yang berfungsi hanya satu dari sekian fungsi yang seharusnya – apa yang terjadi ? itulah Error !. Karena uang kertas adalah produk peradaban yang seharusnya berfungsi tiga tadi tetapi ternyata hanya satu yang jalan, maka saya menyebutnya sebagai Error Peradaban.

Untuk lebih mudah memahami Error Peradaban ini, saya buatkan ilustrasi sebagai berikut :

Bayangkan dahulu kala di jaman Majapahit, ada seorang petani kaya yang memperkerjakan sejumlah buruh tani untuk menanam padi. Kepada masing-masing buruh tani ini dijanjikan upahnya nanti pada saat panen masing-masing akan memperoleh gabah seberat 25 bakul.

Ketika panen tiba, petani kaya membagikan upah ke masing-masing buruh 25 bakul dan semuanya senang karena itu cukup untuk makan sekeluarganya sampai panen berikutnya.

Musim panen berikutnya petani kaya waktunya membagi lagi 25 bakul untuk masing-masing buruh taninya, tetapi bakul yang dipakainya bukan lagi bakul yang dahulu. Petani kaya menggunakan bakul yang sedikit lebih kecil, tanpa menyadarinya si petani menerima bayarannya dan membawa pulang 25 bakul gabah.

Begitu seterusnya setiap musim panen tiba, petani kaya selalu memiliki bakul baru yang sedikit lebih kecil ukurannya untuk menakar upah para buruh taninya.  Maka sekian musim panen berlalu, petani selalu membawa pulang 25 bakul gabah untuk keluarganya. Tetapi kok gabah yang diterimanya semakin tidak cukup dan terus semakin tidak cukup.

Apa yang terjadi dengan bakul yang mengecil itulah yang terjadi dengan temuan peradaban manusia modern yang disebut uang kertas itu. Namanya inflasi yang ‘menggerogoti bakul’ sehingga makin lama makin kecil – tanpa kita sadari.

redenominasi-rupiah

Tahun 1995 seorang manager di perusahaan menengah bergaji Rp 10 juta, kini untuk posisi yang sama gajinya Rp 40 juta. Mana yang lebih tinggi ?, tahun 1995 gaji 10 juta setara dengan sekitar  80 Dinar atau 80 ekor kambing ukuran baik. Kini Rp 40 juta hanya setara dengan 18 Dinar atau 18 ekor kambing ukuran baik. Anda bisa cek perhitungan ini dengan Kalkulator Dinar di menu situs geraidinar.com

Seorang manager di perusahaan menengah tahun 1995 mampu memikul biaya hidup bagi keluarga besarnya, orang tuanya, adik-adiknya, ponakannya dlsb. disamping tentu keluarganya sendiri . Seorang manager perusahaan menengah sekarang mungkin hanya cukup untuk menghidupi keluarganya sendiri.

Apa penyebabnya? Karena harga barang-barang kebutuhan menjadi mahal? Betul memang faktanya biaya hidup tambah mahal. Tetapi apa yang membuatnya mahal? Itulah ‘bakul yang mengecil’ tadi yang di peradaban manusia modern disebut inflasi.

Lantas apakah solusinya para karyawan di jaman ini rame-rame minta naik gaji? Bukan itu solusinya karena perusahaan tempatnya bekerja juga belum tentu tumbuh. Dia mengira hasilnya tumbuh karena menakarnya dengan bakul yang sama – yaitu bakul yang mengecil.

Tempat si manager bekerja tersebut tahun 1995 memiliki aset Rp 100 milyar dan kini asetnya mencapai Rp 1  trilyun, apa perusahaan bener-bener tumbuh selama ini ?. Untuk mengetahuinya lagi-lagi kita dapat gunakan Kalkulator Dinar yang sama.

Rp 100 milyar tahun 1995 adalah setara 805,153 Dinar (tahun 1995 perusahaan memiliki 805,153 ekor kambing !), sedangkan Rp 1 trilyun kini hanya setara 441,228 Dinar ! (tinggal 441,228 ekor kambing !). Jadi perusahaan tidak mampu menaikkan kesejahteraan para karyawan dan manajernya karena perusaan sendiri aset-nya juga ternyata menyusut tanpa sadar.

Jadi yang membuat penurunan kwalitas hidup manusia modern itu antara lain adalah tidak berfungsinya satuan timbangan yang baku yaitu satuan timbangan yang sangat penting yang digunakan sehari-hari untuk menentukan upah buruh, mengukur aset perusahaan dlsb – itulah satuan mata uang fiat.

Tanpa satuan yang baku, kita tidak bisa mencanangkan target secara akurat untuk peningkatan kwalitas hidup individu atau pertumbuhan aset bagi perusahaan. Target-target yang kita capai selama ini yang diukur dengan Rupiah, Dollar ataupun mata uang kertas lainnya – adalah target semu, yang secara angka bisa saja kita capai – tetapi pada hakekatnya secara nilai tidak bener-bener  kita capai.

Untuk mencegah proses pemiskinan tanpa sadar ini terus berlanjut seperti yang dialami para buruh tani di jaman Majapahit dan juga para pegawai dan manajer di jaman ini, maka timbangan yang baku untuk mengukur nilai itu memang sudah waktunya kita gunakan. Itulah fungsi yang coba diperankan oleh Kalkulator Dinar dan Kalkulator Point.

Peradaban mata uang yang seharusnya memudahkan manusia untuk bisa bermuamalah secara adil satu sama lain itu, ternyata memiliki Fatal Error yang berdampak pada penurunan kualitas hidup manusia pada umumnya. Ada dua kemungkinan yang bisa kita lakukan, membetulkan Error tersebut atau mengganti sama sekali ‘program’-nya. Saya mencoba membetulkan Error-nya dahulu, siapa tahu masih bisa dibetulkan. Wa Allahu A’lam.*

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar, kolumnis hidayatullah.com

Matematika Alam Semesta: Kodetifikasi Bilangan Prima dalam Al-Qur’an

Oleh: Arifin Muftie

Benarkah Bilangan Prima Merupakan Bahasa Universal Alam Semesta?

Bilangan prima dalam matematika diyakini merupakan salah satu misteri alam semesta, karena hingga era komputer sekarang ini pun, ia banyak dimanfaatkan sebagai sistem kodetifikasi (pengkodean, penyandian) berbagai hal yang penting dan rahasia. Di alam semesta, ia “diduga” menjadi bahasa universal yang dapat dipahami oleh semua makhluk berkecerdasan tinggi dan dipakai sebagai komunikasi dasar antar mereka. Bahkan sejak dahulu, sebagian ilmuwan meyakini adanya hubungan erat bilangan prima dengan desain kosmos.
Berdasarkan kajian mutakhir atas al-Qur’an, ditemukan bahwa Sang Pencipta al-Qur’an dan Alam Semesta menjaga dan memelihara Kitab Mulia ini, antara lain, dengan sistem kodetifikasi berbasis bilangan prima. Dengan memanfaatkan temuan sains modern dan kajian mutakhir para ilmuwan Muslim terhadap al-Qur’an, buku ini mengajak pembaca menangkap isyarat-isyarat al-Qur’an yang tersembunyi dalam kodetifikasi bilangan prima.

Kodetifikasi Bilangan Prima dalam Al-Qur’an

Mufasir modern sepakat bahwa al-Qur’an dalam penggambarannya sangat istimewa, karena struktur sistematikanya matematis.1 Al-Qur an menggunakan kodetifikasi bilangan prima secara bertingkat: surat, ayat, kata, dan huruf. Dua dekade yang lalu, pembahasan masalah seperti ini merupakan hal yang sensitif, karena bisa dipandang “memperkosa” ayat-ayat al¬Qur’an. Di satu sisi, tingkat penemuan yang membahas angka-angka masih “dangkal” — sehingga kurang menarik. Namun kini, dengan banyaknya alat bantu seperti komputer dan kemajuan di bidang sains yang berhubungan satu sama lain, studi mengenai “kodetifikasi” al-Qur’an makin menampakkan hasil-nya yang luar biasa. Tentu saja, walaupun isinya sama. Hanya al-Qur’an mushaf Ustmani saja yang dipakai, dan hanya versi itulah yang memenuhi kriteria kodetifikasi al-Qur’an, sebagaimana bahasa aslinya pada saat wahyu diturunkan.

Penomoran surat dan penempatan ayat disusun berdasarkan petunjuk Nabi Muhammad SAW, tidak sama dengan urutan turunnya wahyu. Hal ini membingungkan para mufasir klasik selama berabad-abad dan menjadi sasaran kritik para Orientalis. Sekarang telah diketahui, karena di samping susunan isinya yang serasi dan harmonis, pembaca yang serius akan menemukan contoh-contoh struktur bilangan prima dari ratusan struktur yang ada. Istimewa sekali karena struktur tersebut menggunakan bilangan prima kembar, di samping ujicoba dengan menggunakan Hukum Benford untuk “melihat keaslian” al-Qur’an.

Apa benar dalam al-Qur’an terdapat kodetifikasi tertentu? Mana mungkin dalam kitab “antik” ada struktur matematika¬nya?

Segala “Sesuatu” dengan Hitungan yang Teliti

Paling tidak, terdapat dua ayat yang memberikan informasi bagi kita bahwa al-Qur’an diturunkan dengan “hitungan”. Pertama, dalam Surat al-Jinn, Tuhan menciptakan segala sesuatu (kejadian dan semua objek di alam semesta) dengan “hitungan yang teliti satu persatu”, yaitu dari kata Arab, ‘adad.

“Supaya Dia mengetahui bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang sebenarnya ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.” (QS al-Jinn/72 : 28).

Esensi ayat ini adalah bahwa ilmu Tuhan meliputi segala sesuatu, tidak ada yang tertinggal. Semua kejadian, objek alam, penciptaan di bumi dan langit, dan struktur al-Qur’an, tidak ada yang kebetulan. Semuanya ditetapkan dengan hitungan yang sangat teliti. Sebenarnya bila diketahui, (sebagian) ilmu tersebut meliputi risalah-risalah yang disampaikan dan ilmu yang ada pada para Rasul. Dalam kehidupan modern sekarang pun, kita akan menjumpai “hitungan tersebut”, mulai dari yang sederhana sampai yang paling rumit.

Oksigen (O2) memberikan kehidupan kepada semua makhluk di bumi melalui sistem pernafasan; sangat vital. Tetapi bila kelebihan hitungan satu atom, ia akan menjadi ozon (O3); yang bila dihirup manusia boleh jadi menyebabkan bencana. Tetapi bila ditempatkan di atas atmosfer bumi, maka ia sangat berguna untuk menyerap sebagian sinar-sinar ultraviolet yang berbahaya (radiasinya) bagi makhluk di bumi. Demikian juga karbon adalah elemen kimia yang sangat penting bagi semua makhluk hidup, karena semua organisme dibangun dari senyawa karbon.2 Tetapi bila ia bersenyawa dengan oksigen yang sama-sama berguna. Senyawa baru tadi menjadi gas yang berbahaya bagi manusia, yaitu CO2

Lebih lanjut untuk memahami “hitungan yang terstruktur” atau al-‘adad:

Hitungan yang sangat teliti atau lebih rumit kita dapatkan pada hormon manusia. Misalnya, C18H24O2 adalah horman estrogen yang bertanggung jawab atas sifat-sifat kewanitaan. Berlebih hitungan satu atom karbon saja, ia menjadi C19H28O2 Hormon testosteron, yang bertanggung jawab atas sifat-sifat pria.3

Hitungan yang terstruktur ditemukan juga pada DNA, sangat rumit dan mencengangkan:

Terdapat 3 miliar kode kimia dalam DNA yang harus dipecahkan oleh ilmuwan: setiap sel manusia merupakan sebuah ensiklopedia yang memuat informasi sejuta halaman. Setiap individu manusia akan berbeda informasinya terdiri dari sekitar 100 triliun sel, artinya terdapat 100 triliun perpustakaan yang sama. Sebuah gambaran yang sulit dipercaya: 100 triliun x 1000 buku ilmu pengetahuan. Isinya Iebih banyak dari butir pasir di dunia. Sistem hitungan ini sangat kompleks. Semua makhluk hidup diplanet ini telah diciptakan menurut Paparan kode yang ditulis dalam bahasa yang sama.4

Kedua, al-Qur’an menjelaskan bahwa untuk menambah keimanan para pembaca kitab (Yahudi, Kristen, Islam, dan lainnya), maka ia memberikan kita “enkripsi” atau “kode” bilangan 19. Dalam bahasa al-Qur’an disebut “suatu perumpamaan yang sangat aneh”, atau matsal. Berguna untuk menambah keimanan dan keyakinan bagi para pembaca yang serius, berpikir terbuka, dan beriman, tetapi menambah kebingungan bagi orang-orang yang berprasangka, tertutup dan “menentang” kitab.

Keterangan tersebut dimulai ketika kita membaca Surat al-Muddatstsir:

“Neraka (saqar) adalah pembakar kulit rnanusia. Di atasnya ada sembilan belas (19) penjaga Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat; dan tidaklah Kami jadikan bilangan mereka itu untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang¬orang yang diberi al-Kitab menjadi yakin, dan supaya orang-orang yang beriman bertambah imannya, dan supaya orang-orang Mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): ‘Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?’ “ (al-Muddatstsir 74: 29-31)

Kisah ini awalnya dimulai ketika-menurut at-Turmudzi, yang meriwayatkan dari sahabat Nabi, Jabir ibn ‘Abdillah’ 5 – sebagian orang Yahudi bertanya kepada sekelompok sahabat Nabi saw, “Apakah Nabi anda mengetahui jumlah penjaga neraka?” Maka turunlah ayat ini kepada Nabi, karena ditanyakan oleh para sahabat. Riwayat lain menyimpulkan, ketika turun ayat 30 surat ini, Abu Jahal berkata, “Kalian adalah orang-orang kuat dan pemberani, apakah kalian tidak mampu mengalahkan ke-19 penjaga neraka itu? Salah seorang di antara mereka yang bernama Abu al-Ayad ibn Kaidah al-Jumahiy, berkata dengan angkuhnya, “Dengan tangan kananku kukalahkan sepuluh dan dengan tangan kiriku sembilan”.

Dari situ, angka 19 menjadi “perumpamaan yang aneh” atau matsal bagi para ilmuwan yang membaca al-Qur’an. Karena ditemukan ratusan struktur matematis yang berhubungan dengan bilangan prima.

Struktur Utama

Struktur matematis al-Qur’an sangat bervariasi, tetapi yang penting diperlihatkan adalah struktur bilangan prima kembar 19.

Struktur Pertama

Struktur pertama berhubungan dengan jumlah surat dan banyaknya juz dalam al-Qur’an. Jumlah surat di dalam al-Qur’an adalah 114. Angka 114 adalah angka ajaib, karena bilangan prima ke-114 adalah 619, dan 114 adalah (6 x 19). Bilangan 619 merupakan prima kembar dengan pasangan 617. Kita ketahui pula, isi al-Qur’an terbagi dalam 30 juz. Angka 30 adalah bilangan komposit yang ke-19, yaitu: 4, 6, 8, 9,10,12,14, 15, 16, 18, 20, 21, 22, 24, 25, 26, 27, 28, 30.

Struktur Kedua

Ditemukan kode-kode tertentu sebagai pengawasan paritas. Sehingga isi yang diterima diyakini asli oleh “pembaca”, dan tidak berubah.

Al-Qur’an terstruktur dalam bentuk 6 x (10 + 9), yaitu 60 surat dengan nomor ayat-ayat yang genap, dan 54 surat dengan nomor ayat-ayat yang ganjil. Contohnya adalah al-Fatihah dengan 7 ayat berarti surat dengan ayat ganjil. Tetapi al-Baqarah dengan 286 ayat merupakan surat dengan ayat genap.

Prof. Abdullah Jalghoom dari Yordania menemukan suatu ketentuan paritas dengan kondisi di atas; jumlah ke-60 surat dengan ayat-ayat genap adalah 3.450 atau (345 x 10) dan jumlah nomor surat ke-54 dengan ayat-ayat ganjil adalah 3.105 atau (345 x 9). Total jumlah nomor surat adalah 6.555 atau (345 x 19). Dari sisi matematis, bilangan tersebut adalah 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6+7+….+114= 6.555.

Dengan demikian, nomor surat dan jumlah ayat-ayatnya tidak dapat dipertukarkan – jika tertukar – struktur di atas tidak berlaku. Misalnya, Surat al-Fatihah ditukar tempatnya dengan Surat al-Baqarah maka jumlah ayat-ayat yang genap menjadi 3.449 dan jumlah ayat-ayat yang ganjil menjadi 3.106.

Struktur Ketiga

Parity check juga ditemukan dalam pembagian nomor surat dengan jumlah ayatnya-menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan. Al-Qur’an dengan 114 surat terbagi dua susunannya:

1. 57 surat yang homogen, di mana nomor suratnya sama dengan jumlah ayat yang dikandungnya, yaitu genap-genap atau ganjil-ganjil Contoh Surat al-Fatihah atau “Pembukaan’ dengan nomor surat 1 atau ganjil, jumlah ayat yang dikandungnya juga ganjil, yaitu 7 ayat. Contoh lain adalah Surat al-Baqarah atau “Sapi Betina”. Nomor surat 2 atau genap, jumlah ayat 286 atau genap pula. Surat homogen ini, jumlah nomor surat dan jumlah ayatnya adalah 6.236, atau sama banyaknya dengan jumlah ayat al-Qur’an seluruhnya!

2. 57 surat yang heterogen, di mana nomor suratnya berlawanan dengan jumlah ayatnya, yaitu genap-ganjil atau ganjil-genap. Misalnya, Surat Ali’Imran, nomor surat 3 atau ganjil, jumlah ayat 200 atau genap. Jumlah nomor surat dan jumlah ayatnya adalah 6.555 atau sama dengan jumlah nomor surat dari 1 sampai dengan 114, (1+2+3+4+….+114). Dengan rumus sederhana:

( N + 1 ) / 2 x N = 115 / 2 x 114 = 115 x 57 = 6.555

Bila kedua kelompok surat ini dijumlahkan, akan menghasilkan bilangan prima: 6.236 + 6.555 =12.791, bilangan prima ke-1.525. Struktur ini merupakan enkripsi antara jumlah nomor surat dengan jumlah ayat al-Qur’an.

TABEL 4.1.
KLASIFIKASI SURAT HOMOGEN & SURAT HETEROGEN.
6

57 SURAT HOMOGEN ==> 57 SURAT HETEROGEN

NAMA SURAT > No.surat >Ayat ==> NAMA SURAT >No.surat >Ayat

Al Fatihah (Pembukaan) 1. 7 ==> Al-Imran (Keluarga Imran). 3. 200

Al-Baqarah (Sapi Betina). 2. 286 ==> Al Maidah (Hidangan). 5. 120

An-Nisa’ (Wanita). 4. 176 ==> Al-An’am (Binatarg Temak). 6. 165

At Taubah (Pangampunan). 9. 129 ==> AI-A’raf (Tempat Tertinggi). 7. 206

Hud (Hud) 11. 123 ==> Al-Anfal (Rampasan Perang). 8. 75

Ar-Ra’d (guruh) 13. 43 ==> Yunus (Yunus) 10. 109

Ibhrahim 74. 52 ==> Yusuf (Yusuf) 12. 111

Al-Hijr 15. 99 ==> Maryam 19. 98

An-Nahl (Lebah). 16. 128 ==> Thaha 20. 135

Al-Isra’ (Memperjalankan di Malam Hari) 17. 111 ==> Al-Anbiya’ (Nabi-nabi) 21. 112

AI-Kahfi (Gua). 18. 110 ==> AI-Mu’minun (Orang-orang yg Beriman) 23. 118

AI-Hajj (Haji). 22. 78 ==> Asy-Syu’ara’ (Para Penyair). 26. 227

An-Nur (Cahaya). 24. 64 ==> Luqman 31. 34

Al-Furqan (Pembeda). 25. 77 ==> Ya Sin 36. 83

An-Naml (Semut). 27. 93 ==> Ash-Shaffat (Yang Bersaf-saf). 37. 182

AI-Qashash (Cerita-cerita). 28. 88 ==> AI-Mu’min (Orang yang Beriman). 40. 85

AI-‘Ankabut (Laba-laba). 29. 69 ==> Fushshilat (Yang Dijelaskan). 41. 54

Ar-Rum (Bangsa Romawi) 30. 60 ==> Asy-Syura (Musyawarah). 42. 53

As-Sajdah (Sujud). 32. 30 ==> Ad-Dukhan (Kabut). 42. 59

Al-Ahzab (Golongan yang Bersekutu). 33. 73 ==> Al Ahqaaf (Bukit-bukit pasir) 46. 35

Saba’ (Kaum Saba). 34. 54 ==> Muhammad 47. 38

Fathir (Pencipta). 35. 45 ==> AI-Fath (Kemenangan). 48. 29

Shad 38. 88 ==> AI-Hujurat (Kamar-kamar). 49. 18

Az-Zumar (Rombongan¬rombongan). 39. 75 ==> Qaf (Qaf). 50. 45

Az Zukhruf (Perhiasan). 43. 89 ==> Adz-Dzariyat (Angin yg Menerbangkan) 51. 60

A!-Jatsiyah (Yang Berlutut). 45. 37 ==> Ath-Thur (Bukit). 52. 49

AI-Wnqi’ah (Hari Kiamat) 56. 96 ==> An-Najm (Bintang). 53. 62

AI-Hadid (Besi). 57. 29 ==> AI-Qamar (Bulan). 54. 55

AI-Mujadilah (Wanita yg Mengajukan Gugatan). 58. 22 ==> Ar-Ralrrnnrr (Yang Maha Pemurah) 55. 78

AI-Munafiqun (Orang-orang Munafik). 63. 11 ==> AI-Hasyr (Pengusiran). 59. 29

At-Taghuibun (Hari Ditampakkan Kesalanan-2). 64. 18 ==> AI-Mumtahanah (Perempuan yg Diuji). 60. 13

AI-Tahrim (Mengharamkan). 66. 12 ==> Ash-Shaff (Barisan). 6l. 14

AI-Qalam (Pena). 68. 52 ==> Al Juma’ah (Hari Jum’at} 62. 11

AI-Ma’arij (Tampat-tampat Naik). 70. 44 ==> Al-Thalaq (Talak). 65. 12

Al-Jin (Jin). 72. 28 ==> AI-Mulk (Kerajaan). 67. 30

Al-Muddatstsir (Orang yang Berkemul). 74. 56 ==> Al Haqqah (Hari Kiamat) 69. 52

An-Naba’ (Berita Besar). 78. 40 ==> Nuh (Nuh). 71. 28

‘Abasa (la Bermuka Masam). 80. 42 ==> AI-Muzzanmmil (Orang yang Berselimut). 73. 20

At-Takwir (Menggulung). 81. 29 ==> AI-Qiyamah (Hari Kiamat). 75. 40

AI-A’Ia (Yang Paling Tinggi) 87. 19 ==> AI-Insan (Manusia). 76. 31

A!-Ghasyiyah (Hari Pembalasan) 88. 26 ==> AI-Mursalat (Malaikat yang Diutus). 77. 50

AI-Balad (Negeri) 90. 20 ==> An-Nazi’at (Malaikat-malaikat yg Mencabut). 79. 46

Asy-Syams (Matahari) 91. 15 ==> AI-lnfithar (Terbelah). 82. 19

Adh-Dhuha (Waktu Matahari Sepenggalah Naik). 93. 11 ==> AI-Muthaffifin (Orang-orang yang Curang). 83. 36

Alam Nasyrah (Melapangkan) 94. 8 ==> Al-Insyiqaq (Terbelah). 84. 25

Al-Qadr (Kemuliaan) 97. 5 ==> AI-Buruj (Gugusan Bintang). 85. 22

Al-Bayyinah (Bukti) 98. 8 ==> Ath-Thariq (Yang Datang di Malam Hari). 86. 17

AI-Qari’ah (Hari Kiamat) 101. 11 ==> AI-Fajr (Fajar) 89. 30

At-Takatsur (Bermegah – megahan) 102. 8 ==> Al-Lail (Malam) 92. 21

Al ‘Ashr (Masa) 103. 3 ==> At-Tin (Buah Tin) 95. 8

Al-Fil (Gajah) 105. 5 ==> Al-‘Alaq (Segumpal Darah) 96. 19

Quraisy (Suku Quraisy) 106. 4 ==> Az-Zalzalah (Kegoncangan) 99. 8

AI-Ma’un (Barang-barang yang Berguna) 107. 7 ==> Al- ‘Adiyat (Kuda Perang yg Berlari Kencang) 100. 11

Al-Lahab (Gejolak Api) 111. 5 ==> Al Humazah (Pengumpat) 104. 9

AI-Iklrlatilr (Memurnikan Keesaan Allah) 112. 4 ==> AI-Kautsar (Nikmat yang Banyak) 108. 3

AI-Falaq (Waktu Subuh) 113. 5 ==> AI-Kafirun (Orang-orang Kafir) 109. 6

An-Nas (Manusia) 114. 6 ==> An-Nashr (Pertolongan) 110. 3
_____________________________________________________________________
Jumlah SURAT+ AYAT = 6.236 ==> Jumlah SURAT+ AYAT = 6.555

Struktur Keempat

Berpasangan sempurna dan simetris. Pemilihan angka 114 sangat luar biasa. Pembaca akan mendapatkan jumlah surat yang sama banyaknya, yaitu masing-masing 38 surat. Partisi kiri dan kanan, atau kelompok 1 dan 3, jumlah nomor surat menghasilkan bilangan,yang simetris sempurna sama banyak¬nya, dan merupakan kelipatan 19, yaitu (19 x 114). Sedangkan partisi tengah menghasilkan bilangan kelipatan 19, yaitu (19 x 117). Partisi sebelah kiri adalah bilangan yang dapat dibagi habis oleh 2, tetapi bila bilangan tersebut juga dapat dibagi oleh angka 3, maka ia masuk ke partisi tengah. Sedangkan partisi kanan, adalah bilangan yang tidak dapat dibagi 2 dan atau 3, atau juga merupakan sisanya. Lebih detail, dijelaskan dalam Tabel 42.7

TABEL 4.2
SURAT AL-QUR’AN TERBAGI MENJADI 3 PARTISI SIMETRIS

Dapat dibagi 2:
38 surat bernomor: 2, 4, 8,
10, 14, 16, 20, 22, 26, 28, 32,
39, 38, 40, 44, 46, 50, 52, 56,
58, 62, 64, 68, 70, 74, 76, 80,
82, 86, 88, 92, 94, 98, 100,
104, 106, 110, 112.
Jumlah 2.166 (19 X 114)!

Dapat dibagi 3:
38 surat bernomor: 3, 6, 9, 12,
15, 18, 21, 24, 27, 30, 33, 36,
39, 42, 45, 48, 51, 54, 57, 60,
63, 66, 69, 72, 75, 78, 81, 84,
87, 90, 93, 96, 99, 102, 105,
108, 111, 114.
Jumlah 2.223 (19 x 117)!

Tidak dapat Dapat dibagi 2 & 3:
38 surat bernomor: 1, 5, 7, 11,
13, 17, 19, 23, 25, 29, 31, 35,
37, 41, 43, 47, 49, 53, 55, 59,
61, 65, 67, 71, 73, 77, 79, 83,
85, 89, 91, 97, 95, 101, 103,
107, 109, 113.
Jumlah 2.166 (19 X 114)!

Struktur Kelima

Hanya ada 19 surat, tidak lebih tidak kurang-dari 114 surat-di mana jumlah nomor surat dengan nomor ayatnya merupakan bilangan prima (Tabel 4.3).

TABEL 4.3
19 SURAT YG JUMLAH NOMOR SURAT & AYATNYA MERUPAKAN BILANGAN PRIMA

No. > Nama Surat > No.Surat > No.Ayat > Jumlah
1. AI-Anfal (Rampasan Perang) 8. 75. 83
2. Ad-DUkhan (ASap) 44. 59. 103
3. AI-Hujurat (Kamar-kamar) 49. 18. 67
4. Ath-Thur (Bukit) 52. 49. 101
5. AI-Qamar (Bulan) 54. 55. 109
6. AI-Hasyr (Pengusiran) 59. 24. 83
7. AI-MUmtahanah (Perempuan yg Diuji) 60. 13. 73
8. AI-Jamu’ah (Hari Jum’at) 62. 11. 73
9. AI-MUIk (Kerajaan) 67. 30. 97
10. AI-Insan (Manusia) 76. 31. 107
11. AI-Mursalat (Malaikat yang Diutus) 77. 50. 127
12 AI-Infthar (Terbelah) 82. 19. 101
13. AI-Buruj (Gugusan Bintang) 8S. 22. 107
14. Ath-Thariq (Bintang Penembus) 86. 17. 103
15. AI-Lail (Malam) 92. 21. 113
16. At-Tin (Buah Tin) 95. 8. 103
17. Az-Zalzalah (Kegoncangan) 99. 8. 307
18. AI-Humazah (Pengumpat) 109. 9. 113
19. An-Nashr (Pertolongan) 110. 3. 113

Struktur Keenam

Jumlah 19 surat yang pertama dari surat dengan jumlah ayat-ayat bilangan prima merupakan kelipatan 19 sebagaimana ditunjukkan di bawah ini.

TABEL 4.4
19 SURAT PERTAMA DARI AYAT-2 BILANGAN PRIMA

No. > No. surat > Nama surat> Banyaknya ayat
1. 1 AI-Fatihah (pembukaan) 7
2. 10 Yunus(Yunus) 109
3. 13 Ar-Ra’d (Petir) 43
4. 26 Asy-Syu’ ara’ (Penyair) 227
5. 33 AI Ahzaab (Golongan-golongan) 73
6. 36 Yasin 83
7. 42 Asy-Syura (Musyawarah) 53
8. 43 Az-Zukhruf(Perhiasan) 89
9. 44 Ad-Dukhan(Asap) 59
10. 45 AI-Jatsiyah (Yang Berlutut) 37
11. 48 AI-Fath (Kemenangan) 29
12. 57 AI-Nadld (Besi) 29
13. 60 AI-Mumtahanah (perempuan yang diuji) 13
14. 62 AI-Jumu ah (Hari )um’at) 11
15. 63 AI-Munafiqun (Orang-orang yang Munafik) 11
16. 76 AI-Insan (Manusia) 31
17. 81 AI-Takwir (Menggulung) 29
18. 82 AI-Infithar (Terbelah) 19
19. 86 Ath-Thariq (Bintang Penembus) 17
Jumlah 969 ( 19 x 51 )

Struktur Ketujuh

Al-Qur’an juga terbagi dua, 29 surat dengan sisipan huruf di permulaan surat (fawatih), suatu kombinasi misterius dari abjad, seperti nun, shad, alif lam. Semuanya ada 14 huruf Arab yang telah digunakan. Kombinasi-kombinasi huruf itu meru¬pakan awalan, dengan 2 surat pengecualian, hanya pada surat Makiah. Angka 29 adalah bilangan prima, bilangan ke-10. Sisanya 85 surat, dengan faktor prima 5 dan 17, tidak mempunyai sisipan huruf. Berhubungan dengan perintah shalat, 5 kali sehari berjumlah 17 raka’at.

Dari 29 surat yang mempunyai sisipan ini, terstruktur sebagai berikut:

19 surat di mana kombinasi hurufnya merupakan ayat tersendiri. Contohnya adalah Surat al-Baqarah, surat nomor 2. Sisanya, 10 surat, hurufnya bukan merupakan ayat tersendiri.

19 surat di mana nomor suratnya bukan bilangan prima. Contohnya, Surat Thaha, surat nomor 20. Sisanya,10 surat, bernomor bilangan prima: 2, 3, 7, 11, 13,19, 29, 31, 41, dan 43. Coba perhatikan, surat 19 ditempatkan pada urutan nomor 6 dari urutan bilangan prima pada 10 surat tadi, artinya (6 x 19 =114), sama banyaknya dengan jumlah surat al-Qur’an. Jumlahnya pun: 2 + 3 + 7 + 11 + 43 = 197, 199 merupakan bilangan prima kembar, bilangan prima ke-46.

Surat 19 , Maryam, merupakan surat yang ke-10 dari 29 surat ini.

TABEL 4.5
TABEL SURAT FAWATIH, 29 SURAT

No. > No. surat > Ayat > Nama > Inisial

1. 2. 286 Al-Baqarah A.L.M
2. 3. 200 Ali’ Imron A.L.M
3. 7. 206 Al-A’raf A.L.M.S
4. 10. 109 Yunus A.L.R
5. 11. 123 Hud A.L.R
6. 12. 111 Yusuf A.L.R
7. 13. 93 Ar-Ra’ d A.L.M.R
8. 14. 52 Ibrahim A.L.R
9. 15. 99 AI-Hijr A.L.R
10. 19. 98 Maryam K.H.Y.A.S
11. 20. 137 Thaha T.H
12. 26. 227 Asy-Syu’ ara T.S.M
13. 27. 93 An-Naml T.S
14. 28. 88 Al-Qashas T.S.M
15. 29. 69 Al-Ankabut A.L.M
16. 30. 60 Ar-Rum A.L.M
17. 31. 39 Luqman A.L.M
18. 32. 30 As-Sajdah A.L.M
19. 36. 93 Yasin Y.S
20. 38. 88 Shad S
21. 40. 95 Al-Mu’ min M.M
22. 41. 54 Fushshilat H.M
23. 42. 53 Asy-Syura H.M.’A.S.Q
24. 43. 89 Az-Zukhruf H.M
25. 44. 59 Ad-Dukhan H.M
26. 45. 37 Al-Jatsiyah H.M
27. 46. 35 Al-Ahqaf H.M
28. 50. 45 Qaf Q
29. 68. 52 AI-Qalam N

Coba perhatikan susunan surat pada tabel sebelumnya. Surat al-‘Ankabut atau “Laba-laba”, terletak di posisi tengah, de¬ngan nomor surat 29. Sebelumnya terdapat 14 surat fawatih dan sesudahnya juga terdapat 14 surat fawatih. Surat fawatih ini mulai dari surat nomor 2, al-Baqarah, sampai dengan nomor 68, Surat al-Qalam. Posisi ini simetris murni. Lebih lanjut, surat ke-5 dari tengah (15) adalah surat nomor 19, dan surat ke-5 setelahnya adalah surat nomor 38, atau (2 x 19). Perhatikan pula, dari Surat Maryam nomor 19 sampai akhir, ada 19 surat fawatih. Demikian pula, sebelum Surat Shad nomor 38, terdapat 19 surat fawatih.

Struktur atau bentuk (10 + 19) surat-surat ini makin jelas, karena baik Surat Maryam maupun Surat Shad sama-sama terletak di posisi nomor 10, dari urutan depan dan dari urutan belakang.

Apakah Muhammad SAW yang Mengatur Itu?

Profesor Bassam Jarrar8 menemukan bahwa, selain pengaturan jumlah huruf-huruf sisipan tadi, turunnya surat teratur berdasarkan nomor urutan dan jumlah huruf sisipan.

1. Surat al-Qalam, bernomor 68, adalah surat pertama fawatih yang turun dengan sisipan huruf Nun. Fawatih ini tidak diulangi (hanya satu kali), karena berikutnya surat 50, Qaf, dengan huruf qaf. Diulang kedua kalinya pada ayat pertama surat 42, asy-Syura. Di sini menariknya: surat ketiga yang muncul adalah surat nomor 38, Shad, dengan huruf fawatih shad. Diulang hingga tiga kali pula, yaitu ayat pembukaan pada surat nomor 7 dan nomor 19. Lalu, apa artinya? Artinya, turun pertama kali, nun dipakai satu kali. Turun kedua, qaf dipakai 2 kali. Turun ketiga, shad, dipakai 3 kali.

2. Di antara surat fawatih, surat nomor 2 sampai dengan surat nomor 68, terdapat 38 surat bukan fawatih, atau (2 x 19)! Lebih lanjut, bilangan 38 ini sama dengan kemunculan huruf fawatih: Alif, Lam, Mim, dan sebagainya.

TABEL 4.6
JUMLAH KEMUNCULAN HURUF FAWATIH

No. Inisial/fawatih Muncul (kali) => No. Inisial/fawatih Muncul (kali)

1. A.L.M : 8x => 8. T.S : 3x
2. A.L.M.S : 1x => 9. Y.S : 1x
3. A.L.R : 6x => 10. 5′ : 3x
4. A.LM.R : 1x => 11. H.M : 7x
5. K.H.Y.’A.S’ : 1x => 12. H.M.’A.S.Q : 1x
6. T.H : 1x => 13. Q : 2x
7. T.S.M : 2x => 14. N : 1x
Jumlah 20x => Jumlah 18x

Jumlah total = 20 + 18 = 38 atau ( 2×19 )

Coba perhatikan surat-surat fawatih ini. Mereka disusun sangat unik, simetris satu sama lain, dan surat nomor 29 diletakkan di tengah-tengah 29 surat.

Dengan kata lain 114 surat al-Qur’an ditandai dengan 19 surat yang membentuk bilangan prima-jumlah nomor surat dan ayatnya. Ditandai pula dengan 29 surat fawatih, di mana dalam 29 surat itu di-enkripsi dengan 19 surat lagi berupa huruf fawatih yang merupakan ayat tersendiri. Simetris sempurna karena surat bernomor 29 diletakkan di tengah diapit simetris oleh surat 19 dan surat bernomor 38 atau (19 x 2). Sedangkan sisanya 85 surat, (17 x 5), adalah hasil kali dua bilangan prima kembar berhubungan dengan shalat. “Kebetulan” kata Allah yang ke-19 berdampingan dalam satu ayat dengan kata shalat yang ke-17 dalam Surat an-Nisa’ ayat 103, bukan surat fawatih (dijelaskan dalam Bab Shalat).

Kita lihat juga dari tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa bentuk kombinasi huruf fawatih ada 14 bentuk, sama dengan huruf Arabnya, yaitu sisipan dari: N, Q, H, S, T, ‘A, Y, H, K, R, ‘Sh, M, L, A.

Surat al-‘Ankabut: Penengah, Sistem Heksagonal, Gelembung Alam Semesta

Surat nomor 29, al-‘Ankabut atau Laba-laba, atau surat penengah, karena terletak di tengah-tengah surat fawatih, urutan ke-15. Berjudul laba-laba karena dalam surat ini terdapat hanya satu ayat yang menceritakan “rumah laba-laba”, yaitu pada ayat 41.

“Sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba” (al-‘Ankabut 29 :41).

Lalu mengapa al-Qur’an menunjuk rumah laba-laba sebagai perumpamaannya?

Dalam matematika, bilangan 29 adalah bilangan prima kembar dengan pasangan 31. Bagian paling menarik dari surat ini adalah hubungan antara “rumah laba-laba” yang berbentuk heksagonal atau bersudut 6 dengan bilangan prima kembar, serta hipotesis susunan (banyak) alam semesta.

Bentuk heksagonal, dengan segi 6 bersudut 60° adalah bentuk geometri yang paling efisien dalam memanfaatkan semua area yang ada, karena dengan volume yang sama tetapi didapat dengan jumlah keliling yang paling sedikit, dibandingkan bentuk segi lainnya9 – misalnya, segi 8 atau segi 5. Tidak heran pola heksagonal ini- menurut NASA – dapat ditemukan di mana-mana, di alam semesta, baik teratur (tertutup) maupun tidak teratur (terbuka), karena efisien. Misalnya, sarang laba-laba, sarang (sel) lebah, molekul atom, sel surya, kabel serat optik, buah jeruk, dan kristal es yang membeku 10. Hipotesis dari para ahli kosmos di Inggris, misalnya, Sir Martin Rees: bentuk (banyak) alam semesta seperti tersusun dari ukuran yang sama dengan sebuah gelembung kecil yang dikelilingi 6 gelembung-gelembung lainnya- menjadikan bentuk yang paling kompak dengan pola heksagonal. Lalu mengapa angka 6? Ilmuwan matematika berpendapat bahwa umumnya kelipatan angka 6 selalu diikuti oleh bilangan prima baik sebelumnya atau sesudahnya. Bahkan beberapa di antaranya membentuk bilangan prima kembar yang istimewa; bilangan 29 dan 31, di tengahnya terdapat angka 30, (6 x 5). Bilangan 17 dan 19, di tengahnya angka 18, (6 x 3), dan bilangan 5 dan 7, di tengahnya angka 6. Bilangan lainnya adalah 41 dan 43, di tengahnya angka 42 (6 x 7).
Susunan seperti ini, yang diyakini oleh sebagian besar ahli astrofisika sebagai susunan multi universes; yaitu 1 + 6. (satu di tengah, dikelililingi 6 lainnya).

Faktanya, Surat al-‘Ankabut bernomor 29, pada ayat 41 (laba-laba): kedua-duanya adalah bilangan prima kembar, dengan angka yang diapit bilangan 30 dan 42, merupakan pola heksagonal pula atau sistematika angka 6.

Sehubungan dengan angka 41, kriptogram Frank Drake menggunakan kode 1271 garis : produk dari bilangan prima 31 dan 41. Peralatan ini dapat dipergunakan untuk memecahkan kode komunikasi antargalaksi, yang diterima dari sinyal-sinyal ETI, Extra Terrestrial Intelligent.11

Nah, sekarang pembaca mendapat pengertian baru, mengapa struktur jumlah surat al-Qur’an “kebetulan” merupakan rangkaian matematik (19 x 6), dengan koefisien angka 6, yang sebelumnya tidak terungkap. Sekali lagi, bilangan prima kembar 5 mewakili jumlah shalat dalam sehari, prima kembar 7 mewakili lapisan langit dan bumi (7 lapisan dimensi/alam), 17 mewakili jumlah rakaat shalat,19 mewakili kalimat basmallah dan struktur al-Qur’an, dan 29 mewakili surat-surat fawatih. surat-surat lainnya menggunakan bilangan prima 31 dan 41, misalnya Surat ar-Rahman dengan bilangan 31 dan ayat di atas menggunakan bilangan 41. Semua mewakili bilangan prima kembar yang mengapit pola angka 6: 6, 12, 18, 24, 30, 36,….n.

Surat “Penengah” ini seolah-olah ingin menunjukkan rahasia alam semesta-dari pola heksagonal sarang laba-laba:

Sebagian besar astrofisikawan percaya bahwa susunan multi alam semesta (‘alamin) mengambil pola heksagonal; di mana “gelembung (bubble) tengah” dikelilingi oleh “6 gelembung lainnya dengan ukuran sama”. Susunannya kira-kira sama dengan ice flake, yang dibentuk oleh molekul air. Ini adalah gambaran yang paling mendekati – karena (multi) alam semesta belum dapat dibuktikan – hanya diyakini oleh para ilmuwan dengan pengukuran gaya gravitasi di kosmos dan jalannya cahaya.12

Al-Qur’an yang disusun berdasarkan petunjuk Nabi Muhammad SAW (taufiqi), tidak sesuai dengan urutan turunnya wahyu, ternyata mempunyai struktur yang spesifik. Penempatan surat, ayat, jumlah surat, jumlah ayat, semuanya tersusun sedemikian rupa sehingga kehilangan, bertambah atau tertukarnya ayat, apalagi tertukarnya surat, membuat kekacauan makna dan struktur tadi. Ini membuktikan bahwa al-Qur’an telah terkodetifikasi secara sempurna sejak ‘azali.

Download selengkapnya E-book MATEMATIKA ALAM SEMESTA Disini

REFERENSI:

1. Abdullah Arik, Beyond Probability – God’s Message in Mathematics, Journal, Submission organisation, hal. 2.

2. Contohnya adalah Dr. Carl Sagan dan Frank Drake, yang menemukan cryptogram untuk komunikasi antar-bintang: pemecah kode komunikasi dari sinyal ETI, Extra Terrestrial Intelligent.

3. Baca lebih lanjut Peter Plichta, God’s Secret Formula, atau situs-situs dari Dr. Peter Plichta.

4.Baca Muhammad Abdul Halim, Memahami Al-Qur’an, atau Maulana Muhammad Ali, The Religion of Islam. Di sisi sains, ‘Arsy adalah wilayah hyperspace, dimensi lebih tinggi dari alam semesta kita yang dikenal. Isi alam semesta, 5% objek angkasa seperti bintang dan planet-planet, 25% dark matter, dan sisanya 70 % adalah dark energy. Elemen kimia, hidrogen, unsur air melimpah ruah (99,9% ), karena H adalah elemen paling ringan. Bintang baru mengubah hidrogen menjadi elemen kimia yang lebih berat, helium. Baca Encyclopedia Outerspace dari David Darling atau keterangan ahli kosmos Sir Martin Rees dan ahli Fisika Teori Dr. Michio Kaku: Our Cosmic’ Habitat dan Paarallel Universes.

5.http://www.angelfire.com/on2/daviddarling/Drakecrypto.htm, diterima 23 Desember 2003. Dari 1000 bintang terdekat, telah disisir dengan program komputer belum ada tanda-tanda keberadaan ETI. Namun para ilmuwan tidak putus asa, karena jumlah bintang di luar angkasa jauh lebih banyak daripada jumlah butiran pasir di planet Bumi.

6. Ibid, http://www.angelfire.com/on2/daviddarling/AreciboM.htm, diterima 27 Desember 2003. Antena Arecibo ini diketahui sebagai antena terbesar yang dipasang di planet Bumi, berlokasi di Peru.

7.Ditemukan pertama kali oleh kelompok ilmuwan Fakir 60 Amerika Serikat. Selanjutnya, dikembangkan oleh para ahli matematika Muslim, termasuk surat-surat berbentuk bilangan prima dan ayat-ayat fawatih.

8. Ilmuwan peneliti al-Qur’an di Amerika Scrikat, penulis beberapa artikcl tentang Kitab Mulia.

9. Harun Yahya, Menyingkap Rahasia Alam Semesta, Dzikra, Mei 2002, hal. 21.

10. Pernyataan NASA: http://www.geocities.vom/capeCanaveral/Hangar /9434/ sfshesag.html, diterima 23 Desember 2003.

11. Kriptogram Frank Drake: http://www.angelfire.com/on2/daviddarling/Drakecrypto.htm, diterima 23 Desember 2003. Teknik terbaru memakai program komputer, ditransmisikan memakai foton (partikel cahaya), bukan sinyal radio lagi.

12. Wawancara BBC mengenai ruang angkasa dan alam semesta: http://216.239.57.1()4/search?q=cache:kiJt6f ixXKAJ:www.bbc.co.uk/science/space/ spacechat/livechat/martin_rees.shtml+hexagonal,universes&hl=en&ie=UTF-8,
diterima 23 Desember 2003. Lebih lengkap baca “Our Casmic Habitat” dari Profesor Sir Martin Rees, seorang ahli kosmos. Gravitasi adalah salah satu gaya dasar di alam semesta yang paling lemah, dari empat gaya dasar yang diketahui.

LALAT, Sehina Itukah Dia, atau Dia Lebih Mulia Dari Itu?

Oleh: H. Muhammad Widus Sempo, MA


Ilustrasi (Sunaryo Tandi)

Tidak ada entitas kehidupan yang tercipta sia-sia. Sadar akan hal ini, penulis berupaya menyuguhkan tulisan singkat tentang hakikat penciptaan lalat. Makhluk lemah ini sering kali dituding oleh sebagian dari mereka sebagai serangga pembawa sial, kuman penyakit, dan hewan yang cukup mengganggu. Akan tetapi, pernahkah mereka memikirkan hakikat penciptaannya?

Hampir semua jenis serangga, termasuk lalat, tidak terlihat di musim dingin, mereka nantinya muncul beterbangan di awal musim semi, tetapi sebagian dari mereka, seperti lalat hijau telah menampakkan diri di penghujung musim dingin. Tentunya, fenomena seperti ini membangkitkan selera tanya pemerhati yang berkata: “rahasia apa lagi di balik fenomena ini? Apakah di sana ada pesan-pesan kehidupan untuk manusia?”

Siklus kehidupan seperti ini menunjukkan kesempurnaan penciptaan Allah SWT. Mereka seperti bala tentara Allah yang menyeru dan berkata: “wahai manusia, khalifah Allah, jangan pernah melihat aku pada batas penciptaan semata, tetapi temukan nilai-nilai ketuhanan dan kehidupan di balik penciptaanku! Aku melukiskan seribu satu makna bagi insan-insan Rabbânî. Olehnya itu, jangan pernah mengusirku dengan begitu kasar, hanya karena aku hinggap di batang hidungmu. Aku tidak sepantasnya mendapatkan perlakuan seperti itu, jika Anda mengetahui hakikat-hakikat penciptaan yang aku biaskan. Boleh jadi, dengan bertenggernya aku di batang hidungmu sedetik, itu dapat menyadarkanmu dari kelalaian tentang hakikat penciptaan setiap entitas kehidupan. Coba lihat dan pikirkan itu!”

Di musim panas sampah dan bangkai binatang cepat mengalami pembusukan oleh pengaruh bakteri. Olehnya itu, untuk menekan bahaya bakteri tersebut, Allah menciptakan lalat di luar perhitungan matematis sebagai pembasmi gratis terhadap kuman-kuman penyakit.

Syekh Mutawallî as-Sya’râwî dengan singkat mengatakan:

“Sebagian manusia bertanya: “apa hikmah penciptaan lalat di kosmos ini?” mereka tidak tahu bahwa lalat senantiasa memberikan layanan jasa yang sangat urgen, dia memakan kotoran dan kuman penyakit yang melengket di tubuhnya, dan seandainya manusia memproteksi diri dengan kebersihan, pasti lalat tidak mengerumuni mereka.

Jadi, setiap entitas kehidupan memerankan fungsi mereka dengan teratur. Sesungguhnya keteraturan yang apik itu datang dari Sang Pencipta yang Maha Mengetahui lagi Bijak. Dan selagi Dia yang Bijak yang menciptakan, maka tidak layak bagi mereka membantah dan berkata: “kenapa lagi dia tercipta?” Karena setiap makhluk punya tugas tersendiri di alam ini.”[1]

Sebelumnya, Bediuzzaman Said Nursi mendeskripsikan fungsi penciptaan makhluk ini dengan panjang lebar, beliau berkata:

“Sesungguhnya lalat sangat memerhatikan kebersihan, dia senantiasa membersihkan muka, mata dan sayapnya, seperti orang yang sedang berwudhu. Olehnya itu, tanpa ragu, jenis makhluk ini punya tugas penting dan mulia, tetapi kaca mata hikmah dan ilmu manusia tidak mampu menangkap semua fungsi yang sedang dilaksanakan.

Di antara hewan yang diciptakan Allah binatang buas, pemakan daging (karnivor). Mereka seperti petugas kebersihan yang menjalankan tugas dengan begitu sempurna. Dengan melahap bangkai binatang darat dan laut, mereka telah menjaga kebersihan laut dan udara dari polusi.

Di lain sisi, di sana ada burung-burung pemangsa yang siap mencengkeram bangkai binatang laut dan darat sebelum membusuk. Dengan desain indera perasa yang Allah ciptakan terhadapnya, mereka mampu menangkap sinyal bangkai dari jarak tempuh sekitar 6 jam perjalanan. Seandainya petugas kebersihan ini tidak ada, dunia sungguh menyedihkan dan wajah laut murung tidak berseri.

Tidak jauh dari itu, lalat punya fungsi serupa. Serangga ini telah diformat khusus untuk membasmi kuman penyakit yang tidak terlihat oleh kasat mata. Dia bukan pembawa kuman, melainkan dia penghancur pelbagai basil yang berbahaya dengan memakan dan mendaur ulang materi beracun ini menjadi materi lain, sehingga dengan sendirinya penyakit-penyakit pun tidak tersebar dalam skala besar dan menakutkan.

Bukti nyata bahwa mereka makhluk petugas kebersihan, pembasmi bahan-bahan kimia yang mengancam, dan keberadaannya penuh dengan hikmah, adalah jumlahnya yang tidak terhitung di musim panas. Bukankah materi yang bermanfaat itu diperbanyak kopiannya?”[2]

Yang menarik lagi dari hewan ini, justifikasi hukum dari hadits bahwa spesies ini, meskipun datang dari kotoran, tetapi ia diperlengkapi dengan anti-bakteri. Ini telah ditegaskan sabda Nabi Saw berikut ini:

(إِذَا وَقَعَ الذُّبَابُ فِى إِنَاءِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمِسْهُ كُلَّهُ، ثم لْيَطْرَحْهُ، فَإِنَّ فِى أَحَدِ جَنَاحَيْهِ شِفَاءً، وَفِى الآخَرِ دَاءً).

“Jika lalat jatuh di tempat minum (gelas) salah seorang dari kalian, maka celupkan semua tubuhnya. Sesungguhnya di salah satu sayapnya ada obat, dan di sayap lain ada penyakit.”[3]

Jika Anda bertanya dan berkata: “Apakah mungkin lalat punya anti-bakteri, sementara, dia hidup di kotoran? Tolong buktikan dengan dalil-dalil ilmiah?”

Kebenaran medis Nabi Saw tersebut, yang diingkari oleh sebagian orientalis, telah dibuktikan oleh kedokteran kuno dan modern.

Imam Ibn Qutaiba berkata:

“Ahli medis kuno menganggap bahwa lalat yang diaduk dengan serbuk antimon [4] dapat menjadi ramuan celak yang ampuh mempertajam penglihatan dan mempertebal pertumbuhan bulu-bulu mata.” [5]

Olehnya itu, bagi Imam Ibn Qayyîm sendiri, hadits ini tidak patut diingkari oleh mereka, karena bukan hanya lalat saja seperti ini, tetapi ular, lebah dan yang lain punya mekanisme serupa. Beliau menjelaskan:

“Sebagian dari mereka merasa aneh terhadap penyakit dan obat yang ditemukan dalam satu makhluk. Itu bukanlah keanehan, sesungguhnya mulut lebah membawa madu dan pantatnya menyimpan sengat, bisa ular dapat dilumpuhkan dengan ramuan Tiryak (pengobatan kuno yang komposisinya terdiri dari bisa dan serbuk daging ular yang dicampur dan diaduk rata), dan mereka menyarankan kepada korban yang mukanya digigit anjing untuk ditutupi. Karena jika lalat hinggap, penyakitnya dapat bertambah parah.” [6]

Dunia medis modern pun telah menemukan hal yang tidak jauh beda dari penemuan di atas. Ini dapat dilihat di laporan medis mereka berikut ini:

Karena tabiat lalat yang tercipta di lingkungan kotor, maka sebagian kotoran tersebut melengket di tubuhnya, dan sebagian lain dimakan, yang kemudian menjadi materi beracun yang lebih dikenal dengan anti-bakteri (bakterionag). Zat beracun tidak dapat bertahan hidup, atau punya pengaruh terhadap kekebalan tubuh selama anti-bakteri ini ada di tubuh lalat. Olehnya itu, jika seekor lalat yang membawa kuman penyakit jatuh di makanan dan minuman, maka pemusnah kuman yang paling ampuh anti-bakteri yang tersimpan di rongga dalam lalat itu sendiri yang dekat di salah satu sayapnya. Tentunya, dengan mencelupkan semua tubuh lalat cukup untuk membunuh kuman-kuman yang melengket di tubuhnya. Hal ini telah dibuktikan medis barat.[7]

Pendek kata, medis kenabian telah terbukti kebenarannya oleh medis kuno dan modern. Tidak ada celah bagi mereka yang ingin menuding teks-teks Islam sebagai teks agama yang tidak riil dan relevan dengan dunia nyata. Ini mengindikasikan kebesaran dan keagungan Sang Maha Penguasa, yang ciptaan- ciptaan-Nya dapat menjadi guru tersendiri bagi mereka yang ingin menangkap bisikan-bisikan hakikat penciptaan dan kehidupan.

Keurgensian makhluk ini tidak berhenti di sini saja, tetapi ia diabadikan sebagai bahan baku celaan Al-Qur’an terhadap orang-orang musyrik. Allah SWT berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِ اللَّهِ لَن يَخْلُقُوا ذُبَابًا وَلَوِ اجْتَمَعُوا لَهُ ۖ وَإِن يَسْلُبْهُمُ الذُّبَابُ شَيْئًا لَّا يَسْتَنقِذُوهُ مِنْهُ ۚ ضَعُفَ الطَّالِبُ وَالْمَطْلُوبُ ﴿٧٣﴾

“Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.” (QS. Al-Hajj [22]: 73)

Hemat penulis, lalat makhluk yang paling lemah, tetapi ia mengetahui kelemahannya. Di lain sisi, penyembah berhala, makhluk lemah, tidak menyadari kelemahannya, bahkan ia memberikan justifikasi ketuhanan kepada berhala-berhala yang tidak punya kekuatan sedikit pun. Olehnya itu, kelemahan yang disadari dan diposisikan pada tempatnya lebih baik dari sejuta kesombongan dan keangkuhan yang menyengsarakan.

Sesungguhnya apa yang mereka anggap kuat, hakikatnya lemah di hadapan Allah, penyembah dan sembahan tidak dapat mengembalikan sesuatu yang telah dirampas lalat dari mereka. [8] Apa lagi jika mereka diminta menciptakan makhluk ajaib ini. Sungguh, itu cemooh yang mencoreng muka mereka di hadapan seluruh entitas kehidupan, celaan yang meninggalkan pilu dan malu. [9]

Demikianlah telaah imaniah singkat tentang justifikasi negatif terhadap lalat yang jauh dari nilai-nilai keimanan, hewan yang menyimpan seribu satu keajaiban penciptaan.

Di akhir tulisan ini, saya mengajak pemerhati tema-tema keislaman menyimpulkan apa yang dipaparkan di atas:

“Telaah rahasia-rahasia penciptaan lalat dengan penuh keimanan! ia lemah tapi tidak sombong, dengan kelemahan dia menjadi kuat, makhluk yang melukiskan keagungan penciptaan yang tidak terhingga, petugas kebersihan harian umat manusia yang tidak disadari. Mereka tidak pernah meminta gaji, yang mereka inginkan hanyalah kesadaran manusia untuk menjadikan mereka objek telaah imaniah yang menyuguhkan aneka ragam makna kehidupan dan ketuhanan. Dia tidak kotor meski dari tempat kotor, tidak membawa kuman kecuali obatnya telah siap, dan dia senantiasa menyeru Anda untuk menjaga kebersihan. Subhanallah wa Alhamdulillah!”

——————————————————————–

Catatan Kaki:

[1] Tafsir as-Sya’râwî, vol. 2, hlm. 699

[2] Lihat: Ustadz Bediuzzaman Said Nursi, Masâil Daqîqah fi al-Ushûl wa al-Aqîdah, diterjemahkan oleh Ihsân Qâsim as-Shâlihî, Sözler Publication, cet. 2, 2003 M, hlm. 7-9

[3] Hadits ini diriwayatkan oleh Abi Hurairah ra., dan dikeluarkan oleh Imam Bukhari di Shahihnya, kitab at-Tib, bab Isâ waqaa adz-Zubâb fi Inâi Ahadikum, hadits, no: 5782, hlm. 1594

[4] antimon: logam berwarna putih perak yang mudah dihancurkan menjadi serbuk dan dicampur dengan logam-logam lain; batu serawak. [Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, cet. 3, 1990 M, hlm. 43]

[5] Imam Abî Muhammad Abdullah bin Muslim bin Qutaibah, Ta’wîl Mukhtalafil Hadîts, ditahkik oleh Muhammad Muhyiddin al-Ashfar, al-Maktab al-Islami, Beirut, cet. 2, 1419 H/1999 M, hlm. 335-336

[6] Imam Ibn Qayyîm al-Jauzî, al-Musykil min Hadîts as-Shahîhain, ditakhkik oleh DR. Ali Husain al-Bawwâb, Dar al-Wathan, cet. 1, 1418 H/1997 M, hadits, no: 2076/2581, vol. 3, hlm. 547

[7] Lihat: Musykilât al-Ahâdîts an-Nabawiyyah wa Bayânuhâ, vol. 1, hlm. 54

[8] yang dirampas dari mereka adalah sesajen yang dipersembahkan khusus untuk berhala-berhala. Kebanyakan mufassir menafsirkannya sebagai wangi-wangian dan madu yang dioleskan di bagian kepala patung-patung tersebut. Di lain sisi, Syekh as-Sya’râwî menafsirkannya dengan makanan dan darah hewan (korban) yang disembelih di dekat berhala-berhala mereka. [lihat: Abû Hayyan at-
Tauhîdî, al-Bahru al-Muhîth, vol. 6, hlm. 360, dan Tafsir as-Sya’râwî, vol. 16, hlm. 9933-9934]

[9] Lihat: Syekh Abîs as-Suûd al-Imâdî, Tafsir Abî as-Suûd, vol. 4, hlm. 397-398, dan Syekh Muhammad Thâhîr bin Ãsyûr, at-Tahrîr wa at-Tanwîr, vol. 17, hlm. 340

Sumber: http://www.dakwatuna.com

Tidur Cara Nabi SAW, Selain Sehat juga Berkah!

SUNGGUH suatu kenikmatan luar biasa menjadi seorang Muslim. Semua aktivitasnya bernilai pahala dan membawa keberkahan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan hal-hal yang dianggap biasa pun oleh manusia pada umumnya, dalam Islam tetap terdapat teladan dan aturan-aturan yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Satu di antaranya adalah perihal tidur. Dalam Islam, aktivitas tidur menandakan tanda-tanda kekuasaan Allah yang begitu agung. Allah menciptakan malam untuk istirahat, dan siang untuk beraktivitas (‘jihad’). Maka bagi seorang Muslim, malam dan siang juga menjadi kesempatan istimewa untuk khusyuk beribadah kepada-Nya serta bekerja dengan penuh kesungguhan.

Tetapi bagaimana tidur yang berkualitas, tidur yang benar-benar memberikan manfaat langsung baik pada fisik maupun psikis, inilah yang banyak belum diperhatikan oleh kebanyakan umat Islam.

Hakikat dan Fungsi Tidur

Tidur sangat membantu terciptanya keseimbangan dalam kehidupan individu. Dengan demikian tidur tentu bukan perkara yang sepele. Justru ketika melihat fungsi dan peran tidur bagi kehidupan dan kesehatan manusia, sudah sewajarnya kita memperhatikannya dengan seksama.

Al-Qur’an sendiri menjelaskan bahwa tidur itu perlu dan penting, utamanya untuk kesehatan.

وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتاً

“Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat.” (QS. 78: 9).

Pernyataan Allah SWT ini jauh melebihi batas perkembangan ilmu pengetahuan. Di mana setelah itu, dalam perkembangan ilmu medis ikut menyebutkan, salah satu cara paling efektif dalam menjaga kesehatan adalah tidur (istirahat) yang cukup.

Menurut medis, tidur yang cukup sangat membantu penguatan sistem kekebalan tubuh pada manusia.

Bahkan Dr. Tauhid Nur Azhar dalam bukunya, “Jangan ke Dokter Lagi!” menyatakan bahwa, yang terpenting dan harus diperhatikan secara seksama ialah sistem kekebalan tubuh. Sebab dengan sistem kekebalan tubuh yang sehat fisik akan terjamin bebas dari berbagai penyakit.

Oleh karena itu tidur adalah perkara penting dalam keseharian kita. Kurang tidur yang terus-menerus kita alami akan menjadikan sistem imun manusia mengalami pelemahan. Khusus pada orang dewasa, kurang tidur bisa menyebabkan lemahnya kinerja sistem kekebalan tubuh (imun).

Sementara itu tidur yang cukup selain akan sangat membantu kita mengurangi rasa letih dan lesu juga akan mengurangi perasaan jengkel, kesal. Sebaliknya akan menstimulasi munculnya perasaan dan pikiran yang positif.

Tidurnya kaum Muslim

Kapan saat tepat kita harus tidur? Dan bagaimana cara kaum Muslim tidur?

Jika mengacu pada sistem kerja organ vital tubuh maka tidur yang baik adalah pada awal-awal malam, sekitar jam 8 malam. Sebab empedu aktif bekerja antara jam 11 malam hingga jam 1 dini hari. Sementara hati, mulai aktif bekerja mulai jam 1 malam.

Apabila pada jam-jam tersebut kita masih belum tidur, apalagi masih asyik makan-makan maka sebenarnya kita telah merusak alur tubuh kita sendiri.

Jadi upayakan untuk tidak tidur larut malam, apalagi begadang. Selain akan mengurangi kualtias tidur juga berpotensi merusak sistem kerja tubuh kita sendiri.

Fakta ini berkorelasi positif dengan hadis nabi yang memerintahkan umat Islam untuk bersegera tidur setelah sholat Isya.

“Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘allaihi wasallam membenci tidur malam sebelum (sholat Isya) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya (begadang).” [HR Bukhari dan Muslim)

Salah satu tanda kecintaan kita kepada Nabi kita adalah mencintai dan melakukan apa yang telah dikerjakan, termasuk tidurnya Rasulullah.

Semua perilaku Nabi dalam kesehariannya adalah teladan (uswah) yang baik. Berarti semua itu memberikan banyak manfaat dalam kehidupan kita.

Salah satu yang utama yang perlu kita ketahui dan kita teladani adalah perkara tidurnya Rasulullah saw:

Pertama, Rasulullah senantiasa berwudhu dahulu sebelum tidur.

“Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat.” (HR. Al-Bukhari)

Kedua, Berdoa sebelum tidur. Doa adalah senjata seorang Muslim. Oleh karena itu dalam segala hal, termasuk tidur hendaklah diawali dengan doa dan dzikir.

Rasulullah bersabda, “Barangsiapa tidur di suatu tempat tanpa berdzikir kepada Allah, maka ia pun akan mendapatkan hal yang dia sesali dari Allah.” (HR. Abu Dawud).

Aisyah ra juga meriwayatkan bahwa, ‘Apabila Rasulullalh menuju pembaringannya setiap malam, beliau mempertemukan kedua telapak tangannya, lalu meniupnya sambil membaca: “Qul huwallahu Ahad,” “Qul A’uudzu bi Rabbil falaq,” dan “Qul A’udzu birabbinnas,” kemudian mengusapkan kedua telapak tangannya ke sekujur tubuhnya, dimulai dari kepala dan wajahnya serta tubuh bagian depan. Demikian beliau mengulanginya sebanyak tiga kali. (HR. Bukhari Muslim, Tirmidzi, Ibn Majah, dan Abu Dawud).

Ketiga, miring ke kanan dengan menghadap qiblat.

Hendaknya mendahulukan posisi tidur di atas sisi sebelah kanan (rusuk kanan sebagai tumpuan) dan berbantal dengan tangan kanan, tidak mengapa apabila setelahnya berubah posisinya di atas sisi kiri (rusuk kiri sebagai tumpuan). Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah: “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari).

Riset ilmiah dunia medis menjelaskan bahwa ada keuntungan besar yang didapat ketika seseorang tidur miring ke kanan.

Di antaranya ialah menghalangai tekanan hati yang berlebihan pada lambung. Dapat mempercepat pengeluaran cairan di usus dan usus dua belas jari, berkat adanya gaya gravitasi, sebab mulut lambung menghadap ke bawah.

Selain itu juga mempermudah proses kerja batang tenggorokan sisi kiri, dimana organ ini dapat dengan cepat menghasilkan cairan lendir. Juga membuat rileks gerak jantung dan lambung, atau mengurangi tekanan pada keduanya.

Keempat, meletakkan tangan kanan di bawah pipi kanan.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya.” (HR. Abu Dawud).

Jadi, saatnya kita kembali memperhatikan tauladan kita dalam segala hal, terkhusus dalam hal tidur. Sebab tidur dalam Islam bukan sekedar memejamkan mata dan lelap dalam kelelahan tanpa nilai tambah atau keunggulan. Tidur dalam Islam adalah satu fase yang harus memberikan spirit baru untuk lebih produktif dalam berkarya untuk mewujudkan kesejahteraan umat manusia.

Dan pasti, tidak ada yang dicontohkan nabi kecuali terjamin dan terbukti unggul dan berpahala. Tidur seperti nabi SAW adalah tidur yang sehat dan berpahala. Oleh karena itu, marilah kita teladani cara beliau dalam tidur. Semoga tidur kita adalah tidur yang bernilai pahala membawa berkah dalam kehidupan kita sehari-hari.

Hanya perlu diingat, meski tidur (istirahat) itu penting, Rasulullah dan ulama-ulama salaf berbeda dengan kita. Rasulullah dan para ulama sedikit makan, sedikit bicara dan sedikit tidur, karena waktu 2/3 malamnya digunakan menangis di hadapan Allah. Sementara bedanya dengan kita semua “sedikit-sedikit” makan, “sedikit-sedikit” bicara dan “sedikit-sedikit” tidur. Wallahu a’lam./Iman Nawawi

hidayatullah.com

Sehat dengan Air Putih Cara Nabi SAW

UNTUK sehat sejatinya tidak sulit. Seluruh ciptaan Allah yang diperuntukkan bagi manusia hakikatnya baik. Sebut saja misalnya, air putih atau air mineral yang biasa dikonsumsi setiap hari. Secara medis air putih terbukti ampuh dalam menjaga stabilitas kesehatan tubuh.

Sayangnya, sekalipun air putih tergolong mudah didapatkan dan mengandung zat penting yang dibutuhkan tubuh, kesadaran dan kemauan manusia modern untuk minum air putih sesuai anjuran medis masih juga belum menggembirakan.

Padahal hampir semua orang tahu dan mengerti manfaat air putih. Namun dalam praktiknya masih tidak sedikit di antara kita yang abai dalam memanfaatkannya secara optimal. Jadi tidak keliru ungkapan seorang Fritjof Capra yang keheranan melihat perilaku manusia modern. Canggih teknologinya namun rendah kesadarannya terhadap kesehatan tubuh.

Minum Untuk Kesehatan Tubuh

Umumnya air putih masih digunakan sebatas sebagai pelepas dahaga. Jadi kala terasa haus baru mencari air putih, sehingga manfaat air putih belum dapat dirasakan secara optimal. Padahal selain melepas dahaga, air putih juga bisa memelihara dan menstabilkan kesehatan tubuh, sekaligus mengobati beragam penyakit.

Penyakit akibat ketidaksempurnaan metabolisme misalnya, bisa diterapi dengan lebih banyak minum air putih. Seperti kita pahami bahwa metabolisme berperan besar dalam memelihara kesehatan tubuh. Oleh karena itu, kita harus senantiasa meningkatkan kualitas dan kelancaran metabolisme.

Melalui metabolisme zat makanan dapat diolah secara maksimal, sehingga makanan yang dikonsumsi benar-benar memberikan asupan gizi yang dibutuhkan tubuh. Sekalipun pada usia 40 tahun ke atas metabolisme manusia bisa melambat, namun masih ada alternative agar tubuh tetap bisa meningkatkan metabolismenya dengan lebih baik. Satu di antaranya ialah dengan lebih banyak minum air putih.

Tubuh membutuhkan air untuk proses pembakaran kalori. Jika tidak tubuh akan mengalami dehidrasi (kekurangan cairan). Jika dibiarkan maka akan memicu pelambatan sistem kerja metabolisme. Oleh karena itu perbanyaklah minum air putih.

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa orang dewasa yang minum delapan gelas air atau lebih dalam sehari, mampu membakar kalori lebih banyak daripada mereka yang minum empat gelas saja. Jadi cobalah minum air putih sebagai kebutuhan, meski sedang tidak haus. Dalam kondisi normal tubuh kita memerlukan antara dua hingga tiga liter air perharinya.

Selain itu meminum air putih secara teratur dan benar juga akan memurnikan tubuh manusia. Sebab dengan cara demikian usus besar dapat bekerja dengan lebih efektif untuk membentuk darah baru atau aematopaises.

Air putih juga bisa memperlancar sistem pencernaan, memperlambat tumbunya zat-zat pemicu kanker, termasuk perawatan kecantikan. Bila kurang minum air putih tubuh akan menjadi kering dan berkerut. Dengan banyak minum air dapat menjaga kelembaban kulit sekaligus menyehatkannya.

Bahkan meminum air putih secara benar dapat meningkatkan produksi hormone testosterone yang berguna bagi kesuburan laki-laki dan meningkatkan hormone estrogen pada wanita.

Kemudian, jika ada yang ingin menguruskan badan juga tidak perlu terlalu repot. Cukup dengan minum air putih hangat. Lakukan sebelum makan (sampai terasa agak kenyang), sehingga mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi. Hal ini sangat efektif, sebab air tidak mengandung kalori, gula ataupun lemak.

Manfaatk dan potensi dahsyat air putih telah disebutkan dalam al-Qur’an. Disebutkan bahwa air adalah sumber kehidupan. Tanpa air akan terhentilah sistem kehidupan dunia.

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقاً فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاء كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

“Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?.” (QS. 21: 30).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika salah seorang dari kalian hendak makan, hendaklah makan dengan tangan kanan. Dan apabila ingin minum, hendaklah minum dengan tangan kanan. Sesungguhnya setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya.” (HR. Muslim)

Manusia boleh tidak makan tapi jangan tidak minum. Sebab akan berujung pada kematian. Orang bisa bertahan hidup sampai tiga puluh hari tanpa makan, tetapi bisa meninggal gara-gara tidak minum selama berhari-hari.

Air begitu penting dan tubuh amat bergantung padanya selama proses biologis berlangsung. Itulah mengapa rasulullah saw tetap menganjurkan umatnya agar tetap bangun sahur dan bersegera untuk berbuka walau hanya dengan minum air putih saja.
Meski meminum adalah hal, kecil, Islam berbeda dengan umat lain. Islam mengajarkan adab dan tata-cara yang tak dimiliki agama lain.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian minum sambil berdiri. Barang siapa lupa sehingga minum sambil berdiri, maka hendaklah ia berusaha untuk memuntahkannya.” (HR. Ahmad no 8135)

Adab lain Islam terhadap minum adalah tidak meniupnya.

Dari Ibnu Abbas, “Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang untuk bernafas atau meniup wadah air minum.” (HR. Turmudzi no. 1888 dan Abu Dawud no. 3728, hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani)

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu beliau mengatakan, “Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam minum beliau mengambil nafas di luar wadah air minum sebanyak tiga kali.” Dan beliau bersabda, “Hal itu lebih segar, lebih enak dan lebih nikmat.” Anas mengatakan, “Oleh karena itu ketika aku minum, aku bernafas tiga kali.” (HR. Bukhari no. 45631 dan Muslim no. 2028)

Dengan demikian mari biasakan minum air putih dan meminum cara Nabi agar tubuh kita tetap sehat dan terhindar dari beragam penyakit, dan InsyaAllah lebih barakah. Wallahu a’lam.*/Iman Nawawi

hidayatullah.com

DNA Firaun Mirip Orang Eropa

Sekitar 7 persen pria Inggris dan separuh dari seluruh pria Eropa Barat berhubungan secara genetis dengan Firaun Tutankhamun, demikian menurut ahli genetik dari Swiss.

Para pakar dari iGENEA di Zurich merekonstruksi DNA raja Mesir yang naik tahta pada usia 9 tahun itu, berikut ayahnya Akhenaten dan kakeknya Amenhotep III.

Hasilnya menunjukkan, DNA Raja Tut — sebutan akrab raja belia itu — berada dalam kelompok yang dikenal dengan haplogroup R1b1a2, yang juga dimiliki oleh 50% pria Eropa Barat. Hal itu menunjukkan mereka berasal dari moyang yang sama.

Menurut iGENEA, orang Mesir moderen yang memiliki gen haplogroup sekarang ini jumlahnya kurang dari 1%.

“Sungguh menarik mengetahui bahwa dia (Tut) memiliki gen yang sama dengan kelompok Eropa,” kata Roman Scholz, direktur iGENEA.

Sekitar 70% pria Spanyol dan 60% pria Prancis juga memiliki gen dari kelompok haplogroup yang sama dengan raja Mesir yang memerintah lebih dari 3.000 tahun lalu itu.

“Kami menduga moyang yang sama hidup di Kaukasus sekitar 9.500 tahun lalu,” kata Scholz kepada Reuters.

iGENEA memperkirakan, migrasi dari haplogroup R1b1a2 ke Eropa dimulai bersama dengan penyebaran pertanian di abad 7000 SM.

Meskipun diketahui gen Tutankhamun mirip orang Eropa, tapi tidak diketahui pasti bagaimana garis keturunan itu diturunkan dan sampai ke Mesir dari tempat asalnya.

Pusat penelitian itu masih terus melakukan tes DNA untuk mencari kerabat terdekat Tutankhamun yang masih hidup.

Temuan ini sebenarnya tidak mengejutkan, karena sebagaimana dikatakan dalam al-Qur`an bahwa manusia di dunia ini berasal dari satu bapak dan satu ibu, yaitu Adam dan Hawa.*
Sumber : rtr/gn
Red: Dija

hidayatullah.com

%d bloggers like this: