Posts tagged ‘Bani Ismail’

Permusuhan Abadi Bangsa Yahudi Kepada Umat Islam

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ فَيَقْتُلُهُمُ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ فَيَقُولُ الْحَجَرُ أَوِ الشَّجَرُ يَا مُسْلِمُ يَا عَبْدَ اللَّهِ هَذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ إِلَّا الْغَرْقَدَ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُودِ *(مسلم )

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda:” Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan Yahudi. Maka kaum muslimin membunuh mereka sampai ada seorang Yahudi bersembunyi di belakang batu-batuan dan pohon-pohonan. Dan berkatalah batu dan pohon:”wahai muslim wahai hamba Allah ini Yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah ia kecuali pohon Gorqhod karena ia adalah pohon Yahudi” (HR. Muslim)


Anak-anak israel dididik ‘bahasa perang dan kekerasan’ kepada bangsa non-yahudi (ariefokebanget.blogspot.com)

Ini adalah salah satu hadits di antara banyak hadits yang menceritakan permusuhan dan peperangan yang terjadi antara umat Islam dengan Yahudi. Lebih dari itu Al-Qur’an sudah sedemikian jelas menceritakan permusuhan abadi antara bangsa Yahudi dengan umat Islam. Allah swt berfirman:

“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik”. (QS Al-Maaidah: 82).

Yahudi adalah nama agama produk Bani Israel yang mengingkari ajaran tauhid risalah para nabi termasuk nabi-nabi Bani Israel seperti Daud as, Sulaiman as, Musa as dan nabi-nabi yang lain. Yahudi juga identik dengan bangsa Israel yang menganut agama Yahudi. Sebenarnya Bani Israel adalah bangsa yang dipilih oleh Allah. Dari bangsa inilah Allah banyak mengutus para nabi dan rasul seperti Ishak, Ya’qub, Yusuf, Daud, Sulaiman, Musa dll. Tetapi setelah nabi terakhir berpindah ke Bani Ismail maka mayoritas mereka mengingkari ajaran tauhid yang dibawa nabi Muhammad sebagaimana juga sebelumnya mereka banyak mengingkari nabi-nabi dari bangsanya bahkan lebih dari itu banyak juga nabi-nabi dari bani Israel yang dibunuh di tangan mereka sendiri.

Permusuhan bangsa Yahudi kepada orang-orang beriman berlipat ganda karena berpindahnya kenabian dari Bani Israel ke Bani Ismail (Nabi Muhammad saw), dan karena sikap mereka yang merasa lebih mulia, dan lebih dari itu karena mereka tidak beriman kepada Allah. Permusuhan itu sudah berlangsung sangat lama semenjak Muhammad saw diangkat menjadi rasul. Walaupun sebenarnya Bani Israel dan Bani Ismail bertemu pada satu titik ajaran dan keturunan yaitu Nabi Ibrahim as.

Nabi Ibrahim as mempunyai dua putra, pertama Ismail, dan anak-cucu dari beliau disebut bani Ismail. Putra yang kedua Ishak, dan Ishak punya putra Ya’qub. Dan Ya’qub disebut juga Israil sedangkan keturunan Ya’qub disebut bani Israil. Banyak di antara mereka yang menjadi nabi tetapi banyak pula yang mengingkari nabinya.

Pada saat Rasulullah saw hijrah ke Madinah benih-benih ketidaksukaan orang-orang Yahudi mulai muncul, apalagi setelah nabi Muhammad saw menguasai kota Madinah. Orang-orang Yahudi di Madinah baik dari bani Qoinuqa, bani Nadhir dan bani Quraizhah walaupun sudah membuat perjanjian damai tetapi berkali-kali mengkhianatinya bahkan melakukan permusuhan terhadap Rasulullah saw dan kaum muslimin.

Konflik antara umat Islam dengan Yahudi dari Bani Qoinuqa di Madinah terjadi setelah perang Badar. Yahudi Bani Qoinuqa meremehkan kekuatan umat Islam, kemenangan di perang Badar atas kaum kafir Quraisy mereka anggap karena kaum muslimin menghadapi kelompok yang tidak pandai teknik berperang. Bahkan mereka menantang perang dengan kaum muslimin. Menghadapi tingkah mereka, Rasulullah saw berusaha menyabarkan diri dan sahabatnya. Tetapi hal ini tidak berlangsung lama, karena terjadi insiden yang menimpa salah seorang muslimah. Ketika itu ia sedang berada di pasar Bani Qoinuqa. Seorang Yahudi mempermainkannya dan meminta agar ia membuka kerudungnya, tentu saja muslimah tersebut menolak. Kemudian pada saat ia sedang lengah dan duduk di suatu tempat, si Yahudi mengikatkan ujung kerudung muslimah tersebut dengan tali pada sebuah batu, tentu saja ketika si muslimah itu bangun tersingkaplah auratnya. Maka ia berteriak minta tolong. Seorang muslim yang berada di dekatnya segera menolongnya dan membunuh si Yahudi tadi, sebaliknya kemudian si muslim tadi pun dikeroyok sampai meninggal. Maka orang-orang muslim minta tolong pada Rasulullah saw dan sahabat. Sehingga Rasul mengusir Yahudi Bani Qoinuqa dari Madinah karena ulah mereka mengganggu seorang muslimah.

Konflik kembali lagi terjadi, kali ini umat Islam menghadapi Yahudi Bani Nadhir. Setelah perang Uhud Rasulullah saw dan umat Islam mendatangi perkampungan Bani Nadhir untuk meminta diyat (denda). Hal tersebut dilakukan sesuai perjanjian yang telah dibuat, jika ada anggota masyarakat Madinah yang terbunuh, mereka dikenakan diyat. Di depan Rasulullah saw mereka menyanggupi permintaan tersebut. Tetapi ketika Rasulullah saw sedang duduk bersandar di sebuah dinding rumah, sekelompok Yahudi Bani Nadhir merencanakan percobaan pembunuhan terhadap Muhammad saw yaitu dengan menjatuhkan batu dari atas rumah tempat Rasulullah saw duduk. Tetapi malaikat Jibril memberitahu kejadian tersebut dan Rasulullah saw pulang ke Madinah. Selanjutnya beliau datang lagi bersama sahabat yang lain mengusir Yahudi Bani Nadhir dari Madinah.

Adapun Bani Quraidhah mereka mengkhianati Rasulullah saw dalam perang Ahzab. Pada waktu perang Ahzab Rasulullah saw menghadapi musuh multinasional dari luar Madinah pasukan kafir Quraisy bersekutu dengan yang lain menghadapi Rasulullah saw dan sahabatnya. Sedangkan di dalam Madinah Yahudi bani Quraidhah dan orang Munafik mengkhianati umat Islam. Maka setelah perang Ahzab usai dan kemenangan berada di pihak umat Islam Allah memerintahkan umat Islam untuk menyerang bani Quraidhah. Dan mereka pun berhasil dilumpuhkan dan sebagiannya melarikan diri. Puncaknya umat Islam berhasil menghilangkan gangguan kaum Yahudi Madinah dengan berhasil mengalahkan mereka di Khaibar.

Begitulah permusuhan kaum Yahudi di masa Rasulullah saw. Di masa berikutnya permusuhan mereka tidak padam malah semakin sengit dan keras. Mereka senantiasa mencari-cari celah kelemahan umat Islam untuk dihantam dan dihancurkan.


Ilustrasi – Peta penjajahan Zionis Israel atas Palestina dari waktu ke waktu. (inet)

Perjanjian-perjanjian yang dilakukan oleh bangsa Yahudi dengan penguasa di negara-negara muslim selalu saja merugikan kepentingan umat Islam. Walaupun begitu setelah itu mereka khianati kembali. Perjanjian Camp David yang dilakukan pemerintah Mesir dengan bangsa Yahudi mengakibatkan Mesir menderita kerugian moril dan materiil yang sangat banyak. Begitu juga perjanjian Gaza dan Arikha yang dilakukan antara PLO dengan Yahudi. Perjanjian tersebut di samping merugikan bangsa muslim Palestina, lebih diperparah lagi oleh pengkhianatan bangsa Yahudi dengan kejadian Tragedi Masjid Ibrahim (Hebron) Al Khalil 12 Februari 1994, yaitu pembantaian umat Islam di masjid Ibrahim saat mereka sedang melaksanakan shalat Subuh berjamaah. Sekitar 100 mati syahid, 300 orang lainnya luka parah.

Dan pembantaian Zionisme Yahudi atas umat Islam di Palestina akan terus terjadi. Tragedi berdarah berulang kembali pada Senin 22 Juli 2002 M. Pada malam berdarah yang penuh duka itu, militer rezim Imperialis Israel menggempur kampung el Durj di kota Gaza dengan menggunakan pesawat F16 buatan Amerika. Sebuah adegan pembantaian kemanusiaan secara keji dan biadab yang mengakibatkan 17 warga Palestina gugur, 3 di antaranya wanita dan 11 lainnya anak-anak. Ditambah Asy Syahid Saalah Shahadah, seorang pendiri dan pemimpin umum Brigade Izzuddin al Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam Hamas. Aksi pembantaian tersebut juga melukai 176 warga, 115 di antaranya dalam kondisi kritis.

Teror dan pembantaian Zionisme Yahudi atas non Yahudi adalah aqidah mereka. Mantan PM Israel Begin berkata:”Warga Palestina itu hanya sekedar kecoa-kecoa yang harus dienyahkan.”. Dia kemudian melanjutkan komentarnya:”Kita harus sadar dan tahu bahwa tidak ada tempat di negeri ini untuk dua bangsa. Maka satu-satunya solusi adalah Palestina tanpa bangsa Arab dan tidak ada jalan selain pendeportasian bangsa Arab ke negara-negara tetangga, dideportasi semuanya tanpa ada pengecualian. Dan di sini, harus tidak ada suatu desa atau keluarga Arab manapun.”. Ungkapan para tokoh Yahudi tidak lain dari aqidah mereka yang mengikuti dan mencontoh nabi dan kitab mereka. Nabi Ezekeil berkata:”Jangan belas kasihan kepada mata-matamu, jangan ampuni orang tua, pemuda, gadis, anak-anak dan kaum wanita. Bunuhlah mereka semua.” Talmud juga berkata:”Termasuk suatu keadilan jika orang Yahudi membunuh orang kafir dengan tangannya, sebab mengalirkan darah orang kafir itu sebuah bentuk pemberian korban kepada Tuhan.”

Di Indonesia tangan-tangan Yahudi sudah mulai berkeliaran. George Soros sang penghancur ekonomi Indonesia sudah mulai masuk menguasai beberapa saham di Indonesia. Perjanjian pemerintah Indonesia dengan perusahaan Freeport milik Yahudi sangat merugikan bangsa Indonesia. Kekayaan alamnya dikuras, alamnya rusak sedang pemerintah Indonesia tidak berdaya menghadapi kuatnya lobi Yahudi yang dipimpin mantan menteri Luar Negeri Amerika Henry Kisingger. Dominasi Yahudi di Indonesia sudah sangat mengerikan, kondisi terakhir sudah mulai menguasai aset-aset vital milik bangsa Indonesia. Penguasaan itu melalui siasat yang bernama privatisasi. Dan mulailah perpindahan aset bangsa ke tangan asing terjadi, dari mulai BCA sampai yang terakhir PT. Indosat.

Bangsa Yahudi selalu berada di belakang setiap kejahatan dan kehancuran yang menimpa dunia. Perang Dunia I yang disusul jatuhnya khilafah Islam Turki Utsmani, Perang Dunia II yang mengakibatkan penjajahan dunia Barat atas dunia Islam, merajalelanya penyakit AIDS, pesatnya ekonomi Riba’, merebaknya NARKOBA, film-film porno dan seks bebas dll. Yahudi memiliki andil yang sangat besar pada itu semua. Untuk mencengkeram mangsanya, Yahudi selalu menggunakan lembaga-lembaga formal, baik lembaga sosial, ekonomi, maupun politik, seperti; Free Mason Re, Rotary Club, Lions Club, IMF, Bank Dunia, bahkan PBB. Lembaga-lembaga tersebut adalah lembaga milik Yahudi atau dikuasai Yahudi. Karena begitu culasnya Yahudi, mereka menjadi musuh bersama semua bangsa. Bukan hanya dimusuhi semua bangsa, tetapi mereka juga di musuhi oleh makhluk Allah lainnya seperti batu-batuan dan pohon-pohonan, sebagaimana diungkapkan dalam hadits di atas.

Hadits ini mengisyaratkan bahwa Yahudi adalah musuh abadi umat Islam bahkan umat manusia secara keseluruhan sampai hari kiamat. Jika syetan adalah musuh abadi manusia, karena hasad kepada Adam as, maka Yahudi adalah musuh abadi umat Islam karena hasad kepada nabi Muhammad saw dan umat Islam. Oleh karena itu orang-orang yang dekat dengan Yahudi, ingin bekerja sama dalam suatu urusan dan selalu membelanya, mereka adalah orang yang cacat imannya dan merupakan agen Yahudi yang harus diwaspadai oleh umat Islam.

Sumber: http://www.dakwatuna.com

NABI BESAR MUHAMMAD S.A.W TERSEBUT DALAM OLD TESTAMENT DAN NEW TESTAMENT

Oleh: Drs. H. Ibrahim Lubis Sm.HK

Berita akan lahirnya Nabi Muhammad s.a.w itu telah lama diketahui manusia sejak zaman Nabi Musa a.s sampai dengan Nabi Isa a.s., yang disebut Yesus oleh kaum Nashara. Suatu berita dunia yang luar biasa, yang memberitakan akan lahirnya seorang besar yang tidak ada tandingannya di dunia ini, baik di zaman Nabi-nabi sebelumnya dan masa kini, maupun di masa yang akan datang sampai akhir zaman.

Dan mengenai hal ini, Allah s.w.t berfirman di dalam Al-Qur’an:

“(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang umi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-A’raf /7: 157)

Dan Nabi Isa a.s juga sudah memberi kabar akan datangnya Nabi Muhammad s.a.w kepada kaumnya (Bani Israel), sebagaimana tersebut di dalam Al-Qur’an:

“Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: “Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)”, Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.” (QS. Ash-shaff / 61: 6)

Bahkan sebagian besar Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) telah mengenal Muhammad s.a.w seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri, sebagaimana tersebut di dalam Al-Qur’an:

“Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.”
“Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.”
(QS Al-Baqarah/2 :146-147)

Dalam abad Teknologi ini, Nabi Muhammad s.a.w diberi peringkat nomor satu di Dunia.! alias Manusia nomor Wahid.!

Silakan baca buku: 100 tokoh paling berpengaruh, karya Michael H. Hart

Pemberitaan kelahirannya yang tersebut dalam Taurat dan Injil diikuti dengan kenyataan, sekalipun kedua Kitab agama itu sudah banyak dirubah oleh tangan manusia. Tetapi mengenai soal pemberitaan lahirnya Nabi Muhammad s.a.w tangan manusia tidak sanggup mengubahnya. Tetapi akan tetap tercantum menurut kebenarannya sampai akhir zaman. ‘Ajaib.!

Baiklah kita kutip ayat-ayat dari Taurat dan Injil itu yang sehubungan dengan Nabi Muhammad s.a.w.

Tersebutlah dalam Taurat (Perjanjian Lama) Ulangan 18:17-18, demikian: “Maka pada masa itu berfirmanlah Tuhan kepadaku (Musa) : Benarkah kata mereka itu (Bani Israel).”
“Bahwa Aku (Allah) akan menjadikan bagi mereka itu seorang Nabi dari antara segala saudaranya (Bani Israel) yang seperti engkau (hai Musa), dan Aku akan memberi segala firman-Ku dalam mulutnya dan dia pun akan mengatakan kepadanya segala yang kusuruh akan dia.”
Selanjutnya Ulangan 18:19 menegaskan: “Bahwa sesungguhnya barangsiapa yang tiada mau dengar akan segala firman-Ku, yang akan dikatakan olehnya dengan Nama-Ku, niscaya Aku menuntutnya kelak kepada orang itu.”

Tiga buah ayat dari Taurat (Perjanjian Lama) yang dikutip dari Buku “Nabi Isa dalam Al-Quran dan Nabi Muhammad dalam Bible” karangan Prof. Drs. H. Hasbullah Bakry, S.H. sudah cukup yang memberitakan akan kedatangan Nabi Muhammad s.a.w itu.

Dalam hubungan dengan tiga ayat dari Ulangan 18 itu Prof. Drs. H. Hasbullah Bakry, S.H., memberi tafsirnya, demikian:
Dalil pertama: “Seorang Nabi dari antara segala saudaranya.” Isyarat ini menunjukkan bahwa Nabi yang dinubuatkan oleh Tuhan itu akan timbul dari saudara-saudara Bani Israel, tetapi bukan dari Bani Israel sendiri. Adapun di antara saudara-saudara Bani Israel itu ialah Bani Ismail (Bangsa Arab), sebab Ismail adalah saudara tua dari Ishak, bapak dari Israel (Yakub a.s). Dan Nabi Muhammad s.a.w sudah jelas adalah keturunan Bani Ismail.

silakan baca disini:Silsilah Nabi Muhammad s.a.w pada silsilah 25 Nabi dan Rasul Allah.

Dalil kedua: ialah “yang seperti engkau.Jadi Nabi yang akan datang itu haruslah seperti Nabi Musa, maksudnya Nabi yang membawa Agama baru dan Syariat baru seperti Nabi Musa a.s. Perlu kita ketahui bahwa surah-surah kitab Ulangan sebelum nubuat ini berisi hukum-hukum Taurat, syariat untuk Bangsa Israel, Jadi maksudnya Nabi itu menyerupai Nabi Musa dalam soal membawa syariat itu. Dan seperti kita ketahui Nabi Muhammad s.a.w itulah satu-satunya Nabi yang membawa syariat baru (agama Islam) yang juga berlaku untuk bangsa Israel.

Dalil Pertama dan dalil kedua cocok sebab Nabi lain yang membawa syariat seperti Nabi Musa a.s bagi bangsa Isreal tidak akan ada lagi sesudah Musa. Hal ini diterangkan Tuhan dalam ayat Taurat berikutnya yaitu: kitab Ulangan 34: 10 yang bunyinya: ” Maka diantara Isreal tidak berbangkit pula seorang Nabi yang seperti Musa, yang dikenal oleh Tuhan muka dengan muka.”

Seperti kita maklum baik Nabi Elia atau Elisa atau Yahya Pembaptis atau Isa Al-Masih semuanya dari Bani Israel dan semua menyungguhkan syariat Taurat dan bukan menggantinya. Jadi sudah jelaslah bukan mereka yang dimaksud oleh ayat-ayat ini.

Umat Nasrani yang menganggap bahwa Nabi itu ialah Nabi Isa sudah terang bertentangan dengan kedua dalil diatas, sebab Nabi Isa sendiri adalah bangsa Israel dan Nabi Isa juga tidak seperti Nabi Musa yang dikenal Tuhan muka dengan muka, maksudnya menerima langsung syariat baru (agama baru)“, (lihat buku “Nabi Isa dalam Al-Quran dan Nabi Muhammad dalam Bible” hal. 148)

Sehubungan dengan ayat 19 kitab Ulangan yang menyebutkan “yang akan dikatakan olehnya dengan Nama-Ku”, dapatlah kita saksikan sekarang ini bahwa jika orang Islam membacakan wahyu-wahyu Ilahi (Al-Qur’an) itu didahului dengan menyebut “Nama Allah, Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang”. Jadi benar-benar merupakan bukti dari pemberitaan Taurat itu.

Setelah Taurat (Perjanjian Lama) kita lihat lagi pemberitaan dari Injil (Perjanjian Baru), dimana tangan manusia tidak sanggup menghapuskan pemberitaan itu yang memberitakan akan kedatangan Nabi Muhammad s.a.w.

Dalam hubungan ini Injil Yahya (Yohanes) 14: 16-17 dan 15: 26-27 dan 16: 7-15 memberitakan demikian:
“Dan aku akan mintakan kepada Bapa, maka ia akan mengaruniakan kepada kamu Penolong yang lain, supaya ia menyertai kamu selama-lamanya.

“Yaitu Roh kebenaran, yang dunia ini tidak dapat menyambut oleh sebab tiada ia nampak Dia dan tiada kenal Dia, tetapi kamu ini kenal Dia, karena ia tinggal beserta dengan kamu dan ia akan ada di dalam kamu.”

“Akan tetapi apabila datang Penolong yang akan kusuruhkan kepadamu daripada Bapa, yaitu Roh kebenaran yang keluar daripada Bapa itu, ialah akan menyaksikan dari halku.”

“Dan kamu pun akan menjadi saksiku, oleh sebab kamu telah ada bersama-sama dengan aku dari mulanya.”

“Tetapi aku ini mengatakan yang benar kepadamu, bahwa berfaedahlah bagi kamu jikalau aku ini pergi, karena jikalau tiada aku pergi, tiadalah Penolong itu akan datang kepadamu, tetapi jikalau aku pergi, aku akan menyuruhkan dia kepadamu.”

“Apabila ia datang maka ialah akan menerangkan kepada isi dunia ini dari hal dosa dan keadilan dan hukuman.”
“dari hal dosa, sebab tiada mereka itu percaya akan daku,
“dari hal keadilan, sebab aku pergi kepada Bapa dan tiada lagi kamu melihat aku,
“dari hal hukuman, sebab penghulu dunia ini sudah dihukumkan.”
“Banyak lagi perkara yang aku hendak katakan kepadamu, tetapi sekarang ini tiada dapat kamu menanggung dia.”

“Akan tetapi apabila ia sudah datang, yaitu Roh kebenaran, maka ia pun akan membawa kamu kepada segala kebenaran, karena tiada ia berkata-kata dengan kehendaknya sendiri, melainkan barang yang didengarnya itu juga akan dikatakannya, dan dikhabarkannya kepadamu segala perkara yang akan datang.”

“Maka ia akan memuliakan aku, karena ia akan mengambil daripada hak aku, lalu mengkhabarkan kepadamu.”

“Segala sesuatu yang hak Bapa itu juga hak aku, oleh sebab itu aku berkata, bahwa diambilnya daripada hak aku, lalu dikhabarkannya kepadamu.”

Demikianlah ayat-ayat Injil (Perjanjian Baru) yang diketengahkan oleh Prof. Drs. H. Hasbullah Bakry, S.H., dalam bukunya ” Nabi Isa dalam Al-Quran dan Nabi Muhammad dalam Bible.”

Prof. Drs. H. Hasbullah Bakry, S.H. memberi tafsir demikian:

Dalil pertama: Dalam ayat Yahya 14: 16 itu dikatakan bahwa Penolong itu akan menyertai kamu selama-lamanya. Ini maksudnya bahwa Penolong itu adalah Nabi akhir zaman, tidak ada lagi penggantinya (Penolong) lain yang akan membawa syariat baru lagi. Dan syariat agama yang akan dibawa oleh Nabi (Penolong) itu akan berlaku terus hingga hari kiamat. Nabi itu adalah Nabi Penutup (Khatamun Nabiyyin, QS.Al-Ahzab/33:40) yang syariatnya akan menyertai manusia sepanjang zaman dunia ini.

Mengenai istilah “Penolong” ini sebenarnya berasal dari istilah Yunani Peracletos yang berarti “Penghibur” atau “Menahem” dalam bahasa Yahudi. Tetapi disini kita tidak usah mempertentangkan arti “Penolong” atau “Penghibur” sebab kedua-duanya dapat diterima untuk dinisbahkan kepada Nabi Muhammad s.a.w dan kedua-duanya berarti baik, tidak bertentangan satu sama lain. Dalam pada itu kata Paracletos itu menurut Dr. GA. Nallino seorang orientalist bangsa Italia berarti dalam bahasa Arab “Ahmad” atau “Muhammad” yang juga berarti yang banyak terpuji.

Dalil kedua: Dalam ayat Injil Yahya 14: 17 dikatakan bahwa dunia ini umumnya tidak kenal dan tidak nampak akan (kedatangan) Penolong itu tetapi (kamu) umat Yahudi mengenalnya sebab Roh kebenaran (wahyu) yang dibawa Penolong atau Nabi itu ada pula beserta kamu yaitu kitab Taurat dimana disebutkan didalamnya tentang kedatangan Nabi (Penolong) itu, dan kitab yang dibawa Nabi itu sesuai pula dengan isi kitab Taurat yang ada pada kamu. Dalil ini sudah jelas sekali menunjukkan kepada kenabian (nubuat) Nabi Muhammad s.a.w yang seperti telah kita terangkan dalam bab-bab yang lama dengan terang dan telah dinubuatkan oleh kitab-kitab Nabi Perjanjian Lama.

Dalam penafsiran selanjutnya Prof. Drs. H. Hasbullah Bakry, S.H. mengetengahkan “Dalil kesembilan” sampai “Dalil keduabelas”, yang bunyinya demikian:

“Dalil kesembilan”: Dalam ayat Yahya 16:12 dikatakan bahwa sebenarnya masih banyak yang akan disampaikan oleh Nabi Isa kepada umatnya (Bangsa Israel) tetapi karena telah nyata bangsa Israel itu enggan (tidak dapat) menanggungnya lalu Nabi Isa meminta diri dengan izin Alloh untuk menghabisi dakwahnya dan menjanjikan saja akan kedatangan Nabi Besar (Penolong) yang dinubuatkannya itu.

Ayat ini sudah jelas menunjukkan bahwa sudah tidak mungkin Nabi Isa a.s akan kembali kedua kalinya (?) dan sudah pastilah Nabi Isa a.s itu bukan Tuhan yang dapat jemu dan salah masa dalam operasi dakwahnya dan tidak mungkin seorang “Tuhan” lemah dalam menghadapi kadar penentuannya sendiri. Ayat ini dijelaskan maksudnya pada ayat berikutnya yaitu tentang penerusan tugas Nabi Isa a.s itu oleh Nabi Besar yang dijanjikan itu yaitu Nabi Muhammad s.a.w.

“Dalil kesepuluh”: Dalam ayat Yahya 16:13 dikatakan bahwa Nabi Besar yang akan datang itu tidaklah berkata-kata atas kehendaknya sendiri tentang ajaran agama yang dibawanya akan tetapi Nabi Besar itu akan menyampaikan saja apa yang dikatakan Alloh kepadanya. Ayat nubuatan ini sangat Ajaib sekali telah sesuai dengan Ayat Al-Quran surat An-najm/53: 3-4 yang berbunyi: “Tiadalah dia Muhammad itu bertutur menurut hawa napsunya sendiri, melainkan dia (bertutur) menurut wahyu Alloh yang disampaikan kepadanya.” Dengan adanya ayat Al-Quran ini sudah jelaslah apa yang dinubuatkan oleh Nabi Isa a.s adalah Nabi Muhammad s.a.w.

“Dalil kesebelas”: Dalam ayat Yahya 16:14 dikatakan bahwa Nabi Besar itu juga akan memuliakan Nabi-nabi lainnya dan tidaklah dia akan merendahkannya sebab Nabi adalah mengambil dan meneruskan hak Isa yaitu ajaran kitab Injil yang berasal daripada Alloh.

Bahwa ayat ini jelas sekali menunjukkan nubuat Nabi Muhammad s.a.w cukuplah kalau kita pelajari ayat-ayat Al-Quran ini yaitu Surat Ali Imran/3: 2-4 yang berbunyi:
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya.”
“Dia menurunkan Kitab Al-Quran kepadamu (hai MUhammad) dengan sebenarnya; membenarkan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelumnya yaitu Taurat dan Injil guna petunjuk bagi manusia dan diturunkannya Quran itu sebagai Pembeda antara yang benar dan yang salah.”
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir pada ayat-ayat Allah itu akan memperoleh siksa yang berat, dan Alloh Maha Perkasa lagi mempunyai siksa.”

Dalam ayat-ayat ini jelas dinyatakan bahwa Nabi Muhammad adalah membenarkan ajaran-ajaran Taurat yang dibawa Nabi Musa a.s dan Injil yang dibawa Nabi Isa a.s disamping membedakannya daripada kesalahan-kesalahan tangan manusia yang terdapat pada kitab-kitab itu.

“Dalil keduabelas”: Dalam ayat selanjutnya yaitu Yahya 16: 15 dikatakan bahwa hak Isa (agama) yang diambil (diteruskan) oleh Nabi Muhammad itu ialah hak (agama) Alloh seperti juga semua hak (agama) yang diajarkan Nabi-nabi sebelum mereka adalah hak (agama) Alloh semua. Jadi soalnya adalah sama saja (maksud Nabi Isa). Jadi janganlah umatnya (muridnya) yang ditinggalkannya itu menjadi berdukacita karena ditinggalkannya itu.

Ayat ini jelas sekali menunjuk nubuat Nabi Muhammad, sebab seperti kita maklum agama Islam adalah meneruskan agama Alloh yang dibawa oleh Nabi Isa seperti sudah berkali-kali dikatakan dalam Al-Quran. Dan hal ini sudah berkali-kali kita terangkan pada penjelasan-penjelasan yang terdahulu.

Demikian pasal yang ke-6 ini seluruhnya (keduabelas dalil itu) menguatkan nubuat Nabi Muhammad s.a.w.

Demikian Prof. Drs. H. Hasbullah Bakry, S.H. menafsirkan ayat-ayat Injil Yahya tersebut.

Bagaimanakah menurut Kenyataan Sejarah ?


Peta kawasan Timur Tengah pada zaman Nabi Muhammad s.a.w

Ketika Nabi Muhammad s.a.w masih kanak-kanak, oleh pamannya, Abu Thalib, Nabi dibawa bepergian ke negeri Syam. Setelah perjalanan itu sampai di Busrah, Abu Thalib bertemu dengan seorang pendeta Kristen, yang bernama Buhaira. Pendeta Kristen ini meletakkan perhatiannya kepada anak yang dibawanya itu. Yang dilihatnya ada sifat-sifat kenabian. Lalu pendeta Buhaira ini memperingatkan Abu Thalib, demikian: “Hendaknya engkau menjaga baik-baik anak ini yang engkau bawa ini, karena ia bukanlah anak biasa (sembarangan). Anak ini di belakang hari akan menjadi Nabi dan Rasul Tuhan yang terakhir, yang menjadi penutup sekalian Nabi dan Rasul; ia akan dimusuhi oleh Bangsanya. Karenanya, bila engkau telah sampai di negeri Syam, maka hendaklah dengan segera ia bawa kembali pulang ke negerimu, karena jikalau engkau berlama-lama di negeri Syam dan sampai diketahui anak itu oleh orang-orang Yahudi, tentulah ia dibunuh oleh mereka.”

Demikianlah pendeta Kristen Buhaira menyatakan akan kenabian Nabi Muhammad s.a.w ketika ia bertemu di Busrah sewaktu Nabi masih kanak-kanak.

Ketika Nabi telah menerima keangkatannya sebagai Nabi dan Rasul Alloh pada tanggal 17 Ramadhan tahun 41 Fil (6 Agustus 610 M) di Gua Hira (Jabal Nur) yang diberitahukan kepad istrinya Khadijah, di mana Nabi merasa khawatir atas dirinya, dengan peristiwa pelukan Jibril di Gua Hira itu, maka Siti Khadijah mengajaknya untuk bertemu dengan seorang pendeta Kristen bernama Waraqah bin Naufal. Maksudnya ialah untuk memberitahukan kepada pendeta itu mengenai peristiwa yang ajaib yang dialami oleh Nabi.
Setelah menceritakan pengalamannya di Gua Hira itu, maka pendeta Kristen Waraqah bi Naufal spontan berkata, “Quddus, quddus, hai anak lelaki saudaraku! ini rahasia yang paling besar yang pernah Allah turunkan kepada Nabi Musa a.s. Oh.. umudah-mudahan aku masih hidup dapat melihat bangsamu nanti mengusir engkau”.

Sesudah Nabi menjalankan missionnya yang diterima dari Allah s.w.t., ialah mendakwahkan agama Islam, dan mempertahankannya dari serangan bangsanya yang memusuhi Islam itu, yang berjalan dalam waktu yang relatif pendek (23 tahun), maka setelah pemerintahan kaum Muslimin berada ditangan Khalifah-khalifahnya, mimpi Raja Nebukadnezar (Raja Babilon) menjadi kenyataan. Mimpi Raja Nebukadnezar itu yang dirakbirkan oleh Nabi Danial, yang tersebut dalam kitab Perjanjian Lama (Taurat), antara lain bunyinya demikian: “Maka pada zaman raja-raja itu oleh Allah yang di surga akan diadakan sebuah kerajaan, yang pada selama-lamanya tiada dapat dibinasakan, maka kerajaan itu tiada akan diserahkan kepada salah satu bangsa yang lain, dan dia itu pun menghancurkan dan meniadakan segala kerajaan itu, tetapi ia sendiri akan kekal selama-lamanya.” (Nabi Danial 2:44)

” Maka itulah sebabnya tuanku (Raja Nebukadnezar) melihat sebuah batu gunung gugur sendirinya dengan tiada tulungan tangan, lalu dihancurluluhkannya besi dan tembaga dan tanah liat dan perak dan emas. Bahwa Allah Ta’ala sudah memaklumkan kepada tuanku, barang yang akan terjadi pada kemudian hari, bahwa sesungguhnya inilah mimpi tuanku dan tentulah takbirnya.” (Nabi Danial 2:45)


Peta wilayah Khilafah Islam

Takbir mimpi Raja Nebukadnezar dari Kerajaan Babilonia Baru (604-562 S.M) oleh Nabi Danial diikuti dengan bukti yang nyata, ialah wilayah kekuasaannya yang meliputi Mesir, Syria, Libanon, Palestina setelah Khalifah-khalifah Rasulullah masuk dalam kekuasaan Islam dan menjadi negeri-negeri Muslimin (Islam) yang tak bakal terhapuskan.

Apakah yang menyebabkan kekuasaan Islam itu cepat menguasai bekas kerajaan Nebukadnezar? Bukan pedang! Pedang itu baru boleh dicabut dari sarungnya, kalau umat Islam diserang.

Penduduk bekas kerajaan Nebukadnezar memang telah merindukan kedatangan Islam di negeri-negeri mereka, karena sudah tak tahan di bawah kekuasaan Rumawi Timur (Byzantium) dan Persia ketika itu. Karenanya, ketika pahlawan-pahlawan Islam datang di negeri-negeri itu disambutnya dengan gegap gempita, dan dengan mudahnya kekuasaan Rumawi Timur dan Persia ditumbangkan berkat bantuan penduduk negeri-negeri yang sudah tidak tahan penindasan itu.

Pokok mission yang dibawa oleh Pahlawan-pahlawan Islam itu adalah Akhlaq karimah yang diwariskan Rasulullah s.a.w kepada pengikut-pengikutnya. Dengan Akhlaq karimah itu Rasulullah s.a.w menegakkan hubungan baik dengan sesama manusia, yang diwarisi oleh pahlawan-pahlawan Islam dan kaum Muslimin pada permulaan Abad Hijriyah.

Akhlaq Karimah yang dibawa itulah merupakan “sebuah batu gunung yang gugur sendiri dengan tiada tolongan tangan”, yang menghancurkan bekas kerajaan Nebukadnezar itu, dimana kerajaan Ruwawi Timur dan Persia tidak sanggup menahannya.

Demikianlah Nubuat Taurat dan Injil itu diikuti dengan kenyataan sejarah dan tak akan terhapuskan untuk selama-selamanya, seperti yang dinubuatkan oleh Nabi Danial.

Akhirnya, kalau Umat Islam sekarang ini menyuarakan bahwa abad XV ini adalah “Kebangkitan Umat Islam”, maka yang harus dibangkitkan pada diri tiap Muslim, teristimewa pada pemimpin-pemimpinnya ialah Akhlaqul Karimah.

Penulis mengutip isi Majalah Kiblat mengenai Nubuat Taurat dan Injil diikuti kenyataan, yang dimaksud ialah bahwa kedatangan Nabi Besar Muhammad s.a.w telah tercantum atau tersebut di dalam Kitab-kitab Old Testament yang dibangsakan kepad Kitab Taurat dan New Testament yang dibangsakan kepada Kitab Injil (Old Testament = Perjanjian Lama dan New Testament = Perjanjian Baru). Hal ini Penulis maksud bahwa berita ini bukanlah rahasia dimana sudah dimuat di dalam majalah Kiblat.

Yang termasuk ke dalam Old Testament itu ialah :
o Kitab Kejadian
o Kitab Keluaran
o Kitab Lewi (Imamat)
o Kitab Bilangan
o Kitab Manga (Ulangan)
o Yosua
o Hakim2
o Rut
o 1 Samuel
o 2 Samuel
o 1 Raja
o 2 Raja
o 1 Tawarikh
o 2 Tawarikh
o Ezra
o Nehemia
o Ayub
o Mazmur
o Amsal
o Pengkhotbah
o Kidung Agung
o Yesaya
o Yeremia
o Ratapan
o Yehezkiel
o Danial
o Horsea
o Yoel
o Amos
o Obaja
o Yunus
o Mikha
o Nahum
o Habakuk
o Zepanya
o Hagai
o Zakharia
o Maleakhi
o Dan lainnya

sedangkan yang termasuk ke dalam New Testament, ialah :
o Injil Matius
o Injil Markus
o Injil Lukas
o Injil Yahya (Yohanes)
o Kisah Para Rasul
o Dan lainnya

Catatan:

o Penulis adalah Dosen Universitas Bhineka Tunggal Ika Jakarta (1972), Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi pada Lembaga Administrasi Negara (1974), Dosen Universitas Islam As-Syafi’iyah merangkap Rektor Universitas Willem Iskandar Jakarta (1977-1982) dan Dosen Universitas Muhammadiyah di Jakarta (1982) serta berbagai Jabatan lainnya
o Gambar ilustrasi by Google

Daftar Pustaka

Lubis, Ibrahim, Drs. SmHK, Agama Islam Suatu Pengantar, Edisi Revisi, Ghalia Indonesia, Jakarta, 1984
Kiblat No. 16 Thn. XXXIX, tgl. 5-20 Januari 1982, Hal. 6-9
http://id.wikipedia.org
http://eramuslim.com
http://luk.staff.ugm.ac.id/

%d bloggers like this: