Posts from the ‘ILMU KOMPUTER & INFORMATIKA’ Category

Hasil Penelitian: 6 dari 10 Artikel Wikipedia Tidak Akurat

Mencari segala informasi memang sangat dimudahkan dengan kehadiran Wikipedia, namun Anda sebaiknya tidak ‘menelan bulat-bulat’ informasi yang dimunculkan. Pasalnya enam dari sepuluh artikel di Wikipedia ternyata tidak akurat.

Sebuah studi terbaru yang lebih mendalam menyebutkan bahwa informasi yang ada situs ensiklopedia terbuka itu sebanyak 60 % memiliki kesalahan faktual.

Halaman Wikipedia yang diedit oleh publik menjadi kesalahan yang paling mungkin terjadi dan juga kadang-kadang, mereka yang ingin ‘menyabotase’ artikel itu sendiri.

Penelitian yang dilakukan oleh Public Relations Journal ini melibatkan 1.284 responden. Dari survei itu ditemukan biasanya hanya satu keluhan yang mendapatkan tanggapan dari empat keluhan yang disampaikan ke Wikipedia.

“Tidak mengejutkan,” ujar Profesor Marcia DiStaso yang memimpin proyek ini, mengenai tanggapan hasil penelitiannya tersebut.

Meskipun Wikipedia bukan catatan resmi fakta untuk sebuah perusahaan atau peristiwa, bisa jadi penting untuk mendapatkan bagi mereka yang menggunakannya untuk mengumpulkan informasi tentang sebuah perusahaan.

Menjadi hal yang mutlak bagi seseorang untuk menggali informasi tidak hanya terbatas pada satu sumber saja. Demikian yang dikutip dari Daily Mail, Kamis (19/4/2012).

http://inet.detik.com
http://www.dailymail.co.uk

Advertisements

Disalip Brasil, Facebooker Indonesia Tempati Ranking ke-4 Dunia

Oleh: Ardhi Suryadhi

Posisi Indonesia di jajaran pengguna Facebook terbesar di dunia kembali melorot. Setelah digeser India dari posisi runner up, kini giliran Brasil yang menyalip Indonesia. Alhasil, Tanah Air kini menempati ranking ke-4 di jajaran pengguna Facebook dunia.

Menurut data statistik terakhir yang dirilis ZoomSphere, Indonesia mengalami penurunan jumlah pengguna Facebook. Dimana kini berjumlah 42.684.840 user dan berada di bawah Brasil dengan 44.622.060 pengguna yang berada di ranking ke-3.

Sementara posisi teratas masih ditempati Amerika Serikat dengan 156.820.080 user dan India 45.796.460 anggota.

Menurut ZoomZphere, Indonesia sejatinya sempat menghebohkan jagad Facebook setelah bertahan lama di posisi ke-2 pada tahun 2011.

Hanya saja, kiprah tersebut mulai lesu hingga di awal tahun 2012 lalu harus rela disalip India dan kini oleh Brasil yang mengalami kenaikan jumlah pendaftar Facebook sangat signifikan di bulan April yaitu sebanyak 5,73% atau sebanyak 2.417.680 user.

Berikut daftar Top 10 rangking pengguna Facebook dunia:

1. Amerika Serikat 156.820.080 user
2. India 45.796.460
3. Brasil 44.622.060
4. Indonesia 42.684.840
5. Meksiko 33.088.000
6. Turki 30.991.820
7. Inggris 30.249.340
8. Filipina 27.331.380
9. Prancis 24.144.640
10. Jerman 23.409.180.

“Satu hal yang menarik lainnya adalah jumlah pengguna Facebook di Indonesia 59% (25.140.640 user) adalah Pria, sedangkan 41% (17.481.320) wanita,” pungkas ZoomSphere, dalam keterangannya, Rabu (18/4/2012).

http://inet.detik.com

Facebook Susupkan Bug Pelacak di Komputer Pengguna

Facebook hari Rabu (28/9) meminta maaf kepada para penggunanya, karena telah menyusupkan bug pelacak yang dapat memonitor penggunaan internet pelanggannya, meskipun mereka tidak mengakses situs jejaring sosial itu.

Faceebok mengaku bahwa mereka mengamati penggunaan komputer 750 juta pelanggannya. Namun, pihak pengelola mengatakan hal itu dilakukan tanpa sengaja.

Sebuah program piranti lunak secara otomatis terpasang saat seorang pengguna mengakses akun Facebook-nya. Dengan software itu, data berisi rekam jejak akses komputer penguna akan terus terkirim ke database Facebook, meskipun mereka sudah keluar dari akunnya di situs jejaring sosial itu.

Data yang didapat Facebook bisa bernilai milyaran dolar, yang digunakan untuk pemasangan iklan tertentu terhadap target atau pengguna tertentu.

“Kecurangan” Facebook itu terungka oleh Nik Cubrilovic, blogger teknologi asal Australia, setelah melakukan analisa selama satu tahun atas file cookies Facebook.

Saat seorang pengguna masuk ke Facebook, software akan meletakkan cookies ke dalam komputer pengguna, yang kemudian memonitor situs-situs yang dikunjungi oleh komputer tersebut.

Cubrilovic mengatakan bahwa ia telah memberitahu Facebook tentang masalah itu setahun lalu, tapi ia tidak mendapat tanggapan dari perusahaan raksasa tersebut hingga akhirnya kabar itu tersebar luas di internet.

Hari Rabu (28/9), Facebook mengaku telah memperbaiki cookies tersebut, dan software yang dimaksud tidak akan lagi memantau situs-situs lain yang dikunjungi oleh komputer pengguna.

Tahun ini, Facebook menghentikan praktek pengumpulan data browser dari pengguna yang tidak pernah mengakses situsnya, setelah praktek curang itu tertungkap oleh seorang peneliti Belanda. Para pengguna juga mengeluhkan mengenai aturan privasi yang kurang baik di situs jejaring sosial paling populer sejagat itu.*
Sumber : lse
Red: Dija

hidayatullah.com

Garuda OS : Sistem Operasi Lokal untuk Kebangkitan Nasional (TI) Indonesia


Desktop GarudaOne

Selama puluhan tahun, Indonesia sudah sangat terikat dan tergantung pada software bajakan. Kemandirian (TI) Indonesia tidak akan pernah terwujud selama kita tidak berani bangkit untuk melakukan perubahan. Agar bisa mandiri, kita harus mulai berani untuk melepaskan diri dari belenggu software bajakan dan beralih ke software legal dari pengembang lokal, seperti GARUDA.

Hari Kebangkitan Nasional 2011 ini merupakan saat yang tepat untuk kita mulai belajar mandiri dan bangkit – khususnya di bidang TI – dengan mulai beralih dari menggunakan sistem operasi bajakan ke GARUDA.

Apa yang bisa kita lakukan untuk menuju kemandirian (TI) Indonesia ???

1. Kemandirian Software. Beralih dari software bajakan ke software legal kreasi lokal, dalam hal ini kita bisa mendukung penggunaan sistem operasi lokal GARUDA sebagai pengganti OS bajakan.
2. Kemandirian Hardware. Menghindari pengadaan hardware yang tidak / belum mendukung software lokal. Jika Anda sebagai vendor hardware, mulailah untuk mendukung software lokal.
3. Kemandirian Game. Menghindari bermain game (online) yang tidak / belum mendukung software lokal. Jika Anda vendor game online, mulailah untuk mendukung software lokal.
4. Kemandirian Dokumen. Beralih menggunakan dokumen dengan format SNI (Standard Nasional Indonesia), yaitu Open Document Format (ODF) yang merupakan default format dokumen GARUDA.

GARUDA OS

Versi : GARUDA 1.1.5
Tanggal Rilis : 20-5-2011
Pengguna : Pemula s/d Mahir
Ukuran : 3.6 GB

TENTANG GARUDA :
GARUDA adalah sistem operasi (OS) legal berbasis sistem terbuka (Open Source) kreasi dari pengembang lokal. GARUDA menggunakan desktop modern yang menawan dan sangat mudah dipergunakan, bahkan oleh para pengguna yang sudah terbiasa dengan Windows.

GARUDA mendukung penggunaan dokumen format SNI (Standar Nasional Indonesia). GARUDA juga sangat aman dari gangguan virus komputer, stabilitasnya tinggi, disertai dukungan bahasa Indonesia dan dilengkapi dengan banyak program dari berbagai macam kategori.

GARUDA bisa diperoleh secara bebas tanpa harus mengeluarkan biaya untuk pembelian lisensi, namun tetap mengutamakan kualitas.

VIDEO GARUDA :
Video klip Desktop Garuda, Mode Netbook Garuda, Menu Program Aplikasi serta Program Perkantoran Garuda bisa dilihat disini.

FITUR GARUDA :

Inti (kernel) sistem operasi : 2.6.38.7
Desktop : KDE 4.6.3
Dukungan driver VGA (Nvidia, ATI, Intel, dll)
Dukungan Wireless untuk berbagai perangkat jaringan
Dukungan perangkat printer lokal ataupun jaringan
Dukungan banyak format populer multimedia (flv, mp4, avi, mov, mpg, mp3, wma, wav, ogg, dll …)
Dukungan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris serta lebih dari 60 bahasa dunia lainnya (Jepang, Arab, Korea, India, Cina, dll…)
Dukungan untuk instalasi berbagai macam program aplikasi dan game (online) berbasis Windows
Dukungan untuk berbagai macam dokumen dari program populer berbasis Windows (seperti Photoshop, CorelDraw, MS Office, AutoCAD, dll)
NEW : Dukungan Font Aksara Indonesia (video).
NEW : Dukungan ratusan Font Google Web (video).

KEBUTUHAN PERANGKAT KERAS :


Bootsplash GarudaOne

Processor : Intel Atom; Intel atau AMD sekelas Pentium IV atau lebih
Memory : RAM minimum 512 MB, rekomendasi 1 GB.
Hard disk : minimum 8 GB, rekomendasi 20 GB atau lebih jika ingin menginstal program lain
Video card : nVidia, ATI, Intel, SiS, Matrox, VIA
Sound card : Sound Blaster, kartu AC97 atau HDA

PROGRAM APLIKASI :

Perkantoran :

LibreOffice 3.3 – disertai kumpulan ribuan clipart, kompatibel dengan MS Office dan mendukung format dokumen SNI (Standar Nasional Indonesia)
Scribus – desktop publishing (pengganti Adobe InDesign, Page Maker)
Dia – diagram / flowchart (pengganti MS Visio)
Planner – manajemen proyek (pengganti MS Project)
GnuCash, KMyMoney – program keuangan (pengganti MYOB, MS Money, Quicken)
Kontact – Personal Information Manager / PIM
Okular, FBReader – universal document viewer
dan lain-lain …

Internet :

Mozilla Firefox 4.0.1, Chromium, Opera – web browser (pengganti Internet Explorer)
Mozilla Thunderbird – program email (pengganti MS Outlook)
FileZilla – upload download / FTP
kTorrent – program bittorrent
DropBox – Online Storage Program (free 2 Gb)
Choqok, Qwit, Twitux, Pino – aplikasi microblogging
Google Earth – penjelajah dunia
Skype – video conference / VOIP
Gyachi, Pidgin – Internet messenger
xChat – program chatting / IRC
Kompozer, Bluefish – web / html editor (pengganti Dreamweaver)
Miro – Internet TV
dan lain-lain …

Multimedia :

GIMP – editor gambar bitmap (pengganti Adobe Photoshop)
Inkscape – editor gambar vektor (pengganti CorelDraw)
Blender – Animasi 3D
Synfig, Pencil – Animasi 2D
XBMC – multimedia studio
kSnapshot – penangkap gambar layar
Digikam – pengelola foto digital
Gwenview – Photo Viewing Client
Amarok – audio player + Internet radio
Kaffeine – video / movie player
TVtime – television viewer
Audacity – audio editor
Cinelerra, Avidemux – video editor
dan lain-lain …

Edukasi :

Matematika – aljabar, geometri, plotter, pecahan
Bahasa – Inggris, Jepang, permainan bahasa
Geografi – atlas dunia, planetarium, kuis
Kimia – tabel periodik
Logika Pemrograman

Administrasi Sistem :

DrakConf – Computer Control Center
Synaptic – Software Package Manager
Samba – Windows sharing file
Team Viewer – remote desktop & online meeting
Bleachbit – pembersih sistem
Back in Time – backup restore sistem
dan lain-lain …

Program Bantu :

Ark – program kompres file (pengganti Winzip, WinRar)
K3b – pembakar CD/DVD (pengganti Nero)
Dolphin – file manager
Cairo Dock – Mac OS menu dock
Compiz Fusion + Emerald
Emulator DOS + Windows
dan lain-lain …

Game :

3D Game Maker
Mahjong, Tetris, Rubik, Billiard, Pinball, BlockOut, Sudoku, Reversi
Solitaire, Heart, Domino, Poker, Backgammon, Chess, Scrabble
Frozen Bubble, Flight Simulator, Tron, Karaoke
City Simulation, Fighter, Doom, Racing, Tremulous FPS
DJL, Play on Linux, Autodownloader – game manager / downloader
dan lain-lain ….

Dan diluar program-program yang sudah terinstal diatas, masih ada lebih dari 10.000 program tambahan dalam berbagai kategori yang tersedia di repository (pustaka program) Synaptic.

sumber: http://www.garudaone.com

Arrival Dwi Sentosa, Anak SMP Sang Pembuat Anti Virus ARTAV


Arrival Dwi Sentosa

Melihat acara televisi tadi sore di TVone saya melihat hal yang mengejutkan sekaligus membanggakan yakni mengenai pembuat Antivirus ARTAV yang ternyata adalah anak SMP bernama Arrival Dwi Sentosa dan dibantu oleh kakaknya Taufik Aditya Utama.

Hal ini merupakan sebuah prestasi yang luar biasa dari seorang bocah bernama Arrival Dwi Sentosa yang baru berusia 12 tahun dan masih duduk di bangku SMP kelas dua. Dia berhasil membuat sebuah Anti Virus yang diberi nama “ARrival Taufik Anti Virus Internet Security” (ARTAV Internet Security atau disingkat ARTAV). Berkat prestasi itu, dia berhasil menyabet berbagai penghargaan dari berbagai pelombaan.

Arrival Dwi Sentosa yang biasa dipanggil Riva adalah anak kedua dari pasangan Herman Suherman (45) dan Yeni Soffia (38). Riva sendiri saat ini adalah salah satu siswa kelas dua SMP Negeri 28 Bandung.

Semua bermula dari hobinya bermain game di komputer sejak kecil, Arrival Dwi Sentosa atau yang akrab disapa Riva berhasil membuat sebuah antivirus komputer. Keberhasilan tersebut diraih Riva dengan susah payah. Hampir kurang lebih satu tahun Riva membuat dan menyempurnakan antivirus tersebut dengan dibantu oleh kakaknya.

Dari hasil penemuannya itu, lanjut dia, anti virus tersebut diberi nama ARTAV yang diambil dari nama Arrival dan kakaknya Taufik. Berbagai penghargaan pun berhasil disabetnya, seperti juara 1 lomba pembuatan antivirus lokal se-Indonesia dan juara tiga antivirus se-Indonesia. Tidak hanya itu, menurutnya, di sekolahnya pun Riva cukup berprestasi dan selalu masuk ranking sepuluh besar.

Sementara, Riva mengaku, dirinya bisa membuat antivirus tersebut berawal dari hobinya bermain game. ”Awalnya, komputer untuk bermain game sering terkena virus. Saya mencoba untuk mencari penangkalnya dengan membuat antivirus sendiri,” jelasnya.

Pakar IT Institut Teknologi Bandung (ITB), Ono Surono, mengaku bangga atas prestasi Riva. ”Seorang bocah berusia dua belas tahun sudah bisa membuat antivirus sendiri. Bahkan sudah mendapatkan dua penghargaan. Ini membuktikan bahwa bangsa Indonesia bukan bangsa yang bodoh,” tandasnya.

Namun, saat ini antivirus ARTAV belum mempunyai lisensi. ”Ke depan kedua orang tuanya bisa melisensikan antivirus hasil anaknya tersebut,” jelasnya.


Artav antivirus internet security 2.5

Yang membuat Antivirus tuh keren dan beken karena salah satunya hasil karya anak SMP sekaligus juga karya anak bangsa seperti halnya Antivirus SMADAV.dan fitur-fitur dari ARTAV Internet Security 2.5 yakni diantaranya:

Perbaikan Fitur:
* Perbaikan Detect Virus Trojan Generik NOD32
* Perbaikan Uninstall Tidak Bersih
* Perbaikan ART-AnKey, Alghoritma Code untuk mengelabui Keylogger

Penambahan Fitur:
* Penambahan 53 Variant Virus
* Penambahan Form Laporan Pemeriksaan
* Perubahan Tampilan Utama
* Menetapkan Hitam Sebagai Warna Default ARTAV

makanya bagi temen2 yang membutuhkan Download Antivirus ARTAV untuk membasmi virus-virus lokal yang membandel, saya mencoba membagi filenya agar temen2 bisa langsung memakainya di komputer ataupun laptopnya.

klik link dibawah ini untuk menuju halaman download:

Download Antivirus Internet Security 2.5

dan untuk update Antivirus terbaru yakni Antivirus Internet Security 2.6, silahkan Download melalui link dibawah ini:

Download Antivirus Internet Security 2.6

semoga bermanfaat.

sumber:
http://www.witular.com
http://www.wartaberita.net

INTERNET KE INTERKOLONI

Pemrogram komputer menggunakan lebah madu sebagai rujukan

Naiknya tingkat kesibukan berbelanja melalui Internet menimbulkan sejumlah permasalahan besar. Perilaku pelanggan ketika berbelanja bisa jadi sama sekali lain dari perkiraan umumnya, dan mungkin saja berbeda di antara sesama pelanggan. Hal ini menyebabkan lalu lintas internet menjadi tidak teratur dan akhirnya berujung pada penumpukan tiba-tiba pada server Internet yang menangani belanja on-line. (Server: sebuah komputer dalam sebuah jaringan yang menyimpan program-program aplikasi dan file-file data yang dapat dikunjungi oleh komputer-komputer lainnya di dalam jaringan tersebut.) Para pakar dari Universitas Oxford dan the Georgia Institute of Technology [Institut Teknologi Georgia] melakukan kerjasama dalam rangka mengembangkan sejumlah teknologi yang dapat mengatasi penumpukan semacam itu. Para peneliti ini mengambil model atau contoh-acuan berupa suatu masyarakat yang lalu lintasnya telah berhasil diatur dengan sangat baik. Contoh-acuan ini adalah perilaku koloni atau masyarakat lebah madu yang tengah ditiru dalam sejumlah teknologi yang ditujukan untuk meringankan beban pada server-server pada saat terjadi kepadatan lalu lintas yang luar biasa.

Lonjakan jumlah pelanggan belanja atau perdagangan saham secara tiba-tiba, naik turunnya kegiatan lelang melalui internet memunculkan kesulitan besar pada perusahaan-perusahaan pengelola server. Untuk meningkatkan keuntungan mereka sebesar-besarnya, perusahaan-perusahaan ini perlu memeriksa komputer-komputer mereka setiap saat untuk menjaga agar komputer tersebut tetap mampu menyesuaikan diri terhadap tingkat kebutuhan yang berubah-ubah melalui campur tangan secara cepat. Namun pada kenyataannya, hanya satu aplikasi web saja yang dapat dimuat ke dalam komputer pada satu waktu, dan hal ini merupakan sebuah kendala. Perpindahan antar-aplikasi menyebabkan penghentian sementara selama 5-7 menit, waktu ini diperlukan untuk konfigurasi ulang pada komputer, dan ini berarti kerugian.

Permasalahan serupa dijumpai dalam tugas-tugas yang dijalankan oleh lebah madu. Sumber-sumber bunga memiliki keragaman dalam hal mutu. Oleh karena itu, seseorang mungkin berpikiran bahwa keputusan tentang berapa banyak lebah yang harus dikirim ke setiap tempat tersebut dan berapa lama mereka sebaiknya berada di sana merupakan sebuah permasalahan dalam sebuah koloni yang ingin mencapai laju pengumpulan madu bunga (nektar) setinggi-tingginya. Akan tetapi, berkat sistem kerja mereka yang sangat baik, lebah mampu memecahkan permasalahan ini tanpa mengalami kesulitan.

Sekitar seperlima dari lebah-lebah di dalam sebuah sarang bertugas sebagai pengumpul-nektar. Tugas mereka adalah berkelana di antara bunga-bunga dan mengumpulkan nektar sebanyak mungkin. Ketika kembali ke sarang, mereka menyerahkan muatan nektar mereka kepada lebah-lebah penyimpan-makanan yang menjaga sarang dan menyimpan bahan makanan. Lebah-lebah ini kemudian menyimpan nektar di dalam petak-petak madu. Seekor lebah pengumpul-nektar juga dibantu oleh rekan-rekannya dalam menentukan seberapa bagus mutu sumber bunganya. Lebah pengumpul-nektar tersebut menunggu dan mengamati seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk bertemu dengan seekor lebah penyimpan-makanan yang siap menerima muatan. Jika waktu tunggu ini berlangsung lama, maka sang lebah pengumpul-nektar memahami hal ini sebagai isyarat bahwa sumber bunganya bukan dari mutu yang terbaik, dan bahwa lebah-lebah yang lain kebanyakan telah melakukan pencarian yang berhasil. Sebaliknya, jika ia disambut oleh sejumlah besar lebah-lebah penyimpan-makanan untuk mengambil muatannya, maka semakin besarlah kemungkinan bahwa muatan nektar tersebut bermutu baik.

Lebah yang mendapatkan informasi ini memutuskan apakah sumber bunganya senilai dengan kerja keras yang akan dilakukan berikutnya. Jika ya, maka ia melakukan tarian-getarnya yang terkenal agar dipahami maksudnya oleh lebah-lebah lain. Lama tarian ini memperlihatkan seberapa besar keuntungan yang mungkin dapat diperoleh dari sumber bunga ini. [penjelasan lebih lanjut tentang tarian lebah, silakan baca: http://www.harunyahya.com/indo/buku/menyingkap003.htm%5D

Sunil Nakrani dari Universitas Oxford dan Craig Tovey dari the Georgia Institute of Technology menerapkan cara pemecahan masalah oleh lebah madu tersebut pada permasalahan ada pada Internet host. Setiap server mengambil peran sebagai lebah pengumpul-nektar, dan setiap permintaan pelanggan bertindak sebagai sumber bunga. Dengan cara ini, doktor Nakrani dan Tovey mengembangkan sebuah algoritma “lebah madu” untuk server Internet “sarang.” (Algoritma: Serangkaian tahapan-tahapan logis untuk memecahkan suatu permasalahan yang dapat diterjemahkan ke dalam sebuah program komputer.)

Sebuah host menjalankan tugas, sebagaimana yang dilakukan lebah dengan tarian-getarnya, dengan membuat sebuah iklan dan mengirimkannya ke sejumlah server lainnya di dalam sarang. Lama masa penayangan iklan ini mencerminkan manfaat dan tingkat keuntungan yang dapat diraup melalui para pelanggan server-server tersebut. Server lain membaca iklan ini dan berperilaku seperti lebah-lebah pekerja yang mengikuti petunjuk yang yang disampaikan melalui tarian-getar tersebut. Setelah mempertimbangkan dan mengkaji iklan ini beserta pengalaman mereka sendiri, mereka memutuskan perlu tidaknya untuk beralih dari para pelanggan yang sedang mereka layani ke para pelanggan yang sedang dilayani oleh server yang mengirim iklan tersebut.

Doktor Nakrani dan Tovey melakukan uji banding antara algoritma lebah madu yang mereka kembangkan dengan apa yang disebut sebagai algoritma “rakus” yang saat ini dipakai oleh kebanyakan penyedia Internet host. Algoritma rakus terlihat ketinggalan zaman. Algoritma rakus membagi waktu menjadi sejumlah penggalan waktu yang tetap dan menempatkan server-server untuk melayani para pelanggan untuk satu penggalan waktu berdasarkan pengaturan yang dianggap paling menguntungkan pada penggalan waktu sebelumnya. Para peneliti mengungkap bahwa di saat-saat ketika lalu lintas sangat berubah-ubah, algoritma lebah madu memperlihatkan kinerja 20% lebih baik daripada algoritma rakus. Sebentar lagi mungkin server-server yang bekerja menggunakan algoritma lebah madu akan semakin banyak di masa mendatang, di mana Internet akan lebih tepat disebut sebagai “Interkoloni.”

Dengan pemisalan yang sangat tepat, penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan ini menunjukkan betapa berbagai pemecahan masalah yang masuk akal terdapat di alam. Permasalahan yang dihadapi server-server Internet sangatlah mirip dengan permasalahan yang dipecahkan oleh koloni lebah madu. Sungguh, keberhasilan yang dicapai penelitian tersebut, yang dilakukan dengan menerapkan contoh-rujukan koloni lebah madu, menjadi isyarat akan hal ini. Akan tetapi, dari manakah asal usul rumusan pemecahan masalah yang diberikan lebah madu kepada para pemrogram komputer tersebut? Meskipun para pemrogram komputer dapat mengambil perilaku lebah madu sebagai contoh-rujukan mereka, lebah itu sendiri tidak dapat melakukan hal seperti itu. Ini dikarenakan meskipun tiruan algoritma lebah yang dibuat oleh pemrogram komputer merupakan hasil dari proses berpikir cerdas yang dilakukan secara sadar, lebah madu tidak memiliki kemampuan berpikir semacam itu. Pemecahan atas permasalahan tersebut membutuhkan tindakan sadar, misalnya:
pertama-tama pemahaman tentang adanya permasalahan tersebut, pengkajian terhadap sejumlah penyebab timbulnya permasalahan itu, pengenalan atas pengaruh sejumlah penyebab itu terhadap permasalahan tersebut secara umum dan pengaruhnya terhadap satu sama lain, dan akhirnya pengambilan keputusan di antara beragam pilihan yang ada.

Sudah pasti pemecahan masalah semacam itu tidak mungkin terjadi di dalam koloni lebah beranggotakan 20 sampai 50 ribu ekor. Hanya ada satu penjelasan masuk akal atas kenyataan ini, di mana sedemikian banyak makhluk hidup menghemat energi dengan menerapkan cara pengumpulan nektar yang paling menguntungkan; meskipun orang biasanya mengira akan melihat suatu kekacauan dan kebingungan di dalamnya. Pemahaman atas permasalahan di dalam koloni lebah dan jalan keluar pemecahannya merupakan hasil karya Pencipta Maha Mengetahui. Tidak ada keraguan, Allahlah, Pencipta langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya, Yang telah menciptakan koloni lebah. Strategi yang diterapkan di dalam koloni lebah madu merupakan ilham yang berasal dari Allah. Allah menyatakan hal ini di ayat berikut:

” Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).’Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia’. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (QS. An Nahl/ 16:68-69)

Catatan kaki: 1- “Honey bees and internet optimisation,” The Economist, April 15 2004.

© 2005 Harun Yahya International. Hak Cipta Terpelihara. Semua materi dapat disalin, dicetak dan disebarkan dengan mencantumkan sumber situs web ini: info@harunyahya.com

17 Januari, Hari Penentuan Nasib BlackBerry di Indonesia

Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) masih menanti jawaban Research In Motion terkait tuntutan sensor di layanan internet BlackBerry hingga 17 Januari 2011.

Menurut Gatot S. Dewa Broto, Kepala Humas dan Pusat Informasi Kementerian Kominfo, 17 Januari mendatang merupakan pertemuan terakhir antara pemerintah dengan RIM untuk membahas soal filterisasi di layanan internet BlackBerry.

“Pada kesempatan itulah RIM akan memberikan jawabannya, apakah akan comply atau tidak dengan aturan sensor kita,” tukasnya kepada detikINET, Senin (10/1/2011).

Jika RIM comply, maka tinggal mempersiapkan diri untuk menjalankan sistem sensor mereka dan RIM kembali menjalankan bisnisnya seperti biasa. Namun jika mereka tetap ngeyel dan menolak untuk mengikuti permintaan pemerintah, maka siap-siap saja layanan internet mereka dimatikan.

“Browsing internet dari BlackBerry akan ditutup kalau tidak comply, tinggal menunggu waktu seberapa lama teknisnya,” tukas Gatot.

Namun jangan khawatir, penutupan tersebut hanya berlaku untuk layanan internet. Sementara fitur BlackBerry lainnya seperti BlackBerry Messenger dan layanan email dipastikan berjalan seperti biasa.

“Jadi bukan langsung dimatikan semua setelah tanggal 17 Januari jika RIM tidak comply. Pengguna masih bisa BBM-an dan berkirim email, hanya fitur browsingnya saja yang ditutup. Tapi kita tunggu saja jawaban RIM pada 17 Januari nanti,” Gatot menandaskan.

sumber: http://www.detikinet.com/read/2011/01/10/102538/1542832/328/17-januari-hari-penentuan-nasib-blackberry

%d bloggers like this: