Posts from the ‘ILMU PENGETAHUAN SOSIAL’ Category

Islamisasi Ilmu Psikologi: Antara Memilah dan Memilih

thumb

Oleh: Rizka Fitri Nugraheni

SEPERTI diketahui, ilmu pengetahuan kontemporer saat ini didominasi oleh Barat. Kata “Barat” yang dimaksudkan dalam tulisan ini adalah pemikiran, bukan bangsa. Ciri-ciri pemikiran Barat salah satunya adalah mengabaikan aspek metafisik (ghaib), seperti wahyu, Tuhan, atau malaikat. Dominasi pemikiran tersebut dapat terlihat dari banyaknya buku-buku dari Barat yang digunakan sebagai acuan dalam perkuliahan. Bagaimanapun juga pemikiran Barat memiliki sisi positif yang bermanfaat bagi ummat manusia. Contoh yang dapat ditemukan di bidang psikologi adalah metode pengukuran dalam psikometri, konsep empati, konsep pola asuh dalam mendidik anak, konsep kognisi seperti memori, berbagai teori motivasi, dan masih banyak lainnya. Semua itu bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bagi Muslim.

Majunya psikologi kontemporer yang kebanyakan membahas tingkah laku memang memberi sumbangan bagi Muslim, namun ada satu hal yang tidak tercakup di dalamnya, yaitu konsep jiwa. Psikologi Barat cenderung hanya membahas tingkah laku baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat secara langsung (seperti aktivitas mental). Tidak  bermaksud menafikkan aspek tingkah laku karena itu penting dalam kehidupan manusia (Amber Haque), yang disayangkan adalah tidak adanya aspek jiwa dalam pembahasan Psikologi Kontemporer, sementara dalam Islam jiwa mempengaruhi tingkah laku manusia.

Kita semua sebagai Muslim patut bersyukur karena Islam memiliki konsep jiwa pada manusia, jiwa yang tentu dapat mempengaruhi tingkah laku.

Imam Al-Ghazali dalam buku “Keajaiban Hati” menyatakan bahwa jiwa manusia memiliki empat komponen, yaitu ruh, qalb, nafs, dan ‘aql. Semua itu disebutkan dalam Al-Qur’an dan masing-masing memiliki fungsi tersendiri namun saling berhubungan. Salah satu contoh adalah qalb yang dapat berfungsi sebagai “raja” bagi “kerajaan” jiwa manusia, mampu menangkap pengetahuan tentang Allah, hal-hal spiritual, termasuk baik-buruknya sesuatu. ‘Aql dapat berfungsi sebagai “penasihat” dan menundukkan hawa nafsu. Keduanya berperan dalam konsep ‘iradah (kehendak), yang prosesnya sebagai berikut: seseorang dengan akalnya dapat menangkap dan melihat akibat dari suatu masalah lalu mengetahui jalan terbaiknya. Muncul kemauan, lalu bertindak ke arah kebaikan

Konsep ‘iradah tersebut jika diperhatikan mirip dengan konsep motivasi yang juga masih dibahas dalam psikologi kontemporer. Terdapat kebaikan sebagai tujuan, tindakan sebagai aktivitas, kemauan sebagai dorongan dan semua itu merupakan proses. Seperti yang disampaikan oleh Schunk et al. (2010), yang menyatakan bahwa motivasi adalah proses di mana aktivitas yang mengarah pada tujuan, memiliki dorongan dan bertahan lama. Dari contoh hubungan konsep-konsep tersebut, dapat diketahui bahwa Psikologi dalam Islam sudah ada dari dulu dan psikologi kontemporer dapat disandingkan dengan Islam. Tentu juga bermanfaat bagi Muslim, ketika ilmuwan Muslim dapat memilah, memilih, dan menggunakan ilmu kontemporer secara bijak.

Benar-benar indah jika ilmuwan Muslim dapat memilah dan memilih dengan bijak, namun apa yang terjadi sekarang? Ilmuwan Muslim menjiplak pemikiran dan produk psikologi Barat, dengan menggunakan paradigma Barat dalam memandang berbagai fenomena. Tidak heran jika banyak yang berpendapat bahwa agama, keyakinan, atau hal-hal ghaib yang berlaku dalam Islam tidak berlaku dalam aktivitas keilmuan psikologi. Tidak heran juga ketika banyak ilmuwan psikologi yang tidak menggunakan Islam sebagai worldview dalam meneliti, konseling, ketika belajar, dan menyikapi berbagai teori. Tidak melibatkan Allah dalam motivasi, berorientasi pada kemauan klien ketika konseling, menerima begitu saja kesimpulan penelitian yang bertentangan dengan Islam. Ada sebagian dari ilmuwan Muslim yang tersesat, menjadi agnostik atau ateis. Itu yang menjadi masalah bagi kita sebagai Muslim. Hal itu menunjukkan sebagian ilmu pengetahuan yang beredar sekarang ini menjauhkan manusia dari Allah, padahal dalam pandangan Islam ilmu justru membuat manusia mendekatkan diri pada Allah.

Fenomena itu cukup memprihatinkan dan perlu menjadi perhatian bagi Muslim, sehingga perlu ada upaya Islamisasi ilmu. Gagasan Islamisasi ilmu kontemporer salah satunya dicetuskan oleh Prof. Al-Attas. Menurut Prof S.M.N. Al-Attas, Islamisasi merupakan usaha menjadikan pemikiran Muslim terbebas dari hal-hal yang bertentangan dengan Islam, sehingga banyak di antara Muslim yang memiliki Islamic worldview. Segala hal pun dipandang dari sudut pandang Islam oleh Muslim, bukan sudut pandang yang justru bertentangan dengan Islam. Pemikiran Muslim yang sudah memiliki Islamic worldview akan menghasilkan ilmu yang dapat mendekatkan diri pada Allah, bukan yang bertentangan dengan Islam.

Perlunya Islamisasi ilmu juga berlaku di bidang psikologi karena tidak semua Psikologi Kontemporer dapat diterima dan diaplikasikan pada Muslim. Prof. Malik Badri (sebagai pelopor Islamisasi ilmu) dalam artikelnya  menekankan perlunya adaptasi terhadap Psikologi Barat, karena tanpa adaptasi Psikologi Barat dapat merugikan atau tidak berguna bagi Muslim. Perlu diingat juga bahwa Psikologi Barat tidak membahas unsur jiwa, yang dalam Islam justru sangat diperhatikan. Kekurangan pada Psikologi Barat tetap disikapi dengan bijak. Adaptasi dilakukan hanya pada psikologi yang bertentangan Islam, sedangkan hasil pemikiran yang tidak bertentangan, sekalipun itu dari Barat dapat dimanfaatkan oleh Muslim. Prof. Malik Badri menggunakan terapi dengan cara Islami dan berhasil membantu banyak kliennya sembuh. Beliau dalam buku “Dilema Psikolog Muslim”, menceritakan pengalaman membantu menyembuhkan klien dengan menggunakan Cognitive Behavioral Therapy yang dipadukan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Dari contoh tersebut dapat diketahui bahwa ilmuwan Muslim dapat menggunakan tes inteligensi, teknik pembuatan alat ukur psikologis, metode penelitian eksperimental, konseling dengan empati, dan hal-hal lain yang tidak bertentangan dengan Islam.  Semua itu dapat digunakan tentu dengan sikap yang bijak.

Ilmuwan psikologi yang memiliki pemikiran Islami meyakini Allah sebagai Rabb, Islam sebagai ad-Din, dan manusia juga sebagai makhluk spiritual yang memiliki jiwa. Dia dalam tiap aktivitas keilmuan psikologi akan ingat bahwa yang diperhatikan bukan sebatas tingkah laku yang terlihat atau terukur. Ada unsur lain di luar itu turut mempengaruhi tingkah laku, yaitu jiwa. Pemikiran seperti itu akan berdampak baik bagi Islamisasi Psikologi. Psikolog Muslim akan menjaga kondisi jiwanya agar selalu bersih dari penyakit hati, sehingga dapat membantu para klien sembuh dari gangguan dengan terapi yang melibatkan aspek jiwa dan mangadopsi metode dari Barat yang tidak bertentangan dengan Islam. Peneliti Muslim akan kritis dalam menyikapi kesimpulan penelitian yang dibaca. Ketika bertentangan dengan Islam, akan dilakukan adaptasi, salah satunya dengan cara menggunakan Islamic worldview dalam menginterpretasikan hasil penelitian. Akan ada usaha memilah mana yang baik dan buruk untuk Muslim, kemudian memilih yang baik, demi keselamatan ummat Islam.

Keselamatan ummat Islam dari hal-hal yang merugikan menjadi fokus dalam Islamisasi ilmu. Tidak bermasuk ekslusif, karena Islam merupakan rahmatalil ‘alamin, namun tidak memaksakan orang-orang selain penganut Islam untuk mengikuti ajarannya. Itu juga berlaku pada psikologi yang perlu diadaptasi, agar pada akhirnya ilmu psikologi yang beredar pantas untuk Muslim.

Adaptasi sebagian ilmu psikologi, sebagai salah satu cara Islamisasi ilmu, dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Cara dapat berbeda, asal esensinya sama. Penggunaan label “Psikologi Islam” atau “Psikologi Islami” semestinya tidak perlu dijadikan masalah, apalagi diperdebatkan. Islam saja memiliki madzab-madzab yang penganutnya tersebar di seluruh dunia, namun semuanya tetap Islam. Sekarang bukan saatnya mempermasalahkan perbedaan cara, namun mempermasalahkan ilmu psikologi yang harus diadaptasi. Masih ada tugas yang lebih penting dan harus dikerjakan oleh ilmuwan Muslim di bidang psikologi: mencerdaskan pelajar Muslim yang belum paham mengenai permasalahan ilmu, agar banyak yg dapat memilah dan memilih, sehingga tercipta produk-produk  psikologi yang dapat dimanfaatkan oleh ummat Islam.

Itu memang tugas yang berat untuk Islamisasi Psikologi. Dibutuhkan  waktu yang panjang dan usaha yang keras. Islamisasi ilmu Psikologi tidak akan lengkap tanpa kesucian hati dan keyakinan terhadap Islam itu sendiri. Semoga kita termasuk orang-orang yang terlibat dalam Islamisasi ilmu Psikologi baik secara langsung maupun tidak langsung, sampai akhirnya Psikologi yang kita terima merupakan ilmu yang dapat mendekatkan diri pada Allah. Dengan begitu, ummat Islam dapat memperoleh keselamatan dunia dan akhirat. Wallahu’alam.*

Penulis Penggiat Komunitas Penggenggam Hujan di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia

Daftar Pustaka

Al-Attas, Syed Muhammad Naquib. (1991). Islam dan Sekularisme. Bandung: Institut Pemikiran Islam dan Pembangunan Insan.

Badri, Malik. Dilema Psikolog Muslim.

Badri, Malik. The Islamization of Psychology Its “why”, its “what”, its “how” and its “who”. Artikel dapat diunduh di http://i-epistemology.net/psychology/60-the-islamization-of-psychology-i….

Imam Al-Ghozali. Keajaiban Hati. Penerbit Khatulistiwa.

Schunk, D. H., Pintrich, P. R., Meece, J. L. (2010). Motivation in Education: Theory, Research, and Applications. New Jersey: Pearson Prentice Hall.

Membangun Peradaban Tauhidi

Oleh: Ahmad Sadzali

Dalam bukunya Al-Madkhal ila Dirasah al-Madzahib al-Fiqhiyah, Prof. Dr. Ali Gomaa Muhammad menyatakan, “Peradaban Islam tidaklah mati, namun hanya tertidur saja. Sesuatu yang tidur pasti akan bangun kembali.” Pernyataan ini memberikan harapan besar kepada kita akan kebangkitan peradaban Islam. Akan tetapi kebangkitan peradaban itu tentu saja membutuhkan proses yang lama. Peradaban Islam seperti bagian dari sebuah roda yang selalu berputar. Jika dalam sejarahnya bagian roda itu sempat berada di bawah, maka suatu saat nanti ia akan kembali berada di atas.

Pembicaraan tentang peradaban memang tidak akan ada habisnya, terkhusus peradaban Islam. Topik peradaban secara umum selalu relevan untuk diperbincangkan di sepanjang zaman. Ini tidak lain karena manusia selalu bersinggungan dengan peradaban. Manusia adalah pelaku utama peradaban itu sendiri. Dan peradaban tanpa manusia tidak akan pernah ada. Begitu juga dengan topik peradaban Islam yang dianologikan seperti bagian dari roda yang berputar tadi, tidak akan pernah surut dari perbincangan manusia.

Peradaban manusia terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Perkembangan peradaban tersebut tidak saja terjadi dalam ranah fisiknya saja, namun juga terjadi dalam ranah substansi. Sebagai contoh, pemahaman akan istilah peradaban saja sampai mengalami fase-fase yang cukup signifikan. Terlebih lagi jika terjadi persinggungan antara peradaban satu dengan yang lainnya.

Seiring dengan perjalanan hidup manusia yang sudah begitu panjang di muka bumi ini, maka berbagai macam peradaban pun telah terbentuk. Banyak peradaban yang telah mewarnai kehidupan manusia. Setiap peradaban tentu saja memiliki konsep tersendiri yang nantinya akan membedakan peradaban tersebut dengan peradaban lainnya. Sama halnya dengan peradaban lain, peradaban Islam juga memiliki konsep yang menjadikannya tampil berbeda dengan peradaban-peradaban lainnya.

Konsep peradaban ini sangat dibutuhkan dalam upaya membangkitkan kembali peradaban Islam. Untuk itulah tulisan ini mencoba sedikit memaparkan konsep peradaban Islam, atau pandangan Islam terhadap peradaban itu sendiri.

Dilema Definisi Peradaban

Definisi peradaban memang selalu menjadi problem. Latar belakang pengetahuan yang berbeda, akan sangat mempengaruhi pendefinisian peradaban. Istilah peradaban biasanya digunakan oleh sarjana-sarjana di bidang sejarah, antropologi, dan beberapa bidang keilmuan sosial lainnya. Namun dalam disiplin ilmu yang berbeda-beda itu, ternyata definisi peradaban juga lahir berbeda-beda, tidak satu definisi.

Dalam bahasa Perancis, peradaban biasanya disebut dengan civilisation. Sedangkan dalam bahasa Jerman, peradaban disebut kultur. Istilah cultur dalam bahasa Prancis menunjukkan arti kebudayaan, sama halnya dengan bahasa Inggris yang menggunakan istilah culture. Jadi bahasa Prancis membedakan istilah civilisation yang menunjukkan peradaban, dengan cultur yang menunjukkan kebudayaan. Sedangkan dalam bahasa Melayu, peradaban disebut dengan tamadun.

Setidaknya “civilization” memiliki tiga tahapan perkembangan definisi. Makna aslinya dikenalkan pertama kali dalam bahasa Prancis oleh beberapa penulis, seperi Voltaire, pada abad ke-18 Masehi. Kemudian para penulis di abad ke-19 Masehi semakin memperluas istilah “civilization” untuk mengartikan pertumbuhan melalui waktu pengetahuan dan keterampilan yang mendorong manusia untuk mencapai perilaku yang beradab. Selanjutnya istilah “civilization” dibawa ke dalam bahasa Inggris, dan mengalami generalisasi ide atau definisi hingga lebih plural.

Nasr Muhammad Arif, dalam bukunya Al-Hadharah, Ats-Tsaqofah, Al-Madaniyah telah meneliti istilah “civilization” dari bahasa asalnya, yaitu bahasa Latin. Dalam bahasa Latin terdapat istilah civites yang artinya kota; civis yang artinya orang yang tinggal di kota; dan civilis yang artinya sipil. Dan istilah “civilization” baru diambil dari bahasa Latin tersebut pada abad ke-18 Masehi.

Sarjana Barat sendiri berbeda-beda dalam mendefinisikan istilah “civilization”. Sebagai contoh dalam bukunya The Philosophy of Civilization, Albert Schweitzer menjelaskan bahwa peradaban adalah kemajuan spiritual dan materi pada setiap individu maupun kelompok. Schweitzer juga menjelaskan bahwa peradaban harus dapat menciptakan kondisi yang menguntungkan semua orang dalam hidupnya. Tujuan peradaban adalah kesempurnaan spiritual dan moral individu.

Berbeda dengan Schweitzer yang menekankan peradaban pada pencapaian moral dan spiritual, Will Durant mengartikan peradaban sebagai sistem sosial yang membantu manusia untuk meningkatkan produksi kebudayaannya. Menurut Durant, peradaban terdiri dari empat unsur: sumber daya ekonomi, sistem politik, tradisi moral, serta ilmu dan kesenian.

Edward Burnett Tylor mengartikan peradaban sebagai adalah suatu kesatuan kompleks yang mencakup pengetahuan, keyakinan, seni, adab, hukum adat, dan setiap kecakapan serta kebiasaan seseorang sebagai anggota masyarakat. Namun, sebagian orang menganggap definisi yang digariskan Tylor ini adalah untuk definisi kebudayaan. Dari definisi Tylor ini, akhirnya terjadi kerancuan dalam perbedaan antara peradaban dengan kebudayaan. Terkadang keduanya dimaknai sama.

Sedangkan Samuel Huntington memandang peradaban sebagai entitas budaya. Peradaban terdiri dari unsur-unsur yang kompleks, seperti bahasa, agama, sejarah, adat, lembaga, atau indentifikasi diri secara subjektif. Dalam pandangan Huntington ini, jika sekelompok manusia yang besar di suatu wilayah memiliki kesamaan seperti bahasa, agama dan adat, maka bisa disebut sebagai peradaban. Contohnya adalah Amerika dan Eropa yang sering disebut sebagai peradaban Barat.

Banyak lagi pendapat sarjana-sarjana Barat lainnya yang memberikan definisi terhadap peradaban. Definisi peradaban atau “civilization” dalam dunia pemikiran Barat mengalami perkembangan yang sangat pesat. Ada yang menjadikan makna “civilization” sebagai sinonim dari kata “culture”, seperti Tylor tadi. Ada juga yang mempersempit definisi “civilization” hanya sebagai kemajuan materi. Ada juga yang memperluas definisinya menjadi kemajuan yang menyeluruh, melingkupi semua aspek kehidupan. Ada juga yang mempersempitnya lagi menjadi kemajuan individu saja. Ada juga yang memperluasnya sebagai kemajuan individu dan kelompok. Dan berbagai perkembangan definisi lainnya.

Selanjutnya istilah “civilization” ini mengalami persinggungan dengan bahasa Arab. Pada awal abad ke-19, kata “civilization” diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dengan istilah التمدن. Rifa’ah Ath-Thahthawi dalam bukunya Manahij al-Albab al-Mashriyah menggunakan istilah “tamaddun” untuk menunjukkan istilah “civilization” yang dipakai di Eropa. Ath-Thahthawi menyebutkan, tamaddun mengandung dua unsur asli: secara makna seperti akhlak dan adab, dan secara materi.

Kata “tamaddun” terus digunakan untuk menunjukkan “civilization” sampai kemudian berubah menjadi kata المدنية. Istilah “madaniyah” ini dipakai selama abad ke-19 dan abad ke-20. Pada tahun 1936, istilah “madaniyah” diartikan sebagai sebuah keadaan sosial budaya yang ditandai dengan kemajuan relatif dalam bidang kesenian, ilmu pengetahuan, manajemen pemerintahan. Lalu pada tahun 1957, istilah “madaniyah” digunakan untuk menunjukkan fenomena kemajuan fisik atau materi dalam kehidupan masyarakat.

Lalu pada pertengahan abad ke-20, kamus-kamus bahasa Arab mulai menerjemahkan kata “civilization” dengan arti حضارة. Dan pada masa ini hampir disepakati bahwa kata “hadharah” berarti sekumpulan fenomena sosial yang memiliki karakter fisik, ilmu, seni teknik yang ada dalam masyarakat, dan merupakan fase kemajuan dalam perkembangan manusia.

Sebenarnya kata “حضارة” sudah dipakai oleh Ibnu Khaldun dalam Muqaddimahnya. Namun kata “hadharah” di sini belum dipakai untuk menunjukkan sebuah peradaban yang memiliki definisi kompleks seperti di atas. Kata “hadharah” digunakan Ibnu Khaldun untuk menunjukkan lawan dari pola hidup yang berpindah-pindah, atau yang disebut dengan البداوة. Sedangkan untuk menunjukkan sebuah peradaban, Ibnu Khaldun menggunakan istilah “umran”.

Dr. Muhammad Imarah dalam bukunya Al-Islam wa At-Ta’addudiyah mengatakan bahwa istilah “umran” dalam turats kita yang dulu itu adalah istilah “hadharah” dalam turats kita yang baru. Selanjutnya Dr. Imarah mendefinisikan peradaban sebagai kumpulan dari tamadun dan budaya, serta akumulasi dari perkotaan yang di dalamnya terdapat realitas fisik dan jiwa manusia yang dapat memberikan kemajuan pada manusia itu sendiri.

Pendapat-pendapat dari pemikir Muslim tentang definisi hadharah memang juga terdapat keragaman. Bahkan pendefinisian yang berkembang dalam pemikiran Islam atau dalam terminologi bahasa Arab bisa dikatakan sedikit rumit jika dibandingkan dengan terminologi bahasa Inggris. Dalam bahasa Inggris hanya terdapat dua istilah yang berkembang, yaitu civilization dan culture. Sedangkan dalam bahasa Arab, terdapat tiga istilah yang berkembang untuk menunjukkan peradaban dan kebudayaan, yaitu tsaqafah, hadharah, dan madaniah.

Secara singkat bisa disimpulkan sebagai berikut: Pertama, siapa yang menerjemahkan istilah culture sebagai tsaqafah, maka berarti menerjemahkan civilization sebagai hadharah. Kedua, siapa yang menerjemahkan culture sebagai hadharah, maka ia menerjemahkan civilization sebagai madaniyah. Bagi pendapat pertama, berarti ia telah menjadikan tsaqafah sebagai elemen intelektual dalam kehidupan manusia, dan hadharah sebagai elemen fisik atau materinya. Sedangkan pendapat kedua telah menjadikan hadharah sebagai elemen intelektual dan madaniyah sebagai elemen fisik atau materinya.

Sementara itu dalam bahasa Indonesia, istilah “peradaban” sering kali digunakan untuk menunjukkan civilization atau hadharah. Kata “peradaban” berasal dari kata “adab”, yang artinya kehalusan dan kebaikan budi pekerti, kesopanan, atau akhlak. Ketika kata “adab” ini mendapat imbuhan per- dan -an menjadi “peradaban”, maka diartikan sebagai: Pertama, kemajuan (kecerdasan, kebudayaan) lahir batin. Kedua, hal yang menyangkut sopan santun, budi bahasa dan kebudayaan suatu bangsa.

Dari sekian banyak pendapat dan perkembangan-perkembangan definisi tadi, setidaknya kita dapat mengambil garis lurus untuk dapat menggambarkan istilah “peradaban”. Garis lurus tersebut yaitu kemajuan, moral, intelektual dan fisik atau materi. Karena dalam definisinya yang berkembang, peradaban sering kali dikaitkan dengan ketiga unsur tersebut.

Peradaban dalam Islam

Dalam terminologi bahasa Arab, kata hadharah berasal dari kata حضر yang artinya شهد من الحضور, atau berlawanan dengan kata ghaib. Dalam Al-Qur’an, kita juga akan menemukan kata hadhara bermakna syahada. Seperti dalam surat Al-Baqarah ayat 180 ( إذا حضر أحدكم الموت ), dalam surat An-Nisa ayat 8 ( وإذا حضر القِسمَةَ أُولُوا القُربى ), dalam surat Al-Baqarah ayat 185 ( فمن شهد منكم الشهر فليصمه ). Dalam kandungan ketiga ayat tadi, makna hadhara berarti syahada.

Prof. Dr. Nasr Muhammad Arif menjelaskan bahwa kata syahadah dalam Al-Qur’an mengandung empat artian. Keempat artian inilah yang sebenarnya membangun istilah hadharah dalam Islam. Keempat artian ini tidak dapat berdiri sendiri dalam menyokong konsep peradaban Islam, namun semuanya saling melengkapi. Keempat artian tersebut adalah sebagai berikut:

1) Syahadah dalam artian tauhid kepada Allah. Artian ini mengandung kesaksian manusia terhadap keesaan Allah. Makna ini adalah sebagai akidah umat Islam. Di bawah makna ini manusia harus tunduk dengan segala aturan Allah;

2) Syahadah dalam artian perkataan (kesaksian) yang benar dan jalan untuk menuju keadilan. Atau bisa juga berarti kesaksian yang didasarkan dengan ilmu. Dengan demikian ini merupakan jalan untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan;

3) Syahadah dalam artian pengorbanan di jalan Allah;

4) Syahadah dalam artian kewajiban atau tugas untuk umat. Ini senada dengan kandungan Al-Qur’an pada surat Al-Baqarah ayat 143 ( وكذلك جَعَلنكم أُمّة وسطا لتكونوا شُهداء على الناس و يكون الرسول عليكم شهيدا ).

Arti syahadah di sini mencakup dua dimensi, dunia dan akhirat. Oleh karena itulah, konsep peradaban dalam Islam tidak bisa dikotomi antara dua dimensi ini. Peradaban dalam Islam memiliki pola yang bersifat keduniawian seperti kemajuan, inovasi, pembangunan, kesenian dan lain sebagainya. Dan di samping itu juga memiliki pola yang sifatnya keakhiratan seperti keyakinan, nilai-nilai, pemikiran, tingkah laku atau akhlak dan lain sebagainya. Kedua pola ini tidak dapat dipisahkan satu dari yang lainnya. Jadi, pengistilahan peradaban akan tidak sempurna jika salah satu pola ini tidak ada.

Menurut Malik bin Nabi, di saat peradaban Barat terlalu memfokuskan perhatian mereka kepada kemajuan materi dan pemikiran, maka peradaban Islam menjadikan akidah tauhid sebagai fokus utama peradabannya. Malik bin Nabi mendampingkan definisi peradaban Islam dengan unsur-unsur utama yang membentuknya. Di antara unsur-unsur pembentuk itu adalah manusia, waktu dan tanah. Unsur manusia adalah unsur pembentuk terbesar dalam sebuah peradaban, termasuk peradaban Islam. Dalam hal ini tentunya kualitas manusia atau individu akan menentukan kualitas peradaban yang dibangunnya.

Dalam setiap individu Muslim yang berperan sebagai unsur utama dalam peradaban, sudah semestinya tertanam konsep tauhid yang menjadi fokus utama peradaban Islam tadi. Jadi, peradaban Islam adalah peradaban yang memiliki konsep tauhidi, yang meniadakan dikotomi antara fisik dan ruhani, atau dunia dan akhirat. Sedangkan asal mula konsep tauhid ini adalah keimanan kepada Allah. Maka, sebenarnya peradaban Islam tidak hanya dibangun oleh unsur manusia saja, namun yang paling penting adalah unsur yang ada di dalam diri manusia itu sendiri, yaitu keimanan. Dengan demikian, peradaban Islam tidak dapat dipisahkan dari unsur Tuhan.

Epistemologi dan Sumber Peradaban Islam

Dalam epistemologi Islam, sumber pengetahuan utama adalah Allah, atau yang dalam hal ini adalah wahyu. Pengetahuan yang bersumber dari Allah tersebut dapat diperoleh melalui indera yang sehat, berita yang benar berdasarkan otoritas, akal sehat dan hati. Indera yang sehat ini mencakup indera luar dan indera dalam. Akal sehat pada dasarnya berfungsi untuk mengolah apa yang diterima oleh indera tadi. Apa yang diterima oleh indera akan dinilai oleh akal sehat sesuai dengan tingkat kelogisannya. Namun sebenarnya fungsi akal tidak sebatas sampai di situ saja. Akal sendiri sejatinya adalah substansi spiritual yang inheran dengan organ spiritual yang biasa kita sebut dengan hati, yang mana berfungsi sebagai penerima pengetahuan intuitif. Jadi, pada intinya akal dan intuisi selalu berhubungan dan tidak ada dikotomi antara keduanya.

Meski terjadi perbedaan dalam cara memperoleh pengetahuan, namun pada dasarnya semuanya pengetahuan itu berasal dari satu sumber, yaitu Allah. Dalam hal ini Al-Qur’an telah menjelaskan: “Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya, kemudian Dia perlihatkan kepada para malaikat, seraya berfirman, “Sebutkan kepada-Ku nama semua (benda) ini, jika kamu yang benar!” (QS. Al-Baqarah: 31).

Sumber pengetahuan yang berasal dari Allah tadi ditransfer kepada manusia dalam bentuk wahyu. Dalam Islam, wahyu Allah tertuang di dalam Al-Qur’an dan Hadits Rasul. Kedua sumber ini yang selanjutnya menjadi landasan utama dalam epistemologi Islam sekaligus peradaban Islam. Kedua sumber ini banyak menginspirasikan lahirnya ilmu-ilmu. Sebagai contoh, Allah berfirman: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Mahamulia. Yang mengajar manusia dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-Baqarah: 1-5).

Dr. Abdul Halim Uwais menyebutkan bahwa peradaban Islam memiliki tiga sumber utama, yaitu: Al-Qur’an, Sunnah dan Akidah Islam.

Dari asas di atas, terlihat bahwa dalam peradaban Islam tidak ada jurang pemisah antara manusia yang menjadi unsur pembangun peradaban dengan Tuhan sebagai sumber peradabannya. Sumber peradaban Islam sejalan dengan sumber pengetahuan yang dibahas dalam epistemologi Islam. Selanjutnya, sumber ini juga menjadi cikal bakal terbentuknya pandangan hidup Islam. Dari sini jugalah bermula segala kemajuan peradaban Islam yang ditandai dengan berkembang pesatnya tradisi keilmuan.

Worldview dan Asas Peradaban Islam

Berkembangnya peradaban Islam sampai selanjutnya mencapai puncak kejayaan ditandai dengan lahirnya ilmu-ilmu dalam Islam. Lahirnya ilmu dalam Islam itu tidak serta merta ada sebelum didahului oleh tradisi keilmuan yang kuat. Tradisi keilmuan ini bisa berkembang lantaran dilandasi oleh worldview Islam yang mengakar pada setiap individu pelaku intelektual. Dengan demikian tradisi keilmuan tidak lantas menggerogoti ajaran-ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah Saw.

Terbentuknya worldview Islam ini tidak dapat terpisahkan dari kandungan Al-Qur’an dan Sunnah yang menjadi landasan utamanya. Turunnya wahyu yang dalam hal ini Al-Qur’an dan Sunnah serta lahirnya worldview Islam, menjadi bagian utama sebab lahirnya ilmu dalam Islam. Dengan kelahiran ilmu dan perkembangannya ini, selanjutnya menandai kegemilangan peradaban Islam.

Konsep worldview Islam dibangun atas pendekatan tauhidi, tanpa adanya dikotomi. Ini sejalan dengan asas yang membangun peradaban Islam itu sendiri, seperti yang dijelaskan oleh Prof. Dr. Ahmad Fuad Basha. Menurutnya, asas bangunan peradaban Islam adalah tidak adanya dikotomi antara agama dengan kehidupan. Begitu juga kemajuan dalam peradaban Islam, tidak ada dikotomi antara kemajuan maknawi seperti akhlak, abad dan nilai-nilai yang menjadi bagian dari agama dan syariat Islam itu sendiri, dengan kemajuan fisik atau materi seperti halnya fasilitas-fasilitas yang dapat mempermudah kehidupan manusia.

Prof. Dr. Ahmad Fuad Basha menggariskan asas pembangun peradaban Islam itu sebagai berikut:

1. Bangunan individu Muslim. Individu ini menjadi asas pertama dalam membangun peradaban Islam. Ini akan dapat tercapai jika adanya keseimbangan di antara sisi materi dan ruhani dalam diri setiap individu Muslim. Dari setiap individu inilah nantinya terlahir sebuah pola kehidupan yang seimbang pula antara materi dan ruhani. Sebagai contoh, setiap Muslim berkewajiban untuk selalu menyuruh kepada kebaikan dan menjauhi keburukan. Seperti yang terkandung dalam Al-Qur’an: “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyerukan kepada kebajikan, menyuruh(berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran: 104).

2. Bangunan komunitas yang seimbang. Bangunan individu yang memiliki keseimbangan antara materi dan ruhani tadi selanjutnya menjadi cikal bakal komunitas yang juga seimbang. Dalam hubungannya yang seimbang antara individu dengan komunitas ini, akan terdapat berbagai macam hak dan kewajiban. Dan dari korelasi keduanya ini juga akan melahirkan kebaikan-kebaikan dalam kehidupan manusia. Mengenai komunitas yang seimbang ini, Al-Qur’an telah menjelaskan: “Dan langit telah ditinggikan-Nya dan Dia ciptakan keseimbangan. Agar kamu jangan merusak keseimbangan itu. Dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu.” (QS. Ar-Rahman: 7-9).

3. Menempatkan ilmu dalam posisi yang spesial dan penerapannya dalam perbuatan yang bermanfaat. Ilmu yang dianjurkan oleh agama Islam adalah ilmu yang komprehensif, mencakup ilmu-ilmu agama maupun ilmu-ilmu umum atau materi. Namun terdapat syarat yang menjadikan dianjurkannya pendalaman ilmu-ilmu tersebut, yaitu syarat manfaat. Standar yang digunakan dalam manfaat ini adalah kemaslahatan umat dan untuk menegakkan agama Islam.

4. Penanaman nilai-nilai kemajuan peradaban. Salah satu yang terpenting dalam bangunan peradaban Islam adalah penetapan sistem nilai-nilai yang mempengaruhi kehidupan manusia serta tingkah lakunya. Dalam hal ini, sangat jelas sekali fungsi agama dalam kehidupan manusia. Dalam agama Islam, firman Allah dan Sunnah Rasul menjadi pegangan utama untuk membedakan antara kebaikan dan keburukan, sesuatu yang boleh dan haram, dan lain sebagainya.

Dari keempat asas yang membangun peradaban Islam tadi, semuanya tidak terlepas dari konsep worldview Islam yang melalui pendekatan tauhidi. Peradaban Islam memang tidak dapat dipisahkan dari konsep tauhid yang ada dalam Islam itu sendiri. Konsep tauhid ini merupakan cara pandang yang utuh yang tanpa dikotomi dalam memandang sesuatu. Worldview itu tertanam pada setiap individu Muslim. Yang selanjutnya dari setiap individu tersebut membentuk komunitas. Dan dari situlah sebenarnya peradaban Islam itu bisa terbangun dan menjadikannya berbeda dengan peradaban-peradaban lainnya. Jadi, peradaban Islam memiliki kaitan yang sangat erat dengan worldview Islam itu sendiri.

Kesimpulan

Peradaban Islam sekarang ini memang masih tertidur. Aromanya sedikit tertutupi oleh gemerlapnya peradaban Barat. Peradaban Barat saat ini terlihat begitu gagah dengan kemajuan materi yang mereka capai. Kemajuan yang dicapai Barat tersebut tidak lepas dari pesatnya perkembangan kegiatan ilmiah yang tertuang dalam penelitian-penelitiannya. Sementara umat Islam masih belum menemukan geliat dahsyat gerakan ilmiahnya kembali seperti halnya yang dirasakan oleh Ibnu Khaldun, Ibnu Rusy, Ibnu Sina dan ulama-ulama lainnya yang menandai puncak kegemilangan peradaban Islam.

Namun seperti yang dikatakan oleh Prof. Dr. Ali Gomaa Muhammad, peradaban Islam yang tertidur itu pasti akan bangun lagi dari tidurnya. Sekarang perlahan-lahan geliat untuk membangkitkan peradaban Islam yang tertidur itu mulai muncul. Salah satu gerakan yang terlihat jelas adalah proyek islamisasi pengetahuan. Karena gerakan keilmuan yang pesat merupakan cikal bakal kemajuan peradaban.

Islamisasi pengetahuan muncul di tengah persinggungan peradaban Islam dan Barat yang semakin intens. Persinggungan antar peradaban memang tidak dapat dihindari. Sudah menjadi hukum alam peradaban yang terbelakang akan melek melihat peradaban yang maju. Akulturasi peradaban pun bisa saja terjadi. Di tengah akulturasi tersebut itulah sangat dibutuhkan sekali bangunan konsep peradaban yang kuat, agar dapat melakukan proses filterasi, bukan adopsi yang membabi buta. Begitu juga dengan islamisasi pengetahuan. Proyek ini akan dapat berjalan dengan lancar jika di bawahnya dibangung konsep peradaban Islam yang kokoh. Wallahu’alam.

* Penulis adalah mahasiswa Universitas Al-Azhar, Cairo.

hidayatullah.com

Dunia Menanti Lahirnya Bayi Ke-7 Milyar di Bulan Oktober 2011

Populasi penduduk dunia pada bulan September 2011 telah mencapai 6,77 miliar dan pada 31 Oktober 2011 jumlah penduduk dunia akan tembus angka 7 miliar. Sekjen Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengingatkan bahwa pada bulan Oktober ini bayi ke 7 milyar penduduk dunia akan lahir.

Sekjen PBB Bank Ki-moon menyinggung lahirnya bayi ke-7 miliar ini dalam Sidang Umum PBB-66 yang tengah berlangsung di New York seperti dilaporkan Prof dr Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI, yang tengah mengikuti Sidang Majelis Umum PBB.

Menurut Prof Tjandra, dalam menyambut jumlah penduduk 7 miliar pada bulan tersebut, ada 5 hal penting yang telah menjadi pembahasan PBB pada Sidang Majelis Umum PBB ke-66 di di gedung PBB New York, antara lain:

1. Pembangunan berkelanjutan
2. Pencegahan (Prevention)
3. Membangun dunia yang lebih aman
4. Dukungan negara dalam transisi
5. Pentingnya peran perempuan.

Jumlah penduduk dunia yang mencapai 7 miliar di bulan Oktober 2011 ini jumlahnya lebih banyak 1 miliar dibandingkan 12 sampai 13 tahun lalu. Artinya, setiap 13 tahun penduduk dunia bertambah 1 miliar orang. Padahal dulu perlu waktu 130 tahun untuk tambah 1 miliar penduduk dunia.

Dari jumlah 7 miliar orang di dunia, Indonesia adalah negara penyumbang pertambahan penduduk kelima terbesar di dunia. Sedangkan negara yang jumlah penduduknya besar belum tentu menjadi penyumbang terbanyak.

Meski saat ini China memiliki populasi terbanyak penduduk dunia (1,34 miliar), namun untuk pertambahan penduduknya China kalah jauh dari India. Indonesia yang jumlah penduduknya lebih sedikit dari Amerika justru pertambahan penduduknya melebihi Amerika.

Secara keseluruhan, negara yang menjadi penyumbang terbanyak terhadap jumlah penduduk dunia, yaitu:

1. India (18 juta per tahun)
2. China (11 juta per tahun)
3. Nigeria
4. Pakistan
5. Indonesia (3,5-4 juta per tahun)

Lantas apa yang terjadi bila populasi penduduk dunia tembus 7 miliar?

Ada 7 isu pokok yang harus dihadapi dari jumlah 7 miliar penduduk dunia, yaitu:

1. Kemiskinan dan ketidaksetaraan

Mengurangi kemiskinan dan ketidaksetaraan juga dapat memperlambat pertumbuhan penduduk.

2. Perempuan dan anak perempuan

Membebaskan kemampuan perempuan dan anak perempuan akan mempercepat kemajuan di segala bidang.

3. Generasi muda

Dengan keterbukaan terhadap teknologi baru, proporsi penduduk muda yang besar dan saling berhubungan sedang melakukan transformasi politik dan budaya.

4. Kesehatan dan hak reproduksi

Memastikan bahwa setiap anak diinginkan dan setiap persalinan aman sehingga akan mengarah pada keluarga yang lebih kecil dan kuat.

5. Lingkungan: bumi sehat, umat manusia sehat

Sebanyak 7 miliar manusia dan mereka yang akan ada setelahnya bergantung pada kesehatan bumi kita.

6. Penuaan penduduk

Fertilitas yang lebih rendah dan usia hidup yang lebih panjang menambah tantangan baru di seluruh dunia.

7. Urbanisasi

Sebanyak 2 miliar orang lagi akan hidup di kota, sehingga membutuhkan rencana untuk mereka.

Jumlah kelahiran dunia per hari

Jumlah kelahiran di dunia lebih banyak dibanding dengan jumlah kematian.

Dengan 19 kelahiran per 1.000 populasi, diperkirakan ada sekitar 360.000 kelahiran per hari terjadi di dunia. Dan dengan 8 kematian per 1.000 populasi, berarti ada sekitar 151.600 orang yang meninggal setiap hari di seluruh dunia, seperti dikutip wholesomewords.org.

detikhealth.com

Setiap Hari sebanyak 925 Juta Orang di Dunia Kelaparan

LONDON –Tanda-tanda menjunjukkan bahwa jumlah orang kelaparan meningkat. Demikian dikatakan kepala eksekutif Oxfam, lembaga amal asal Inggris, Barbara Stocking saat meluncurkan kampanye “menanam”, sebagaimana dilansir Reuters (31/5).

Kampanye menanam digalakkan, karena menurut Oxfam, sebanyak 925 juta orang kelaparan setiap harinya di dunia. Harga-harga pangan bisa naik dua kali lipat dalam 20 tahun ke depan dan permintaan pangan tahun 2050 lebih tinggi 70% dari kebutuhan saat ini.

Oxfam memperkirakan harga makanan akan naik 70-90% pada 2030. Itu belum termasuk akibat yang ditimbulkan oleh perubahan cuaca, yang bisa juga menaikkan harga pangan dua kali lipat.

Dalam laporannya yang berjudul ‘Growing a Better Future: Food Justice in a Resource-Constrained World’, Oxfam menekankan perlunya gerakan menanam untuk menjaga ketersediaan suplai makanan yang cukup bagi kebutuhan manusia.

Menurut mereka, salah satu langkah penting untuk mengendalikan laju inflasi harga pangan adalah dengan membatasi spekulasi di bidang komoditi pertanian di pasar masa depan. Organisasi Inggris itu juga menentang penggunaan bahan pangan untuk bahan bakar biofuel.

sumber: http://hidayatullah.com

STUDI KAJIAN WILAYAH TIMUR TENGAH & AFRIKA: Menelusuri Akar Permasalahan ‘Disintegrasi’ Negara-Bangsa SOMALIA

SOMALIA


Peta lokasi Somalia

Somalia (bahasa Somali: Soomaaliya; bahasa Arab: الصومال, As-Sumal), secara resmi Republik Somalia, dahulu bernama Republik Demokratik Somalia di bawah pemerintahan diktator Mohamed Siad Barre (1969-1991), adalah sebuah negara yang terletak di Tanduk Afrika. Negara ini berbatasan dengan Djibouti di barat laut, Ethiopia di sebelah barat, Kenya di barat daya,Teluk Aden dan Yaman di utara dan Samudra Hindia di sebelah timur. Dengan garis pantai terpanjang di benua itu, medannya sebagian besar terdiri dari lembah, dataran rendah dan dataran tinggi. kondisi kemarau yang panas berlaku sepanjang tahun, bersama dengan angin monsoon periodik dan curah hujan tidak teratur.

Sejak pecahnya Perang Saudara di Somalia pada tahun 1991 belum ada Pemerintah pusat yang mampu mengontrol atas sebagian besar wilayah negara itu. Pemerintah Federal Transisi yang diakui secara internasional hanya mengontrol sebagian kecil dari wilayah negara tersebut, terutama ibukota Mogadishu. Somalia telah dikenal sebagai negara gagal dan merupakan salah satu negara termiskin dan paling berbahaya di dunia.


Jalur Sutra membentang dari Eropa selatan melalui Semenanjung Arabia, Somalia, Mesir, Persia, India dan Jawa hingga mencapai Cina

Pada jaman dahulu, Somalia merupakan pusat penting bagi perdagangan dengan seluruh Dunia Kuno, dan menurut kebanyakan ahli, Somalia adalah tempat kuno Tanah Punt (Puntland) berada. Selama Abad pertengahan, beberapa kerajaan kuat Somalia mendominasi perdagangan regional, termasuk Negara Ajuuraan, Kesultanan Adal, Kesultanan Warsangali dan Dinasti Gobroon. Pada akhir abad kesembilan belas, Inggris dan Italia menguasai bagian pantai, dan mendirikan Somaliland-Inggris dan Somaliland-Italia. Di wilayah pedalaman, Negara Darwis dibawah pimpinan Muhammad Abdullah Hassan berhasil memukul mundur Kerajaan Inggris empat kali dan dipaksa untuk mundur ke wilayah pesisir, tetapi akhirnya Darwis dikalahkan pada tahun 1920 oleh kekuatan udara Inggris. Italia memperoleh kendali penuh atas wilayah bagian mereka pada tahun 1927. Pendudukan ini berlangsung sampai tahun 1941, ketika digantikan oleh pemerintahan militer Inggris. Somalia Utara akan tetap menjadi protektorat inggris, sementara Somalia selatan menjadi sebuah perwalian. Tahun 1960 terjadi persatuan dua daerah ke dalam Republik Somalia independen di bawah pemerintahan sipil. Mohamed Siad Barre merebut kekuasaan pada tahun 1969 dan mendirikan Republik Demokrasi Somalia. Somalia tidak memiliki pemerintah pusat yang efektif sejak Presiden Siad Barre digulingkan tahun 1991 dan berlanjut dengan Perang saudara hingga saat ini.

Sejak tahun 1991, tidak ada pemerintah pusat yang menguasai keseluruhan negeri, walaupun ada beberapa usaha untuk membentuk pemerintah pusat bersatu. Bagian barat laut negara relatif stabil di bawah pemerintahan Independet Somaliland, tetapi belum diakui sebagai negara merdeka. Wilayah berpemerintahan sendiri Puntland meliputi wilayah timur laut negara itu. Ia menyatakan dirinya otonom, tetapi tidak independen dari Somalia. Gerakan Islam Al-Shabaab mengontrol sebagian besar bagian selatan negara itu. Tanpa pemerintah pusat, penduduk Somalia selanjutnya dikembalikan ke bentuk pemerintahan lokal sebagai resolusi konflik, baik sipil, Islam, atau hukum adat. Pemerintah Federal Transisi yang diakui secara internasional hanya mengontrol bagian ibukota dan beberapa wilayah di tengah negara, tetapi telah dibangun kembali lembaga nasional seperti Militer Somalia, dan berusaha untuk pemilu nasional pada tahun 2011, ketika mandat pemerintah sementara akan berakhir. Selama dua dekade perang dan tidak adanya pemerintah pusat, Somalia telah berhasil mempertahankan sebuah ekonomi informal, yang didasarkan terutama pada ternak, ikan, pisang, kulit, pengiriman uang / transfer uang perusahaan, dan telekomunikasi.

PROFILE SINGKAT

Nama resmi : Republik Somalia (Somali Republic, Jamhuuriyadda Soomaaliya, Jumhūriyyat as-Sūmāl)

Bendera :

Lambang :

Motto : لا إله إلا الله محمد رسول الل (Inggris : ”There is no god but Alloh; Muhammad is the Messenger of Alloh”)

Lagu kebangsaan : Somalia Toossoo

Ibu kota (dan kota terbesar) : Mogadishu

Bahasa resmi : Somali dan Arab

Agama mayoritas : Islam (99%)

Kelompok etnik : Somalia (85%), Benadir, Bantu dan lainnya (15%)

Pemerintahan : Pemerintahan Koalisi
– Presiden : Sheikh Sharif Sheikh Ahmed (januari 2009 – sekarang)
– Perdana Menteri : Mohamed Abdullahi Mohamed
– Ketua Parlemen :Sharif Hassan Sheikh Aden

Pembentukan :
– Somaliland Britania : 1884
– Somalia Italia : 1889
– Persatuan dan kemerdekaan : 1 Juli 1960

Luas wilayah :
– Total : 637,657 km2
– Air (%) : 1,6%

Penduduk :
– Perkiraan 2010 (PBB) : 9.359.000 jiwa
– Kepadatan : 14/km2

PDB (KKB) : Perkiraan 2009
– Total : US$5,731 miliar
– Per kapita : US$600

Mata uang : Shilling Somalia (SOS) = 100 sen

Eksport terpenting : Peternakan, pisang, kulit dan ikan

Zona waktu : (UTC+3)
– Musim panas (DST) : (UTC+3)

Ranah Internet : .so

Kode telepon : 252

POLITIK


Situasi politik di Somalia (24 Maret 2011)

Somalia tidak memiliki pemerintah nasional yang efektif. Di barat laut, ada pemisahan Republik Somaliland. Di bagian lain terdapat beberapa warlord, yaitu Puntland dan Somalia Barat Daya. Pemerintahan yang diakui dunia internasional adalah “Pemerintahan Transisi Nasional”, awalnya dikepalai oleh Abdulkassim Salat Hassan, yang mengontrol hanya sebagian dari Mogadishu, ibu kota Somalia.

Pada 10 Oktober 2004 Perdana Menteri Somalia terpilih Abdullahi Yusuf, presiden Puntland, menjadi presiden berikut. Karena kekacauan di Mogadishu, pemilihan diadakan di pusat olah raga di Nairobi, Kenya. Yusuf terpilih Presiden transisional oleh parlemen transisional Somalia. Ia memenangkan 189 dari 275 suara dari parlemen. Sesi parlemen juga diadakan di negara tetangga Kenya. Pemerintahannya diakui oleh banyak negara Barat sebagai penguasa legal negara tersebut, meskipun otoritas aktualnya dipertanyakan.?

Banyak organisasi politik kecil berdasarkan klan, lainnya mencari politik yang bebas-marga (seperti Front Somali Bersatu). Banyak yang terbentuk sejak pemilihan presiden baru.

SEJARAH


Peta wilayah afrika timur laut (1829)

Tanah Somalia terkenal sebagai “Tanah Aromatik” pada zaman Mesir kuno. Namun bangsa Somalia meyakini bahwa nenek moyang mereka sekarang adalah orang-orang Arab yang bermigrasi ke wilayah Somalia pada abad ke-7 pada masa penyebaran agama Islam sedang gencar-gencarnya dilakukan oleh orang-orang Arab muslim. Sebagian besar dari mereka menetap dan berasimilasi dengan penduduk nomadik setempat yang akhirnya melahirkan bangsa Somalia kini. Sejarah modern Somalia dapat ditarik dari masa kolonialisasi Inggris dan Italia pada pertengahan tahun 1880-an. Daerah Zeila, Berbera diperintah oleh Inggris sebagai Somaliland Inggris dari tahun 1880-an sampai tahun 1960, sedangkan di wilayah selatan terdapat Somaliland Italia, setelah Perang Dunia II, Somalia menjadi wilayah perwalian PBB dan akhirnya mendapatkan kemerdekaannya pada tahun 1960 dengan nama Republik Somalia. Republic Somalia merupakan sebuah negara demokrasi parlementer sampai tahun 1969 sebelum akhirnya angkatan bersenjata mengambil tampuk kepemimpinan dan menjadikan Somalia sebagai negara sosialis dengan nama Republik Demokratik Somalia. Undang-undang dasarnya baru disahkan pada 1979 dan pemilihan umum telah dilakukan untuk memilih Majelis Rakyat. Selain itu, Somalia juga memiliki majelis hukum yang biasa dan yang berdasarkan syariah Islam. Somalia memiliki enam wilayah administratif yang meliputi Mijirtein, Mudugh, Benadir, Hiran, Juba Atas dan Juba Bawah. Somalia sekarang dipimpin oleh presiden dan perdana menteri, yakni presiden Sharif Ahmed dan perdana menteri Mohamed Abdullahi Mohamed.


Peta sebaran etnis somalia

Pada tahun 1977 Somalia sempat terlibat konflik dengan Ethiopia karena Somalia menginginkan wilayah Ogaden yang secara tradisional merupakan wilayah Somalia karena banyak sekali suku-suku Somalia yang menetap disana. Dengan bantuan Uni Soviet, Ethiopia berhasil mempertahankan wilayah itu dan menyebabkan lebih dari 1.000.000 keluarga mengungsi ke Somalia. Hal ini menimbulkan masalah pengungsi yang sangat besar di Somalia. Somalia sendiri memiliki jumlah tentara yang sangat kecil, karena negeri ini selalu dilanda konflik dan perang saudara yang berkepanjangan dan juga masalah perompakan yang belakangan menjadi sangat marak di wilayah laut Somalia.

GEOGRAFIS


Peta kawasan barat samudera hindia

Somalia terletak dari 12` LU sampai 39` LS dan dari 41` BT sampai ke 51` BT. Pesisir sebelah utaranya menghadap ke Teluk Aden dan pesisir sebelah timurnya menghadap ke Samudra Hindia. Negara yang berbatasan dengannya adalah Kenya, Djibouti, dan Ethiopia. Wilayahnya seluas 637.657 km2, sedikit lebih luas dari wilayah Prancis. Somalia beriklim tropis kering dengan curah hujan tahunan yang kurang dari 50 cm. Wilayah Somalia sebagian besarnya adalah wilayah setengah gurun yang gersang, walaupun masih terdapat pegunungan dan wilayah dataran rendah di bagian tenggaranya. Somalia memiliki garis pantai sekitar 2.600 km, tetapi karena adanya karang pelintang di lepas pantainya, maka pasokan bahan-bahan impor agak terhambat. Somalia memiliki tiga sungai utama yaitu sungai Nagal di utara, sungai Shibeli di tengah dan sungai Giuba di selatan. Untuk dua yang disebutkan terakhir, wilayah yang dilalui oleh aliran sungainya selalu subur karena tiap tahunnya sungai ini selalu berair.

Di banyak wilayah, tanah Somalia ditumbuhi dengan semak-semak dan rumput-rumputan, terutama di bagian selatan. Tumbuhan yang tersebar di seluruh wilayahnya adalah pohon baobab dan akasia, dan masih banyak jenis-jenis pohon lainnya. Kekayaan fauna yang dimiliki oleh Somalia antara lain adalah antilop, gajah, singa, macan tutul, cheetah, kuda nil, dan penyu. Somalia juga merupakan tempat berkumpulnya spesies burung paling indah di Afrika, selain itu Somalia juga merupakan negeri yang kaya dengan spesies ikan hiu dan ikan tuna.

Negara bagian dan daerah Somalia


Peta wilayah administratif Somalia

Somalia secara resmi (de jure) dibagi menjadi 18 daerah (gobollada, tunggal: gobol), yang pada gilirannya dibagi lagi menjadi distrik. Daerah (gobollada) tersebut adalah:

1. Jubbada Hoose
2. Jubbada Dhexe
3. Gedo
4. Bay
5. Bakool
6. Shabeellaha Hoose
7. Banaadir
8. Shabeellaha Dhexe
9. Hiiraan
10. Galguduud
11. Mudug
12. Nugaal
13. Bari
14. Sool
15. Sanaag
16. Togdheer
17. Woqooyi Galbeed
18. Awdal

Secara de facto, Somalia utara sekarang dibagi antara daerah otonomi Puntland (yang menganggap dirinya sebuah Daerah Otonom) dan Republik Somaliland (Mendeklarasikan kemerdekaannya secara sepihak tetapi tidak diakui sebagai negara yang berdaulat). Di Somalia tengah, muncul Galmudug yang merupakan entitas daerah terpisah di selatan Puntland.

* Somaliland (Hargeisa)
* Puntland (Garowe)
* Somalia Galmudug (South Galkayo)
* Somalia SSC – Sool, Sanaag and Cayn (Buuhoodle)
* Somalia Azania (Dhobley)

Negara-negara bagian Somalia :


Pembagian politik di Somalia

1. Somaliland :


Bendera somaliland


Wilayah somaliland

o Awdal (Borame)
o Maroodi Jeex (Hargeysa) – Dulu daerah ini disebut Woqooyi Galbeed
o Togdheer (Burco)
o Saaxil (Berbera) – Kawasan ini merupakan bagian dari Woqooyi Galbeed
o Sanaag (Ceerigaabo)
o Sool (Las Anod) – Berbicara secara geografis sebagian besar Sool merupakan bagian dari Puntland, meskipun politisi Ahmed Abdi Xabsade yang pro-Somaliland mengontrol Las Anod dan sekitarnya.
o Gabiley (Gabiley) – Kawasan ini merupakan bagian dari Woqooyi Galbeed
o Salal (Zeila) – Kawasan ini menjadi bagian dari Awdal
o Sarar (Ainabo) – Kawasan ini menjadi bagian dari Sool
o Odweyne (Odweyne) – Kawasan ini menjadi bagian dari Togdheer
o Hawd (Balegubadle) – Kawasan ini menjadi bagian dari Woqooyi Galbeed dan merupakan wilayah ke-13 Somaliland.

2. Puntland :


Bendera Puntland


Wilayah Puntland

o Bari (Bosaso)
o Karkaar (Qardho) – Kawasan ini menjadi bagian dari Bari
o Mudug (Gaalkacyo) – Seperempat wilayah selatan Gaalkacyo dan setengah dari Mudug dikendalikan oleh negara baru Galmudug
o Nugaal (Garoowe)
o Sanaag (Ceerigaabo) – Somaliland mengontrol barat Erigavo.
o Madar (Badhan) – Kawasan ini menjadi bagian dari Sanaag
o Boharo (Dhahar) – Kawasan ini menjadi bagian dari Sanaag
o Sool (Laascaanood) – Panglima perang Ahmed Abdi Xabsade yang Pro-Somaliland mengontrol Las Anod dan sekitarnya
o Ayn (Buhodle)

3. Maakhir :


Peta lokasi Maakhir

Maakhir mengklaim pembagian administratif berikut, saat ini dianggap dibawah kontrolnya:

* Madar
o Badhan – Ibukota Maakhir
o Hadaaftimo
o mindi-badai
o Habar-shiro
o Hingalol
o Las Khorey
o Yube
o Ceelbuh
o Laako
* Sanaag
o Ceerigaabo – Ibukota regional
o Damala Xagare
o Carmale
o Geilwiete
o Darasalaam
o Shimbiraale
o Ceelaqoday

* Boharo
o Dhahar – Ibukota regional
o Ceelaayo
o Bali-Busle
o Baragaha Qol

* Kota
Kota-kota terbesar di wilayah yang diklaim oleh otoritas Maakhir adalah : Badhan, Las Khorey, Dhahar, Buraan, Hadaftimo, Yubbe, Hingalol, Damalla-Hagare, Eilbuh dan Erigavo.

4. Galmudug :


Peta wilayah galmudug

o Mudug (Gaalkacyo) – bagian utara wilayah Gaalkacyo dan Mudug dikendalikan oleh Puntland
o Hobyo (Hobyo) – bagian utara Hobyo dikendalikan oleh Negara Galmudug

5. Awdalland :


Bendera Awdalland

o Awdal (Borama) – menguasai wilayah teritorial yang dipersengketakan dengan administrasi Somaliland

6. Kawasan Administrasi Himan dan Heeb :
o Ximan (Cadaado) – Kawasan ini menjadi bagian dari Mudug dan Galguduud
o Ximan (Bahdo)
o Ximan (Godinlabe)
o Xeeb (Hobyo) – bagian selatan Hobyo dikendalikan oleh Pemerintahan Daerah Himan dan Heeb
o Xeeb (Harardhere) – Kawasan ini menjadi bagian dari Mudug

7. Pemerintah Federal Transisi:


Peta Mogadishu pada November 2010, warna biru: yang dikuasai oleh Pemerintah Federal Transisi, dan hijau yang dikendalikan oleh al-Shabaab.

o Banaadir (Mogadishu) – diperebutkan secara sengit antara pasukan pemerintah dan pemberontak Islamis


Bendera Al-Shabab

o Bakool (Xuddur) – Daerah ini telah jatuh di bawah kendali al-Shabaab
o Bay (Baidoa) – Daerah ini telah jatuh di bawah kendali al-Shabaab
o Shabeellaha ilih (MeRCA) – Daerah ini telah jatuh di bawah kendali al-Shabaab


Bendera ASWJ

o Galguduud (Dhuusamarreeb) – Daerah ini sebagian besar telah jatuh di bawah kendali Ahlu Suna Wal Jamea, kecuali untuk bagian-bagian yang kini menjadi bagian dari Mareeg, Xeeb, dan Ximan


Bendera Uni Pengadilan Islam

o Hiiraan (Beledweyne) – Sebagian besar daerah ini telah jatuh di bawah kendali Uni Pengadilan Islam, bagian itu adalah bagian dari Ahlu Suna Wal Jamea
o Mareeg (Mareeg) – Kawasan ini menjadi bagian dari Galguduud dan telah jatuh di bawah kendali Uni Pengadilan Islam
o Shabeellaha Dhexe (Jowhar) – Daerah ini telah jatuh di bawah kendali Uni Pengadilan Islam
o Gedo (Garbahaarreey) – Daerah ini telah jatuh di bawah kendali Hizbul Islam
o Jubbada Dhexe (Bu’aale) – Daerah ini telah jatuh di bawah kendali Hizbul Islam
o Jubbada ilih (Kismayo) – Daerah ini telah jatuh di bawah kendali Hizbul Islam

Dari jumlah Daerah besar tersebut, hanya Somaliland telah menyatakan kemerdekaan langsung, tiga lainnya hanya mengklaim sebagai daerah otonom dalam federasi Somalia.

KEHIDUPAN SOSIAL


Kelompok Etnis somalia (2002)

Mayoritas penduduk Somalia adalah suku Somali (mencapai 98,3%) orang-orang Somali adalah keturunan orang Kushit Timur. Suku ini terbagi ke dalam sejumlah kelompok diantaranya adalah: Dir, Isaq, Hawiye, Darod, Digil, dan Rahanwin. Kelompok-kelompok ini terbagi lagi kedalam sejumlah kelompok lain yang lebih kecil. Beberapa kelompok merupakan suku pengembara. Walaupun termasuk ke dalam suatu kelompok besar dalam sejarahnya sering kali tercatat pertentangan antar suku. Ketidakharmonisan ini antara lain disebabkan oleh perebutan kekuasaan air, dan daerah penggembalaan. Penduduknya antara lain: orang Arab (1,2%), Bantu (0,4%) dan lain-lain (0,1%). Bangsa asing yang tinggal di negeri ini adalah orang-orang Eropa terutama Italia, Pakistan dan India. Penduduk Somalia lebih banyak menghuni daerah selatan. Dua per tiga penduduk tinggal di pedesaan. Di daerah perkotaan kota yang paling padat adalah Mogadishu (700.000, 1985) kota-kota padat lainnya adalah: Hargeysa, Kismaayo, Berbera, dan Marca. Penduduk Somalia menurut catatan tahun 2005 berjumlah sekitar 8.000.000 orang. Bangsa Somalia yang tinggal di republik ini mempunyai hubungan yang erat dengan bangsa Somalia yang hidup di negara tetangganya Ethiopia, Kenya dan Djibouti. Banyak bangsa Somalia yang bermukim di ketiga negara itu berharap bahwa kelak mereka itu akan dipersatukan ke dalam Republik Somalia.


Foto seorang gadis Somalia.

Meskipun penampilan fisik bangsa Somalia beragam (ada yang pendek, tinggi, berkulit hitam, atau berkulit kuning) ciri khas bangsa somalia adalah berkulit hitam, bermata hitam yang berbentuk buah persik, serta berambut lebat dan keriting. Para pria dan anak lelaki di daerah perkotaan berpakaian gaya Barat, tetapi pemuda dan kebanyakan pria di daerah pedesaan mengenakan futa atau jubah tradisional. Kaum wanita dan para gadis mengenakan sarung yang dibuat dari kain berwarna-warni yang bermeter-meter panjangnya, dililitkan ke tubuh dan diikatkan pada bahu kanan sehingga bahu kiri tetap terbuka. Di kota besar serta daerah pedalaman, para wanita menggendong bayi mereka di punggung dengan memakai selendang. Para wanita dan gadis mengenakan kerudung, sedangkan anak laki-laki mengenakan sorban atau kopiah muslim yang terbuat dari bahan tenunan atau sulaman.

Karena demikian banyaknya penduduk yang hidup berpindah-pindah sepanjang tahun, maka hanya sedikit anak lelaki dan perempuan mereka yang tinggal di pemukiman tetap dan bersekolah secara teratur. Di Mogadishu terdapat sebuah universitas, sedangkan di berbagai kota lainnya di seluruh negeri terdapat sekolah dasar dan sekolah kejuruan serta sejumlah sekolah menengah.

Somalia tidak memiliki jalur kereta api, dan penduduknya biasa menggunakan kendaraan mobil atau kadang-kadang unta sebagai alat transportasi utama. Hal inilah yang menjadi penghambat arus ekonomi Somalia. Meskipun begitu, penyelenggaraan penerbangan udara diselenggarakan oleh Somalian Airlines.


Pesawat udara Somalia, Tupolev Tu-154 di Sharjah, Uni Emirat Arab. Somalia saat ini memiliki industri penerbangan swasta yang berkembang.

Tingkat kesehatan di Somalia termasuk kecil dan ini menyebabkan penduduknya rentan terkena penyakit sehingga WHO dan juga UNICEF sering memberikan bantuan untuk menangani wabah penyakit di Somalia.

EKONOMI


Aktifitas ekonomi somalia (1977)

Walaupun terdapat sejumlah perusahaan, perekonomian Somalia dikendalikan secara mandiri dan perusahaan-perusahaan milik negara memegang peranan utama. Nasionalisasi sejumlah perusahaan asing dilakukan pada tahun 1970. Pada tahun 1970-an Somalia mengalami kesulitan ekonomi akibat kemarau panjang dan keberadaan ribuan pengungsi dari Ethiopia. Keadaan tanah yang tandus, curah hujan yang sedikit, sumber daya alam yang terbatas dan cara-cara berproduksi yang masih tradisional menyebabkan perekonomian Somalia tidak dapat berkembang dengan baik. Walaupun sejumlah kemajuan ekonomi diperoleh sejak tahun 1950, namun hingga kini Somalia tetap tidak dapat melepaskan diri dari bantuan negara-negara lain terutama Amerika Serikat dan Italia.

Ternak hidup merupakan komoditas eksport Somalia yang terbesar tahun 1984, komoditi ini mencapai 59,6 % dari nilai ekspornya yang berjumlah So.Sh 1.273.800.000. Ekspor lainya adalah pisang 7,9% dan kulit serta bulu binatang. Barang-barang eskpor ini ditujukan ke Arab Saudi, Italia, R.R. Cina. Sedangkan impornya yang bernilai So.Sh 5,135 milyar mencakup bahan makanan, alat-alat transportasi, mesin-mesin, bahan-bahan mentah perpabrikan, minyak bumi, minuman keras, tembakau, barang-barang kimia, pakaian dan sepatu. Barang-barang impor ini didatangkan dari Italia, Amerika Serikat, Jerman, Perancis, Inggris, Kenya, Thailand, Jepang, Singapura dan R.R. Cina.


Blok minyak bumi di Puntland

Jenis bahan tambang yang terdapat di somalia antara lain: minyak bumi, bijih besi, gips, mangan, dan uranium. Bahan mineral lainya adalah garam, batuan gamping dan pasir. Daerah Alti Giuba dan Bur Hacaba menghasilkan biji besi sedangkan di dearah Mudugh ditambang Uranium.

Negeri ini hanya terbatas pada pengolahan hasil pertanian, peternakan, dan perikanan. Selain itu terdapat industri tekstil, pengilangan minyak, sabun, pakaian dan percetakan. Daerah industri terpusat di Kismaayo dan Ras Korsh.

Sektor pertanian khususnya peternakan merupakan tulang punggung ekonomi somalia. Sektor ini menyerap 80% tenaga kerja. Ladang penggembalaan mencapai 65,2% dari seluruh luas Somalia. Daerah penggembalaan tersebar di lembah-lembah sungai Giuba dan sungai Shebela. Pada tahun 1985 jumlah ternak hidup di negeri ini adalah 18,5 juta ekor biri-biri, 11,1 juta ekor kambing, 6 juta ekor unta dan 4,4 juta ekor sapi. Tanah pertanian di Somalia hanya berjumlah 1.,7% dari luas wilayahnya. Kegiatan pertanian dilakukan di daearah yang mendapat curah hujan yang cukup tinggi misalnya di Benadir. Hasil pertanian antara lain padi, sorgum, jagung, pisang, tebu, kapas, kacang-kacangan, sayur mayur dan buah-buahan. Hasil pertanian terutama digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri kecuali pisang yang hasilnya cukup banyak hingga dapat di ekspor. Kegiatan ekonomi lain yang terdapat di Somalia adalah kehutanan dan perikanan. Daerah hutan Somalia mencapai 14,3% dari wilayahnya dan pada tahun 1985 dihasilkan 4,435 m3 kayu bulat. Pada tahun yang sama sektor pertanian juga menghasilkan 16.100 metrik ton tangkapan. Hasil dari kedua sektor ini diutamakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

KEBUDAYAAN


Perayaan Idul Fitri di Mogadishu (2006)

Mayoritas penduduk Somalia menganut agama Islam yang merupakan agama resmi negara. Pada tahun 1980, hanya 0,1% penduduk yang menganut agama Kristen dan 0,1% yang memeluk agama yang lain.

Bahasa Somali dan Bahasa Arab merupakan Bahasa resmi negara. Bahasa Somali termasuk dalam rumpun bahasa Kushit. Di antara penduduk juga digunakan bahasa Italia dan Inggris. Kaena bagian utara republik ini dahulunya diperintah oleh Inggris, sedangkan sebelah selatan oleh Italia, maka bahasa Inggris, Italia dan Arab merupakan ragam bahasa tulisan nasional. Bahasa Somalia digunakan di seluruh negeri, tetapi sampai kini belum ada ragam tulisnya yang resmi. Akan tetapi pada tahun 1974 suatu ragam bahasa tulisan Somalia yang seragam telah diterapkan oleh pemerintah dan usaha untuk mengajarkannya kepada penduduk telah dimulai.

Penduduk Somalia memiliki tradisi mendongeng yang besar. Berbagai legenda dan lagu telah diturunkan dari mulut ke mulut dari satu generasi ke generasi berikutnya. Sebagian besar sejarah bangsa ini terekam dalam sajak-sajak yang tidak pernah ditulis. Karena agama Islam mengharamkan reproduksi figur manusia dalam bentuk karya seni, berlainan dengan berbagai bangsa Afrika lainya, bangsa Somalia tidak membuat topeng. Desain yang mereka pergunakan untuk menghias adalah tanah liat, keranjang anyaman, piring kayu, sisir, sendok, dan benda-benda lainnya berupa figur dan garis geometris. Akhir-akhir ini perangko Somalia banyak mendapat pujian di kalangan internasional karena keindahannya yang luar biasa.

GARIS WAKTU : Sejarah Somalia


Kawasan teluk aden (1860)

Kronologi peristiwa penting:

600-an – suku Arab mendirikan kesultanan Adel di pantai Teluk Aden.

1500-an – Kesultanan Adel hancur menjadi negara-negara kecil.


Ibukota Somalia, Mogadishu, pada waktu damai
Muncul sebagai pemukiman Arab pada abad ke-10
Dibeli oleh Italia pada 1905
Ibukota Somalia merdeka (1960-sekarang)
Estimasi penduduk: 1 juta jiwa

1875 – Mesir menduduki kota-kota di pantai Somalia dan bagian-bagian pedalaman.

1860 – Perancis memperoleh pijakan di pantai Somalia, kemudian menjadi Djibouti.

1887 – Inggris menyatakan protektorat atas Somaliland.

1888 – Perjanjian Inggris-Perancis menetapkan batas wilayah definitif Somalia diantara kedua negara.

1889 – Italia menetapkan sebuah protektorat di Somalia tengah, kemudian konsolidasi dengan wilayah di selatan hasil penyerahan dari sultan Zanzibar.

1925 – Wilayah timur sungai Jubba terlepas dari Kenya menjadi bagian paling barat dari protektorat Italia.

1936 – Somaliland Italia dikombinasikan dengan bagian berbahasa Somalia dari Ethiopia untuk membentuk sebuah provinsi di Afrika Timur Italia.

1940 – Italia menduduki Inggris Somaliland.

1941 – Inggris menduduki Somalia Italia.

Kemerdekaan

1950 – Somaliland Italia menjadi wilayah Perwalian PBB di bawah kontrol Italia.

1956 – Somaliland Italia diganti menjadi Somalia dan diberikan otonomi internal.

1960 – bagian Inggris dan Italia Somalia menjadi independen, bergabung dan membentuk Republik Serikat Somalia; Aden Abdullah Osman Daar terpilih sebagai presiden pertama.

1963 – Sengketa perbatasan dengan Kenya; hubungan diplomatik dengan Inggris rusak sampai 1968.

1964 – Sengketa perbatasan dengan Ethiopia meletus ke dalam permusuhan.

1967 – Abdi Rashid Ali Shermarke mengalahkan Aden Abdullah Osman Daar dalam pemilihan presiden.

Kekeringan dan perang


Muhammad Siad Barre pendukung ‘Sosialisme Ilmiah’
Lahir : tahun 1919
Pemimpin kudeta militer pada tahun 1969, digulingkan tahun 1991
Meninggal di Nigeria, 1995

1969 – Muhammad Siad Barre naik ke tampuk kekuasaan dalam kudeta setelah Shermarke dibunuh.

1970 – Barre menyatakan Somalia sebagai negara sosialis dan menasionalisasi sebagian besar perekonomian.

1974 – Somalia bergabung dengan Liga Arab.

1974-75 – kekeringan yang parah menyebabkan kelaparan meluas.

1977 – Somalia menyerang wilayah Ogaden-Ethiopia yang dihuni etnis Somalia.

1978 – Pasukan Somalia ditekan keluar dari Ogaden dengan bantuan penasihat pasukan Soviet dan Kuba. Barre mengusir para penasihat Soviet dan memperoleh dukungan dari Amerika Serikat.

1981 – Oposisi terhadap rezim Barre’s mulai muncul setelah ia tidak termasuk anggota klan Mijertyn dan Isaq dari posisi pemerintah, yang penuh dengan orang-orang dari klannya sendiri, Marehan .

1988 – Perjanjian Perdamaian dengan Ethiopia.

1991 – Mohamed Siad Barre digulingkan. Kekuatan perjuangan antara klan panglima perang Mohamed Farah Aideed dan Ali Mahdi Mohamed membunuh atau ribuan warga sipil luka.


Reruntuhan parlemen somalia yang hancur akibat perang saudara.

Somaliland melepaskan diri

1991 – Bekas protektorat Inggris Somaliland menyatakan kemerdekaan sepihak.


Pasukan PBB dikirim untuk memadamkan kekerasan yang berkecamuk di somalia (1994)
Pada tahun 1992: Pasukan Marinir Amerika mendarat di Somalia
Pada tahun1993: Pasukan AS tewas dalam pertempuran bersenjata di Somalia

1992 – Marinir AS mendarat di dekat Mogadishu menjelang pasukan penjaga perdamaian PBB yang dikirim untuk memulihkan ketertiban dan menjaga persediaan bantuan.

1993 – US Army Rangers tewas ketika milisi Somalia menembak jatuh dua helikopter AS di Mogadishu dan pertempuran terjadi kemudian. Ratusan warga Somalia tewas dalam pertempuran digambarkan dalam film “Black Hawk Down”. Misi AS resmi berakhir pada bulan Maret 1994.

1995 – pasukan penjaga perdamaian PBB pergi, setelah gagal mencapai misi mereka.

1996 – Warlord Muhammad Aideed meninggal karena luka-lukanya dan digantikan oleh putranya, Hussein.

Otonomi Puntland

1998 – Wilayah Puntland menyatakan diri sebagai Daerah Otonom.

Agustus 2000 – Para pemimpin Klan dan Tokoh senior bertemu di Djibouti dalam rangka pemilihan Abdulkassim Salat Hassan sebagai presiden Somalia.

Oktober 2000 – Hassan dan Perdana Menterinya yang baru diangkat, Ali Khalif Gelayadh, tiba di Mogadishu dan disaambut sebagai pahlawan. Gelayadh mengumumkan pemerintahannya, yang pertama di negara itu sejak tahun 1991.

April 2001 – panglima perang Somalia, yang didukung oleh Ethiopia, mengumumkan niat mereka untuk membentuk pemerintah nasional dalam waktu enam bulan, sebagai oposisi langsung dengan administrasi transisi di negara itu.

2001 Agustus – Permohonan PBB untuk bantuan makanan untuk setengah juta orang di selatan somalia yang dilanda kekeringan.


Ribuan warga sipil somalia mengungsi ke kenya untuk menyelematkan diri (2002)

2004 Agustus – Dalam upaya ke-14 kalinya sejak tahun 1991 untuk memulihkan pemerintah pusat, parlemen transisi baru diresmikan pada upacara di Kenya. Pada bulan Oktober Badan ini memilih Abdullahi Yusuf sebagai presiden.

Desember 2004 – gelombang tsunami yang diakibatkan oleh gempa bawah laut lepas pantai Indonesia menghantam pantai Somalia dan pulau Hafun. Ratusan kematian dilaporkan, puluhan ribu orang mengungsi.

2005 Feb.-Jun. – Pemerintah Somalia mulai pulang dari pengasingan di Kenya, tetapi ada divisi pahit atas mana di Somalia parlemen baru harus duduk.


Kesepakatan damai: Fraksi-fraksi sepakat untuk membentuk parlemen baru (2004)

November 2005 – Perdana Menteri Ali Mohammed Ghedi berhasil lolos dari percobaan pembunuhan di Mogadishu. Orang bersenjata menyerang konvoi itu, menewaskan enam orang.

Pemuka Islam


Sheikh Aweys: milisi Islam-nya mengendalikan Mogadishu.

Pebruari 2006 – parlemen Transisi bertemu di Somalia – di pusat kota Baidoa – untuk pertama kalinya sejak dibentuk di Kenya pada tahun 2004.

Maret dan Mei 2006 – Puluhan orang tewas dan ratusan orang cedera dalam pertempuran sengit antara milisi yang bersaing di Mogadishu. Ini adalah kekerasan terburuk dalam hampir satu dekade.

2006 Juni-Juli – Milisi setia ke Uni Mahkamah Islam menguasai Mogadishu dan bagian lain di selatan setelah mengalahkan klan panglima perang.


Pasukan Ethiopia membantu pasukan pemerintah untuk melawan milisi Islam.

Pasukan Ethiopia dilaporkan masuk ke Somalia.

Juli-Agustus 2006 – pelabuhan laut dan udara kota Mogadishu kembali dibuka untuk pertama kalinya sejak tahun 1995.

September 2006 – Pemerintah Transisi dan Uni Pengadilan Islam memulai pembicaraan perdamaian di ibukota Sudan, Khartoum.

Bom bunuh diri pertama dikenal Somalia dengan target Presiden Yusuf di luar parlemen Baidoa.

Oktober 2006 – Sekitar 35.000 warga Somalia melarikan diri dari kekeringan, aturan Islam yang ketat dan kemungkinan perang telah mengakibatkan pengungsi melarikan diri ke Kenya sejak awal tahun 2006, menurut laporan PBB.

Perang kata-kata antara Ethiopia dan Islamis Somalia. Perdana Menteri Ethiopia, Meles Zenawy mengatakan adalah “teknis” berperang dengan Islam karena mereka telah menyatakan jihad di negaranya.

Kelompok Islamis mundur

Desember 2006 – Resolusi Dewan Keamanan PBB mendukung pasukan penjaga perdamaian Afrika, menetapkan bahwa negara-negara tetangga tidak harus mengerahkan pasukan. Pemimpin Islam bereaksi dengan mengatakan mereka akan menangani pasukan asing sebagai penjajah.

Ethiopia dan pemerintah transisi melibatkan Kelompok Islam dalam pertempuran dan segera menempatkan mereka untuk penerbangan.

Desember 2006 27 – Uni Afrika, Liga Arab mendesak Ethiopia untuk menarik pasukannya. Dewan Keamanan PBB gagal menyepakati pernyataan yang menyerukan pada pasukan asing untuk mundur.

Desember 2006 28 – Ethiopia bersama pemerintah Somalia memaksa menduduki Mogadishu.

2007 Januari – Kelompok Islam meninggalkan kubu terakhir mereka, kota pelabuhan Kismayo.

Presiden Abdullahi Yusuf memasuki Mogadishu untuk pertama kalinya sejak memegang jabatan pada 2004.

AS melakukan serangan udara di Somalia selatan yang dikatakan ditargetkan tokoh al-Qaeda, dan yang dilaporkan membunuh warga sipil yang tidak diketahui jumlahnya. Ini adalah pertama yang diketahui langsung intervensi militer AS di Somalia sejak tahun 1993. Serangan yang didukung oleh Presiden Yusuf. Mereka dikutuk karena membunuh warga sipil tak berdosa.

Pemerintah sementara memberlakukan negara dalam keadaan darurat selama tiga bulan.

2007 Februari – Dewan Keamanan PBB mengesahkan sebuah misi penjaga perdamaian Uni Afrika untuk Somalia selama 6 (enam) bulan.

April 2007 – Pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika mendarat di Mogadishu ditengah pertempuran antara pemberontak dengan pasukan pemerintah yang didukung oleh pasukan Ethiopia. Palang Merah mengatakan itu adalah pertempuran terburuk dalam 15 tahun.

Perkembangan Krisis Kemanusiaan

April 2007 – PBB mengatakan lebih dari 320.000 warga Somalia melarikan diri dari pertempuran di Mogadishu sejak Februari.

Ratusan orang dilaporkan tewas setelah beberapa hari pertempuran sengit di ibukota.

Mei 2007 – Program Pangan Dunia mengatakan kebangkitan pembajakan mengancam pasokan pangan.

Juni 2007 – Sebuah kapal perang AS diduga target Al-Qaeda di Puntland.

Perdana Menteri Ghedi lolos dari serangan bom bunuh diri di pekarangannya.

Perdana Menteri Ethiopia, Meles Zenawi mengunjungi Mogadishu, berjanji untuk menarik pasukannya setelah perdamaian berlangsung.

2007 Juli – Konferensi rekonsiliasi Nasional dibuka di Mogadishu dan berada di bawah serangan mortir. Pemimpin Islam tidak dilibatkan dalam pembicaraan.

Eksodus Pengungsi bertambah di tengah meningkatnya kekerasan.

Agustus 2007 – Human Rights Watch menuduh pasukan Ethiopia, Somalia dan pemberontak sebagai penjahat perang, dan ketidakpedulian Dewan Keamanan PBB selama konflik baru-baru ini.

Aliansi oposisi Baru

2007 September – kelompok oposisi membentuk aliansi baru untuk kampanye militer dan diplomatik untuk solusi konflik Somalia. Mereka bertemu di Asmara, Eritrea.

Oktober 2007 – Pasukan Ethiopia memanaskan para demonstran di Mogadishu yang memprotes kehadiran apa yang mereka sebut ‘penyerbu asing’.

Pertempuran terberat di Mogadishu dilaporkan sejak April. Ethiopia pindah bala bantuan ke kota.

Perdana Menteri Ghedi mengundurkan diri.

Badan-badan bantuan memperingatkan bencana yang sedang berkembang di Somalia.

2007 November – Pemerintah menutup Radio Shabelle, Radio Simba dan Radio Banadir.

Utusan khusus PBB Ahmedou Ould-Abdallah menjelaskan krisis kemanusiaan Somalia yang terburuk di Afrika, menyarankan menggunakan hukum internasional untuk mengekang kekerasan.

Nur Hassan Hussein, juga dikenal sebagai Nur Adde, dilantik sebagai perdana menteri baru.

Jumlah pengungsi Somalia mencapai satu juta orang, dengan hampir 200.000 meninggalkan ibukota dalam dua minggu terakhir, menurut laporan PBB.

Desember 2007 – pasukan Ethiopia meninggalkan pusat kota Guriel.

2008 Januari – Burundi menjadi Negara kedua yang memberikan kontribusi pasukan untuk pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika, mengirim 440 tentara ke Mogadishu.

Serangan Amerika Serikat

2008 Maret – AS meluncurkan serangan rudal di kota selatan Dhoble dengan target diduga anggota al-Qaeda yang pada tahun 2002 mengebom hotel milik Israel di Kenya.

Pemberontakan Islamis yang terpimpin terus menyebar.

2008 April – Uni Eropa mengajak pihak internasional dalam upaya untuk mengatasi pembajakan di lepas pantai Somalia setelah serangkaian pembajakan dan serangan pada kapal.

April 2008 – serangan udara AS membunuh Aden Hashi Ayro, pemimpin pemberontak kelompok Al-Shabab .

2008 Mei – Perdana Menteri Ethiopia, Meles Zenawi mengatakan ia akan mempertahankan pasukan di Somalia sampai “jihadis” dikalahkan.

Dewan Keamanan PBB secara suara bulat menyetujui kemungkinan negara-negara untuk mengirim kapal perang ke wilayah perairan Somalia untuk mengatasi bajak laut.

Juni 2008 – Pemerintah tandatangani pakta gencatan senjata selama tiga bulan dengan oposisi Aliansi untuk Pembebasan Somalia.

Kesepakatan, yang menyediakan bagi pasukan Ethiopia meninggalkan Somalia dalam 120 hari, ditolak oleh pemimpin Islam Hassan Dahir Aweys, yang mengatakan Uni Pengadilan Islam tidak akan berhenti berjuang sampai semua pasukan asing meninggalkan negara.

Juli 2008 – Kepala Program Pembangunan PBB di Somalia, Osman Ali Ahmed, dibunuh oleh orang bersenjata di Mogadishu.

Keprihatinan terhadap Pembajakan

2008 September – pembajakan perompak Somalia ‘dari sebuah kapal Ukraina yang membawa 33 tank meminta perhatian internasional yang luas. Amerika Serikat dan negara-negara lain mengerahkan kapal angkatan laut ke perairan Somalia.

2008 Oktober – NATO setuju untuk mengirim sebuah kekuatan angkatan laut untuk patroli ke perairan lepas pantai Somalia pada akhir tahun 2008, dalam upaya untuk mengendalikan pembajakan.

Gelombang pemboman terkoordinasi di Wilayah berpemerintahan sendiri dan daerah yang relatif damai, Somaliland dan Puntland, di utara Somalia, membunuh sedikitnya 27 orang.


Pasukan komando Perancis menyerang Perompak somalia

November 2008 – perompak Somalia membajak sebuah super-tanker Minyak Saudi dengan syarat dan permintaan uang tebusan sebanyak 25 Milyard dolar.

Desember 2008 – Ethiopia mengumumkan rencana untuk menarik semua pasukan pada akhir tahun 2008.

Presiden Abdullahi Yusuf mencoba untuk memecat Perdana Menteri Nur Hassan Hussein atas usahanya untuk menarik Islamis moderat ke dalam pemerintahan. Parlemen menyatakan pemecatan inkonstitusional dan melewati mosi percaya di Mr Nur. Mr Yusuf mengundurkan diri.

Pemuka Al-Shabab

2009 Januari – Ethiopia menyelesaikan penarikan pasukannya. Pejuang dari milisi radikal Islam al-Shabab menguasai kota Baidoa, mantan kubu utama dari pemerintahan transisi.

Pertemuan di negara tetangga Djibouti, 149 anggota baru parlemen Somalia bersumpah dari Aliansi oposisi utama untuk Pembebasan Somalia. Ia memilih seorang Islamis moderat, Sheikh Sharif Sheikh Ahmed sebagai presiden, dan memperpanjang mandat pemerintah transisi untuk dua tahun lagi.

Februari 2009 – Presiden Ahmed memilih Abdirashid Omar Ali Sharmarke sebagai perdana menteri. Mr Sharmarke, mantan diplomat, secara luas dilihat sebagai jembatan antara Islamis Somalia dalam pemerintahan dan masyarakat internasional.

2009 Mei – Pemberontak Islamis memulai serangan di Mogadishu.

Juni 2009 – Menteri keamanan Somalia dan lebih dari 20 orang lainnya tewas dalam pemboman bunuh diri di sebuah hotel di Beledweyne, utara ibukota Mogadishu.

Presiden Ahmed menyatakan keadaan darurat sebagai mengintensifkan kekerasan. pejabat Somalia berkunjung ke negara-negara tetangga untuk mengirim pasukan ke Somalia, saat pasukan pemerintah terus bertempur dengan pemberontak Islam.

2009 September – Al-Shabab menyatakan setia kepada pemimpin Al-Qaeda, Osama Bin Laden.

Persaingan Islamis

Oktober 2009 – Al-Shabab memenangkan kontrol atas kota pelabuhan selatan Kismayo setelah mengalahkan milisi saingan Islam Hizbul-Islam , yang menarik diri ke desa-desa ke barat. Sedikitnya 20 tewas dan 70 terluka dalam pertempuran yang mengancam untuk menyebar ke seluruh selatan yang dikuasai Islam.

November 2009 – Perompak menyita kapal tanker yang membawa minyak dari Arab Saudi ke AS, salah satu kapal terbesar ditangkap di lepas Somalia. The Maran Centaurus milik Yunani sekitar 1.300 km (800 mil) dari Somalia saat dibajak.

Dirilis penculik wartawan Amanda Lindhout dan Nigel Brennan setelah 15 bulan di penahanan.

Desember 2009 – Al-Shabab menyangkal berada di balik serangan bunuh diri yang menewaskan 22 orang di Mogadishu, termasuk tiga menteri.

2010 Januari – Al-Shabab menyatakan siap untuk mengirim pejuang untuk mendukung pemberontak Islam di Yaman.

2010 Februari – Al-Shabab secara resmi menyatakan aliansi dengan al-Qaeda, mulai berkonsentrasi tentara di Mogadishu selatan untuk sebuah serangan besar untuk menduduki ibukota.

2010 Maret – Sampai dengan setengah dari bantuan pangan yang dialihkan ke kontraktor, militan dan staf lokal PBB, kata Pemantau PBB Kelompok Somalia. Temuan ditolak oleh Presiden Sharif dan Program Pangan Dunia PBB .

2010 Mei – Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyerukan kepada dunia untuk mendukung pemerintah Somalia saat ini sebagai kesempatan terbaik untuk menstabilkan negara kacau.

2010 Juli – Al-Shabab mengatakan berada di belakang ledakan kembar yang melanda ibukota Uganda Kampala, menewaskan 74 orang saat menonton final sepak bola Piala Dunia di TV.

2010 September – Perdana Menteri Sharmarke berhenti. Ia digantikan oleh Mohamed Abdullahi Mohamed.

2011 Januari – Serangan perompak terhadap kapal di seluruh dunia mencapai tujuh tahun, tertinggi pada tahun 2010, dengan perkiraan bajak laut Somalia untuk 49 dari 52 kapal disita.

Eksekusi pemerintah Pertama sejak 1991.

2011 Februari – Pemungutan suara Parlemen untuk memperpanjang mandat selama tiga tahun.

Kenya menutup perbatasan yang dekat ke Somalia setelah terjadi pertempuran antara pemberontak Al-Shabab dan pasukan yang didukung pemerintah.

Daftar Pustaka

* Freeman, dkk. 1958. World Geography. USA: McGraw-hill Book Company.
* Fuson, Robert. 1977. Introduction to World Geography Regions and Cultures. USA: Kendall Hunt Publishing Company.
* Israel, saul, dkk. 1980. World Geography Today. USA: Holt, Rinehart and Winston Publisher.

sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Somalia
http://en.wikipedia.org/wiki/Somalia
http://en.wikipedia.org/wiki/States_and_regions_of_Somalia
http://www.lib.utexas.edu/maps/somalia.html
http://news.bbc.co.uk/2/hi/africa/country_profiles/1072592.stm
http://news.bbc.co.uk/2/hi/africa/country_profiles/1072611.stm

Psikologi


Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya.

Menurut asalnya katanya, psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno: “ψυχή” (Psychē yang berarti jiwa) dan “-λογία” (-logia yang artinya ilmu) sehingga secara etimologis, psikologi dapat diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang jiwa.

I. Sejarah Psikologi

Sebagai bagian dari ilmu pengetahuan, psikologi melalui sebuah perjalanan panjang. Bahkan sebelum Wundt mendeklarasikan laboratoriumnya tahun 1879, yang dipandang sebagai kelahiran psikologi sebagai ilmu. pandangan tentang manusia dapat ditelusuri jauh ke masa Yunani kuno. Dapat dikatakan bahwa sejarah psikologi sejalan dengan perkembangan intelektual di Eropa, dan mendapatkan bentuk pragmatisnya di benua Amerika.

II. Metode Psikologi

Beberapa metodologi dalam psikologi, di antaranya sebagai berikut :

1. Metodologi Eksperimental

Cara ini dilakukan biasanya di dalam laboratorium dengan mengadakan berbagai eksperimen. Peneliti mempunyai kontrol sepenuhnya terhadap jalannya suatu eksperimen. Yaitu menentukan akan melakukan apa pada sesuatu yang akan ditelitinya, kapan akan melakukan penelitian, seberapa sering melakukan penelitiannya, dan sebagainya.

2. Observasi Ilmiah

Pada observasi ilmiah, suatu hal pada situasi-situasi yang ditimbulkan tidak dengan sengaja. Melainkan dengan proses ilmiah dan secara spontan. Observasi alamiah ini dapat diterapkan pula pada tingkah laku yang lain, misalnya saja : tingkah laku orang-orang yang berada di toko serba ada, tingkah laku pengendara kendaraan bermotor dijalan raya, tingkah laku anak yang sedang bermain, perilaku orang dalam bencana alam, dan sebagainya.

3. Sejarah Kehidupan

Sejarah kehidupan seseorang dapat merupakan sumber data yang penting untuk lebih mengetahui “jiwa” orang yang bersangkutan, misalnya dari cerita ibunya, seorang anak yang tidak naik kelas mungkin diketahui bahwa dia bukannya kurang pandai tetapi minatnya sejak kecil memang dibidang musik sehingga dia tidak cukup serius untuk mengikuti pendidikan di sekolahnya.

4. Wawancara

Wawancara merupakan tanya jawab si pemeriksa dan orang yang diperiksa. Agar orang diperiksa itu dapat menemukan isi hatinya itu sendiri, pandangan-pandangannya, pendapatnya dan lain-lain sedemikian rupa sehingga orang yang mewawancarai dapat menggali semua informasi yang dibutuhkan.

5. Angket

Angket merupakan wawancara dalam bentuk tertulis. Semua pertanyaan telah di susun secara tertulis pada lembar-lembar pertanyaan itu, dan orang yang diwawancarai tinggal membaca pertanyaan yang diajukan, lalu menjawabnya secara tertulis pula. Jawaban-jawabannya akan dianalisis untuk mengetahui hal-hal yang diselidiki.

6. Pemeriksaan Psikologi

Dalam bahasa populernya pemeriksaan psikologi disebut juga dengan psikotes. Metode ini menggunakan alat-alat psikodiagnostik tertentu yang hanya dapat digunakan oleh para ahli yang benar-benar sudah terlatih. alat-alat itu dapat dipergunakan unntuk mengukur dan untuk mengetahui taraf kecerdasan seseorang, arah minat seseorang, sikap seseorang, struktur kepribadian seseorang, dan lain-lain dari orang yang diperiksa itu.

III. Metode Psikologi Perkembangan

Pada Metode Psikologi Perkembangan memiliki 2 metode, yaitu metode umum dan metode khusus. pada metode umum ini pendekatan yang dipakai dengan pendekatan longitudinal, transversal, dan lintas budaya. Dari pendekatan ini terlihat adanya data yang diperoleh secara keseluruhan perkembangan atau hanya beberapa aspek saja dan bisa juga melihat dengan berbagai faktor dari bawaan dan lingkungan khususnya kebudayaan. Sedangkan pada metode khusus merupakan suatu metode yang akan diselidiki dengan suatu proses alat atau perhitungan yang cermat dan pasti. Dalam pendekatan ini dapat digunakan dengan pendekatan eksperimen dan observasi.

3.1 Psikologi kontemporer

Diawali pada abad ke 19, dimana saat itu berkembang 2 teori dalam menjelaskan tingkah laku, yaitu:

1. Psikologi Fakultas

Psikologi fakultas adalah doktrin abad 19 tentang adanya kekuatan mental bawaan, menurut teori ini, kemampuan psikologi terkotak-kotak dalam beberapa ‘fakultas’ yang meliputi berpikir, merasa, dan berkeinginan. Fakultas ini terbagi lagi menjadi beberapa subfakultas. Kita mengingat melalui subfakultas memori, pembayangan melalui subfakultas imaginer, dan sebagainya.

2. Psikologi Asosiasi

Bagian dari psikologi kontemporer abad 19 yang mempercayai bahwa proses psikologi pada dasarnya adalah asosiasi ide yaitu bahwa ide masuk melalui alat indera dan diasosiasikan berdasarkan prinsip-prinsip tertentu seperti kemiripan, kontras, dan kedekatan.

3.2 Psikologi sebagai ilmu pengetahuan

Walaupun sejak dulu telah ada pemikiran tentang ilmu yang mempelajari manusia dalam kurun waktu bersamaan dengan adanya pemikiran tentang ilmu yang mempelajari alam, akan tetapi karena kerumitan dan kedinamisan manusia untuk dipahami, maka psikologi baru tercipta sebagai ilmu sejak akhir 1800-an yaitu sewaktu Wilhem Wundt mendirikan laboratorium psikologi pertama didunia.

Laboratorium Wundt

Pada tahun 1879 Wilhem Wundt mendirikan laboratorium Psikologi pertama di University of Leipzig, Jerman. Ditandai oleh berdirinya laboratorium ini, maka metode ilmiah untuk lebih mamahami manusia telah ditemukan walau tidak terlalu memadai. dengan berdirinya laboratorium ini pula, lengkaplah syarat psikologi untuk menjadi ilmu pengetahuan, sehingga tahun berdirinya laboratorium Wundt diakui pula sebagai tanggal berdirinya psikologi sebagai ilmu pengetahuan.

Berdirinya Aliran Psikoanalisa

Semenjak tahun 1890an sampai kematiannya di 1939, dokter berkebangsaan Austria bernama Sigmund Freud mengembangkan metode psikoterapi yang dikenal dengan nama psikoanalisis. Pemahaman Freud tentang pikiran didasarkan pada metode penafsiran, introspeksi, dan pengamatan klinis, serta terfokus pada menyelesaikan konflik alam bawah sadar, ketegangan mental, dan gangguan psikis lainnya.

IV. Fungsi psikologi sebagai ilmu

Psikologi memiliki tiga fungsi sebagai ilmu yaitu:

* Menjelaskan, yaitu mampu menjelaskan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasilnya penjelasan berupa deskripsi atau bahasan yang bersifat deskriptif

* Memprediksikan, Yaitu mampu meramalkan atau memprediksikan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasil prediksi berupa prognosa, prediksi atau estimasi

* Pengendalian, Yaitu mengendalikan tingkah laku sesuai dengan yang diharapkan. Perwujudannya berupa tindakan yang sifatnya preventif atau pencegahan, intervensi atau treatment serta rehabilitasi atau perawatan.

4.1 Pendekatan perilaku

Menurut pendekatan perilaku, pada dasarnya tingkah laku adalah respon atas stimulus yang datang. Secara sederhana dapat digambarkan dalam model S – R atau suatu kaitan Stimulus – Respon. Ini berarti tingkah laku itu seperti reflek tanpa kerja mental sama sekali. Pendekatan ini dipelopori oleh J.B. Watson kemudian dikembangkan oleh banyak ahli, seperti B.F.Skinner, dan melahirkan banyak sub-aliran.

4.2 Pendekatan kognitif

Pendekatan kognitif menekankan bahwa tingkah laku adalah proses mental, dimana individu (organisme) aktif dalam menangkap, menilai, membandingkan, dan menanggapi stimulus sebelum melakukan reaksi. Individu menerima stimulus lalu melakukan proses mental sebelum memberikan reaksi atas stimulus yang datang.xx

4.3 Pendekatan psikoanalisa


pendekatan Psikoanalisa yang dikembangkan oleh Sigmund Freud

Pendekatan psikoanalisa dikembangkan oleh Sigmund Freud. Ia meyakini bahwa kehidupan individu sebagian besar dikuasai oleh alam bawah sadar. Sehingga tingkah laku banyak didasari oleh hal-hal yang tidak disadari, seperti keinginan, impuls, atau dorongan. Keinginan atau dorongan yang ditekan akan tetap hidup dalam alam bawah sadar dan sewaktu-waktu akan menuntut untuk dipuaskan.

4.4 Pendekatan fenomenologi

Pendekatan fenomenologi ini lebih memperhatikan pada pengalaman subyektif individu karena itu tingkah laku sangat dipengaruhi oleh pandangan individu terhadap diri dan dunianya, konsep tentang dirinya, harga dirinya dan segala hal yang menyangkut kesadaran atau aktualisasi dirinya. Ini berarti melihat tingkah laku seseorang selalu dikaitkan dengan fenomena tentang dirinya.

V. Kajian psikologi

Psikologi adalah ilmu yang luas dan ambisius, dilengkapi oleh biologi dan ilmu saraf pada perbatasannya dengan ilmu alam dan dilengkapi oleh sosiologi dan anthropologi pada perbatasannya dengan ilmu sosial. Beberapa kajian ilmu psikologi diantaranya adalah:

1. Psikologi perkembangan

Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari perkembangan manusia dan faktor-faktor yang membentuk prilaku seseorang sejak lahir sampai lanjut usia. Psikologi perkembangan berkaitan erat dengan psikologi sosial, karena sebagian besar perkembangan terjadi dalam konteks adanya interaksi sosial. Dan juga berkaitan erat dengan psikologi kepribadian, karena perkembangan individu dapat membentuk kepribadian khas dari individu tersebut

2. Psikologi sosial

Bidang ini mempunyai 3 ruang lingkup, yaitu :

* studi tentang pengaruh sosial terhadap proses individu, misalnya : studi tentang persepsi, motivasi proses belajar, atribusi (sifat)
* studi tentang proses-proses individual bersama, seperti bahasa, sikap sosial, perilaku meniru dan lain-lain
* studi tentang interaksi kelompok, misalnya kepemimpinan, komunikasi hubungan kekuasaan, kerjasama dalam kelompok, dan persaingan.

3. Psikologi kepribadian

Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya, psikologi kepribadian berkaitan erat dengan psikologi perkembangan dan psikologi sosial, karena kepribadian adalah hasil dari perkembangan individu sejak masih kecil dan bagaimana cara individu itu sendiri dalam berinteraksi sosial dengan lingkungannya.

4. Psikologi kognitif

Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari kemampuan kognisi, seperti: Persepsi, proses belajar, kemampuan memori, atensi, kemampuan bahasa dan emosi.

VI. Wilayah terapan psikologi

Wilayah terapan psikologi adalah wilayah-wilayah dimana kajian psikologi dapat diterapkan. walaupun demikian, belum terbiasanya orang-orang Indonesia dengan spesialisasi membuat wilayah terapan ini rancu, misalnya, seorang ahli psikologi pendidikan mungkin saja bekerja pada HRD sebuah perusahaan, atau sebaliknya.

1. Psikologi sekolah

Psikologi sekolah berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademik, sosialisasi, dan emosi. Yang bertujuan untuk membentuk mind set anak

2. Psikologi industri dan organisasi

Psikologi industri memfokuskan pada menggembangan, mengevaluasi dan memprediksi kinerja suatu pekerjaan yang dikerjakan oleh individu, sedangkan psikologi organisasi mempelajari bagaimana suatu organisasi memengaruhi dan berinteraksi dengan anggota-anggotanya

3. Psikologi kerekayasaan

Penerapan psikologi yang berkaitan dengan interaksi antara manusia dan mesin untuk meminimalisasikan kesalahan manusia ketika berhubungan dengan mesin (human error)

4. Psikologi klinis

Adalah bidang studi psikologi dan juga penerapan psikologi dalam memahami, mencegah dan memulihkan keadaan psikologis individu ke ambang normal.

Referensi:

1. ^ Sarwono Sarlito W. Pengantar Psikologi Umum. Rajawali Pers.
2. ^ http://rumahbelajarpsikologi.com/index.php/sejarah-psikologi.html
3. ^ a b c Rahman Shaleh, Abdul. Psikologi. Kencana Prenada Media Group.
4. ^ a b Baraja, Abubakar. Psikologi Perkembangan. Studia Press.

sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi

ISLAM ADA DI AMERIKA JAUH SEBELUM COLUMBUS (1492 M)

السلام عليكم . بِسْــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم.لا إله إلاَّ الله.محمد رسو ل الله
الحمد لله رب العا لمين. الصلاة و السلام على رسو ل الله.اما بعد

Jika Anda mengunjungi Washington DC, datanglah ke Perpustakaan Kongres (Library of Congress). Lantas, mintalah arsip perjanjian pemerintah Amerika Serikat dengan suku Cherokee, salah satu suku Indian, tahun 1787. Di sana akan ditemukan tanda tangan Kepala Suku Cherokee saat itu, bernama AbdeKhak dan Muhammad Ibnu Abdullah.

Isi perjanjian itu antara lain adalah hak suku Cherokee untuk melangsungkan keberadaannya dalam perdagangan, perkapalan, dan bentuk pemerintahan suku cherokee yang saat itu berdasarkan hukum Islam. Lebih lanjut, akan ditemukan kebiasaan berpakaian suku Cherokee yang menutup aurat sedangkan kaum laki-lakinya memakai turban (surban) dan terusan hingga sebatas lutut.

Cara berpakaian ini dapat ditemukan dalam foto atau lukisan suku cherokee yang diambil gambarnya sebelum tahun 1832. Kepala suku terakhir Cherokee sebelum akhirnya benar-benar punah dari daratan Amerika adalah seorang Muslim bernama Ramadan Ibnu Wati.

Berbicara tentang suku Cherokee, tidak bisa lepas dari Sequoyah. Ia adalah orang asli suku cherokee yang berpendidikan dan menghidupkan kembali Syllabary suku mereka pada 1821. Syllabary adalah semacam aksara. Jika kita sekarang mengenal abjad A sampai Z, maka suku Cherokee memiliki aksara sendiri.

Yang membuatnya sangat luar biasa adalah aksara yang dihidupkan kembali oleh Sequoyah ini mirip sekali dengan aksara Arab. Bahkan, beberapa tulisan masyarakat cherokee abad ke-7 yang ditemukan terpahat pada bebatuan di Nevada sangat mirip dengan kata ”Muhammad” dalam bahasa Arab.

Nama-nama suku Indian dan kepala sukunya yang berasal dari bahasa Arab tidak hanya ditemukan pada suku Cherokee (Shar-kee), tapi juga Anasazi, Apache, Arawak, Arikana, Chavin Cree, Makkah, Hohokam, Hupa, Hopi, Mahigan, Mohawk, Nazca, Zulu, dan Zuni. Bahkan, beberapa kepala suku Indian juga mengenakan tutp kepala khas orang Islam. Mereka adalah Kepala Suku Chippewa, Creek, Iowa, Kansas, Miami, Potawatomi, Sauk, Fox, Seminole, Shawnee, Sioux, Winnebago, dan Yuchi. Hal ini ditunjukkan pada foto-foto tahun 1835 dan 1870.

Secara umum, suku-suku Indian di Amerika juga percaya adanya Tuhan yang menguasai alam semesta. Tuhan itu tidak teraba oleh panca indera. Mereka juga meyakini, tugas utama manusia yang diciptakan Tuhan adalah untuk memuja dan menyembah-Nya. Seperti penuturan seorang Kepala Suku Ohiyesa : ”In the life of the Indian, there was only inevitable duty-the duty of prayer-the daily recognition of the Unseen and the Eternal”. Bukankah Al-Qur’an juga memberitakan bahwa tujuan penciptaan manusia dan jin semata-mata untuk beribadah pada Allah (*)

Subhanalloh….

Bagaimana bisa Kepala suku Indian Cheeroke itu muslim?

Sejarahnya panjang,

Semangat orang-orang Islam dan Cina saat itu untuk mengenal lebih jauh planet (tentunya saat itu nama planet belum terdengar) tempat tinggalnya selain untuk melebarkan pengaruh, mencari jalur perdagangan baru dan tentu saja memperluas dakwah Islam mendorong beberapa pemberani di antara mereka untuk melintasi area yang masih dianggap gelap dalam peta-peta mereka saat itu.

Beberapa nama tetap begitu kesohor sampai saat ini bahkan hampir semua orang pernah mendengarnya sebut saja Tjeng Ho dan Ibnu Batutta, namun beberapa lagi hampir-hampir tidak terdengar dan hanya tercatat pada buku-buku akademis.

Para ahli geografi dan intelektual dari kalangan muslim yang mencatat perjalanan ke benua Amerika itu adalah Abul-Hassan Ali Ibn Al Hussain Al Masudi (meninggal tahun 957), Al Idrisi (meninggal tahun 1166), Chihab Addin Abul Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 – 1384) dan Ibn Battuta (meninggal tahun 1369).

Menurut catatan ahli sejarah dan ahli geografi muslim Al Masudi (871 – 957), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad seorang navigator muslim dari Cordoba di Andalusia, telah sampai ke benua Amerika pada tahun 889 Masehi. Dalam bukunya, ‘Muruj Adh-dhahab wa Maadin al-Jawhar’ (The Meadows of Gold and Quarries of Jewels), Al Masudi melaporkan bahwa semasa pemerintahan Khalifah Spanyol Abdullah Ibn Muhammad (888 – 912), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad berlayar dari Delba (Palos) pada tahun 889, menyeberangi Lautan Atlantik, hingga mencapai wilayah yang belum dikenal yang disebutnya Ard Majhoola, dan kemudian kembali dengan membawa berbagai harta yang menakjubkan.

Sesudah itu banyak pelayaran yang dilakukan mengunjungi daratan di seberang Lautan Atlantik, yang gelap dan berkabut itu. Al Masudi juga menulis buku ‘Akhbar Az Zaman’ yang memuat bahan-bahan sejarah dari pengembaraan para pedagang ke Afrika dan Asia.

Dr. Youssef Mroueh juga menulis bahwa selama pemerintahan Khalifah Abdul Rahman III (tahun 929-961) dari dinasti Umayah, tercatat adanya orang-orang Islam dari Afrika yang berlayar juga dari pelabuhan Delba (Palos) di Spanyol ke barat menuju ke lautan lepas yang gelap dan berkabut, Lautan Atlantik. Mereka berhasil kembali dengan membawa barang-barang bernilai yang diperolehnya dari tanah yang asing.

Beliau juga menuliskan menurut catatan ahli sejarah Abu Bakr Ibn Umar Al-Gutiyya bahwa pada masa pemerintahan Khalifah Spanyol, Hisham II (976-1009) seorang navigator dari Granada bernama Ibn Farrukh tercatat meninggalkan pelabuhan Kadesh pada bulan Februari tahun 999 melintasi Lautan Atlantik dan mendarat di Gando (Kepulaun Canary).

Ibn Farrukh berkunjung kepada Raja Guanariga dan kemudian melanjutkan ke barat hingga melihat dua pulau dan menamakannya Capraria dan Pluitana. Ibn Farrukh kembali ke Spanyol pada bulan Mei 999.

Perlayaran melintasi Lautan Atlantik dari Maroko dicatat juga oleh penjelajah laut Shaikh Zayn-eddin Ali bin Fadhel Al-Mazandarani. Kapalnya berlepas dari Tarfay di Maroko pada zaman Sultan Abu-Yacoub Sidi Youssef (1286 – 1307) raja keenam dalam dinasti Marinid. Kapalnya mendarat di pulau Green di Laut Karibia pada tahun 1291. Menurut Dr. Morueh, catatan perjalanan ini banyak dijadikan referensi oleh ilmuwan Islam.

Sultan-sultan dari kerajaan Mali di Afrika barat yang beribukota di Timbuktu, ternyata juga melakukan perjalanan sendiri hingga ke benua Amerika. Sejarawan Chihab Addin Abul-Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 – 1384) memerinci eksplorasi geografi ini dengan seksama. Timbuktu yang kini dilupakan orang, dahulunya merupakan pusat peradaban, perpustakaan dan keilmuan yang maju di Afrika. Ekpedisi perjalanan darat dan laut banyak dilakukan orang menuju Timbuktu atau berawal dari Timbuktu.

Sultan yang tercatat melanglang buana hingga ke benua baru saat itu adalah Sultan Abu Bakari I (1285 – 1312), saudara dari Sultan Mansa Kankan Musa (1312 – 1337), yang telah melakukan dua kali ekspedisi melintas Lautan Atlantik hingga ke Amerika dan bahkan menyusuri sungai Mississippi.

Sultan Abu Bakari I melakukan eksplorasi di Amerika tengah dan utara dengan menyusuri sungai Mississippi antara tahun 1309-1312. Para eksplorer ini berbahasa Arab. Dua abad kemudian, penemuan benua Amerika diabadikan dalam peta berwarna Piri Re’isi yang dibuat tahun 1513, dan dipersembahkan kepada raja Ottoman Sultan Selim I tahun 1517. Peta ini menunjukkan belahan bumi bagian barat, Amerika selatan dan bahkan benua Antartika, dengan penggambaran pesisiran Brasil secara cukup akurat.

Sequoyah, also known as George Gist Bukti lainnya adalah, Columbus sendiri mengetahui bahwa orang-orang Carib (Karibia) adalah pengikut Nabi Muhammad. Dia faham bahwa orang-orang Islam telah berada di sana terutama orang-orang dari Pantai Barat Afrika. Mereka mendiami Karibia, Amerika Utara dan Selatan. Namun tidak seperti Columbus yang ingin menguasai dan memperbudak rakyat Amerika. Orang-Orang Islam datang untuk berdagang dan bahkan beberapa menikahi orang-orang pribumi.

Lebih lanjut Columbus mengakui pada 21 Oktober 1492 dalam pelayarannya antara Gibara dan Pantai Kuba melihat sebuah masjid (berdiri di atas bukit dengan indahnya menurut sumber tulisan lain). Sampai saat ini sisa-sisa reruntuhan masjid telah ditemukan di Kuba, Mexico, Texas dan Nevada.

Dan tahukah anda? 2 orang nahkoda kapal yang dipimpin oleh Columbus kapten kapal Pinta dan Nina adalah orang-orang muslim yaitu dua bersaudara Martin Alonso Pinzon dan Vicente Yanex Pinzon yang masih keluarga dari Sultan Maroko Abuzayan Muhammad III (1362). [THACHER,JOHN BOYD: Christopher Columbus, New York 1950]

Dan mengapa hanya Columbus saja yang sampai saat ini dikenal sebagai penemu benua amerika? Karena saat terjadi pengusiran kaum yahudi dari spanyol sebanyak 300.000 orang yahudi oleh raja Ferdinand yang Kristen, kemudian orang-orang yahudi menggalang dana untuk pelayaran Columbus dan berita ‘penemuan benua Amerika’ dikirim pertama kali oleh Christopher Columbus kepada kawan-kawannya orang Yahudi di Spanyol.

Pelayaran Columbus ini nampaknya haus publikasi dan diperlukan untuk menciptakan legenda sesuai dengan ‘pesan sponsor’ Yahudi sang penyandang dana. Kisah selanjutnya kita tahu bahwa media massa dan publikasi dikuasai oleh orang-orang Yahudi yang bahkan dibenci oleh orang-orang seperti Henry Ford si raja mobil Amerika itu.

Maka tampak ada ketidak-jujuran dalam menuliskan fakta sejarah tentang penemuan benua Amerika. Penyelewengan sejarah oleh orang-orang Yahudi yang terjadi sejak pertama kali mereka bersama-sama orang Eropa menjejakkan kaki ke benua Amerika.

Dan tahukah anda? sebenarnya laksam ana Zheng He atau yang di Indonesia lebih dikenal dengan nama laksamana Cheng Ho adalah penemu benua amerika pertama, sekitar 70 tahun sebelum Columbus.

Sekitar 70 tahun sebelum Columbus menancapkan benderanya di daratan Amerika, Laksamana Zheng He sudah lebih dulu datang ke sana. Para peserta seminar yang diselenggarakan oleh Royal Geographical Society di London beberapa waktu lalu dibuat terperangah. Adalah seorang ahli kapal selam dan sejarawan bernama Gavin Menzies dengan paparannya dan lantas mendapat perhatian besar.

Tampil penuh percaya diri, Menzies menjelaskan teorinya tentang pelayaran terkenal dari pelaut mahsyur asal Cina, Laksamana Zheng He (kita mengenalnya dengan Ceng Ho-red). Bersama bukti-bukti yang ditemukan dari catatan sejarah, dia lantas berkesimpulan bahwa pelaut serta navigator ulung dari masa dinasti Ming itu adalah penemu awal benua Amerika, dan bukannya Columbus.

Bahkan menurutnya, Zheng He ‘mengalahkan’ Columbus dengan rentang waktu sekitar 70 tahun. Apa yang dikemukakan Menzies tentu membuat kehebohan lantaran masyarakat dunia selama ini mengetahui bahwa Columbus-lah si penemu benua Amerika pada sekitar abad ke-15. Pernyataan Menzies ini dikuatkan dengan sejumlah bukti sejarah.

Adalah sebuah peta buatan masa sebelum Columbus memulai ekspedisinya lengkap dengan gambar benua Amerika serta sebuah peta astronomi milik Zheng He yang dosodorkannya sebagai barang bukti itu. Menzies menjadi sangat yakin setelah meneliti akurasi benda-benda bersejarah itu.

Cherokee syllabary”Laksana inilah yang semestinya dianugerahi gelar sebagai penemu pertama benua Amerika,” ujarnya. Menzies melakukan kajian selama lebih dari 14 tahun. Ini termasuk penelitian peta-peta kuno, bukti artefak dan juga pengembangan dari teknologi astronomi modern seperti melalui program software Starry Night.

Dari bukti-bukti kunci yang bisa mengubah alur sejarah ini, Menzies mengatakan bahwa sebagian besar peta maupun tulisan navigasi Cina kuno bersumber pada masa pelayaran Laksamana Zheng He. Penjelajahannya hingga mencapai benua Amerika mengambil waktu antara tahun 1421 dan 1423. Sebelumnya armada kapal Zheng He berlayar menyusuri jalur selatan melewati Afrika dan sampai ke Amerika Selatan.

Uraian astronomi pelayaran Zheng He kira-kira menyebut, pada larut malam saat terlihat bintang selatan sekitar tanggal 18 Maret 1421, lokasi berada di ujung selatan Amerika Selatan. Hal tersebut kemudian direkonstruksi ulang menggunakan software Starry Night dengan membandingkan peta pelayaran Zheng He.

“Saya memprogram Starry Night hingga masa di tahun 1421 serta bagian dunia yang diperkirakan pernah dilayari ekspedisi tersebut,” ungkap Menzies yang juga ahli navigasi dan mantan komandan kapal selam angkatan laut Inggris ini. Dari sini, dia akhirnya menemukan dua lokasi berbeda dari pelayaran ini berkat catatan astronomi (bintang) ekspedisi Zheng He.

Lantas terjadi pergerakan pada bintang-bintang ini, sesuai perputaran serta orientasi bumi di angkasa. Akibat perputaran bumi yang kurang sempurna membuat sumbu bumi seolah mengukir lingkaran di angkasa setiap 26 ribu tahun. Fenomena ini, yang disebut presisi, berarti tiap titik kutub membidik bintang berbeda selama waktu berjalan. Menzies menggunakan software untuk merekonstruksi posisi bintang-bintang seperti pada masa tahun 1421.

“Kita sudah memiliki peta bintang Cina kuno namun masih membutuhkan penanggalan petanya,” kata Menzies. Saat sedang bingung memikirkan masalah ini, tiba-tiba ditemukanlah pemecahannya. “Dengan kemujuran luar biasa, salah satu dari tujuan yang mereka lalui, yakni antara Sumatra dan Dondra Head, Srilanka, mengarah ke barat.”

Bagian dari pelayaran tersebut rupanya sangat dekat dengan garis katulistiwa di Samudera Hindia. Adapun Polaris, sang bintang utara, dan bintang selatan Canopus, yang dekat dengan lintang kutub selatan, tercantum dalam peta. “Dari situ, kita berhasil menentukan arah dan letak Polaris. Sehingga selanjutnya kita bisa memastikan masa dari peta itu yakni tahun 1421, plus dan minus 30 tahun.”

Sequoyah Atas temuan tersebut, Phillip Sadler, pakar navigasi dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, mengatakan perkiraan dengan menggunakan peta kuno berdasarkan posisi bintang amatlah dimungkinkan. Dia juga sepakat bahwa estimasi waktu 30 tahun, seperti dalam pandangan Menzies, juga masuk akal.

Selama ini, masyarakat dunia mengetahui kiprah Zheng He sebagai penjelajah ulung. Dia terlahir di Kunyang, kota yang berada di sebelah barat daya Propinsi Yunan, pada tahun 1371. Keluarganya yang bernama Ma, adalah bagian dari warga minoritas Semur. Mereka berasal dari kawasan Asia Tengah serta menganut agama Islam.

Ayah dan kakek Zheng He diketahui pernah mengadakan perjalanan haji ke Tanah Suci Makkah. Sementara Zheng He sendiri tumbuh besar dengan banyak mengadakan perjalanan ke sejumlah wilayah. Ia adalah Muslim yang taat.

Yunan adalah salah satu wilayah terakhir pertahanan bangsa Mongol, yang sudah ada jauh sebelum masa dinasti Ming. Pada saat pasukan Ming menguasai Yunan tahun 1382, Zheng He turut ditawan dan dibawa ke Nanjing. Ketika itu dia masih berusia 11 tahun.

Zheng He pun dijadikan sebagai pelayan putra mahkota yang nantinya menjadi kaisar bernama Yong Le. Nah kaisar inilah yang memberi nama Zheng He hingga akhirnya dia menjadi salah satu panglima laut paling termashyur di dunia.

Subhanallah…
1 lagi bukti…
Dari ilmiah…. Islam TERBUKTI Benar…
Dari nalar…. Islam TERBUKTI Benar…
Dari Sejarah…. Islam TERBUKTI Benar…
Dari Kitab agama lain pun…. Islam TERBUKTI Benar…

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

” Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Qs. Ali Imran/3:85)

Sumber :

http://www.facebook.com/pages/-ISLAM-TERBUKTI-BENAR-/298400792751?v=info

%d bloggers like this: