Posts tagged ‘Negara islam’

Kajian Manhaj: Negara, Partai dan Syariat Islam

Oleh: Ahkam Sumadiana

Fakta sejarah, bahwa Nabi Muhammad Saw mendirikan Negara Islam di Madinah, warga negaranya terdiri dari kaum Muhajirin dari mekkah, dan kaum Anshar ( penolong ) terdiri atas suku Aus dan Khajraj di Madinah, Nabi juga mengirim surat kepada dua negara raksasa waktu itu, yaitu kerajaan Persia dan kerajaan Romawi.

Syarat berdirinya suatu Negara

Untuk memutuskan bahwa yang diproklamirkan Rasulullah adalah sebuah negara maka kita dapat mencermati syarat berdirinya negara, Sejak masa yang telah lama dan dizaman modern ini telah disepakati, bahwa syarat berdirinya negara harus memiliki:
Adanya wilayah, yaitu daerah dimana kedaulatan dapat berlaku didaerah tersebut.
Ada penduduknya, rakyat yang menjadi penghuni di wilayah kedaulatan tersebut.
Ada undang-undangnya, yaitu suatu peraturan perundang-undangan untuk mengatur kehidupan rakyat dan yang terkait di wilayah yang berdaulat tersebut.
Ada kepala Negara, yaitu seorang penguasa yang memiliki kekuasaan, untuk melaksanakan jalannya pemerintahan di wilayah yang berdaulat itu.

Apa bila empat syarat tersebut telah disepakati sebagai kebenaran berdirinya suatu negara, maka apa yang dilakukan Nabi Muhammad Saw, saat deklarasi Piagam Madinah pada tahun ke 2 Hijeriah, merupakan proklamasi berdirinya Negara Islam Pertama di dunia. Mengingat telah terpenuhi empat syarat tersebut diatas.

Negara Islam pertama meliputi:

1. Wilayah Madinah dan sekitarnya.
2. Penduduknya, Kaum Muhajirin, Kaum Anshar, Kaum Yahudi Madinah, dan suku-suku Arab penyembah berhala.
3. Piagam Madinah.
4. Muhammad Saw sebagai kepala Negara, dan kepala pemerintahan.

Mantan menteri agama RI, H, Munawir Sjadzali, M.A dalam buku ” Islam dan Tata Negara” hal. 10 menyatakan bahwa ’ Piagam Madinah adalah konstitusi atau undang-undang dasar bagi Negara Islam yang pertama yang didirikan oleh Nabi di Madinah. Meskipun demikian masih ada yang mengingkarinya sebagai negara Islam (daulah Islamiyah ) dengan alasan tidak disebutkan dalam al-Qur’an dan as-Sunnah.’

Partai Pada Masa Rasululah saw

Untuk memahami ada tidaknya Partai di Zaman Rasulullah Saw, dapat kita perhatikan keterangan berikut;

1. Hizbun yang berarti golongan, pengikut atau partai jama’nya adalah ahzaab. Dalam al-qur’an bentuk mufrad ada tujuh kata. Dalam bentuk jama’ ada sebelas kata, selain itu ada hizbahu dan hizbaini, masing-masing satu kata. Al-Ahzaab menjadi nama surah dalam Qur’an, mufassir memberi arti golongan-golongan. Dalam sejarah ada perang al-Ahzaab, suatu peperangan yang terjadi di Madinah pada tahun ke 5 Hijeriah, kaum Muslimin diserang oleh musuh yang terdiri dari berbagai golongan, baik yahudi, musyrik maupun jahiliyah, mereka bersatu memerangi kaum muslimin.

2. Ayat yang mengandung hizbun sebagai mudhaf sedangkan mudhaf ilaihnya adalah Allah sehingga berbunyi ’Hizbullah’ diartikan pengikut Allah, atau Partai Allah, ( Qs, al-Mujadilah : 22 ). Di ayat yang lain Mudhaf ilaihnya adalah Syaithan, sehingga berbunyi ’Hizbusysyaithan’ yang berarti pengikut syaithan, Partai Syaithan. (Qs. Al-Mujadilah : 19 ). Selain itu Hizbun menjadi mudhaf ilaih, dan mudhafnya ’kullun’ yang berbunyi ’kullu hizbin’ yang berarti tiap-tiap golongan (partai) ( Qs. Ar-Rum : 32 ). Dari semua pengertian itu yang dinilai memiliki pengertian positif adalah kata ’ Hizbullah ’ lawan dari kata ’Hizbusysyaithan’.

3. Awal naskah piagam Madinah sebagai berikut; Artinya; ” Dengan Nama Allah yang Maha pengasih lagi Penyayang, ini adalah naskah dari Muhammad Saw, Nabi yang berada diantara orang-orang mukmin dan muslim,dari Quraisy dan Yasrib ( Muhajirin dan Anshar ), dan orang-orang yang mengikuti mereka, lalu bergabung dengan mereka dan berjuang bersama mereka. Sesungguhnya mereka itu ummat yang utuh ( satu) selain manusia (yang lain)”.
(Lihat Ahmad Husnan, Negara dan Partai dlam Perspektif Islam hal. 112-116 ).

Partai Islam

Realitas obyektif, Pada Era Demokrasi ini, kran untuk didirikan partai bermunculan, berbagai partai Islam dideklarasikan, disamping partai non Islam yang juga dideklarasikan tokoh-tokoh Islam, karena aktivitasnya selama ini memimpin ormas Islam. Akibatnya ummat yang dipimpin atau yang mengenalnya menjadi bingung, terjadilah pro kontra dan ummat Islampun terpecah belah, ukhuah islamiyah juga terkoyak.

Terlepas dari pro kontra dengan pemakaian istilah Islam, maka banyaknya partai Islam sangat disayangkan, terlebih partai non Islam yang didirikan oleh tokoh-tokoh Islam, yang asas dan tujuannya bukan untuk izzul Islam wal Muslimin. Namun dari realitas yang tidak menggembirakan itu kita memiliki harapan besar agar semuanya menyadari akan pentingnya ukhuah Islamiyah, sehingga terjadinya koalisi yang solid dan kuat, bila perlu permanen.

Perlu belajar dari Piagam Madinah, bahwa Rasulullah Saw, selain mewakili Seluruh kaum Muslimin dalam komunikasi dan diplomasi, bahkan menghadapi serangan musuh-musuhnya, juga untuk menertibkan peraturan dan perundang-undangan yang mencakup seluruh komponen bangsa yang ada di Madinah, dan berlainan agama dan qabilahnya. Dalam hal ini berstatus sebagai kepala Negara. Sehingga tidak perlu ada pihak-pihak yang dipaksa untuk berIslam.

Syariah Islam dan Konsekuensinya

”Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui”. (QS.al-Jaatsiyah : 18 ).

Syari’ah Islam adalah hukum yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, kemudian dikenal dengan hukum Islam. Sedangkan hukum Islam ini terjadi dari dua arah pertama, dari nushush yang belum melibatkan aqal begitu jauh ini disebut Syari’ah Islam. Kedua, keberadaan hukum itu terkandung dalam nushush dan telah melibatkan pemahaman aqal dengan fonis hukum wajib, haram, sunnah, makruh, dan mubah. Kemudian dikenal dengan hukum Fiqih. Keduanya termasuk pengertian hukum Islam, karena hukum Islam itu cakupannya sangat luas.

Islam Sebagai Agama Wahyu memiliki ketinggian, dan kesempurnaan ajaran dibandingkan dengan ajaran lain, terlebih dengan ajaran produk manusia. Syari’ah Islam merupakan kunci dasar dalam mengatur tata kehudupan manusia, baik dala peribadatan orang-perorang, maupun dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Demikian pula yang berkaitan dengan berbagai aturan hukum baik didunia maupun kehidupan akhirat.

Bagamana Rasulullah memperjuangkan tegaknya syari’ah Islam dalam arti umum dan melaksanakan syari’ah Islam dalam arti khusus, serta bagaimana seharusnya kita berbuat dalam situasi dan kondisi yang berbeda dengan saat Nabi memprjuangkan Syari’ah islam. Hal ini perlu difahami dengan baik, agar adanya pengertian toleransi beragama, tidak sampai menimbulakan pengertian bahwa syari’ah Islam tidak mungkin atau tidak perlu diperjuangkan melalui lembaga negara, atau setidak-tidaknya ada kesan syari’ah Islam tidak usah diperjuangkan pelaksanaanya secara utuh, pemikiran semacam ini tidak bisa dibenarkan. Faktanya Rasulullah sengaja berjuang untuk menegakkan syari’ah Islam secara sempurna. Jangan karena toleransi sehingga kita tidak berjuang untuk menegakkan syari’ah baik lewat pribadi, keluarga, masyarakat maupun lembaga negara. Tanpa mengurangi nilai toleransi, bahwa sesungguhnya ummat Islam adalah penganut agama yang paling toleran di indonesia khususnya, dan internasional umumnya.

Bentuk Cinta kepada Bangsa dan Negara

”Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. (QS. An-Nisaa’ : 58 ).

Amanat yang dibebankan kepada seseorang atau dipercayakan kepadanya, sedangkan amanat ini mencakup hak-hak Allah Swt, dengan berbagai macam kewajiban, juga mencakup hak-hak hamba, yang dipercayakan kepadanya. Karenanya seseorang berkewajiban untuk menunaikan sebaik-baiknya. Barang siapa tidak menunaikan didunia, maka dia akan diberikan hukuman pada hari kiamat.

Sebagai seorang Muslim yang mendapatkan amanah, dari Allah, Ummat, Bangsa dan Negara, khususnya yang menduduki dibarbagai lembaga strategis mempunyai kewajiban untuk mengajak, menyampaikan, dan menegakkan syari’ah Islam. Apa lagi kalau kita sudah memahami bahwa kekuasaan hukum, yang dibuat oleh lembaga yang lebih tinggi, tidak boleh ditentang oleh lembaga yang lebih rendah, maka untuk memperjuangkan berlakunya Syari’ah Islam, harus ditempuh pemikiran sebagai berikut.

Bila keputusan Gubernur tidak boleh bertentangan dengan keputusan Presiden dan keputusan Presiden tidak boleh bertentangan dengan keputusan lembaga tinggi dan tertinggi negara, maka sudah barang tentu sebagai seorang mu’min juga berpikiran bahwa keputusan lembaga tinggi dan tertinggi negaraa juga tidak boleh bertentangan dengan Aturan yang dibuat Allah Swt dan Rasulullah Saw. Seluruh motivasinya adalah untuk keselamatan dan kesejahteraan msyarakat baik didunia terlebih diakhirat.

Hukum Menegakkan Syariah Islam

”Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”. (Qs. Ali-Imran : 85 )

Nabi Muhammad Saw, telah menegakkan Syari’ah Islam diseluruh aspek kehidupan, terutama sejak berdirinya negara Islam pertama Madinah, pada tahun ke 2 Hijeriah, diman Nabi sebagai kepala Negaranya. Sampai beliau wafat, dilanjutkan oleh Khulafa’ur- Rasyidin, keberhasilan yang begitu cepat selain karena semangat yang tinggi, juga karena diperlancar adanya kekuasaan dalam mengatur kehidupan, melalui pemerintahan dalam kehidupan bernegara dan kekhalifahan.

Kita telah memahami bahwa Syari’ah Islam itu dibebankan kepada setiap mukallaf, juga kepada pemimpin dan setiap orang yang memiliki tanggungjawab, baik berupa lembaga negara atau lainnya, perintah untuk meneggakkan keadilan, amar ma’ruf nahi mungkar, dan menghukum sesuai dengan hukum Allah, bahkan tentang keputusan perang dan damai. Semua itu sulit diselesaikan, tanpa adanya kekuasaan. Dengan kekuasaan semua itu dapat diselesaikan dengan baik menurut ketentuan hukum.

Tegasnya Syari’ah Islam yang dimaksud dalam al-Qur’ah dan as-Sunnah itu, dapat dilaksanakan dengan baik apabila ditangani oleh penguasa. Dengan demikian ummat Islam hukumnya wajib melaksanakan Syari’ah Islam baik secara perorangan maupun dalam berjama’ah, Rasulullah Saw, dan para shabat-Nya telah melaksanakan dalam kapasitasnya dan statusnya sebagai kepala negara dan pemerintahan. Wallahu ’Alam.

* Ketua Departemen Pengkaderan Hidayatullah

http://hidayatullah.or.id

Belajar Penerapan Syariat Islam dari Negeri Kelantan (Malaysia)


Peta wilayah kelantan

Apa yang Anda tahu dari Kelantan? Pasti tidak sedikit yang menjawab Manohara Odelia Pinot.

Begitu juga kalau googling kata Kelantan di internet, banyak situs dalam negeri yang memberitakan kasus gadis cantik asal tanah air ini dengan Putra Mahkota Kerajaan Kelantan, Pangeran Tengku Muhammad Fakhry.

Beberapa waktu lalu, kasus itu mencuat dan menjadi sorotan media di tanah air. Hal ini menunjukkan bahwa berita soal negeri yang luasnya sekitar 14.922 km2 ini, di negeri kita masih didominasi seputar Manohara dan Tengku Fakhry. Tapi, apa benar berita yang paling menarik di Kelantan-Malaysia hanya soal kisruh rumah tangga itu? Ternyata tidak! Jadi, apa itu?

Belum lama ini, dalam lawatannya ke Kelompok Media Hidayatullah, Menteri Komunikasi dan Informasi Negeri Kelantan Yang Berhormat (YB) Dr. Mohammad Fadli bin Dato’ Haji Hassan mengatakan, berita yang tersiar di luar Kelantan selama ini memang masih didominasi berita tidak penting dan cenderung tendensius pada Kelantan.

Hal itu, menurutnya, karena Islam mulai berkembang pesat di sana. Tidak hanya berita seputar Manohara dan Tengku Fakhry, kata Fadli, kebanyakan berita asing tidak adil memberitakan soal Kelantan. Apalagi pada media ada adagium: good news is bad news and bad news is good news. Dalam hal ini, bagi media asing sekuler, perkembangan Islam di Kelantan merupakan mimpi buruk. Karena itu, wajar bila selama ini media menyorot hal-hal yang remeh temeh dan cenderung tendensius.

Kini, kesan yang tergambar di Kelantan adalah wujud intoleran, dan eksklusif. Padahal, faktanya Islam di Kelantan justru menjadi berkah bagi sekitar 1.6 juta jiwa warganya. Bahkan, keberkahannya itu tidak saja bagi warga muslim, tapi juga nonmuslim yang mayoritas orang China kaya raya.

Karena itu, doktor Fadli pun menegaskan, bila kedatangannya ke Indonesia itu untuk mengabarkan kondisi kehidupan warga Kelantan yang makmur di bawah Islam. Fadli pun berharap, orang di luar Kelantan, khususnya warga Indonesia yang mayoritas Islam secara obyektif bisa menilai Kelantan.

Seperti dikatakan Fadli, kini di Kelantan tidak ada lagi tempat pelacuran, diskotik, miras, atau pun panti pijat. Tidak adanya tempat haram itu justru yang paling merasa diuntungkan adalah ibu-ibu China.

Faktanya, mereka datang dan berterimakasih kepada pemerintah Kelantan. Katanya, dengan tidak adanya tempat pelacuran dan miras, suami mereka tidak pulang larut malam lagi. Uang mereka juga tidak habis sia-sia.

Kemilau Islam di Kelantan juga menyedot perhatian orang di negeri luar Kelantan. Hampir tiap pekan tidak sedikit orang, baik muslim maupun nonmuslim yang berkunjung ke Kelantan hanya sekadar melihat-lihat dan menanyakan bagaimana Islam diterapkan di Kelantan. Setelah melihat dengan mata kepala sendiri, mayoritas mereka takjub dan tertarik terhadap peragaan Islam yang ada di Kelantan.


Peta lokasi kelantan di malaysia (warna kuning)

SELAYANG PANDANG

Nama resmi : Kelantan Darul Naim

Ibu Kota (dan Kota Diraja) : Kota Bharu

Lagu negeri : Selamat Sultan

Motto : Berserah kepada Tuhan Kerajaan Kelantan

Bendera Negeri :

Lambang Negeri :

Partai Pemerintah : PAS (Pan-Malaysia Islamic Party / Partai Islam se-Malaysia)

Sultan : Sultan Muhammad ke-V

Menteri Besar : Nik Abdul Aziz bin Nik Mat

Sejarah :
– Penjajahan Siam (Thailand) : 1603
– Penjajahan Inggeris : 1909
– Penjajahan Jepang : 1942-1946
– Pembentukan Persekutuan Tanah Melayu : 1948

Luas wilayah : 14,922 km²

Populasi :
– Sensus 2010 : 1,678,001 jiwa
– Sensus 2000 : 1,313,014 jiwa
– Kepadatan : 112.45/km²

Kelantan, secara resmi di sebut dengan Negeri Kelantan Darul Naim merupakan salah satu negara bagian dari 13 buah negera bagian di Malaysia yang kaya dengan sumber alam. Ibukotanya terletak di Kota Bharu, Mempunyai wilayah lebih kurang 14.922 km², terletak di timur laut Semenanjung Malaysia, berhadapan dengan Laut China Selatan, dan berbatasan dengan Thailand.

Negeri Kelantan merupakan salah satu negeri “tradisional” orang Melayu. Ia merupakan satu-satunya negeri yang tidak dikuasai oleh partai Barisan Nasional (UMNO). Parti PAS memenangkan pemilu DUN pada 1990 di negara bagian ini, dan berhasil bertahan hingga kini.

Sultan Kelantan sejak 1979 ialah Sultan Ismail Petra manakala Menteri Besarnya ialah Mursyidul Am PAS, Dato’ Haji Nik Abdul Aziz Bin Nik Mat.


peta wilayah adm. kelantan

Kelantan Darul Naim, secara Administratif terdiri dari 10 daerah (kabupaten), yaitu:
1. Bachok
2. Gua Musang
3. Jeli
4. Kota Bharu
5. Kuala Krai
6. Machang
7. Pasir Mas
8. Pasir Puteh
9. Tanah Merah
10. Tumpat

Bandar bandar utama di negeri Kelantan termasuk Kota Bharu (ibu negeri), Tanah Merah, Machang, Pasir Puteh, Pasir Mas, Kuala Krai, Jeli, Rantau Panjang dan Pangkalan Chepa.

Secara Geografis, Negeri Kelantan mengalami iklim tropis, dimana hampir setiap tahun hujan turun dengan berselang-seling mengikut bulan tertentu pada setiap tahun. Biasanya hujan yang lebat akan terjadi selama beberapa hari atau beberapa bulan akan turun pada bulan November, Desember dan Januari. Suhu setiap hari rata-rata 21 °C

Secara Budaya, Kelantan merupakan negeri yang berbatasan dengan wilayah – wilayah selatan Thailand yang dulu dikenal sebagai Negeri Patani Darul Salam. Dari segi sejarahnya, Kelantan mempunyai hubungan sejarah yang sangat akrab dengan Kesultanan Melayu Patani yang didukung oleh Kesultanan Melayu Islam. Di mana Kesultanan Melayu Kelantan mempunyai pertalian darah dengan Kesultanan Melayu Patani dan juga Kesultanan Melayu Negeri Champa. Setelah Kesultanan Melayu Patani dikhianati oleh Siam dan British maka ia telah demonisasi oleh Thailand. Negeri Pattani telah dipecah menjadi beberapa wilayah-wilayah kecil yang terdiri dari Yala, Narathiwat, Patani dan Songkla.

Di bawah perjanjian British-Siam pada tahun 1948 demografi pemerintahan selatan siam telah dipisahkan. Kelantan di bawah Malaysia dan negeri-negeri Pattani di bawah Thailand.

Oleh yang demikian Kelantan mempunyai budaya yang unik yang sangat berkait rapat dengan budaya Negeri Patani. Asimilasi antara budaya Melayu, Siam ,dan Islam menghasilkan permainan rakyat seperti Dikir Barat, Main Puteri, Mak Yong dan seumpamanya. Mak Yong dipengaruhi oleh budaya Siam (Thailand), sementara Dikir Barat pula mempunyai unsur-unsur Islam. Main Puteri pula dikatakan diresapi oleh budaya Hindu. Salain itu ada jua permainan bajak laut dan bajak orang. Permainan bajak laut dimainkan di tengah laut oleh tentara laut, lengkap dengan kapal-kapal bersenjata yang lengkap. Kalau bajak orang dimainkan oleh orang-orang kaya berduit yang menginginkan orang lain menjadi hilang, tidak keliatan, meninggal dunia, atau menjadi miliknya ibarat memiliki ternak peliharaan, lengkap dengan hak milik segala secara sah.

Kelantan juga kaya dengan makanan tradisional dan berlainan dengan makanan Melayu di negeri lain. Di antara makanan tradisional Kelantan yang berkhasiat dikenali sebagai budu.

POLITIK DAN DAKWAH

Kondisi Islam di Kelantan seperti sekarang setidaknya dimulai dua dasawarsa lalu. Ketika Pan-Malaysia Islamic Party (PAS), partai oposisi di Malaysia memenangkan pemilu pada tahun 1990. Ketika itu, Kelantan dipimpin oleh YAB Tuan Guru Dato’ Haji Nik Abdul Aziz bin Nikmat.

Awalnya, banyak tokoh yang meragukan kepemimpinan beliau: Apakah guru agama bisa memimpin negara. Tapi, keraguan itu ditepis olehnya. Kelantan bisa dipimpin dengan baik. Bahkan, akhirnya bisa maju di berbagai bidang: pendidikan, ekonomi, sosial dan lain sebagainya. Kesemuanya itu dibangun dengan pendekatan Islam.

Dari sisi historisnya, Kelantan sebenarnya sangat erat dengan syariat Islam. Lihat saja, kata DR. Fadli, sejak tahun 1511, Malaysia, termasuk Kelantan, diperintah raja-raja yang menjalankan syariat Islam. Bukti sejarah itu pun ada berupa UU yang berdasarkan syariat Islam, seperti UU jinayah, muamalah, dan negara. Tapi, setelah sekitar 400 tahun di bawah jajahan Inggris, syariat Islam di Malaysia, khususnya di Kelantan mengalami defisit yang signifikan.

Modus yang dilakukan penjajah awalnya adalah perdagangan. Mereka melakukan jual beli. Tapi, lambat laun, mereka tidak saja berdagang, melainkan melakukan penjajahan.

Mulanya menjajah secara ekonomi, lalu kemudian menjajah syariat Islam. “Mereka mengubah cara pandang dan hidup dan mengubah syariat Islam di Malaysia dan Kelantan secara perlahan-lahan,” tegas Fadli.

Akibatnya, terjadilah sekularisasi: pemisahan antara agama dan negara. Negara dikelola dengan hukum penjajah. Syariat Islam dihilangkan. Tapi, lambat laun, ulama bangkit. Mereka ingin agar syariat diberlakukan kembali.

Tapi, culasnya penjajah tidak mau begitu saja. Penjajah bersedia memberikan kemerdekaan asal syariat Islam tidak dipakai sebagai konstitusi. Karena itu terpecah menjadi dua kelompok: yang mau tetap Islam dan ada yang ingin Islam dan kemerdekaan. Jadilah Malaysia seperti sekarang ini.

Usaha mengembalikan syariat Islam di Kelantan masih berjalan hingga kini, hanya dengan cara yang berbeda dan elegan. Di Kelantan setidaknya ada dua gerakan yang memperjuangkan syariat Islam. Satu gerakan partai PAS dan yang kedua gerakan LSM atau NGO biasa.

NGO mengusung dakwah dan tarbiyah. Tapi, hebatnya, dua gerakan ini bisa bersinergi dan saling mendukung. LSM di Kelantan mendukung partai dalam setiap pemilu. Karena itu, PAS di Kelantan selalu menang. “Perjuangan kita tidak saja lima tahun di pemilu. Tapi jauh ke depan. Dan itu kita bangun dengan bahu membahu setiap elemen, baik yang berada di partai ataupun NGO,” kata Fadli.


Peta negeri kelantan di malaysia

Sebagai negara bagian, Kelantan harus mengikuti sistem negara persekutuan Malaysia yang terpusat di Kuala Lumpur. Karena itu, untuk peraturan syariat Islam Kelantan harus pandai-pandai mengatur strategi. Tidak bisa langsung frontal dengan pemerintah. Sebab, sekitar 80 persen UU harus terpusat. Meski faktanya, Kelantan juga kerap disebut pembangkang.

Dalam mengusung syariat Islam misalnya, Kelantan memakai istilah lain, yaitu negeri berkebajikan perjuangan. Meski istilah beda, tapi substansi yang diperjuangkan sama, Islam. Tapi, hal itu menghindari kesan negatif terhadap Islam. Kini, Islam sudah bisa diterima masyarakat. Perbankan syariah muncul, pendidikan Islam menjamur, dan sistem sosial secara Islam sudah mulai diberlakukan. Meski belum seratus persen syariat Islam, tapi setidaknya Islam di Kelantan sudah dielu-elukan masyarakat.

Fadli bercerita, suatu saat ia ditanya warga Kelantan keturunan China. “Syariat Islam kan tidak manusiawi. Hukumnya kasar dan kejam: seperti pezina harus dirajam?”

Fadli balik bertanya. “Apa yang akan Anda lakukan jika pulang ke rumah dan melihat istrimu dizinahi orang lain”? Orang China tersebut menjawab, “Saya akan ambil parang lalu membacoknya”.

Lantas, bagaimana bila Anda melihat di rumah anak perempuan Anda dizinahi orang yang bukan suaminya? Seperti di awal, orang China itu menjawab, “Saya akan ambil parang lalu menebas lehernya.”

Fadli pun berkata, “Nah, adanya hukum rajam itu agar perzinahan tidak terjadi. Mereka pasti takut dirajam.”

Lain waktu Fadli ditanya lagi, dan lagi-lagi orang China. “Kenapa orang mencuri harus dipotong tanganya, bukankah itu kejam?”

“Lho, bukannya dengan dipotong tangannya, orang tidak akan berani mencuri. Dan dengan itu, mencegah kriminalitas,” jawabnya.

Orang China tersebut masih diam. Fadli pun melanjutkan, “Bukannya dengan tidak ada pencurian harta kalian jadi aman. Bukankan kalian (Orang China) di Kelantan mayoritas kaya dan tauke?” tuturnya.

baca artikel terkait: Mengenal lebih dekat negeri jiran: Malaysia

hidayatullah.com
http://id.wikipedia.org/wiki/Kelantan
http://www.malaysiamap.org

Tahun 2050 Rusia Menjadi Negeri Muslim

Bayangkan Rusia pada tahun 2050! Menurut Paul Goble, seorang spesialis yang secara khusus melakukan kajian terhadap minoritas etnis di Federasi Rusia, nampaknya ia memperkirakan dalam beberapa dekade mendatang, Rusia akan menjadi sebuah negara mayoritas Muslim. Sekarang jumlah Muslim di seluruh Rusia mencapai 16 juta jiwa.

Disisi lain, ada berita buruk dengan penurunan yang cepat jumlah populasi negeri Beruang Merah ini. Melihat kecenderungan populasi penduduk Rusia yang terus cenderung menurun itu telah menjadi “pusing” bagi para politisi Rusia dan para pembuat kebijakan.

PM Vladimir Putin telah menyerukan kepada perempuan Rusia untuk memiliki anak lagi. Karena ahli demografi memprediksi bahwa populasi Rusia akan turun secara drastis dari 143 juta jiwa menjadi 100 juta jiwa pada tahun 2050.

Perkembangan dan situasi ini mengejutkan bagi para pemimpin Rusia dan Barat, karena bersamaan menurunnya populasi penduduk Rusia, para analis memperkirakan jumlah umat Islam akan menjadi kelompok mayoritas di Russia. Hanya kurang dari lima dekade Rusia akan menjadi negeri Muslim, yang mayoritas peduduknya beragama Islam.

Laju pertumbuhan populasi Muslim sejak tahun 1989, dieprkirakan mencapai antara 40 dan 50 persen, dan ini kecenderungan semua kelompok etnis. Saat ini Rusia memiliki sekitar 8.000 masjid sementara 15 tahun yang lalu, hanya terdapat 300 masjid di seluruh Rusia.

Menurut data statistik, pada akhir 2015, jumlah masjid di Rusia akan meningkat drastis menjadi 25.000 masjid di seluruh Rusia. Statistik ini menakutkan banyak etnis Rusia lainnya, yang sangat phobi dengan Islam, yang selalu mengaitkan Islam dengan perang dan terorisme. Seperti, sering terjadinya konflik bersenjata antara aparat keamanan Rusia dengan kelompok Chechnya, dan wilayah Kaukasus yang mayoritas Muslim. Namun, kekawatiran itu meluai menyurut, bersamaan dengan perubahan-perubahan yang ada, khususnya dikalangan penduduk Muslim dan para pemimpinnya yang semakin akomdatif.

Menghadapi penurunan populasi atau jumlah penduduk etnis Rusia itu, yang terus menurun, Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin telah menawarkan insentif kepada wanita yang akan memiliki anak lagi.

Dia mengatakan bahwa pemerintah akan menawarkan 1.500 rubel untuk anak pertama, dan 3.000 rubel untuk anak kedua. Dia lebih lanjut mengatakan bahwa pemerintah akan menawarkan insentif keuangan bagi pasangan yang akan mengadopsi anak yatim Rusia. Tapi, tanggapan terhadap seruan Vladimir Putin hampir nol. Alasan utama di balik penurunan cepat dalam populasi non-Muslim di Rusia, terutama sebagian besar perempuan muda di negara ini tidak tertarik dan mendukung memiliki anak lagi.

Jika seseorang terbatas hanya memilik anak satu-satunya, dan kemudian generasi berikutnya sama sekali tidak ingin memiliki anak, maka pertumbuhan penduduk Rusia menjadi nol. Di sisi lain, hampir semua pasangan muslim sedikitnya memiliki tiga anak. Jumlah keluarga muslim umumnya mereka mempunyai anak antara 3-5 orang anak.

Berbicara dengan Blitz, seorang pemimpin Moscow, daerah yang paling padat penduduknya, mengatakan jika pertumbuhan penduduk Muslim terus meningkat, dan dengan penurunan yang serius pada populasi komunitas agama lain, Rusia pada akhirnya akan menjadi sebuah negara Muslim pada dua dekade mendatang.

Dia menyarankan propaganda besar-besaran demi memiliki anak lagi di Rusia dengan menggunakan media massa serta peningkatan jumlah insentif. Ia juga menunjuk fakta bahwa, dalam banyak kasus, insentif tersebut jatuh lagi ke ibu muslim, yang umumnya memiliki lebih dari satu anak.

Ini bukan masalah tentang insentif, yang lebih penting realisasinya bagi penduduk seluruh Rusia yang non-Muslim. Mereka harus memahami bahwa dengan jumlah anak Muslim yang banyak, mereka secara bertahap ikut mendorong nasib negara Rusia menuju federasi Islam.

Mengomentari masalah ini, mantan seorang diplomat mengatakan, setelah jatuhnya Uni Soviet, sayangnya, seluruh bangsa Rusia telah kehilangan semangat nasionalisme mereka, karena kemiskinan dan kondisi yang sangat malang yang mereka hadapi, baik di bidang ekonomi, politik, dan sosial.

Sekarang mereka takut memiliki lebih dari satu anak dalam keluarga, karena akibat biaya hidup yang sangat mahal. Sementara dalam banyak kasus, keluarga perempuan Rusia dipaksa untuk bekerja di berbagai sektor bidang untuk mendapatkan uang ekstra bagi k keluarga mereka.

Ia mengatakan, tidak hanya jumlah populasi Muslim di Rusia,yang mengalami pertumbuhan cepat, karena memang perempuan Muslim memiliki lebih satu anak, tapi dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah besar LSM Islam aktif bekerja di dalam negeri Rusia, yang memainkan peran penting, terutama bagi penduduk Rusia yang putus asa, dan sebagian besar mereka memilih jalan hidup yang baru, dan mereka bertobat kemudian masuk Islam. Mereka umumnya meninggalkan agama sebelumnya yang mereka anut. Dia lebih lanjut mengatakan, terutama kelompok atheis secara bertahap semakin cenderung ke arah Islam, karena propaganda luas dan kegiatan LSM Islam.

Mereka yang berpendidikan sarjana terlibat aktif dalam memberikan khotbah di masjid-masjid dan tempat-tempat umum lainnya secara teratur, yang mempunyai dampak luar biasa pada pikiran orang-orang Rusia, terutama generasi mudanya. Para ulama Islam dengan jas dan wajah dicukur bersih, mereka berbicara dengan bahasa yang berbeda serta lancar, yang merupakan titik yang sangat kuat bagi mereka untuk menarik perhatian orang Rusia yang berpendidikan, yang berada dalam kesulitan ekonomi dan sosial yang serius.

Dia mengatakan, kegiatan LSM Islam mempunyai pengaruh yang luas, dibandingkan hampir tidak ada atau sangat sedikit kegiatan misionaris dari agama agama lain di Rusia. Meskipun ulama Islam dan mereka memiliki misi yang sering disebut “tersembunyi” , tetapi dari wajah mereka, saat menyampaikan khotbah, sangat sulit untuk mengidentifikasi apa pun yang negatif terhadap kegiatan mereka.

Mereka awalnya menyebarkan pesan perdamaian, tetapi mereka juga menyampaikan nilai-nilai agama dan jihad. LSM-LSM Islam secara bertahap menggunakan media Rusia, melalui investasi negara-negara Barat, yang sebenarnya menggunakan dana dari negara-negara Arab. Mereka juga ikut terlibat dalam aktivitas politik, seperti pemilihan, dan memberikan suara dan kekuatan untuk para calon pemimpin Muslim, tentu dengan tujuan nantinya akan memiliki akses kekuasaan di Kremlin.

Membandingkan Muslim Rusia dengan Muslim di negara-negara lain, katanya, mereka memiliki komitmen yang lebih kuat, dan keyakinan mereka yang mendalam berakar dalam pikiran mereka yang bernar-benar dari ajaran Islam. Mereka secara terbuka menyatakan bahwa, alasan utama di balik menerima Islam adalah menyelamatkan hari depan mereka. Mereka menghadapi situasi yang sulit berkaitan dengan konflik yang masih terjadi di wilayah Chechnya dan Kaukasus. Tetapi, mereka tetap optimis terhadap kehidupan mereka.

Seorang wartawan senior kantor berita Rusia Interfax, Blitz mengatakan, berdasarkan dari sumber Afro-Arab, sejumlah negara Arab melakukan investasi jutaan dolar kepada sejumlah LSM Islam di Rusia. Dalam waktu dekat, cukup banyak kursi penting di parlemen Rusia juga akan jatuh ke tangan para pemimpin Muslim.

Dia mengatakan, di klub pers Rusia, sejumlah wartawan Muslim terus meningkat. Dia mengatakan, jutaan dolar yang dihabiskan untuk membangun masjid dan lembaga-lembaga Islam di berbagai belahan Moskow dan bagian lain di Rusia.

LSM Islam bahkan membangun panti asuhan, tempat anak-anak dari berbagai agama yang diadopsi, dan mereka mendapatkan pendidikan Islam, dan menjadi Muslim yang taat. Masa depan Islam di Rusia sangat menggembirakan. (mh)


Peta wilayah Negara Rusia

Eramuslim.com

Kebangkitan Islam di Negara-negara “Republik Islam” bekas pecahan Uni Soviet


Kelompok etnis mayoritas di Asia Tengah

Sebagaimana telah diuraikan pada Artikel sebelumnya tentang: SELAYANG PANDANG: Negara-negara Merdeka bekas pecahan Uni Soviet, dari 15 Negara merdeka bekas pecahan Uni soviet, terdapat 6 (enam) Negara merdeka yang mayoritas penduduknya beragama Islam (Mayoritas muslim) yaitu: Azerbaijan, Turkmenistan, Uzbekistan, Tajikistan, Kyrgyzstan dan Kazakhstan.

Berikut ini akan saya uraikan tentang Profile Singkat ” Negara-negara Islam (Muslim) ” bekas pecahan Uni soviet tersebut, semoga bermanfaat:

1. AZERBAIJAN


Peta lokasi Azerbaijan

1.1 Profile Singkat

Nama resmi : Republik Azerbaijan ( Azərbaycan Respublik )

Lagu kebangsaan : Azərbaycan Respublikasının Dövlət Himni

Bendera :

Lambang :

Ibu kota (dan kota terbesar) : Baku

Bahasa resmi : Azeri

Kelompok etnik : (1999)
90.6% : Azerbaijani
2.2% : Lezgins
1.8% : Russia
1.5% : Armenia
1.0% : Talysh
0.6% : Turki
0.2% : Georgia
2.3% : lainnya


Kelompok etnis di Azerbaijan dan kawasan kaukasus

Pemerintahan : Demokrasi representatif
– Presiden : İlham Əliyev
– Perdana Menteri : Artur Rasizadə

Kemerdekaan : 30 Agustus 1991 (Dari Uni Soviet)

Luas wilayah :
– Total : 86,600 km2
– Air (%) : dapat dihiraukan

Penduduk :
– Perkiraan 2007 : 8,120,247 jiwa
– Kepadatan :103/km2

Agama mayoritas : Islam-syiah ( 7,795,437 jiwa [96%], Islam-sunni [3%], non-islam [1%])

PDB (KKB) : Perkiraan 2004
– Total : US$37,84 miliar
– Per kapita : US$4.500

Mata uang : Manat (AZM)

Zona waktu : (UTC+4)
– Musim panas (DST) : (UTC+5)

Ranah Internet : .az

Kode telepon : 994

1.2 Sejarah Singkat


Peta administrasi Azerbaijan

Sejarah awal penduduk daerah yang kini dikenal sebagai Azerbaijan ialah bangsa Albania Kaukasia, bangsa penutur bahasa-bahasa Kaukasus yang muncul di daerah ini sebelum rombongan besar orang yang akhirnya menyerang Kaukasus. Secara historis Azerbaijan telah dilindungi berbagai bangsa, termasuk bangsa Persia, Yunani, Romawi, Armenia, Arab, Turki, Mongol dan Rusia.

Kerajaan pertama yang muncul di Republik Azerbaijan masa kini ialah Mannae pada abad ke-9 M, berlangsung hingga 616 SM saat menjadi bagian Kekaisaran Media, yang kemudian menjadi bagian Kekaisaran Persia pada 549 M. Satrapi Atropatene dan Albania Kaukasia didirikan pada abad ke-4 SM dan termasuk kurang lebih wilayah negara kebangsaan Azerbaijan dan bagian selatan Dagestan masa kini.


Pemuda Azerbaijan, dengan pakaian tradisional, merayakan Novruz

Islam tersebar cepat di Azerbaijan menyusul futuhat pada abad ke-7–8. Setelah kekuasaan Kekhalifahan Arab menyusut, beberapa negara semimerdeka telah terbentuk, kesultanan Shirvanshah menjadi salah satu darinya. Pada abad ke-11, Turki Seljuk yang menaklukkan menjadi kekuatan dominan di Azerbaijan dan meletakkan dasar etnis Azerbaijani masa kini. Pada abad ke-13-14, negeri ini diserang bangsa Mongol-Tatar.

Azerbaijan ialah bagian Kesultanan Persia Safavid selama abad ke-15–18. Juga mengalami masa singkat perpecahan bangsawan pada pertengahan abad ke-18 hingga awal abad ke-19, dan terdiri atas kekhanan-kekhanan yang merdeka. Menyusul 2 perang antara Kesultanan Persia Qajar, seperti Ganja, Guba, Baku dan kekhanan-kekhanan merdeka lainnya, dan Kekaisaran Rusia, Azerbaijan direbut Rusia melalui Perjanjian Gulistan pada 1813, dan Perjanjian Turkmenchay pada 1828, dan beberapa perjanjian yang lebih awal antara tsar Rusia dan para khan berakhir pada dasawarsa pertama abad ke-19. Pada 1873, minyak (“emas hitam”) ditemukan di kota Baku, ibukota Azerbaijan nantinya. Dari awal abad ke-20 hampir separuh cadangan minyak dunia disuling di Baku.

Setelah jatuhnya Kekaisaran Rusia selama PD I, Azerbaijan bersama Armenia dan Georgia menjadi bagian Republik Federasi Demokrasi Transkaukasia yang berumur pendek. Saat republik itu bubar pada Mei 1918, Azerbaijan menyatakan kemerdekaan sebagai Republik Demokrasi Azerbaijan. RDA ialah negara republik berpenduduk mayoritas Muslim pertama di dunia dan hanya berlangsung 2 tahun, dari 1918 hingga 1920, sebelum Tentara Merah menyerang Azerbaijan. Pada Maret 1922, Azerbaijan, bersama dengan Armenia dan Georgia, menjadi bagian RSFS Transkaukasia dalam Uni Soviet yang baru terbentuk. Pada 1936, RSFST bubar dan Azerbaijan menjadi republik bagian Uni Soviet sebagai RSS Azerbaijan.

Selama PD II, Jerman Nazi menyerang Uni Soviet. Tujuan utama serangan Operasi Edelweiss Adolf Hitler ialah mencaplok ibukota kaya minyak Azerbaijan, Baku. Karena alasan perang, pekerja minyak Soviet diwajibkan bekerja tanpa henti dan warganegaranya menggali parit dan rintangan antitank untuk menghalau kemungkinan serangan musuh. Namun, Operasi Edelweiss gagal. Pasukan Jerman pertama kali gagal di pegunungan Kaukasus, mereka kalah telak dalam Pertempuran Stalingrad.

Pada 1990, orang Azeri berkumpul untuk memprotes kekuasaan Soviet dan menuntut kemerdekaan. Secara brutal demonstrasi itu ditindas oleh campur tangan Soviet dalam peristiwa yang kini disebut orang Azeri sebagai Januari Hitam. Namun pada 30 Agustus 1991, Azerbaijan memproklamasikan kemerdekaannya saat jatuhnya Uni Soviet. Sayangnya, tahun-tahun awal kemerdekaannya teralihkan dengan perang terhadap Armenia dan gerakan separatis Armenia atas kawasan Nagorno-Karabakh. Meski ada gencatan senjata di tempat sejak 1994, Azerbaijan belum memecahkan konflik dengan Armenia atas wilayah yang dominannya orang Armenia. Sejak akhir perang, Azerbaijan kehilangan kendali 14 – 16% wilayahnya termasuk Nagorno-Karabakh sendiri. Sebagai akibat konflik, kedua negara menghadapi masalah pengungsi dan orang terlantar seperti kesulitan ekonomi.

Namun, mantan pemimpin Azeri Soviet Heydər Əliyev mengubah pola ini di Azerbaijan dan mulai mengeksploitasi cadangan minyaknya yang kaya di Baku, sesuatu yang membuat Azerbaijan terkenal. Heyder Eliyev juga membersihkan perjudian dan bisa menekan tingkat pengangguran di negara itu. Ia juga mencari hubungan lebih dekat dengan Turki saat secara serentak membuat usaha memecahkan konflik Karabakh secara damai dengan Armenia. Namun, keadaan politik di Azerbaijan tetap tegang khususnya setelah Heydar Aliyev, saat kematiannya, memilih putranya Ilham menyandang jabatan presiden. Kekuatan oposisi Azeri tak puas dengan pergantian dinasti ini dan menuntut pemerintahan demokratis.

2. TURKMENISTAN


Peta lokasi Turkmenistan

2.1 Profile Singkat

Nama resmi : Republik Turkmenistan (Türkmenistan Respublikasy)

Bendera :

Lambang :

Lagu kebangsaan : Garaşsyz, Baky Bitarap,Türkmenistanyň döwlet gimni

Ibu kota (dan kota terbesar) : Ashgabat

Bahasa resmi : Turkmen

Bahasa untuk percakapan antarsuku : Rusia

Pemerintahan : Republik (de jure)
– Presiden : G. Berdimuhammedow

Kemerdekaan : 27 Oktober 1991 (Dari Uni Soviet)

Luas wilayah :
– Total : 488,100 km2
– Air (%) : dapat dihiraukan

Penduduk :
– Perkiraan 2007 : 5,097,028 jiwa
– Kepadatan :10/km2

Agama mayoritas : Islam Sunni ( 4,536,355 jiwa [89%])

PDB (KKB) : Perkiraan 2005
– Total : US$35,93 miliar
– Per kapita : US$7.266

Mata uang : Manat (TMM)

Zona waktu : (UTC+5)
– Musim panas (DST) : (UTC+5)

Ranah Internet : .tm

Kode telepon : 993

2.2 Sejarah Singkat


Peta administrasi Turkmenistan

Wilayah Turkmenistan telah lama dikenal banyak orang dalam sejarah. Banyak pasukan dari berbagai kerajaan yang dikirim ke wilayah ini, demi mendapatkan wilayah yang lebih makmur. Wilayah ini sudah lama dikenal terutama oleh berbagai kekaisaran Persia. Sejarah wilayah ini dimulai saat Kaisar Akhemeniyah (Kekaisaran kuno pertama Persia) menaklukan wilayah ini dan membaginya dalam tiga wilayah, Margiana, Khwarezmia, Parthia.

Aleksander Agung menaklukan wilayah ini pada abad ke-IV SM pada perjalanannya menuju Asia Tengah, dan pada saat itu pula Jalur Sutra dibangun sebagai jalur perdagangan utama yang menghubungkan Asia dan Cekungan Mediterania. Beberapa abad kemudian, berdiri Kekaisaran Parthia Persia dan membangun ibukotanya di Nisa (Situs Warisan Dunia UNESCO di Turkmenistan), yang saat ini berada sekitar 18 km ke arah barat daya Ashgabat. Setelah kejatuhan kekaisaran Parthia, wilayah ini kerap kali diduduki oleh berbagai kekaisaran Iran untuk beberapa abad.
Magtymguly Pyragy


Istana Presiden di Ashgabat

Pada abad ke-VII SM, bangsa Arab menaklukan wilayah ini dan sekaligus memperkenalkan Islam dan juga budaya Timur Tengah. Turkmenistan mulai dikenal luas ketika khalifah Ma’mun Ar-Rasyid dari dinasti Bani Abbasiyah memindahkan ibukota kerajaan Khorasan Raya ke Merw (Situs Warisan Dunia UNESCO di Turkmenistan).

Pada pertengahan abad ke-XI Kekaisaran Turki Seljuk memusatkan kekuasaan wilayahnya di Turkmenistan dalam upaya untuk meluaskan wilayah kekaisarannya hingga Khorasan. Pada pertengahan abad ke-XII, kekuasaan Kekaisaran Turki Seljuk pun jatuh yang dikalahkan oleh Genghis Khan yang pada saat itu berhasil merebut kekuasaan di wilayah timur Laut Kaspia dalam rangka pengembaraannya ke barat.

Tujuh abad kemudian, bangsa Turkmen hidup dibawah kekuasaan berbagai kekaisaran dan perang antarsuku. Sekitar abad ke-XVII dan ke-XIX Masehi, kekuasaan di Turkmenistan diperebutkan oleh Kekaisaran Persia, Kekahanan Khiva, para Emir dari Bukhara, dan penguasa Afganistan. Selama masa ini, pemimpin spiritual Turkmen, Magtymguly Pyragy terkenal karena upaya untuk menjaga kebebasan dan otonomi bagi rakyatnya.


Masjid Ärtogrul Gazy di Ashgabat, nama dari nama ayah Osman Ghazi, pendiri Kekaisaran Ottoman

Pada saat itu, wilayah yang luas di Asia Tengah, termasuk Turkmenistan belum dipetakan dan hampir tidak dikenal secara luas oleh bangsa Eropa dan Dunia Barat. Persaingan untuk menguasai wilayah tersebut antara Kekaisaran Inggris dan Kekaisaran Tsar Rusia ditandai dengan Permainan Besar. Sepanjang penaklukan mereka di Asia Tengah, Rusia disambut dengan perlawanan yang paling berat oleh Turkmenistan. Bagaimanapun juga, pada tahun 1894 Rusia telah dapat menancapkan pengaruhnya di Turkmenistan dan memasukkan wilayah itu ke dalam wilayah kekaisarannya.

Berdasarkan Perjanjian Anglo-Rusia 1907, perang antara Kekaisaran Rusia dengan Kekaisaran Inggris di Asia Tengah pun usai. Sejak saat itu, Turkmenistan berada penuh dalam kekuasan Kekaisaran Tsar Rusia. Berbagai pengaruh dari budaya Rusia, termasuk bahasa pun mulai diperkenalkan kepada bangsa Turkmen. Revolusi Oktober 1917 yang terjadi di Rusia dan ketidakseimbangan politik menyebabkan keinginan bangsa Turkmen mendeklarasikan Republik Sosialis Soviet Turkmenistan, salah satu dari enam republik di Uni Soviet.
Seorang Turkmen berbusana tradisional, sekitar 1905–1915.

Perubahan besar terjadi dalam kehidupan bangsa Turkmen. Bangsa Turkmen pun didorong untuk sekular dan mengadaptasi cara berpakain bangsa Eropa. Aksara yang digunakan dalam bahasa Turkmen pun diganti dari aksara Arab kuno ke Latin dan pada akhirnya menggunakan Aksara Sirilik.

Namun, membawa bangsa Turkmen untuk meninggalkan cara-cara tradisional mereka untuk mendukung komunisme tidak sepenuhnya berhasil hingga akhir tahun 1948. Kebijakan nasional Uni Soviet, antara tahun 1920 hingga 1930, sebenarnya mempromosikan “Penemuan Tradisi Bangsa Turkmen”. Bangsa Turkmen mendapat perlakuan yang lebih dalam administrasi Soviet dan sistem pendidikan. Selama tahun Stalin memerintah, beliau mengizinkan bahasa Turkmen sebagai bahasa resmi di Republik Sosialis Soviet Turkmenistan.

Ketika Uni Soviet mulai runtuh, Turkmenistan dan republik Asia Tengah lainnya cemas akan keadaan negara, karena mereka membutuhkan kekuatan ekonomi dan pasar umum dari Uni Soviet untuk bisa mencapai kemakmuran. Namun demikian, Turkmenistan mengumandangkan kemerdekaannya pada tanggal 27 Oktober 1991, dan merupakan republik terakhir Soviet yang memisahkan diri.

Pada tahun 1991, Turkmenistan bergabung dalam Persemakmuran Negara-Negara Merdeka, sebuah organisasi internasional yang anggotanya terdiri dari negara-negara pecahan Uni Soviet. Namun, Turkmenistan mngurangi status keanggotaannya dalam organisasi tersebut menjadi “anggota asosiasi” pada Agusus 2004. Pernyataan yang disampaikan oleh Presiden Turkmenistan bahwa kebijakan negara tersebut akan netral selamanya.

Pemimpin lama Republik Sosialis Soviet Turkmenistan, Saparmurat Niyazov menjadi presiden pertama Turkmenistan setelah keruntuhan Uni Soviet. Di bawah kepemimpinan beliau, hubungan antara bangsa Rusia dan Turkmen sangat dingin. Beliau menyebut dirinya sebagai seorang promotor Muslim tradisional dan budaya bangsa Turkmen, bahkan beliau menyebut dirinya sebagai Türkmenbaşy, yang berarti Pemimpin semua bangsa Turkmen. Perpanjangan kekuasaan beliau bertambah besar pada awal 1990an, dan pada tahun 1999, beliau menjadi Presiden seumur hidup.

Beliau meninggal dunia pada 21 Desember 2005 tanpa meninggalkan pewaris. Seorang mantan wakil perdana menteri dikabarkan adalah anak tidak sahnya beliau. Gurbanguly Berdymukhamedov dipilih untuk menggantikan beliau pada 11 Februari 2007 melalui pemilihan umum.

3. UZBEKISTAN


Peta lokasi uzbekistan

3.1 Profile Singkat

Nama resmi : Republik Uzbekistan (O‘zbekiston Respublikasi atau O‘zbekiston Jumhuriyati)

Bendera :

Lambang :

Lagu kebangsaan : O`zbekiston Respublikasining Davlat Madhiyasi

Ibu kota (dan kota terbesar) : Tashkent

Bahasa resmi : Uzbek

Pemerintahan : Republik
– Presiden : Islam Karimov
– Perdana Menteri : Shavkat Mirziyayev

Kemerdekaan :1 September 1991 (Dari Uni Soviet)

Luas wilayah :
– Total : 447,400 km2
– Air (%) : 4,9%

Penduduk :
– Perkiraan 2007 : 27,780,059 jiwa
– Kepadatan :60/km2

Agama mayoritas : Islam Sunni ( 24,446,452 jiwa [88%])

PDB (KKB) : Perkiraan 2005
– Total : AS$45,75 miliar
– Per kapita : AS$1.766

Mata uang : Som (UZS)

Zona waktu : (UTC+5)
– Musim panas (DST) (UTC+5)

Ranah Internet : .uz

Kode telepon : 998

3.2 Sejarah Singkat


Peta administrasi uzbekistan

Wilayah Uzbekistan telah dihuni sejak milennium kedua SM. Ada temuan-temuan perkakas purba manusia serta monumen-monumen di daerah Ferghana, Tashkent, Bukhara, Khorezm (Khwarezm, Khorasmia) dan Samarkand.

Alexander Agung menaklukkan Sogdiana dan Baktria pada 327 SM, menikahi Roxana, anak seorang ketua suku Baktria setempat. Namun, penaklukan ini rupanya tidak banyak menolong Alexander karena rakyat melawan dengan sengit, sehingga tentara Alexander akhirnya terpukul di wilayah ini.


Samarkand

Selama berabad-abad wilayah Uzbekistan diperintah oleh Kekaisaran Iran, seperti Kekaisaran Parthia dan Sassanian.

Pada abad ke-14 M., Timur, yang juga dikenal sebagai Timur Lenk, mengalahkan bangsa Mongol dan membangun sebuah imperium. Dalam peperangannya, Timur Lenk memperluas wilayahnya hingga ke Timur Tengah. Ia mengalahkan Sultan Ottoman Bayezid I. Bayezid ditangkap dan meninggal dalma penahanan. Timur Lenk berusaha membangun ibukota imperiumnya di Samarkand. Kini Timur Lenk dianggap sebagai salah satu pahlawan terbesar di Uzbekistan yang memainkan peranan penting dalam identitas dan sejarah nasionalnya. Setelah jatuhnya Imperium Timur Lenk, kaum nomaden Uzbek merebut wilayah ini.


Ibukota Tashkent

Pada abad ke-19, Kekaisaran Rusia mulai berekspansi dan menyebar ke Asia Tengah. Masa “Permainan Besar” pada umumnya dianggap berlangsung dari lebih kurang 1813 hingga Konvensi Inggris-Rusia 1907. Setelah Revolusi Bolshevik tahun 1917 tahap kedua yang tidak begitu intensif berlangsung. Pada awal abad ke-19, ada wilayah sekitar 3,200 km yang memisahkan India Britania dengan wilayah-wilayah di pinggiran Kekaisaran Rusia. Banyak dari daerah antara ini tidak terpetakan.

4. TAJIKISTAN


Peta lokasi Tajikistan

4.1 Profile Singkat

Nama resmi : Republik Tajikistan (Jumhurii Tojikiston)

Bendera :

Lambang :

Lagu kebangsaan: Surudi milli

Ibu kota (dan kota terbesar) : Dushanbe

Bahasa resmi : Tajik

Pemerintahan : Republik
– Presiden : Emomali Rahmonov
– Perdana Menteri : Oqil Oqilov

Kemerdekaan : 9 September 1991 (Dari Uni Soviet)

Luas wilayah (km2):
– Total : 143,100 km2
– Air (%) : 0,3%

Penduduk :
– Perkiraan 2007 : 7,076,598 jiwa
– Kepadatan : 50/km2

Agama mayoritas : Islam Sunni ( 6,368,938 jiwa [90%])

PDB (KKB) : Perkiraan 2005
– Total : AS$7,85 miliar
– Per kapita : AS$1.246

Mata uang : Somoni (TJS)

Zona waktu : (UTC+5)
– Musim panas (DST) : (UTC+5)

Ranah Internet : .tj

Kode telepon : 992

4.2 Sejarah Singkat

Peta administrasi Tajikistan

Republik Tajikistan adalah sebuah negara sempalan Uni Soviet di Asia Tengah yang berbatasan dengan Afganistan, Republik Rakyat Cina, Kirgizstan, dan Uzbekistan. kondisi geografisnya merupakan dataran tinggi yang tidak berbatasan dengan laut.


Pegunungan Fan di Tajikistan

5. KYRGYZSTAN


Peta lokasi Kyrgyzstan

5.1 Profile Singkat

Nama resmi : Republik Kyrgyzstan (Kyrgyz Respublikasy atau Kyrgyzskaya respublika)

Bendera :

Lambang :

Lagu kebangsaan : Lagu Kebangsaan Kirgizstan

Ibu kota (dan kota terbesar) : Bishkek

Bahasa resmi : Kirgiz, Rusia

Pemerintahan : Republik
– Pejabat Presiden : Roza Otunbayeva

Kemerdekaan : 31 Agustus 1991 (Dari Uni Soviet)

Luas wilayah (km2) :
– Total : 198,500 km2
– Air (%) : 3,6%

Penduduk :
– Perkiraan 2007 : 5,284,149 jiwa
– Kepadatan : 25/km2

Agama mayoritas : Islam Sunni ( 4,227,319 jiwa [80%])

PDB (KKB) : Perkiraan 2005
– Total : US$9,87 miliar
– Per kapita : US$1.934

Mata uang : Som (KGS)

Zona waktu : (UTC+6)
– Musim panas (DST) : tidak ada (UTC+6)

Ranah Internet : .kg

Kode telepon : 996

5.2 Sejarah Singkat


Peta administrasi Kyrgyzstan

Kirgizstan (Bahasa Kirgiz: Кыргызстан) yang dulu, sebelum berpisah dari Uni Soviet dikenal sebagai Kirgisia adalah sebuah negara yang terletak di Asia Tengah. Berbatasan dengan Republik Rakyat Cina, Kazakhstan, Tajikistan, dan Uzbekistan. Ibu kotanya berada di Bishkek (dulunya Frunze).


Ibukota Bishkek

Kirgizstan dianeksasi oleh Kekaisaran Rusia pada 1864; negara ini memperoleh kemerdekaannya pada 1991. Di bawah Uni Soviet, Kirgizstan menjadi Republik Sosialis Soviet pada 1937 dengan nama lengkap Republik Sosialis Soviet Kirgizia (atau RSS Kirgizia).

Pada tahun 2005, terjadi kerusuhan di Kirgizstan yang berujung pada jatuhnya presiden Askar Akayevich Akayev.


American University Of Central Asia

6. KAZAKHSTAN


Peta lokasi Kazakhstan

6.1 Profile Singkat

Nama resmi : Republic of Kazakhstan (Qazaqstan Respwblïkası)

Bendera :

Lambang :

Lagu kebangsaan : “Kazakhstan-ku” atau Менің Қазақстаным (Kazakh)

Ibu kota : Astana

Kota terbesar : Almaty

Bahasa resmi : Kazakh (bahasa resmi dan bahasa mayoritas), Rusia (bahasa resmi kedua)

Kelompok etnik : (sensus 2009?)
67% : Kazakh
18% : Rusia
2.7% : Ukraina
2.6% : Uzbek
1.5% : Uyghur
1.4% : Tatar
1.3% : Jerman
5.5% : lainnya

Demonim : Kazakh atau Kazakhstani

Pemerintahan : Republik
– Presiden : Nursultan Nazarbayev
– Perdana Menteri : Karim Massimov

Kemerdekaan : dari Uni Soviet
– Kazakh Khanate : 1465
– Daerah Otonomi Alash : 13 Desember 1917
– Republik Sosialis Soviet Kazakh : 5 Desember 1936
– Dideklarasikan : 16 Desember 1991
– Disempurnakan : 25 Desember 1991

Luas wilayah (km2) :
– Total : 2,724,900 km2
– Air (%) : 1,7%

Penduduk :
– Perkiraan 2007 : 15,284,929 jiwa
– Kepadatan 6/km2 (226)

Agama mayoritas : Islam Sunni ( 7,183,917 jiwa [47%])

PDB (KKB) : Perkiraan 2008
– Total : US$177,835 miliar
– Per kapita : US$11.434

PDB (nominal) : Perkiraan 2008
– Total : US$135,601 miliar
– Per kapita : US$8.719

Mata uang : Tenge (Tenge symbol.svg) (KZT)

Zona waktu : Barat/Timur (UTC+5/+6)

Lajur kemudi : Kanan

Ranah Internet : .kz

Kode telepon : +7-6xx, +7-7xx

6.2 Sejarah Singkat


Peta administrasi Kazakhstan

Republik Kazakhstan adalah negara pecahan Uni Soviet yang terbesar kedua setelah Rusia. Di negara ini banyak terdapat etnis Rusia. Tempat peluncuran roket luar angkasa Rusia, Baikonur, juga terletak di Kazakhstan. Kazakhstan berbatasan dengan Rusia, Republik Rakyat Cina, Kirgizstan, Uzbekistan, Turkmenistan, dan Laut Kaspia.


Menara Bayterek di Astana, ibukota Kazakhstan

Kazakstan memproklamasikan kemerdekaannya pada 16 Desember 1991. Bangsa Kazakh adalah etnik terbesar yang menempati wilayah Kazakstan dan merupakan keturunan dari kabilah Turki dan Mongol. Pada awal abad XVIII, Kazakstan dikuasai Rusia. Pada abad XIX, bersama kawasan di Asia Tengah, penduduk Kazakstan mengenal dan menganut agama Islam. Ketika revolusi komunis menang di Rusia dan Uni Soviet berdiri, sejak tahun 1920, Kazakstan dijadikan salah satu dari 15 negara yang tergabung dalam Uni Soviet. Seiring dengan bubarnya Uni Soviet, Kazakstan pun memerdekakan diri dan menjadi negara berbentuk Republik. Negara ini memiliki keuntungan secara geografis karena terletak di antara Asia Tengah dan Eropa Timur, sehingga secara geopolitik layak diperhitungkan.


Kosmodrom Baikonur adalah fasilitas peluncuran satelit dan pesawat ulang-alik tertua dan terbesar di dunia

sumber:
wikipedia.org
bbc.co.uk
lib.utexas.edu/maps

GARIS SEJARAH: Islam Politik “Dinasti Islam” Periode Awal

Oleh : Muhammad Ilham & Yulniza

Nabi Muhammad SAW. telah meletakkan dasar-dasar Islam di Mekkah dengan penuh tantangan dari kaum Qurays. Pada periode Mekkah ini, Nabi Muhammad SAW belum berhasil membentuk komunitas Islam, karena jumlah pengikutnya masih sedikit. Dengan demikian, pada periode Mekkah ini beliau hanya berfungsi atau hanya memfungsikan perannya sebagai seorang pemimpin agama. Akan tetapi, setelah hijrah ke Madinah pada tahun 1 H./622 M., jumlah pengikutnya mulai bertambah sehingga beliau perlu meletakkan dasar-dasar masyarakat Islam.[1]


Peta Timur-Tengah pada abad ke-VI Masehi

Di Madinah inilah Nabi Muhammad SAW mulai melakukan kegiatan dan strategi untuk membangun masyarakat Islam. Kegiatan yang dilakukannya diantaranya membangun masjid sebagai sarana ibadah dan sosial. Kemudian meningkatkan rasa ukhuwah Islamiyah dalam rangka mempersaudarakan antara kaum Anshar dan kaum Muhajirin. Selanjutnya menjalin hubungan persahabatan dengan orang-orang non-muslim dimana pada waktu itu, masyarakat Madinah secara sosiologis, terdiri dari tiga kelompok besar masing-masing kelompok muslim, Arab yang belum masuk Islam dan kelompok Yahudi. Untuk itu dibentuklah suatu konstitusi yang kemudian dalam sejarah dikenal dengan Konstitusi Madinah.[2] Dengan adanya Konstitusi Madinah tersebut, hal ini memperlihatkan bahwa masyarakat Madinah pada waktu itu telah membentuk satu kekuatan politik bentuk baru yang bernama ummah atau komunitas.[3] Bentuk ummah inilah yang kemudian berkembang menjadi kekuatan politik yang besar dan akhirnya menjadi Negara. Di Madinah ini keadaan nabi Muhammad SAW dan ummat Islam mengalami perobahan yang cukup signifikan. Kalau di Mekkah mereka sebelumnya merupakan ummat yang lemah dan tertindas, maka setelah hijrah ke Madinah, mereka memiliki kedudukan yang baik dan menjadi ummat yang kuat dan mandiri secara social-politik. Nabi Muhammad SAW sendiri kemudian menjadi pemimpin dari masyarakat yang baru terbentuk tersebut, yang pada giliran selanjutnya, komunitas ini menjelma menjadi suatu Entitas Negara.


Ekspansi wilayah Islam pada zaman Nabi Muhammad SAW dan Al-Khulafa al-Rasyidin

Negara itu pada masa Nabi Muhammad SAW meliputi seluruh Semenanjung Arabia. Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa di Madinah Nabi Muhammad SAW bukan hanya sebagai Rasulullah (pemimpin agama) an sich, akan tetapi juga merupakan kepala Negara. Pada diri Nabi Muhammad SAW terhimpun dua kekuasaan yaitu kekuasaan spiritual dan kekuasaan duniawi.[4] Setelah nabi Muhammad SAW wafat, tepatnya pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal 11 H./8 Juni 632 M., fungsinya sebagai pemimpin agama tidak dapat digantikan oleh siapapun karena penggantian Nabi Muhammad SAW itu didasarkan pada otoritas mutlak dan penegasan Illahi dan tidak dapat dialihfungsikan oleh manusia,[5] akan tetapi fungsi Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin politik harus dan mesti ada yang mengganti kannya. Oleh sebab itu, setelah nabi Muhammad SAW wafat, persoalan pertama yang muncul adalah persoalan politik yaitu persoalan siapa yang berhak menggantikan beliau sebagai kepala Negara. Ada tiga golongan yang bersaing dalam perebutan kepemimpinan yaitu kaum Anshar, kaum Muhajirin dan keluarga Hasyim.[6]

Persoalan ini muncul karena tidak ada wasiat dari Nabi Muhammad SAW. Proses pemilihan pemimpin politik sebagai pengganti Nabi Muhammad SAW sangat menegangkan dan hamper saja menimbulkan pertumpahan darah, karena masing-masing golongan merasa dan mengklaim paling berhak sebagai pengganti Nabi. Namun setelah melalui musyawarah dan pertimbangan-pertimbangan logis-rasional, maka terpilihlah Abu Bakar Ash-shiddiq sebagai khalifah yang pertama.[7]

Masa pemerintahan khalifah Abu Bakar Ash-shiddiq tidak begitu lama (11-13 H./632-634 M.). Kemudian berturut-turut yang memerintah adalah ‘Umar bin Khattab (13-23 H./634-644 M.), ‘Utsman bin Affan (23-35 H./644-656 M.) dan ‘Ali bin Abi Thalib (35-40 H./656-661 M.).[8]. Dalam sejarah Islam keempat orang pengganti Nabi Muhammad SAW tersebut adalah pemimpin yang adil dan benar. Mereka menyelamatkan dan mengembangkan dasar-dasar tradisi dari Rasulullah SAW bagi kemajuan Islam dan ummatnya. Karena itu, kepada mereka diberi gelar Al-Khulafa al-Rasyidin. Pada masa Nabi Muhammad SAW., negara Islam baru meliputi Kota Madinah yang merupakan City State atau Stadstaat. Akan tetapi pada masa Khulafa al-Rasyidin, kekuasaan Islam telah meluas. Negara Islam telah menjadi A World State.[9]

Dengan meninggalnya ‘Ali bin Abi Thalib, maka berakhir pula kekuasaan Khulafa al-Rasyidin. Pada masa ini, Gubernur Syam yaitu Mu’awiyyah bin Abi Syofyan tampil sebagai penguasa Islam yang kuat. Masa kekuasaannya merupakan awal dari kedaulatan Dinasti Umayyah. Mu’awiyyah bin Abi Syofyan adalah pembangun Dinasti Umayyah sekaligus menjadi khalifahnya yang pertama. Beliau memindahkan ibu kota pemerintahan Islam dari Kuffah ke Damaskus.[10] Dengan naiknya Mu’awiyyah bin Abi Syofyan ini sebagai penguasa Dinasti Umayyah tersebut, hal ini merupakan tahapan peralihan yang menyimpangkan Negara Islam atau al-Dawlah al-Islamiyyah dari system khilafah menjadi pemerintahan yang monarchiheredetis (kerajaan turun temurun).[11] Dinasti Ummayyah ini berkuasa dari tahun 41-132 H./661-750 M. dengan 14 orang khalifah.[12]


Merah tua: Ekspansi wilayah Islam di zaman Rasulullah, 622-632

Masa pemerintahan Dinasti Umayyah ini dikenal sebagai era agressif dalam sejarah peradaban Islam. Stressing kebijakan politik tertumpu pada perluasan wilayah kekuasaan. Dinasti ini melakukan ekspansi besar-besaran, baik ke bahagian barat maupun ke bahagian belahan timur dunia. Wilayah kekuasannya menjadi sangat luas, diantaranya meliputi Spanyol, Afrika Utara, Syiria, Jazirah Arabia, Palestina, Irak, sebagian Asia Kecil, Persia, Afghanistan, Pakistan, Uzbekistan, Turkistan dan Kyrghistan di Asia Tengah.[13] Kebesaran yang telah diraih oleh Dinasti Umayyah ini ternyata tidak mampu membuatnya bertahan lama. Dinasti ini hanya mampu bertahan selama lebih kurang 90 tahun, dan setelah itu hancur ditelan sejarah. Diantara penyebab langsungnya antara lain dengan munculnya kekuatan baru yang dipelopori oleh keturunan al-‘Abbas bin ‘Abd al-Muthalib. Dalam hal ini sebenarnya terdapat beberapa factor yang mendukung keberhasilan mereka dalam menggulingkan Dinasti Umayyah, antara lain meningkatnya kekecewaan kelompok Mawali terhadap Dinasti Umayyah, pecahnya persatuan diantara suku-suku bangsa Arab, munculnya kekecewaan masyarakat agamais dan keinginan mereka untuk memiliki pemimpin kharismatik serta perlawanan Syi’ah.[14]


Provinsi-provinsi Abbasiyah selama khalifah Harun Al-Rasyid – 786-809 M

Setelah hancurnya Dinasti Umayyah ini, muncullah Dinasti Abbasiyah sebagai penggantinya. Dinasti ini didirikan oleh salah seorang keturunan paman Nabi Muhammad SAW yang bernama ‘Abdullah al-Saffah bin Muhammad Ali bin ‘Abdullah bin ‘Abbas. Dinasti Abbasiyah mewarisi imperium besar dari Dinasti Umayyah. Mereka dapat mencapai hasil yang lebih banyak karena landasannya infrastruktur dan supra strukturnya telah dipersiapkan oleh Dinasti Umayyah. Dengan berdirinya Dinasti Abbasiyah ini pusat pemerintahannya kemudian dipindahkan dari Damaskus di Syam ke Baghdad di Iraq. Kekuasaan Dinasti Abbasiyah ini berlangsung dalam rentang waktu yang cukup lama yaitu dari tahun 132-656 H./750-1258 M.[15]

Rentang waktu yang begitu lama yang dilalui oleh Dinasti Abbasiyah ini bukanlah berarti khalifahnya sama atau sejajar. Karena inilah, secara metodologis, para sejarawan kemudian membagi masa Dinasti Abbasiyah ini ke dalam tiga periode yaitu :

Periode Pertama dari tahun 132-232 H./750-850 M. dimana pada periode ini khalifah Abbasiyah berkuasa penuh.

Periode Kedua dari tahun 232-590 H./850-1195 M. dimana kekuasaan khalifah berada ditangan orang atau kelompok lain yaitu di tangan orang-orang Turki, Bani Buwaihi dan Bani Seljuk.

Periode Ketiga berlangsung dari tahun 590-656 H./1195-1258 M. dimana pada periode ini kekuasaan kembali kepada para khalifah Dinasti Abbasiyah namun wilayah kekuasaan mereka telah menyempit yaitu di sekitar pusat pemerintahan saja (dalam hal ini kota Baghdad dan sekitarnya).


Perluasaan wilayah islam ke kawasan Afrika Utara, Eropa, Laut Tengah dan sekitarnya pada abad ke-IX M

Catatan kaki:

[1] Teori ini pada umumnya disepakati oleh beberapa sejarawan, lihat diantaranya Ira M. Lapidus, Sejarah Sosial Ummat Islam, terj., Jakarta: Rajawali Press, 1996; Marshal G. Hodgson, The Venture of Islam, terj., Jakarta: Paramadina, 1999; Nourouzzaman Shiddiqie, Jeram-Jeram Peradaban Islam, Yogyakarta: LKiS, 1993; Ismail Raji al-Faruqi, Atlas Budaya Islam, Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia, 1985

[2] Konstitusi Madinah berisi 47 Pasal. Dari pasal-pasal tersebut dapat diambil 5 pointers penting yaitu : Satu, bahwa komunitas itu memiliki kepentingan agama dan politik. Dua, kemerdekaan beragama dijamin bagi semua komunitas. Ketiga, seluruh penduduk Madinah memiliki toleransi moril dan materil serta menangkal agresi yang ditujukan kepada Madinah. Keempat, Nabi Muhammad SAW adalah pemimpin tertinggi masyarakat Madinah. Kelima, penetapan dasar politik, ekonomi dan social bagi setiap komunitas. Bandingkan juga dengan Umar Syarif, Fi al-Nizham al-Hukm al-Islam, Kairo: Mathba’ah, 1979, hal. 23; Ibn Hisyam, al-Shirah al-Nabawiyyah, Jilid I, Kairo: Mathba’ah, tt, hal, 501; Muhammad Hussein Haikal, Sejarah Hidup Muhammad, terj., Jakarta: Litera Antar Nusa, 1970; Ali Mufrodi, Islam di Kawasan Arab, Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1997, hal. 27

[3] William Montgomerry Watt, Muhammad Prophet and Stateman, New York: Oxford University Press, 1969, hal. 94

[4] Harun Nasution, Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspek, Jilid I, Jakarta: Universitas Indonesia Press, 1985, hal. 92

[5] William Montgomerry Watt, Kejayaan Islam : Kajian Kritis Dari Orientalis, terj., Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya, 1990, hal. 8

[6] Amin Said, Nasy’ah al-Dawlah al-Islamiyyah, Mesir: Isa al-Halabi, tt., hal. 193. Lihat juga Syed Mahmudunnasir, Islam : Its Concepts and History, Bandung: Rosda Karya, 1994, hal. 158

[7] M.A. Shaban, Sejarah Islam Penafsiran Baru, terj., Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1993, hal. 25

[8] Lebih detail, secara kronologis dan deskriptif ringkas lihat CE. Bosworth, Dinasti-Dinasti Islam, terj. Bandung: Mizan, 1994

[9] Mengenai perluasan wilayah kekuasaan Islam pada masa Khulafa al-Rasyidin ini dpata dilihat dalam Ali Mufrodi, Islam ……, hal. 67; Harun Nasution, sejarah Ringkas Islam, Jakarta: Djambatan, 1980, hal. 5

[10] Ali Mufrodi, Islam …., hal. 69

[11] Abu A’la al-Maududi, Khilafah dan Kerajaan, terj., Bandung: Mizan, 1996, hal. 188

[12] CE. Bosworth, Dinasti ……., hal. 37-41

[13] Harun Nasution, Islam ………, hal. 62

[14] Kelompok Mawali yaitu non-Arab yang telah memeluk agama Islam. Mereka kecewa karena diperlakukan secara diskriminatif oleh penguasa Dinasti Umayyah. Perpecahan antara suku-suku Arab menyebabkan munculnya kembali fanatisme Arab Utara dan Arab Selatan. Hal ini juga mengakibatkan munculnya gerakan Hasyimiyah. Menurut mereka, idealnya Negara harus dipimpin oleh penguasa yang memiliki integritas agama dan politik. Sedangkan orang-orang Syi’ah memiliki dendam histories dan mereka tidak bias melupakan tragedy Karbala yang memilukan tersebut dan perlakuan kejam Dinasti Umayyah terhadap keturunan Ali bin Abi Thalib. Lebih lanjut lihat J.J. Sounder, A History of Medieval Islam, London: tt., hal. 96

[15] Bojena Gajane Stryzewska, tarikh al-Dawlah al-Islamiyyah, Jilid III, Beirut: Al-Maktab al-Islamiyyah, tth., hal. 360

sumber:
http://ilhamfadli.blogspot.com
http://www.princeton.edu/~humcomp/dimensions.html

60 Besar Negara dengan Populasi “Muslim Terbanyak” di Dunia

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat. ” (QS. Al-Hujuraat/49:10)

Berdasarkan ayat Al-Qur’an tersebut diatas dan diperkuat lagi dengan beberapa keterangan dari Hadits yang shahih, bahwa seluruh Orang-orang Mukmin pada khususnya dan orang-orang Muslim pada umumnya yang berada di Dunia ini adalah bersaudara.


Dunia Islam, penganut sunni (hijau) dan syiah (hijau tua)

Dalam Agama Islam dikenal satu ikatan persaudaraan yang sangat kuat dan kokoh yaitu “Ikatan Tauhid” atau “Ikatan Aqidah”, bukannya ikatan yang didasarkan atas tempat kelahirah atau Tanah Air (Nasionalisme).

Yang dimaksud Tanah Air Islam adalah “Tanah Air dimana orang-orang Islam (kaum Muslimin) tinggal dan menetap serta dapat melaksanakan semua ajaran Agamanya secara bebas dan leluasa” serta tidak dapat dibatasi oleh sekat-sekat wilayah atau batas-batas geografis suatu negara.

Berdasarkan pemikiran diatas, maka sudah sepatutnya bagi setiap muslim dimanapun dia berada dan darimanapun dia berasal, untuk lebih mengenal saudara muslim lainnya yang berada dibelahan Dunia lain. Salah satunya adalah bahwa dia harus mengetahui dan mengenal lebih dekat “Negara ataupun Wilayah” lain yang ditempati oleh saudaranya seiman atau “sesama muslim” tersebut.

Demografi Islam

Islam (Arab: al-islām, الإسلام): “berserah diri kepada Tuhan”) adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah. Dengan lebih dari satu seperempat miliar orang pengikut di seluruh dunia, menjadikan Islam sebagai agama terbesar kedua di dunia setelah agama Kristen. Islam memiliki arti “penyerahan”, atau penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan (Arab: الله, Allāh). Pengikut ajaran Islam dikenal dengan sebutan Muslim yang berarti “seorang yang tunduk kepada Tuhan”, atau lebih lengkapnya adalah Muslimin bagi laki-laki dan Muslimat bagi perempuan. Islam mengajarkan bahwa Allah menurunkan firman-Nya kepada manusia melalui para nabi dan rasul utusan-Nya, dan meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa Muhammad adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus ke dunia oleh Allah.

Saat ini diperkirakan terdapat antara 1.250 juta hingga 1,4 milyar umat Muslim yang tersebar di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut sekitar 18% hidup di negara-negara Arab, 20% di Afrika, 20% di Asia Tenggara, 30% di Asia Selatan yakni Pakistan, India dan Bangladesh. Populasi Muslim terbesar dalam satu negara dapat dijumpai di Indonesia. Populasi Muslim juga dapat ditemukan dalam jumlah yang signifikan di Republik Rakyat Cina, Amerika Serikat, Eropa, Asia Tengah, dan Rusia.

Pertumbuhan Muslim sendiri diyakini mencapai 2,9% per tahun, sementara pertumbuhan penduduk dunia hanya mencapai 2,3%. Besaran ini menjadikan Islam sebagai agama dengan pertumbuhan pemeluk yang tergolong cepat di dunia. Beberapa pendapat menghubungkan pertumbuhan ini dengan tingginya angka kelahiran di banyak negara Islam (enam dari sepuluh negara di dunia dengan angka kelahiran tertinggi di dunia adalah negara dengan mayoritas Muslim). Namun belum lama ini, sebuah studi demografi telah menyatakan bahwa angka kelahiran negara Muslim menurun hingga ke tingkat negara Barat.


Negara-negara dengan populasi Muslim mencapai 10% (hijau dengan dominan sunni, merah dengan dominan syi’ah) (Sumber – CIA World Factbook, 2004).

60 (enam puluh) Besar Negara

Berikut ini 60 (enam puluh) Besar Negara menurut Populasi Muslim Terbanyak disertai Peta wilayahnya, yaitu:

=====================================================
Ranking Negara Populasi Muslim (% Muslim)
=====================================================

1 Indonesia 207,000,105 (88.20%)


Peta wilayah indonesia

2 Pakistan 159,799,666 (97%)


Peta wilayah pakistan

3 India 151,402,065 (13.4%)


Peta wilayah india

4 Bangladesh 132,446,365 (88%)


Peta wilayah bangladesh

5 Mesir 70,530,237 (95%)


Peta wilayah mesir

6 Turki 68,963,953 (97%)


Peta wilayah turki

7 Nigeria 64,385,994 (45%)


Peta wilayah nigeria

8 Iran 64,089,571 (98%)


Peta wilayah iran

9 Aljazair 32,999,883 (99%)


Peta wilayah aljazair

10 Maroko 32,300,410 (99%)


Peta wilayah maroko

11 Afghanistan 31,571,023 (99%)


Peta wilayah afghanistan

12 Arab Saudi 26,417,599 (-100%)


Peta wilayah arab saudi

13 Sudan 26,121,865 (65%)


Peta wilayah sudan (termasuk sudan selatan)

14 Irak 25,292,658 (97%)


Peta wilayah irak

15 Uzbekistan 23,897,563 (89%)


Peta wilayah uzbekistan

16 Ethiopia 22,533,500 (31.2%)


Peta wilayah ethiopia

17 Russia 21,513,046 (15%)


Peta wilayah russia

18 Yaman 20,519,792 (99%)


Peta wilayah yaman

19 China (RRC) 19,594,707 (1.5%)


Peta wilayah china (RRC)

20 Suriah 16,234,901 (88%)


Peta wilayah suriah

21 Malaysia 14,467,694 (60.4%)


Peta wilayah malaysia

22 Tanzania 12,868,224 (35%)


Peta wilayah tanzania (termasuk zanzibar)

23 Mali 11,062,376 (90%)


Peta wilayah mali

24 Niger 10,499,343 (90%)


Peta wilayah niger

25 Senegal 10,459,222 (94%)


Peta wilayah senegal

26 Tunisia 9,974,201 (99%)


Peta wilayah tunisia

27 Somalia 8,548,670 (99%)


Peta wilayah somalia (termasuk somaliland & puntland)

28 Guinea 8,047,686 (85%)


Peta wilayah guinea

29 Azerbaijan 7,584,311 (93.4%)


Peta wilayah azerbaijan

30 Burkina Faso 7,449,626 (52%)


Peta wilayah burkina faso

31 Kazakhstan 7,137,346 (47%)


Peta wilayah kazakhstan

32 Tajikistan 6,805,330 (95%)


Peta wilayah tajikistan

33 Côte d’Ivoire 6,677,043 (38.6%)


Peta wilayah côte d’ivoire (ivory coast)

34 Kongo (Kinshasa) 6,008,500 (10%)


Peta wilayah Kongo-Kinshasa (zaire)

35 Libya 5,592,596 (97%)


Peta wilayah libya

36 Yordania 5,471,745 (95%)


Peta wilayah yordania

37 Chad 5,306,266 (54%)


Peta wilayah chad

38 Amerika Serikat 4,558,068 (1.5%)


Peta wilayah AS.

39 Turkmenistan 4,407,352 (89%)


Peta wilayah turkmenistan

40 Filipina 4,392,873 (5%)


Peta wilayah filipina

41 Perancis 4,214,790 (6.9%)


Peta wilayah perancis

42 Kyrgyzstan 4,117,024 (80%)


Peta wilayah kyrgyzstan

43 Uganda 4,090,422 (15%)


Peta wilayah uganda

44 Mozambik 3,881,340 (20%)


Peta wilayah mozambik

45 Sierra Leone 3,610,585 (60%)


Peta wilayah sierra leone

46 Ghana 3,364,776 (16%)


Peta wilayah ghana

47 Kamerun 3,276,001 (20%)


Peta wilayah kamerun

48 Thailand 3,272,218 (5%)


Peta wilayah thailand

49 Palestina 3,159,999 (84%)


Peta wilayah negara palestina (hanya jalur gaza & tepi barat, tidak termasuk wilayah yang diduduki oleh israel)

50 Mauritania 3,083,772 (99.9%)


Peta wilayah mauritania

51 Jerman 3,049,961 (3.7%)


Peta wilayah jerman

52 Oman 2,971,567 (99%)


Peta wilayah oman

53 Albania 2,508,277 (70%)


Peta wilayah albania

54 Malawi 2,431,784 (20%)


Peta wilayah malawi

55 Kenya 2,368,071 (7%)


Peta wilayah kenya

56 Eritrea 2,280,799 (50%)


Peta wilayah eritrea

57 Kosovo 2,274,126 (95%)


Peta wilayah kosovo (ex. provinsi serbia & montenegro)

58 Lebanon 2,257,351 (59%)


Peta wilayah lebanon

59 Kuwait 1,985,300 (85%)


Peta wilayah kuwait

60 Uni Emirat Arab 1,948,041 (76%)


Peta wilayah UEA

sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Islam
http://id.wikipedia.org/wiki/Islam_menurut_negara
http://www.lib.utexas.edu/maps/map_sites/country_sites.html

Tahun 2030 Penduduk Muslim Bakal Jadi Mayoritas di Dunia


Persentase penduduk muslim dunia per negara

Jumlah penduduk muslim dunia akan bertambah dua kali lebih cepat dibandingkan penduduk non muslim dalam 20 tahun ke depan, demikian sebuah penelitian yang juga memprediksi bahwa dalam satu generasi mendatang penduduk muslim dunia akan mencapai lebih dari 1/4 (seperempat) total populasi dunia, Kamis.

Dengan menggunakan tingkat kelahiran, kematian dan migrasi penduduk, para peneliti pada Pew Forum on Religion and Public Life memproyeksikan bahwa tingkat pertumbuhan penduduk muslim dunia adalah 1,5 persen per tahun, sementara penduduk non muslim hanya tumbuh 0,7 persen per tahun.


Persentase penduduk muslim dunia

Penelitian bertitel \”The Future of the Global Muslim Population\” ini memproyeksikan bahwa jumlah penduduk muslim pada 2030 akan mengambil 26,4 persen total populasi dunia yang diperkirakan akan mencapai sekitar 8,3 miliar jiwa.

Itu menandakan mengalami peningkatan 3 persen dari penduduk muslim saat ini yang mengambil porsi 23,4 persen dari total penduduk dunia yang sekarang mencapai 6,9 miliar.


Peta negara anggota OKI

Lebih dari enam dari setiap 10 pemeluk agama Islam tinggal di kawasan Asia Pasifik pada 2030, dan Pakistan yang bernuklir, yang beberapa bulan belakangan menjadi tempat bersemainya Islam radikal. Posisi Pakistan nantinya akan menggeser Indonesia sebagai penduduk muslim terbanyak di dunia.


peta negara-negara mayoritas berpenduduk muslim

Di Afrika, populasi penduduk muslim di Nigeria yang adalah negara sub-sahara, akan melampaui jumlah penduduk muslim Mesir pada 20 tahun mendatang, demikian penelitian tersebut.

Di Eropa, Pew memprediksi bahwa jumlah penduduk muslim akan meningkat hampir sepertiga dari jumlah sekarang pada 20 tahun ke depan, dari 44,1 juta orang atau enam persen dari total penduduk Eropa pada 2010, menjadi 58,2 juta orang atau delapan persen dari total penduduk Eropa pada 2030.

Pada 2030 itu, sejumlah negara Uni Eropa akan mengalami naiknya jumlah penduduk muslim hingga mencapai dua digit prosentase dari total penduduk benua itu.

Jumlah penduduk muslim Belgia diproyeksikan meningkat dari enam persen menjadi 10,2 persen dari total penduduknya dalam 20 tahun mendatang, sementara penduduk muslim Prancis diperkirakan mencapai rekor 10,3 persen dari total penduduk pada 2030, atau naik dari porsi sekarang yang 7,5 persen dari total penduduk.

Di Swedia, Pew memprediksi bahwa kaum muslim akan mengambil hampir 10 persen dari total penduduk, padahal sekarang hanya 5 persen.

Penduduk muslim Inggris diprediksi naik dari 4,6 persen menjadi 8,2 persen pada 2030, sedangkan tahun itu juga penduduk muslim Austria akan mencaoai 9,3 persen dari total penduduk, padahal porsi saat ini adalah enam persen.

Russia, yang bukan anggota Uni Eropa, akan terus menjadi negara berpenduduk muslim di Eropa yang pada 2030 akan memiliki penduduk muslim sebanyak 18,6 juta orang atau 14,4 persen dari total penduduk negara terluas dunia itu.

Sementara di Amerika Serikat diproyeksikan akan memliki jumlah penduduk muslim yang lebih banyak di bandingkan negara-negara Eropa di luar Rusia dan Prancis. Namun proporsi penduduk muslim akan lebih kecil dibandingkan yang dimiliki negara-negara Eropa.

Jumlah penduduk muslim AS diperkirakan akan tumbuh dari tingkat sekarang yang kurang dari 1 persen menjadi 1,7 persen pada 2030. Proporsi ini membuat jumlah penduduk muslim akan sebanyak penduduk Yahudi atau penganut gereja Episkopal.

Pada 2030, demikian penelitian tersebut, jumlah penduduk muslim AS akan melonjak dari 2,6 juta jiwa pada 2010, menjadi 6,2 juta pada 2030. * ANT
Rep. CR2
Red. Cholis Akbar

sumber:
http://hidayatullah.com/read/15024/27/01/2011/penduduk-muslim-bakal-jadi-mayoritas-di-dunia.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Islam_world