Posts tagged ‘Perang Dunia III’

Kajian Internasional: Krisis Selat Hormuz dan Skenario PD III?

Selat Hormuz semakin bergolak, Iran belum berniat menghapus rencana blokadenya jika pihak Barat tetap bersikap keras memberikan sanksi ekonomi terhadap mereka. Sebagai persiapan, militer Iran melakukan latihan perang di sekitar Selat Hormuz beberapa waktu yang lalu. Selat Hormuz menjadi penting lantaran daerah ini menjadi jalur utama distribusi minyak dari teluk persia ke seluruh dunia.

Balas Sanksi, Iran akan Tutup Selat Hormuz

Seorang anggota parlemen Republik Islam Iran mengatakan bahwa parlemen akan menyusun rencana ganda yang urgen untuk menutup Selat Hormuz guna merespon sanksi Uni Eropa terhadap industri minyak negara itu.

Ebrahim Aqa Mohammadi mengatakan, “Komite Majelis Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Iran telah menyusun rencana untuk memblokir kapal tanker pembawa minyak melalui Selat Hormuz yang menuju ke negara-negara yang menjatuhkan sanksi terhadap Iran.”

Ia menambahkan, program tersebut telah dikodifikasikan untuk menanggapi sanksi yang dikenakan pada minyak Iran oleh 27 negara anggota Uni Eropa.

Selat Hormuz adalah perairan sempit yang menghubungkan Teluk Persia di sebelah barat sampai ke Laut Oman. Selat tersebut merupakan salah satu jalur yang paling penting di dunia pelayaran, dengan arus sekitar 15 juta barel minyak per hari.

Para menteri luar negeri Uni Eropa di bawah tekanan AS pada tanggal 23 Januari menyetujui sanksi baru terhadap TehEran untuk mencegah negara-negara anggota blok ini membeli minyak mentah Iran atau melakukan bisnis dengan Bank Sentral Iran serta membekukan aset negara tersebut di seluruh negara Uni Eropa. Sanksi mulai berlaku pada Ahad, 1 Juli 2012.

Embargo tersebut dimaksudkan untuk menekan Iran atas program nuklirnya, yang diklaim AS, Eropa, Israel dan sekutunya memiliki aspek militer.

Sanggupkah Iran “Menutup” Selat Hormuz?


Laksamana Angkatan Laut Iran, Habibollah Sayari, ketika mengumumkan rencana latihan 10 hari di Selat Hormuz melalui stasiun Televisi Iran

Selat Hormuz yang memisahkan antara Iran dan Uni Emirat Arab (UEA) berada diantara Teluk Oman dan Teluk Persia. Lebar terdekat diantara rentang Selat Hormuz (dalam bahasa Persia ditulis Hurmuz) dari Teluk Persia ke Teluk Aden adalah 54 kilometer saja. Selat ini juga merupakan satu-satunya jalur pengiriman minyak dari negara-negara di teluk Persia ke seluruh dunia. Diperkirakan dari Selat yang sempit ini mengalir 17 juta barel minyak setiap harinya yang diangkut oleh tak kurang dari 15 kapal tanker ke seluruh dunia termasuk ke Indonesia.

Tak heran pasokan minyak dunia dari negara-negara Teluk yang melewati Selat Hormuz mencapai 40% dari kebutuhan minyak dunia. Oleh karenanya peranan negara-negara Teluk Persia dan Selat Hormuz sangat strategis dan penting sekali bagi dunia untuk menjamin stabilitas keamanan dan pasokan minyak untuk dunia sekaligus menentukan stabilitas harga minyak dunia.

Akan tetapi stabilitas tersebut terancam punah atau terganggu seiring dengan meningkatnya eskalasi “perang urat syaraf” antara Iran dan AS (dan sekutunya). Titik kulminasinya adalah adalah tatkala Iran menggelar latihan militer angkatan lautnya di perairan internasional di Selat Hormuz pada malam tahun baru 2011 lalu.

Sikap Iran ini tentu memancing reaktif AS dan sekutunya. Tak heran pangkalan armada laut Kelima milik AS yang berbasis di Bahrain mengambil posisi siaga satu. AS memandang sikap Iran berbahaya karena dapat diartikan sebagai pernyataan provokatif dan perang akibat menggelar latihan perang di perairan Internasional dan berhadapan dengan posisi negara (lawan) lain. Sikap Iran tersebut -jika benar-benar terjadi- akan memancing kericuhan di kawasan regional (negara-negara Teluk) yang menggunakan jalur itu sebagai jalur utama distribusi ekspor minyak mereka ke seluruh dunia.

Akan tetapi bagi Iran hal ini adalah salah satu latihan rutin dan sekaligus memperlihatkan eksistensi mereka bahwa Iran tidak akan takluk dan takut pada tekanan asing yang mereka sebut sebagai “kolonialis” yang hendak mengacaukan keamanan di Selat Hormuz.

Pada dimensi lainnya Iran justru memandang bahwa mereka akan memberikan rasa aman dan pengawalan terhadap Selat Hormuz khususnya kepada negara-negara Teluk dari gangguan agresor kolonialisme, seperti yang disampaikan oleh Zohreh Elahian seorang anggota parlemen Iran dan anggota Majelis Keamanan Nasional Iran kepada kantor berita Iran beberarapa waktu lalu.

Mengapa Iran berani menutup Selat Hormuz?


Beberapa lokasi serangan terhadap tanker pada saat pertempuran Irak – Iran di Selat Hormuz tahun 1981-1988

Pertikaian di Selat Hormuz paling terkenal adalah tatkala terjadinya perang antara Iran dan Iraq pada dekade 1981-1988 yang dipicu oleh beberpa persoalan klasik, perbatasan dan jalur di Syat al-Arab. Perempuran terjadi pada umumnya di Teluk Persia dan berimbas pada penembakan tanker-tanker di selat Hormuz oleh kedua belah pihak. Saat itu Iran “menguasai” Selat Hormuz yang terbukti menganggu harga minyak dunia pada saat itu. Meskipun perang itu berakhir dengan “remis” tetap saja menimbulkan dampak yang tak mudah dilupakan yaitu telah terbukti menganggu pasokan minyak dunia dan meroketnya harga minyak dunia.

Bagi Iran sendiri bukan tidak menyadari dampak dan konsekwensinya akibat penutupan Selat Hormuz (jika benar-benar terjadi). Dampak tersebut bagi Iran adalah :

1. Merugikan diri sendiri karena penjualan minyak mereka sebesar 30% untuk kebutuhan dunia menjadi terkendala.

2. Negara-negara Teluk penghasil minyak yang tergabung dalam Dewan Kerjasama Teluk (GCC) yang beranggotakan Arab Saudi, UEA, Bahrain, Oman, Qatar dan Kuwait akan merapatkan barisan menghadapi Iran. Hal ini sesuai dengan komitmen yang tertuang dalam Kerjasama militer dan pertahanan negara-negara Teluk, dimana telah disepakati bahwa setiap aksi permusuhan terhadap salah satu anggota berarti turut melakukan tindakan permusuhan terhadap semua anggota GCC. Setiap anggota GCC berkewajiban membantu anggota lain yang mendapat ancaman atau tindakan permusuhan.

3. AS dan Israel tentu akan menggunakan momentum tersebut untuk melampiaskan kegeramannya terhadap “si anak nakal” Iran. Mereka berharap adanya pertikaian antar negara-negara tersebut sehingga memiliki alasan dan momentum yang tepat untuk menusuk Iran pada situasi yang tepat. Bagi AS sendiri jika Iran menutup Selat Hormuz berarti akan mengancam persediaan minyak mentahmereka yang tersisa sebanyak 325 juta barel atau mengalami penurunan sebesar 1,2 juta barel dari persediaan rata-rata tahun sebelumnya. Konsekwensinya adalah AS segera merespon sangat keras atas upaya Iran tersebut.

4. Jika terjadi pertikaian antara Iran Vs Negara Teluk dan AS (dan sekutu) dapat dibayangkan dampaknya bagi Iran sendiri dan juga bagi dunia. Bagi Iran mungkin tak perlu kata menang karena yang terpenting bagi mereka adalah sikap yang tegas dan jelas terhadap seluruh rangkaian aksi kolonialisme dan penindasan serta diskriminasi terhadap Iran dipandang tidak adil. Iran tentu akan memilih kalah jadi arang dan menang jadi abu ketimbang didikte secara tidak adil oleh AS dan sekutunya.

Di sisi lainnya, meskipun AS terancam persediaan minyak mereka dan negara-negara Teluk yang terorganisir dalam GCC sepakat memberikan perlawanan, menurut salah satu pakar militer AS, Adam Lowther, memberi pengamatan dan pesannya kepada pemerintah dan politis AS agar AS mengurungkan niatnya jika ingin menghancurkan Iran saat ini, alasannya selain terdapat cara-cara diplomatis dan bersahabat juga karena Iran dipandang memiliki arsenal perang yang dapat menghancurkan Kapal perang AS.


Kapal induk AS

Adam Lowther merujuk kepada manuver arsenal perang Iran pada saat latihan di Selat Hormuz 24 Desember lalu dimana Iran mengeluarkan arsenal tempur tebaru mereka dari berbagai kelas termasuk Tareq dan Ghadir, serta rudal, dan torpedo terbaru diterjunkan dalam manuver militer tersebut.

“Angkatan Laut Iran terampil dalam pertempuran littoral dan mereka mampu menutup Selat Hormuz untuk durasi yang cukup untuk memicu malapetaka ekonomi. Manuver militer angkatan laut Iran baru-baru ini menggambarkan strategi yang jelas untuk menutup Selat Hormuz. Bahkan mereka bisa menenggelamkan kapal perang Amerika yang masuk daerah tersebut. Hal ini akan mengakibatkan kerugian yang signifikan bagi pelayaran komersial dan menyebabkan harga minyak meroket,” katanya (sumber :Iran Indonesia Radio)

Sementara itu, berbeda dengan pakar militer AS di atas, justru Menteri Pertahanan AS Leon Panetta mengatakan “Kami sudah mengatakan dengan jelas, AS tidak akan mentolerir pemblokiran Selat Hormuz. Kami siap meresponsnya,” ujarnya, seperti dikutip AFP, Senin (9/1/2012).

Apakah ada latarbelakang lainnya bagi Iran dengan rencana berbahaya tersebut? Tentu saja ada. Iran melihat Israel sudah tidak sabar lagi menunggu saat-saat negara Arab dan Teluk terlibat dalam eskalasi regional dan Iran telah menemukan adanya bukti Israel terlibat dalam sabotase dalam wilayah Iran pada kasus ledakan fasilitas militer serta misi pengintaian pesawat tak berawak akhir-akhir ini. (sumber : Di sini)

Sementara itu, pengaruh Reformasi yang sedang terjadi di Timur Tengah dan kawasan semenanjung Arab juga memperlihatkan perebutan pengaruh antara Syiah dan Sunni. Meskipun Iran telah menyampaikan tidak ada kaitannya dengan hal tersebut namun negara-negara Arab telah duluan mewaspadai timbulnya kekuatiran tersebut berdasarkan data intelejen mereka yang mereka terima dari intelejen negara-negara sahabat.

Melihat pada kondisi dan situasi di atas, mampukah Iran melakukan penutupan terhadap Selat Hormuz? Beranikah Iran? Beranikah AS. Beranikah Israel? Beranikah negara-negara Teluk?

Tentu, bagi kita semua adalah : Beranikah mereka semua menuju meja perundingan. Berdiplomasi untuk memecahkan kebuntuan dengan prinsip saling menghargai satu sama lain sesama negara berdaulat dan merdeka. Sebab jika tidak, kerugiannya bukan saja terhadap negara yang terlibat perang, tapi juga buat negara lain yang tidak terlibat perang, misalnya kita (Indonesia) yang terpaksa harus menghitung kembali segala pembiayaan pembangunan akibat dampak merosotnya atau meroketnya harga-harga dalam perekonomian Global.

Perang terhadap Iran Akan Berarti Perang Dunia III

Menurut Rusia Today, Perang Dunia III diambang pintu. Saya coba ingatkan bahwa semua ini menuju persiapan pemerintahan Tunggal. Orang diyakinkan bahwa untuk terjadinya hidup damai tanpa perang, maka harus ada global authority atau kekuasaan tunggal.

Saya percaya ini bersangkut paut dengan 18 lembar dokumen dari vatican, dimana vatican menganjurkan adanya kekuasaan tunggal untuk mengatasi krisis global di dunia yang dipercaya diciptakannya sendiri. (Hegelian dialectic yang merupakan strategy utamanya terlihat jelas disini)

Persiapan militer dan sanksi ekonomi terhadap Iran dirancang untuk melancarkan perang global dari Mediterania ke Cina dengan konsekuensi yang diluar akal sehat, kata Michel Chossudovsky, Direktur Pusat Penelitian Globalisasi.

Ketegangan antara Iran dan Barat yang mendekati tingkat krisis. Dengan bantuan besar-besaran dari media Barat, Iran telah menjadi akar segala kejahatan di benak banyak orang Barat.

Penulis buku Menuju Skenario Perang Dunia III, mengatakan kepada RT bahwa “isu senjata nuklir Iran adalah masalah sepele, tapi ini bisa membawa kita ke skenario PD III.” Ia juga menceritakan semua basis militer Amerika dekat perbatasan Iran dilengkapi senjata nuklir.

Michel Chossudovsky mengatakan bahwa beberapa minggu lalu, Sekretaris Pertahanan Amerika Leon Panetta mengatakan pada CBS bahwa Iran tidak memiliki, atau sedang mengembangkan senjata nuklir. Panetta tidak menutup kemungkinan bahwa masih ada cara diplomatik untuk menyelesaikan masalah Iran.

Tapi mengingat persiapan militer AS di sekitar Iran, pernyataan ini hanya tipuan belaka.


Iran pemilik 10% dari cadangan minyak dunia dan 15% dari gas. Ini adalah eksportir OPEC terbesar kedua dan produsen minyak keempat dunia.

Pekan lalu, negara Uni Eropa mengadopsi serangkaian sanksi yang belum pernah terjadi terhadap Republik Islam Iran.

Ini termasuk embargo lengkap pada pasokan minyak dari Iran, dan diharapkan mulai berlaku pada 1 Juli 2012.

“Apa yang kita saksikan di sini adalah persiapan terhadap konfrontasi militer. Michel Chossudovsky merasa, Sanksi ini merupakan pementasan dari agenda militer. Perlengkapan perang amerika, tentara-tentara mulai dikirim ke israel dan pasukan angkatan laut mulai masuk teluk persia.

Michel Chossudovsky percaya bahwa “Apa yang Amerika Serikat dan sekutunya lakukan sekarang, adalah semacam lampu hijau untuk perang.”

Pada waktu yang lalu, para inspektur nuklir PBB memulai misi tiga hari untuk memeriksa kegiatan atom Iran.

Teheran mengatakan pembicaraan dengan Badan Energi Atom Internasional, yang pertama dalam lebih dari tiga tahun, akan membuktikan program nuklirnya adalah murni damai.

Dengan kunjungan para pemeriksa IAEA, Iran memainkan kartu diplomatik, Michel Chossudovsky percaya. IAEA tidak dikontrol secara politik , jadi setelah itu menegaskan program nuklir Iran memiliki tujuan damai, ini harus menghentikan niat agresif Barat.

AS perlu pernyataan bertentangan dari IAEA untuk menggunakan ini untuk transisi militer.


Peta Irak-Iran

Michel Chossudovsky menganggap: “Perang ini telah dimulai. Ada serangan pesawat tak berawak, ada tentara khusus [Amerika] di Iran dan ada perang keuangan,

Rencana untuk menyerang Iran muncul segera setelah invasi ke Irak dan Afghanistan (dua negara tetangga Iran), Michel Chossudovsky menginformasikan, dengan persiapan militer dimulai sekitar 2005, jadi sekarang segala sesuatu harus siap dan di tempat untuk konflik militer berskala penuh.

“Skenario PD III ini akan menyebar dari Mediterania ke perbatasan Cina.. Ini mungkin bisa termasuk Rusia dan China,” kata Michel Chossudovsky. “Kita bisa menemukan diri kita di persimpangan jalan yang sangat kritis.”

silakan baca artikel terkait: Mempersiapkan Perang Dunia III, Targetnya Iran, dari blog tetangga sebelah.;-)

sumber:
http://www.republika.co.id
http://luar-negeri.kompasiana.com
http://tv.globalresearch.ca

Permusuhan Abadi Bangsa Yahudi Kepada Umat Islam

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ فَيَقْتُلُهُمُ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ فَيَقُولُ الْحَجَرُ أَوِ الشَّجَرُ يَا مُسْلِمُ يَا عَبْدَ اللَّهِ هَذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ إِلَّا الْغَرْقَدَ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُودِ *(مسلم )

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda:” Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan Yahudi. Maka kaum muslimin membunuh mereka sampai ada seorang Yahudi bersembunyi di belakang batu-batuan dan pohon-pohonan. Dan berkatalah batu dan pohon:”wahai muslim wahai hamba Allah ini Yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah ia kecuali pohon Gorqhod karena ia adalah pohon Yahudi” (HR. Muslim)


Anak-anak israel dididik ‘bahasa perang dan kekerasan’ kepada bangsa non-yahudi (ariefokebanget.blogspot.com)

Ini adalah salah satu hadits di antara banyak hadits yang menceritakan permusuhan dan peperangan yang terjadi antara umat Islam dengan Yahudi. Lebih dari itu Al-Qur’an sudah sedemikian jelas menceritakan permusuhan abadi antara bangsa Yahudi dengan umat Islam. Allah swt berfirman:

“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik”. (QS Al-Maaidah: 82).

Yahudi adalah nama agama produk Bani Israel yang mengingkari ajaran tauhid risalah para nabi termasuk nabi-nabi Bani Israel seperti Daud as, Sulaiman as, Musa as dan nabi-nabi yang lain. Yahudi juga identik dengan bangsa Israel yang menganut agama Yahudi. Sebenarnya Bani Israel adalah bangsa yang dipilih oleh Allah. Dari bangsa inilah Allah banyak mengutus para nabi dan rasul seperti Ishak, Ya’qub, Yusuf, Daud, Sulaiman, Musa dll. Tetapi setelah nabi terakhir berpindah ke Bani Ismail maka mayoritas mereka mengingkari ajaran tauhid yang dibawa nabi Muhammad sebagaimana juga sebelumnya mereka banyak mengingkari nabi-nabi dari bangsanya bahkan lebih dari itu banyak juga nabi-nabi dari bani Israel yang dibunuh di tangan mereka sendiri.

Permusuhan bangsa Yahudi kepada orang-orang beriman berlipat ganda karena berpindahnya kenabian dari Bani Israel ke Bani Ismail (Nabi Muhammad saw), dan karena sikap mereka yang merasa lebih mulia, dan lebih dari itu karena mereka tidak beriman kepada Allah. Permusuhan itu sudah berlangsung sangat lama semenjak Muhammad saw diangkat menjadi rasul. Walaupun sebenarnya Bani Israel dan Bani Ismail bertemu pada satu titik ajaran dan keturunan yaitu Nabi Ibrahim as.

Nabi Ibrahim as mempunyai dua putra, pertama Ismail, dan anak-cucu dari beliau disebut bani Ismail. Putra yang kedua Ishak, dan Ishak punya putra Ya’qub. Dan Ya’qub disebut juga Israil sedangkan keturunan Ya’qub disebut bani Israil. Banyak di antara mereka yang menjadi nabi tetapi banyak pula yang mengingkari nabinya.

Pada saat Rasulullah saw hijrah ke Madinah benih-benih ketidaksukaan orang-orang Yahudi mulai muncul, apalagi setelah nabi Muhammad saw menguasai kota Madinah. Orang-orang Yahudi di Madinah baik dari bani Qoinuqa, bani Nadhir dan bani Quraizhah walaupun sudah membuat perjanjian damai tetapi berkali-kali mengkhianatinya bahkan melakukan permusuhan terhadap Rasulullah saw dan kaum muslimin.

Konflik antara umat Islam dengan Yahudi dari Bani Qoinuqa di Madinah terjadi setelah perang Badar. Yahudi Bani Qoinuqa meremehkan kekuatan umat Islam, kemenangan di perang Badar atas kaum kafir Quraisy mereka anggap karena kaum muslimin menghadapi kelompok yang tidak pandai teknik berperang. Bahkan mereka menantang perang dengan kaum muslimin. Menghadapi tingkah mereka, Rasulullah saw berusaha menyabarkan diri dan sahabatnya. Tetapi hal ini tidak berlangsung lama, karena terjadi insiden yang menimpa salah seorang muslimah. Ketika itu ia sedang berada di pasar Bani Qoinuqa. Seorang Yahudi mempermainkannya dan meminta agar ia membuka kerudungnya, tentu saja muslimah tersebut menolak. Kemudian pada saat ia sedang lengah dan duduk di suatu tempat, si Yahudi mengikatkan ujung kerudung muslimah tersebut dengan tali pada sebuah batu, tentu saja ketika si muslimah itu bangun tersingkaplah auratnya. Maka ia berteriak minta tolong. Seorang muslim yang berada di dekatnya segera menolongnya dan membunuh si Yahudi tadi, sebaliknya kemudian si muslim tadi pun dikeroyok sampai meninggal. Maka orang-orang muslim minta tolong pada Rasulullah saw dan sahabat. Sehingga Rasul mengusir Yahudi Bani Qoinuqa dari Madinah karena ulah mereka mengganggu seorang muslimah.

Konflik kembali lagi terjadi, kali ini umat Islam menghadapi Yahudi Bani Nadhir. Setelah perang Uhud Rasulullah saw dan umat Islam mendatangi perkampungan Bani Nadhir untuk meminta diyat (denda). Hal tersebut dilakukan sesuai perjanjian yang telah dibuat, jika ada anggota masyarakat Madinah yang terbunuh, mereka dikenakan diyat. Di depan Rasulullah saw mereka menyanggupi permintaan tersebut. Tetapi ketika Rasulullah saw sedang duduk bersandar di sebuah dinding rumah, sekelompok Yahudi Bani Nadhir merencanakan percobaan pembunuhan terhadap Muhammad saw yaitu dengan menjatuhkan batu dari atas rumah tempat Rasulullah saw duduk. Tetapi malaikat Jibril memberitahu kejadian tersebut dan Rasulullah saw pulang ke Madinah. Selanjutnya beliau datang lagi bersama sahabat yang lain mengusir Yahudi Bani Nadhir dari Madinah.

Adapun Bani Quraidhah mereka mengkhianati Rasulullah saw dalam perang Ahzab. Pada waktu perang Ahzab Rasulullah saw menghadapi musuh multinasional dari luar Madinah pasukan kafir Quraisy bersekutu dengan yang lain menghadapi Rasulullah saw dan sahabatnya. Sedangkan di dalam Madinah Yahudi bani Quraidhah dan orang Munafik mengkhianati umat Islam. Maka setelah perang Ahzab usai dan kemenangan berada di pihak umat Islam Allah memerintahkan umat Islam untuk menyerang bani Quraidhah. Dan mereka pun berhasil dilumpuhkan dan sebagiannya melarikan diri. Puncaknya umat Islam berhasil menghilangkan gangguan kaum Yahudi Madinah dengan berhasil mengalahkan mereka di Khaibar.

Begitulah permusuhan kaum Yahudi di masa Rasulullah saw. Di masa berikutnya permusuhan mereka tidak padam malah semakin sengit dan keras. Mereka senantiasa mencari-cari celah kelemahan umat Islam untuk dihantam dan dihancurkan.


Ilustrasi – Peta penjajahan Zionis Israel atas Palestina dari waktu ke waktu. (inet)

Perjanjian-perjanjian yang dilakukan oleh bangsa Yahudi dengan penguasa di negara-negara muslim selalu saja merugikan kepentingan umat Islam. Walaupun begitu setelah itu mereka khianati kembali. Perjanjian Camp David yang dilakukan pemerintah Mesir dengan bangsa Yahudi mengakibatkan Mesir menderita kerugian moril dan materiil yang sangat banyak. Begitu juga perjanjian Gaza dan Arikha yang dilakukan antara PLO dengan Yahudi. Perjanjian tersebut di samping merugikan bangsa muslim Palestina, lebih diperparah lagi oleh pengkhianatan bangsa Yahudi dengan kejadian Tragedi Masjid Ibrahim (Hebron) Al Khalil 12 Februari 1994, yaitu pembantaian umat Islam di masjid Ibrahim saat mereka sedang melaksanakan shalat Subuh berjamaah. Sekitar 100 mati syahid, 300 orang lainnya luka parah.

Dan pembantaian Zionisme Yahudi atas umat Islam di Palestina akan terus terjadi. Tragedi berdarah berulang kembali pada Senin 22 Juli 2002 M. Pada malam berdarah yang penuh duka itu, militer rezim Imperialis Israel menggempur kampung el Durj di kota Gaza dengan menggunakan pesawat F16 buatan Amerika. Sebuah adegan pembantaian kemanusiaan secara keji dan biadab yang mengakibatkan 17 warga Palestina gugur, 3 di antaranya wanita dan 11 lainnya anak-anak. Ditambah Asy Syahid Saalah Shahadah, seorang pendiri dan pemimpin umum Brigade Izzuddin al Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam Hamas. Aksi pembantaian tersebut juga melukai 176 warga, 115 di antaranya dalam kondisi kritis.

Teror dan pembantaian Zionisme Yahudi atas non Yahudi adalah aqidah mereka. Mantan PM Israel Begin berkata:”Warga Palestina itu hanya sekedar kecoa-kecoa yang harus dienyahkan.”. Dia kemudian melanjutkan komentarnya:”Kita harus sadar dan tahu bahwa tidak ada tempat di negeri ini untuk dua bangsa. Maka satu-satunya solusi adalah Palestina tanpa bangsa Arab dan tidak ada jalan selain pendeportasian bangsa Arab ke negara-negara tetangga, dideportasi semuanya tanpa ada pengecualian. Dan di sini, harus tidak ada suatu desa atau keluarga Arab manapun.”. Ungkapan para tokoh Yahudi tidak lain dari aqidah mereka yang mengikuti dan mencontoh nabi dan kitab mereka. Nabi Ezekeil berkata:”Jangan belas kasihan kepada mata-matamu, jangan ampuni orang tua, pemuda, gadis, anak-anak dan kaum wanita. Bunuhlah mereka semua.” Talmud juga berkata:”Termasuk suatu keadilan jika orang Yahudi membunuh orang kafir dengan tangannya, sebab mengalirkan darah orang kafir itu sebuah bentuk pemberian korban kepada Tuhan.”

Di Indonesia tangan-tangan Yahudi sudah mulai berkeliaran. George Soros sang penghancur ekonomi Indonesia sudah mulai masuk menguasai beberapa saham di Indonesia. Perjanjian pemerintah Indonesia dengan perusahaan Freeport milik Yahudi sangat merugikan bangsa Indonesia. Kekayaan alamnya dikuras, alamnya rusak sedang pemerintah Indonesia tidak berdaya menghadapi kuatnya lobi Yahudi yang dipimpin mantan menteri Luar Negeri Amerika Henry Kisingger. Dominasi Yahudi di Indonesia sudah sangat mengerikan, kondisi terakhir sudah mulai menguasai aset-aset vital milik bangsa Indonesia. Penguasaan itu melalui siasat yang bernama privatisasi. Dan mulailah perpindahan aset bangsa ke tangan asing terjadi, dari mulai BCA sampai yang terakhir PT. Indosat.

Bangsa Yahudi selalu berada di belakang setiap kejahatan dan kehancuran yang menimpa dunia. Perang Dunia I yang disusul jatuhnya khilafah Islam Turki Utsmani, Perang Dunia II yang mengakibatkan penjajahan dunia Barat atas dunia Islam, merajalelanya penyakit AIDS, pesatnya ekonomi Riba’, merebaknya NARKOBA, film-film porno dan seks bebas dll. Yahudi memiliki andil yang sangat besar pada itu semua. Untuk mencengkeram mangsanya, Yahudi selalu menggunakan lembaga-lembaga formal, baik lembaga sosial, ekonomi, maupun politik, seperti; Free Mason Re, Rotary Club, Lions Club, IMF, Bank Dunia, bahkan PBB. Lembaga-lembaga tersebut adalah lembaga milik Yahudi atau dikuasai Yahudi. Karena begitu culasnya Yahudi, mereka menjadi musuh bersama semua bangsa. Bukan hanya dimusuhi semua bangsa, tetapi mereka juga di musuhi oleh makhluk Allah lainnya seperti batu-batuan dan pohon-pohonan, sebagaimana diungkapkan dalam hadits di atas.

Hadits ini mengisyaratkan bahwa Yahudi adalah musuh abadi umat Islam bahkan umat manusia secara keseluruhan sampai hari kiamat. Jika syetan adalah musuh abadi manusia, karena hasad kepada Adam as, maka Yahudi adalah musuh abadi umat Islam karena hasad kepada nabi Muhammad saw dan umat Islam. Oleh karena itu orang-orang yang dekat dengan Yahudi, ingin bekerja sama dalam suatu urusan dan selalu membelanya, mereka adalah orang yang cacat imannya dan merupakan agen Yahudi yang harus diwaspadai oleh umat Islam.

Sumber: http://www.dakwatuna.com

Semua Orang Israel Berada dalam Jangkauan Rudal Iran


Brigadir Jenderal Yahya Rahim-Safavi

Teheran – Pejabat senior militer Iran menilai perisai rudal yang ditempatkan AS maupun rezim Zionis di kawasan Timur Tengah untuk melindungi Tel Aviv tidak akan memadai untuk menghalau serangan rudal Iran ke arah Israel.

“Perisai rudal yang mereka tempatkan di Turki, Irak, Kuwait, Qatar, Bahrain dan Uni Emirat Arab tidak akan bisa menghalau semua rudal Iran,” kata Brigadir Jenderal Yahya Rahim-Safavi, Rabu (23/11) seperti dikutip ISNA.

“Mereka mungkin dapat mematahkan beberapa rudal kami, tetapi jumlah rudal kami sangat besar sehingga mereka tidak akan dapat mampu menghadapinya,” tegas penasihat militer senior Pemimpin Revolusi Islam Iran.


Peta Kawasan Timur Tengah (http://www.lib.utexas.edu/maps)

Komandan militer Iran itu menambahkan bahwa semua orang Israel berada dalam jangkauan rudal Iran.

Mengacu pada ancaman terbaru Israel terhadap Iran, Rahim Safavi mengungkapkan bahwa Israel tahu jika mereka memulai perang dengan Iran, maka akan diserang dari tiga sasaran: Iran, Lebanon selatan (Hezbulloh) dan Gaza (Hamas).

Dalam beberapa pekan terakhir Israel telah memperbaharui retorika agresifnya terhadap Iran. Pada Senin, Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak mengancam bahwa opsi militer terhadap Iran telah tiba waktunya.

Presiden Israel Shimon Peres (6/11) mengancam bahwa serangan terhadap Iran menjadi “sangat mungkin.”

Para pejabat Iran akan respon menghancurkan setiap serangan militer terhadap negara itu, dan memperingatkan bahwa setiap tindakan semacam itu bisa mengakibatkan perang yang akan menyebar di luar Timur Tengah.

Wakil Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran Brigadir Jenderal Gholam-Ali Rasyid Ahad (20/11) mengatakan Tehran akan menyerang semua situs militer dan nuklir Israel jika Tel Aviv melakukan tindakan bodoh menyerang fasilitas nuklir Iran.

republika.co.id

%d bloggers like this: