Posts tagged ‘Fir’aun’

Optimisme Beltagi dari Penjara: 10 Muharram adalah Hari Binasanya Fir’aun

beltaji-4-311x320

Beltagi saat ditangkap (inet)

Kairo — Dr. Muhammad Beltagi, salah satu pimpinan Ikhwanul Muslimin yang saat ini berada dalam penjara kudeta, mengucapkan selamat kepada umat Islam dengan datangnya tahun baru Islam 1 Muharram 1435.

Dalam sebuah surat yang ditulisnya dari penjara lalu dimuat dalam akun facebooknya, Beltagi mengatakan, “Selamat Tahun Baru Hijriah. Dengan kehendak Allah swt., tahun ini umat Islam akan menuliskan pertempuran yang paling besar.

Umat Islam mempersembahkan pengorbanannya yang sangat besar untuk memperjuangkan kehendaknya yang merdeka. Umat Islam memperjuangkan nilai-nilai kebenaran, keadilan, kebebasan, dan kemuliaan. Memerangi kedhaliman, kesewenang-wenangan, pemaksaan, dan pembunuhan. Umat Islam akan memperjuangkan hak-hak darah para syuhada; memperjuangkan pengadilan atas para penyiksa dan pengkhianat.

Di antara umat Islam ini ada yang meninggal dunia, menderita luka-luka, dan dipenjara. Sungguh besar pengorbanan yang telah dipersembahkannya. Tapi lebih besar lagi jiwa umat Islam ini yang telah menganggap semua itu biasa saja; harga yang harus dibayarkan dalam perjuangan mendapatkan ridha Allah swt. dan memenangkan keadilan, kebenaran dan kebebasan.

Sebentar lagi umat Islam akan melaksanakan puasa Tasu’a dan Asyura (9 dan 10 Muharram). Puasa hari itu adalah ungkapan syukur kepada Allah swt. yang telah membinasakan Firaun. Raja yang memaksakan kekuasaannya saat rakyatnya lemah.

Raja yang mengaku seenaknya mengatas-namakan rakyatnya berbuat kejahatan. “Aku tidak mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang aku pandang baik; dan aku tiada menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar.” [Ghafir; 29].

Raja yang meminta mandat untuk membunuhi rakyatnya dengan dalih memerangi terorisme. “Biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya, karena sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di muka bumi.”[Ghafir; 26].

Raja yang membunuhi anak-anak muda, aset masa depan negara, “Akan kita bunuh anak-anak lelaki mereka dan kita biarkan hidup perempuan-perempuan mereka dan sesungguhnya kita berkuasa penuh di atas mereka.” [Al-A’raf: 127].

Raja ini terus melakukan kejahatannya, hingg datanglah siksaan dari Allah swt. “Maka Kami hukumlah Firaun dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut.  Maka lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang dlalim.” [Al-Qashash: 40]. (msa/dakwatuna/klmty)

Sumber: http://www.dakwatuna.com

Kajian Sejarah: Jejak Sekularisme Turki dan Kisah Sakaratul Maut Mustafa Kemal Attaturk

mustafa-kemal-attaturk

Detik-detik kematian Mustafa Kemal Attaturk

ISLAM adalah agama rahmatan lil ‘alamin. Mengatur urusan individu, masyarakat dan Negara. Jika individu mengatur dirinya dengan Islam (baca taqwa : melaksanakan perintah  Allah dan meninggalkan laranganNya) dalam tingkah lakunya maka Islam akan menjadi rahmat pada dirinya. Jika Masyarakat mengatur urusannya dengan Islam maka Islam akan menjadi rahmat pada masyarakat tersebut. Begitupun juga Negara akan menerima rahmat penduduk negerinya jika urusan-urusan Negara tersebut berpanduan pada Islam. Jika tidak? Maka jangan protes kepada Allah SWT.

Sejak Zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam, agama Islam tidak bisa dipisahkan dari urusan Negara atau politik (pelayanan terhadap umat). Ada syari’at yang dibebankan kepada individu, misal, shalat, puasa dan ada  yang dibebankan kepada Negara, misal ekonomi, pendidikan, keamanan, hukum had danqishas.

Banyak pendapat orientalis yang memusuhi Islam, tapi mereka mengakui bahwa Islam tidak bisa dipisahkan dari negara. Hal ini cukup menjawab pendapat orang-orang yang mengatakan bahwa Islam hanya mengatur masalah ruhani antara hamba dan Rabbnya.

Sudah kita ketahui bahwa Daulah Madinah telah tegak di masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam, kemudian dilanjutkan oleh para Khulafaur Rosyidin kokoh sampai akhirnya pada masa Khilafah Utsmaniyah. Eksistensi khilafah sendiri adalah sesuatu yang paling penting dalam Islam. Hal ini tergambar dalam kesibukan 50 sahabat Muhajirin dan Anshor yang mengutamakan mencari pengganti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam sebagai pemimpin umat di perkampungan Bani Saqifah daripada mengebumikan Rasul terlebih dahulu.

Kekhilafahan dalam Islam mengalami pasang surut antara kejayaan, keemasan dan terkadang kemunduran. Salah satu kekhilafahan yang mempunyai rentang waktu panjang dan kejayaan yang mengagumkan adalah kekhalifahan Utsmaniyah di Turki.

Berkas:Ottoman small animation.gif

Perkembangan wilayah Kesultanan Utsmaniyah 1299–1683

Selama kurang lebih lima abad Khilafah Ustmany telah menjaga Islam dan kaum Muslimin. Kesuksesan terbesar kekhilafahan Utsmaniyah di antaranya adalah penaklukan Konstantinopel pada tahun 1453.

Hal ini memperkuat status kekhilafahan tersebut sebagai kekuatan besar di Eropa Tenggara dan Mediterania Timur. Hingga kota-kota penting yang sangat terkenal sejak zaman dahulu pun masuk ke dalam wilayah kekhilafahan Utsmaniyah. Pada masa itu, seluruh Eropa takut dan “menggigil” dengan kekhalifahan Utsmaniyah. Raja-raja Eropa berada dalam jaminan keselamatan yang diberikan dari Khalifah Utsmaniyah.

Semua hal tersebut membuat Raja-raja Eropa menaruh dendam juga niat yang membara untuk menghancurkan kekhalifahan Utsmaniyah. Namun mereka masih menunggu kesempatan dan waktu yang tepat untuk menggulingkan kekhalifahan Utsmaniyah tersebut, sehingga mereka harus membuat rencana yang benar-benar matang.

Disebutkan bahwa para filosofi, pemikir, raja, panglima perang, pastur bangsa Eropa ikut terlibat dalam rencana kejam ini. Tak kurang dari perdana menteri Romawi Dubqara menulis buku yang berjudul “Seratus Kiat untuk Menghancurkan Turki”.

Problem Internal dan Eksternal

Peta perubahan wilayah Kekhilafahan Utsmaniyah (1299-1924 M)

Kekhalifahan Utsmaniyah berakhir pada 1909 M, dan kemudian benar-benar dihapuskan pada 3 Maret 1924 M. Setidaknya ada tiga sebab yang melingkupi keruntuhan kekhilafahan kebanggaan kaum muslimin ini, antara lain :

Pertama; Kondisi Pemerintahan yang lemah dan kemorosotan akhlak

Penurunan drastis ketakwaan individu menyebabkan akhlak umat mulai merosot. Turki mulai mengalami kemunduran setelah terjangkit penyakit yang menyerang bangsa-bangsa besar sebelumnya, yaitu: cinta dunia dan bermewah-mewahan, sikap iri hati, benci membenci, dan penindasan.

Pejabat pemerintahan terpuruk karena korupsi. Para wali dan pegawai tinggi memanfaatkan jabatannya untuk menumpuk harta. Begitu pula rakyat yang terus menerus tenggelam dalam kemewahan dan kesenangan hidup, meninggalkan pemahaman dan semangat jihad. Fanatik madzhab merebak di mana-mana. Kemudian mencukupkan Imam Madzhab dan timbul opini tertutupnya pintu ijtihad. Sehingga umat kebingungan dan berada dalam keruwetan pada saat menghadapi persoalan-persoalan baru yang terjadi pada umat Islam.

Kedua; serangan militer dari Eropa

Sebelum terjadinya Perang Dunia I yang menghancurkan Turki, upaya penyerangan dari Raja Eropa ke Turki sebenarnya sudah dimulai pada akhir abad 16, di mana saat itu keluar pernyataan yang menyatakan bahwa; ”Sri Paus V, Raja Prancis Philip dan republik Bunduqiyah sepakat untuk mengumumkan perang ofensif dan defensif terhadap orang-orang Turki untuk merebut kembali wilayah-wilayah yang dikuasai Turki seperti Tunisia, Al-Jazair dan Taroblush.”
Sejak itulah Turki melemah karena banyaknya pertempuran yang terjadi antara mereka dan negara-negara Eropa. Puncak dari semua itu adalah keterlibatan Turki dalam Perang Dunia I pada 2 Agustus 1914 atas rencana busuk dari Mustapa Kamal, dan mengakibatkan Turki kehilangan segala-galanya, di mana militer penjajah akhirnya memasuki Istambul.

Ketiga; gerakan oposisi sekuler dan nasionalis

Selain serangan konspirasi dari luar, Utsmaniyah juga menghadapi tantangan internal berupa Isu Nasionalisme Arab. Orang Arab yang merasa lebih mulia daripada orang Turki karena Islam berasal dari Arab sehingga mereka enggan dipimpin seorang Khalifah yang berasal dari Turki. Hal ini memicu terjadinya separatisme yang semakin menggerogoti kekuatan dan wilayah Utsmani.

Utsmani juga mendapat perlawanan oposisi dari organisasi sekuler dan nasionalis yang sempit, seperti Organisasi Wanita Turki dan Organisasi Persatuan dan Kemajuan yang digawangi oleh Mustafa Kemal.

Dalam perjuangannya, mereka banyak bekerja sama dengan negara Eropa untuk mewujudkan keinginan mereka menghilangkan kekhalifahan. Puncaknya apa yang terjadi pada tahun 1909 H, dengan dalih gerakan mogok massal, organisasi Persatuan  dan Kesatuan berhasil memasuki Istambul, menyingkirkan Khalifah Abdul Hamid II dan melucutinya dari pemerintahan dan keagamaan dan tinggal menjadi simbol belaka. Tidak cukup itu, pada 3 Maret 1924, badan legislatif mengangkat Mustafa Kamal sebagai  presiden Turki dan membubarkan khilafah Islamiyah.

Mustafa Kemal Attaturk bertindak radikal guna menghancurkan peradaban Islam. Mustafa, sebagai Presiden Republik Turki yang sekuler, bertindak diktator dalam menjalankan pemerintahan. Ia menetapkan ideologi Negara menganut paham sekularisme. Atas dasar ideologi Negara ini, dia mengumumkan akan mengambil langkah-langkah kebijaksanaan untuk mencapai cita-citanya demi kepentingan Negara Turki Sekuler.

Kemal attaturk

Kemal Attaturk ‘memaksakan’ bahasa Latin dan Turki mengganti bahasa Arab

Di antaranya ia mengambil langkah; menghapus syariah Islam dan tidak ada lagi jabatan kekhalifahan, mengganti hukum-hukum Islam dengan hukum-hukum Italia, Jerman, dan Swiss, menutup beberapa masjid dan madrasah, mengganti agama Negara dengan sekularisme, mengubah azan ke dalam bahasa Turki, melarang pendidikan agama di sekolah umum, melarang kerudung bagi kaum  wanita dan pendidikan terpisah, mengganti naskah-naskah bahasa Arab dengan bahasa Roma, pengenalan pada kode hukum Barat, pakaian, kalender, serta Alfabet, mengganti seluruh huruf Arab dengan huruf Latin.

Akibat ulah Mustafa Kamal, pemaksaan ini akhirnya menjadikan Turki sebagai Republik Sekuler yang sangat anti terhadap  dakwah Islam.  Ciri Islam di Turki hampir – hampir hilang sama, sehingga kaum Muslimin kesulitan menemukan jejak peradaban Islam di tanah Turki.

Sesaat berkuasa,  Kemal Attaturk pernah menggantung  tiga puluh ulama.  Ia mengatakan, “Ketahuilah, saya dapat membuat negara Turki menjadi negara demokrasi bila saya dapat hidup lima belas tahun lagi. Tetapi jika saya mati sekarang, itu akan memerlukan waktu tiga generasi,” begitulah Kamal Attaturk, selalu berlaku angkuh di atas tindakan kekejaman dan anti agama, seorang yang dikenal sebagai pencetus  ‘sekulerisme Turki’ sekaligus penghancur kekhalifahan Turki dan agama Islam.

Balasan atas Kedzaliman

Sekiranya Kamal Attaturk ini lahir di zaman adanya Rasul pada saat ketika wahyu masih turun, bisa jadi namanya akan diabadikan seperti Fir’aun, Namrud dan Abu Lahab. Cara kematian yang Allah telah datangkan kepada mereka, orang-orang yang dzalim itu teramat tragis sekali. Kematian merekapun teramat unik.

Namrud, mati karena sakit kepala  akibat dimasuki oleh seekor nyamuk melalui telinganya. Setiap kali ia menjerit, dokter pribadinya memerintahkan dipukul kepalanya untuk mengurangi kesakitannya. Setelah lama bergelut dengan sakratul maut, akhirnya dia mati dalam keadaan tersiksa dan terhina. Begitu juga dengan Firaun yang mati lemas di dalam laut.

Nasib serupa dialami Mustafa Kamal Attaturk juga menerima pembalasan yang setimpal dari Allah. Menurut beberapa buku sejarah, kematian Kemal dikarenakan akibat over dosis  minuman keras. Ditambah lagi dengan berbagai penyakit  seperti penyakit kelamin, malaria , sakit ginjal dan lever. Dia meninggal dunia pada 10 November 1938, kulit di tubuh badannya rusak dengan cepat dan díganggu pula oleh penyakit gatal-gatal.

Dokter sudah memberi bermacam-macam salep untuk diusap pada kakinya yang sudah banyak luka-luka karena tergaruk oleh kukunya. Walaupun begitu dia masih sangat angkuh. Di akhir-akhir hayatnya yaitu ketika menderita sakratul maut.

Anehnya dia takut sekali berada di istananya dan tubuhnya merasa panas maka ia ingin dibawa ke tengah laut dengan kapalnya. Bila penyakitnya bertambah, dia tidak dapat menahan diri daripadanya kecuali menjerit. Jeritan itu semakin kuat (hingga kedengaran di sekeliling istana). Dia berteriak kesakitan dalam sakratul mautnya dengan penuh siksa di tengah-tengah laut.

Dr. Abdullah ‘Azzam dalam buku ‘Al Manaratul Mafqudah’,  menjelaskan detik-detik menjelang ajal sang hina Mustafa Kemal Attaturk. Menurutnya, sebuah cairan berkumpul di perutnya secara kronis. Ingatannya melemah, darah mulai mengalir dari hidungnya tanpa henti. Dia juga terserang penyakit kelamin (GO). Untuk mengeluarkan cairan yang berkumpul pada bagian dalam perutnya (ascites), dokter mencoblos perutnya dengan jarum. Perutnya membusung dan kedua kakinya bengkak. Mukanya mengecil. Darahnya berkurang sehingga Mustafa pucat seputih tulang.

Dalam Kitab ”Al-Jaza Min Jinsil Amal” Karangan Syeikh Dr. Sayyid Husien Al-Affani disebutkan, walaupun Attaturk dikelilingi para dokter, namun penyakit kangker hatinya baru di ketahui pada tahun 1938 padahal dia telah merasakan pedihnya penyakit tersebut sejak 1936.

Pada 26 September 1938, ia pingsan selama 48 jam disebabkan terlalu panas, lalu ia sempat siuman, namun kemudian hilang ingatan secara permanen.

Pada Kamis tanggal 10 oktober 1938, Kamal Attatruk terlempar ke ‘sampah sejarah’ setelah ia mengalami sakaratul maut sebulan lamanya yang tidak ada satupun dari pembantu dan para dokternya yang berani mendekati dia ketika itu.

Pada 9 November 1938, ia pingsan sekali lagi selama 36 jam dan akhirnya meninggal dunia. Sewaktu ia meninggal, tidak seorang pun yang mau memandikan, mengafani dan menshalatkannya. Mayatnya diawetkan selama 9 hari 9 malam, sehingga adik perempuannya datang meminta ulama-ulama Turki memandikan, mengafani dan menshalatkannya.

Setelah 9 hari 9 malam, barulah mayatnya disembahyangkan, itupun setelah didesak oleh seorang adik perempuannya. Menurut banyak sumber, ketika dibawa ke pemakaman, mayatnya tidak mau masuk ke liang lahat.  putus asa, akhirnya orang-orang yang menguburkan mayatnya mengawetkan mayat Ataturk sekali lagi.

Kemudian mayatnya telah dipindahkan ke Ankara dan dipertontonkan di hadapan Grand National Assembly Building. Pada 21 November, ia dipindahkan pula ke sebuah tempat sementara di Museum Etnografi di Ankara yang berdekatan  gedung parlemen.

Setelah 15 tahun mayatnya kembali hendak dikuburkan, namun masih juga susah untuk masuk liang lahad. Akhirnya, jenazahnya dibawa ke satu bukit di Ankara dan ditanam dalam satu bangunan marmer yang beratnya 44 ton. Mayatnya dikubur di celah-celah batu marmer.*/Herman Anas, penulis  alumnus Pondok Pesantren Annuqayah Sumenep Madura

http://www.hidayatullah.com
http://islamsiana.com
http://id.wikipedia.org

Kajian Internasional : Mursy, Gaza dan Oposisi

Oleh: Nuim Hidayat

AL IKHWAN AL MUSLIMUN atau kerap dipanggil Ikhwanul Muslimin (IM) di Mesir sedang digoncang badai lagi. Setelah Juni 2012 lalu, tokohnya Mohammad Mursy menjadi presiden, kini Ikhwan mengalami cobaan lagi. Mereka terpaksa harus bentrok dengan rakyat Mesir sendiri yang digerakkan oleh tokoh-tokoh sekuler.

Kisah ini mirip dengan masa lalu, tewasnya tokoh Ikhwan ternama, Syeikh Hasan al Banna.

Sejak 1949, setelah terbunuhnya Syeikh Hasan al Banna, Ikhwan senantiasa ditindas penguasa. Presiden Gamal Abdul Nasser, Anwar Sadat dan Hosni Mubarak bekerjasama dengan Rusia atau negara Barat terus menerus menekan aktivis-aktivis Ikhwan. Ulama-ulama dan aktivis mereka ditangkap, dipenjara dan yang dibunuh oleh penguasa-penguasa diktator Mesir jumlahya hingga kini juga ribuan.

Belum enam bulan Ikhwan berkuasa (sejak Juni 2012)–didukung oleh kelompok Islam Salafy Mesir– kini Ikhwan menghadapi tantangan berat kembali. Bila dulu berhadapan dengan penguasa, kini dengan tokoh-tokoh sekuler dan massa rakyatnya yang ‘kemungkinan didukung Barat’. Karena negara-negara Barat nampaknya ‘tidak ikhlas’ Mursy atau Ikhwanul Muslimin berkuasa di Mesir. Meskipun dengan cara ‘demokratis’. Kasus ini mengingatkankemanangan Hamas secara telak pada Pemilu Palestina tahun 2006, namun AS dan sekutunya tidak mengakui dan memilih tokoh pilihan, Mahmud Abbas. Kasus serupa terjadi di FIS Aljazair tahun 1991, di mana AS ikut menggagalkan kemenangan partai Islam.

Seperti diketahui, dalam soal Gaza misalnya, Mursy jelas-jelas secara terbuka menyatakan mendukung Gaza/Hamas. Saat Israel memborbardir Gaza minggu lalu, Mursy mengecam Israel sebagai negara agresor yang biadab dan menyatakan, “Cairo will not leave Gaza on its own … Egypt today is not the Egypt of yesterday, and Arabs today are not the Arabs of yesterday.” Apalagi kini pemerintahan Mursy berjanji dalam waktu dekat akan membuka perbatasan Gaza 24 jam.

Mursy memang menjadi harapan besar rakyat Mesir agar dapat berperan besar dalam perjuangan membebaskan Gaza. Ketika ia baru menjabat presiden, para pendukungnya menyatakan: “Tomorrow Mursy will liberate Gaza… Yes, we will either pray in Jerusalem or we will be martyred there.” Dan dalam kampanye-kampanyenya Mursy juga berjanji akan membebaskan Gaza.

Tentu keinginan dan cita-cita Ikhwanul Muslim dengan presidennya Mohammad Mursy itu mengkhawatirkan ‘pemerintah dunia’ Amerika.


Logo Ikhwanul Muslimin (IM)

Meski Hillary Clinton beberapa hari lalu datang ke Mesir untuk berunding bersama tentang keamanan Palestina dan Israel, tapi sikap kedua pemimpin itu jelas berbeda.

Menlu AS Hillary dalam konferensi persnya 20 November 2012 lalu, bersama PM Israel Netanyahu di Jerussalem menyatakan: “…President Obama asked me to come to Israel with a very clear message: America’s commitment to Israel’s security is rock solid and unwavering. That is why we believe it is essential to de-escalate the situation in Gaza. The rocket attacks from terrorist organizations inside Gaza on Israeli cities and towns must end and a broader calm restored. The goal must be a durable outcome that promotes regional stability and advances the security and legitimate aspirations of Israelis and Palestinians alike.”

Pernyebutan “teroris” kepada Hamas atau pemerintah Gaza yang terpilih secara sah ini juga diungkap oleh PM Netanyahu: “I want to welcome Secretary Clinton once again to Jerusalem. I want to thank President Obama, you, and the American Government and people for their strong support for Israel in this hour of need. I want to also thank you especially for your support of Iron Dome that’s been saving lives, and we are in a battle to save lives.

One of the things that we’re doing is trying to resist and counter a terrorist barrage which is aimed directly at our civilians, and doing so by minimizing civilian casualties, whereas the terrorist enemies of Israel are doing everything in their power to maximize the number of civilian casualties. Obviously, no country can tolerate a wanton attack on its civilians.” (lihat http://www.state.gov/p/nea/ci/eg/index.htm)

Jadi menurut Hillary, Hamas yang memimpin pemerintahan Gaza saat ini dan yang menembakkan roket-roket ke Israel adalah organisasi “teroris”. Karena itu Hillary tak segan-segan menyatakan bahwa komitmen pemerintah Amerika untuk keamanan Israel adalah solid dan tak tergoyahkan. (Maknanya bila suatu saat ada negara-negara Arab yang menyerang Israel, seperti tahun 1967 misalnya, maka AS tak akan segan-segan menggunakan kekuatan militernya untuk mendukung Israel).

Di sinilah nampaknya kemungkinan besar ‘secara diam-diam’ Amerika mendukung tokoh-tokoh atau aktivis sekuler-liberal yang kini sedang menggoyang Mursy.

Entah dukungannya dalam bentuk apa. Meski dalam konferensi persnya baru-baru ini AS bersikap netral dalam soal kekacauan di Mesir, tapi dari pidato juru bicaranya nampak kemana dukungan AS diarahkan. Juru bicara Washington Victoria Nuland menyatakan: “The decisions and declarations announced on November 22 raise concerns for many Egyptians and for the international community. One of the aspirations of the revolution was to ensure that power would not be overly concentrated in the hands of any one person or institution…”

Di sini nampak AS mengkritisi Presiden Mursy yang baru-baru ini mengeluarkan dekrit bahwa keputusannya tidak dapat diganggu gugat oleh pengadilan.

Meski digugat oleh tokoh-tokoh sekuler Mesir, dekrit Presiden Mursy itu banyak didukung oleh para cendekiawan Mesir. Pada 27 November 2012 kemarin, para profesor Fakultas Hukum Universitas Kairo menegaskan dalam pernyataannya bahwa deklarasi konstitusi baru, yang dikeluarkan oleh presiden Mursy, datang pada waktu yang tepat untuk menyelamatkan bahtera bangsa dari ketenggelaman.

Pernyataan yang dikeluarkan oleh 15 dosen ternama itu menegaskan bahwa adalah hak presiden dalam mengeluarkan deklarasi konstitusi pada masa transisi ini yang sedang dilewati Mesir. Yang demikian itu adalah merupakan fase sementara, yang memerlukan perjalanan untuk mengambil langkah-langkah pengecualian (luar biasa) untuk menjaga Mesir dan revolusinya dari musuh-musuhnya dari dalam dan luar negeri, serta mengamankan negeri dari bahaya dan kekacauan.

Dosen-dosen yang menandatangani pernyataan tersebut adalah : Prof Dr Tsarwat Badawi, Prof Dr Mahmoud Athif Al-Banna, Prof Dr Yusuf Muhammad Mahmoud Qasim, Prof Dr Hussein Hamid Hassan, Prof Dr Anwar Yusuf Dabour, Prof Dr Mahmoud Bilal Mahran, Prof Dr Inayat Abdul Hamid Tsabit, Prof Dr Abdul ‘Aziz Fathi Abdul ‘Aziz Samak, Prof Dr Usamah Ahmad Syauqi, Prof Dr Yasser Ahmad Kamel, Prof Dr Muhammad Nageb, Prof Dr Aiman Sa’ad Salim, Dr Abdul Hadi Abdul Sattar, Dr Anwar Hilmi Abdul Hadi, dan Dr Tarek Jumu’ah Al-Sayyid Rashid.

Presiden yang hafal Al-Qur’an dan lima anaknya juga hafal Al-Qur’an ini nampaknya akan mengalami badai yang tidak ringan dalam masa pemerintahannya.

Keputusan dekrit yang baru saja diumumkan, rupanya kini dijadikan senjata musuh-musuh politiknya untuk melengserkannya.


Mohammed El Baradei (Tokoh sekuler-liberal mesir)

Bukan hanya itu, massa demonstran bertindak brutal menyerang banyak kantor-kantor Ikhwanul Muslimin. Sehingga menimbulkan korban satu orang anggota Ikhwan meninggal dunia dan puluhan luka-luka. Korban meninggal terjadi terjadi ketika pengunjuk rasa menyerang kantor pusat Ikhwanul Muslimin di Kota Damanhour, yang terletak di Delta Sungai Nil.

Oposisi juga terus menyerukan demonstrasi besar-besaran untuk menuntut Presiden Mursy mencabut dekrit tersebut. Kubu oposisi sekuler yang tergabung dalam Front Penyelamatan Nasional, koalisi oposisi baru gabungan dari partai liberal, kiri dan oposisi lainnya, menolak berkompromi sampai dekrit tersebut dicabut. “Tidak ada ruang dialog selama diktator menerapkan tindakan opresif dan mereka mengatakan ‘mari kita selesaikan perbedaan’” ungkap salah satu tokoh oposisi Mohammed El Baradei.

Bahkan Mohammed El Baradei menuding Mursy menjadikan dirinya sebagai “Firaun baru” dengan mengambil begitu banyak wewenang.

Ditanya Ingin Jadi Firaun Baru, Presiden Mursy Tertawa Keras:-)

Presiden Mesir Mohammed Mursy tengah menuai kritikan dari berbagai pihak di negerinya terkait dekrit yang baru dikeluarkannya. Sejumlah pihak bahkan menuding Mursy ingin menjadi “Firaun baru”.

Namun ketika hal itu ditanyakan padanya, Mursy pun tertawa. “Firaun baru?” tanya Mursy sebelum kemudian tertawa keras. “Apa saya bisa?” ujarnya. “Saya pribadi telah menderita,” cetusnya.

“Saya tertarik dan saya akan selalu tertarik soal pengalihan kekuasaan. Saya presiden terpilih,” kata Mursy seperti dilansir AFP, Kamis (29/11/2012).

Mengenai maraknya aksi demo besar-besaran untuk memprotes dirinya, Mursy mengatakan hal tersebut sebagai sinyal positif bahwa Mesir tengah berada di jalur demokrasi, setelah menggulingkan diktator Hosni Mubarak pada Februari 2011 lalu.

“Panggung dunia itu sangat sulit. Tidak mudah untuk berada di atas panggung dunia,” ujar Mursy dalam wawancara dengan majalah Time.

“Tanggung jawab utama saya adalah menjaga kapal nasional ini dalam melewati periode transisinya. Ini tidak mudah. Warga Mesir bertekad untuk terus melangkah di jalur kebebasan dan demokrasi,” imbuhnya.

Pekan lalu, Mursy mengeluarkan dekrit yang memungkinkan dirinya mengeluarkan keputusan atau aturan apapun yang sifatnya final dan tak bisa diganggu gugat. Dekrit tersebut menempatkan diri Mursy tidak di bawah pengawasan siapapun juga dan bahwa keputusannya tidak dapat diubah oleh pengadilan atau otoritas lainnya.

Dekrit tersebut menuai protes rakyat Mesir di berbagai wilayah. Ribuan pendukung oposisi termasuk politisi liberal Mohamad El Baradei, mantan kepala badan tenaga atom PBB, telah ikut dalam aksi demo menentang dekrit itu. ElBaradei menuding Mursy menjadikan dirinya sebagai “Firaun baru” dengan mengambil begitu banyak wewenang.

Namun Mursy menegaskan, dirinya hanya ingin membawa Mesir melangkah maju sebagai negara yang stabil dan aman. Mursy juga menegaskan, dekrit tersebut sifatnya hanya temporer.

Mursy kini sedang melobi hakim-hakim senior untuk berunding tentang keputusannya mengeluarkan dekrit. Sanggupkah Mursy mempertahankan kekuasaannya dari guncangan keras kelompok sekuler di dalam negeri dan luar negeri? Wallahua’lam.*

* Penulis adalah peneliti INSISTS tinggal di Jakarta

http://hidayatullah.com
http://news.detik.com

Keutamaan Sifat Tawadhu’

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

“Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.” (QS Al-Furqan/25: 63)

Allah Ta’ala berfirman:

تِلْكَ الدَّارُ الآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الأَرْضِ وَلا فَسَادًا وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

“Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Qashash: 83)

Allah Ta’ala berfirman:

وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, dari kalangan orang-orang yang beriman.” (QS. Asy-Syu’ara`: 215)

Dari Iyadh bin Himar radhiallahu anhu bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

وَإِنَّ اللَّهَ أَوْحَى إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لَا يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ وَلَا يَبْغِ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ

“Dan Allah mewahyukan kepadaku agar kalian saling merendah diri agar tidak ada seorang pun yang berbangga diri pada yang lain dan agar tidak seorang pun berlaku zhalim pada yang lain.” (HR. Muslim no. 2865)

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ

“Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya. Dan tidak ada orang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.” (HR. Muslim no. 2588)

Dari Al-Aswad rahimahullah dia berkata: Aku pernah bertanya kepada ‘Aisyah tentang apa yang dikerjakan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika berada di rumah. Maka ‘Aisyah menjawab,

كَانَ يَكُونُ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ تَعْنِي خِدْمَةَ أَهْلِهِ فَإِذَا حَضَرَتْ الصَّلَاةُ خَرَجَ إِلَى الصَّلَاةِ

“Beliau selalu membantu pekerjaan keluarganya, dan jika datang waktu shalat maka beliau keluar untuk melaksanakan shalat.” (HR. Al-Bukhari no. 6939)

Penjelasan ringkas

Tawadhu’ dan rendah hati kepada kaum mukminin merupakan sifat terpuji yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya. Karenanya barangsiapa yang tawadhu niscaya Allah akan mengangkat kedudukannya di mata manusia di dunia dan di akhirat dalam surga. Karenanya tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan sekecil apapun, karena negeri akhirat beserta semua kenikmatannya hanya Allah peruntukkan bagi orang yang tidak tinggi hati dan orang yang tawadhu’ kepada-Nya.

Dan dalam hal ini -sebagaimana dalam sifat terpuji lainnya-, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam merupakan suri tauladan terbaik. Bagaimana tidak sementara Allah Ta’ala telah memerintahkan beliau untuk merendah kepada kaum mukminin. Karenanya beliau senantiasa tawadhu’ dan bergaul dengan kaum mukminin dari seluruh lapisan, dari yang kaya sampai yang miskin, dari orang kota sampai arab badui. Beliau duduk berbaur bersama mereka, menasehati mereka, dan memerintahkan mereka agar juga bersifat tawadhu’. Kedudukan beliau yang tinggi tidak mencegah beliau untuk melakukan amalan yang merupakan kewajibannya sebagai kepala rumah tangga. Karenanya sesibuk apapun beliau, beliau tetap menyempatkan untuk mengerjakan pekerjaan keluarganya di rumah.

Yang perlu di perhatikan.!

Manusia itu terdiri atas jasmani dan ruhani, yang harus dipenuhi kebutuhannya dan dipelihara stabilitasnya secara seimbang. Kita sering mengisi dan mengasah otak kita dengan ilmu pengetahuan, tapi kita melupakan ruhani kita dengan siraman ruhani (agama), baik aqidah, ibadah, maupun akhlak. Padahal, manusia disebut insan karena ruhaninya, bukan jasmani semata.

Ada faktor yang menyebabkan manusia menolak kebenaran dan bersikap takabur/sombong kepada manusia lain:

Pertama, pengaruh harta kekayaan, tokoh yang ditampilkan Al-Qur-an, diperankan oleh Qarun.

“Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat.” (QS Al-Qashash/28: 76)

Kedua, pengaruh ilmu pengetahuan, yang diwakili oleh Haman, seorang menristeknya Firaun.

Dan berkatalah Fir’aun: “Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu, (yaitu) pintu-pintu langit, supaya aku dapat melihat Tuhan Musa dan Sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta”. (QS Al-Mu’min/40 :36-37)

Ketiga, pengaruh kekuasaan yang ditampilkan Al-Quran dalam sosok Firaun sendiri.

Firaun (seraya) berkata:”Akulah Tuhanmu yang paling tinggi”.(QS an-Nazi’at/79: 24)

Itulah gambaran Al-Quran tentang tokoh-tokoh yang memiliki kedudukan yang tinggi dan terhormat di tengah-tengah masyarakatnya, baik lantaran ilmu, kekayaan, dan kekuasaan, tetapi tidak dibarengi dengan bimbingan ruhani yang bersifat keagamaan. Bahkan, mereka cenderung menentang dakwah dan ajaran agama yang dibawa Nabi Musa AS dan Harun AS.

Jika kita mencermati penyakit bangsa kita, menurut Hasil Seminar Lemhanas ke-17, maka kita dapat menjumpai salah satunya, adalah bangsa Indonesia cenderung bersikap fragmentasi. Artinya, penghargaan kepada seseorang dilihat dari jabatan, ilmu, atau kekayaannya. Ini jelas-jelas merupakan penyakit yang mengkhawatitrkan dan harus dicarikan obat penawarnya, yaitu menumbuh-suburkan sikap/sifat tawadhu’.

Apa pengertian tawadhu’ itu ?

Di dalam referensi keagamaan, Al-Fudhail ditanya orang tentang arti Tawadhu’i : ”Anda tunduk kepada kebenaran, meskipun kebenaran itu disampaikan anak kecil atau yang tidak pandai.”

Ibnu Mubarak mengatakan, arti tawadhu’ yang paling tinggi adalah: ”menempatkan diri pada posisi yang sejajar dengan orang yang status ekonominya lebih rendah, sehingga tiada lagi kesenjangan antara keduanya. Sebaliknya, menempatkan diri pada posisi yang sejajar dengan orang yang lebih tinggi status ekonominya, sehingga tiada kesenjangan/perbedaan posisi antara keduanya.”

Kebalikan dari tawadhu’ adalah takabbur yang didefinisikan ulama, ”menolak kebenaran (al-haq) dan memandang rendah orang lain.”

Jadi, orang yang sombong adalah orang yang memandang orang lain lebih buruk/ rendah daripada dirinya.

Ringkasnya, orang yang tawadhu’ adalah orang besar/terhormat yang mampu menempatkan diri di hadapan orang yang lebih rendah kedudukan atau status ekonominya, sehingga tidak ada jurang pemisah di antara keduanya.

Di dalam sebuah hadits, Rasulullah saw membandingkan antara keduanya sebagai berikut:

”Barang siapa merendah karena Allah satu derajat, maka Allah akan mengangkatnya satu derajat, sehingga menjadikan dirinya di Iliyyin. Barang siapa menyombongkan diri kepada Allah satu derajat, maka Allah akan merendahkannya hingga direndahkan serendah-rendahnya.” (HR Ibn Majah, Abu Ya’la, Ibn Hibban, dan Hakim).

Keutamaan sikap Tawadhu’ ?

Pada awalnya sifat tawadhu’ ini ditujukan kepada orang yang terhormat, berkedudukan tinggi, dan orang besar, yang dikhawatirkan akan timbul kesombongan; dengan diingatkan oleh seorang bijak:

Rendah hatilah kamu, niscaya kamu seperti bintang yang tampak di permukaan air (berada di bawah), padahal sebenarnya dia berada di tempat yang tinggi/terhormat.

Kalau kita renungkan bahwa orang yang tawadhu’ itu tidak akan rugi dan tidak akan kehilangan apa-apa (nothing to loose). Namun, justru sikap itu akan mengangkat derajatnya setinggi-tingginya dalam pandangan Allah, di samping terhormat/tinggi di depan manusia.

Abu Nu’aim berkata:
“Barangsiapa yang rendah hati karena Allah, maka Dia akan mengangkat derajatnya, padahal dia sendiri merasa diri kecil/lemah, tetapi terhormat di mata manusia. Sebaliknya, orang yang sombong, maka Allah akan merendahkannya, padahal dirinya merasa besar, sedangkan orang-orang memandangnya (orang yang takabur) rendah, bahkan lebih rendah daripada hewan.”

Kenapa kita harus bertawadhu’?

Pertama, kalau kita sombong dengan harta dan jasa orang tua kita, seorang arif bijaksana menelanjangi diri kita, dengan ungkapan sebagai berikut:

Jika anda bangga (kepada-KU) dengan kudamu, maka keindahan dan kegagahan itu milik kudamu, bukan milik anda.

Jika anda berbangga dengan pakaian dan asesorismu, maka keindahan itu milik pakaian dan asesoris anda, bukan milik anda

Dan jika anda berbangga dengan jasa nenek moyangmu, maka jasa dan keutamaan itu milik mereka, bukan milik kita.

Jika keutamaan dan keindahan itu bukan bagian dari dirimu, maka anda terlepas dari keindahan / kekegagahan itu.

Maksudnya, boleh jadi orang menghargai dan menghormati kita, bukan lantaran hormat atas keindahan diri/kepribadian kita, melainkan karena benda-benda yang ada di sekeliling kita. Bahayanya, begitu benda-benda itu hilang dari kita, maka orang lain tidak lagi menghormati kita. Namun, bila orang hormat kepada kita karena keindahan pribadi kita, maka ada atau tidak ada benda-benda itu di sekeliling kita, maka orang akan tetapi menghormati kita. Kalau pun tidak ada orang yang menghormati kita, Allah pasti akan tetap memuliakan kita, karena keimanan dan akhlak kita. ”Inna akramakum ’ indallah at-qakum.” Hargailah orang lain (bersikap tawadhu’lah) kepada orang yang lebih rendah daripada kita, niscaya orang lain akan menghormati kita.

Kedua, kalau kita sombong dengan ilmu, maka di atas orang yang berilmu itu ada Dzat yang Maha Berilmu, yaitu Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya dalam QS Yusuf/10: 79 di bawah ini:

”Dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi yang Maha Mengetahui.”

Ketiga, kalau kita sombong dengan kekuasaan, maka kekuasaan itu ada ujung dan akhirnya, paling lambat kalau kita sudah mati. Allah melukiskan bagaimana penyesalan orang yang sombong dengan harta dan kekuasaannya, yang karena itu tidak mau sujud kepada Allah dan bersikap sombong kepada manusia. Sebagaimana firman-Nya dalam QS Al-Haqqah/69: 27-29 di bawah ini:

“Wahai kiranya kematian Itulah yang menyelesaikan segala sesuatu. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaanku daripadaku.”

Sebagai renungan bagi kita, agar kita tetap merendah dan merakyat, tanpa ada pengaruh harta/ilmu, dan kekuasaan yang membuat kita menjadi sombong kepada orang lain, maka mari kita simak hadits qudsi:

Rabbul Izzati berfirman dalam Hadis Qudsi:

Aku menyintai 3 perkara, tetapi cinta-Ku kepada 3 perkara lagi lebih kuat:

• Aku menyintai orang fakir yang rendah hati, tapi cinta-Ku lebih kuat kepada orang kaya yang rendah hati.(dia punya sarana untuk berlaku sombong, tetapi ia tetap rendah hati/tawadhu’)

• Aku menyintai orang kaya yang pemurah, tetapi kecintaan-Ku kepada orang miskin yang pemurah,jauh lebih kuat.

• Aku menyintai orang tua yang taat (kepada-KU), tetapi kecintaan-Ku lebih kuat kepada pemuda yang taat.

Aku membenci 3 perkata, tetapi kebencian-Ku kepada 3 perkara lainnya lebih kuat lagi:

• Aku membenci orang kaya yang sombong, tetapi Aku lebih benci kepada orang miskin yang sombong.

• Aku membenci orang miskin yang bakhil, tetapi kebencian-Ku kepada orang kaya yang bakhil, jauh lebih kuat.

• Aku membenci pemuda yang berbuat maksiat, tetapi kebencian-Ku lebih kuat kepada orang tua yang berbuat maksiat.

Semoga Allah membimbing kita menjadi orang yang rendah hati, pemurah, dan taat kepada Allah SWT, apa pun posisi kita di masyarakat.

sumber:
http://lsi.unisba.ac.id
http://al-atsariyyah.com

DNA Firaun Mirip Orang Eropa

Sekitar 7 persen pria Inggris dan separuh dari seluruh pria Eropa Barat berhubungan secara genetis dengan Firaun Tutankhamun, demikian menurut ahli genetik dari Swiss.

Para pakar dari iGENEA di Zurich merekonstruksi DNA raja Mesir yang naik tahta pada usia 9 tahun itu, berikut ayahnya Akhenaten dan kakeknya Amenhotep III.

Hasilnya menunjukkan, DNA Raja Tut — sebutan akrab raja belia itu — berada dalam kelompok yang dikenal dengan haplogroup R1b1a2, yang juga dimiliki oleh 50% pria Eropa Barat. Hal itu menunjukkan mereka berasal dari moyang yang sama.

Menurut iGENEA, orang Mesir moderen yang memiliki gen haplogroup sekarang ini jumlahnya kurang dari 1%.

“Sungguh menarik mengetahui bahwa dia (Tut) memiliki gen yang sama dengan kelompok Eropa,” kata Roman Scholz, direktur iGENEA.

Sekitar 70% pria Spanyol dan 60% pria Prancis juga memiliki gen dari kelompok haplogroup yang sama dengan raja Mesir yang memerintah lebih dari 3.000 tahun lalu itu.

“Kami menduga moyang yang sama hidup di Kaukasus sekitar 9.500 tahun lalu,” kata Scholz kepada Reuters.

iGENEA memperkirakan, migrasi dari haplogroup R1b1a2 ke Eropa dimulai bersama dengan penyebaran pertanian di abad 7000 SM.

Meskipun diketahui gen Tutankhamun mirip orang Eropa, tapi tidak diketahui pasti bagaimana garis keturunan itu diturunkan dan sampai ke Mesir dari tempat asalnya.

Pusat penelitian itu masih terus melakukan tes DNA untuk mencari kerabat terdekat Tutankhamun yang masih hidup.

Temuan ini sebenarnya tidak mengejutkan, karena sebagaimana dikatakan dalam al-Qur`an bahwa manusia di dunia ini berasal dari satu bapak dan satu ibu, yaitu Adam dan Hawa.*
Sumber : rtr/gn
Red: Dija

hidayatullah.com

%d bloggers like this: