Posts tagged ‘rahasia’

Resensi Buku: Membongkar Rahasia 7 Manajemen Waktu Nabi Muhammad SAW

Judul buku: Membongkar Rahasia 7 Manajemen Waktu Nabi Muhammad
Penulis: M. Arif Hidayatulloh
Penerbit: Hayyun Media
Tebal halaman: 104 halaman

Islam Berbicara tentang Waktu

Cover buku “Membongkar Rahasia 7 Manajemen Waktu Nabi Muhammad”

Oleh: Irma

Begitu berartinya waktu dalam kehidupan kita. Islam telah memberikan gambaran yang utuh tentang memuliakan waktu, karakteristik waktu dan rahasia manajemen waktu nabi. Dalam Al-Qur’an, Allah telah menempatkan waktu pada posisi yang sangat tinggi. “Dan mereka berkata” kehidupan ini tidak lain saat kita berada di dunia, kita mati dan kita hidup, dan tidak ada yang membinasakan (mematikan) kita kecuali dahr (perjalanan waktu yang dilalui oleh alam).” (QS Al-Jaatsiyah: 24).

Waktu harus dimanfaatkan sebaik mungkin, waktu merupakan sarana untuk melakukan dan menyelesaikan banyak hal. Dalam Al-Qur’an waktu benar-benar dimuliakan sampai-sampai banyak sumpah atas nama waktu. Misalnya “Demi waktu” dalam QS Al-Ashr, “Demi waktu saat matahari naik sepenggalah” dalam QS Adh-Dhuhaa. Setiap orang harus bisa menghargai waktu. Waktu adalah modal bagi seorang hamba sebagaimana dikatakan oleh Imam al-Ghazali.

Waktu harus digunakan sebaik-baiknya. Jika tidak, maka akan menyesal di kemudian hari. Penyesalan memang tidak datang di awal namun di akhir. Sehingga kebanyakan manusia lalai terhadap waktu. Banyak waktu yang terbuang sia-sia. Banyak orang berkata” andaikan aku punya banyak waktu lebih pasti aku bisa menyelesaikan tugas ini”. Statement tersebut sebagai bentuk bahwa orang tersebut tidak menghargai waktu yang dimiliki. Ketika ada waktu luang mereka lebih suka berleha-leha.

Sedangkan ketika waktu mendesak dia bilang tidak ada waktu lagi untuk mengerjakan hal tersebut. Setiap orang dibekali waktu 24 jam dalam sehari. Namun ada yang mengoptimalkan waktu tersebut dan ada orang yang merugi karena waktunya hanya digunakan untuk main-main, berbicara yang tidak perlu, tidur-tiduran, dan bermalas-malasan. Buku ini memberikan panduan agar pembaca tidak termasuk orang yang merugi lantaran tidak bias mengatur waktu dengan baik.

Satu di antara karakteristik waktu adalah cepat berlalu, “Dan (ingatlah) akan hari (yang waktu itu) Allah mengumpulkan mereka (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah tinggal (di dunia) melainkan sesaat saja di siang hari (yang waktu itu) mereka saling berkenalan” (QS Yunus: 45).

Waktu bergulir dengan cepatnya, sekarang kita masih kuliah tiba-tiba kita sudah bekerja, kemudian menikah, dan sudah menjadi kakek-nenek. Waktu ibarat anak panah yang melesat dengan cepatnya. Waktu yang lewat tak pernah kembali. Banyak orang berpikir bahwa ketika kita melakukan kesalahan di usia muda, akan bertaubat jika usianya sudah tua. Dia optimis masih punya kesempatan untuk memperbaiki kesalahan di usia tua. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa tidak ada seorang pun yang tahu sampai kapan ia hidup.

Waktu adalah harta yang sangat mahal. Waktu lebih mahal dari uang. Hasan Al-Banna mengatakan suatu nasihat bahwa “waktu adalah kehidupan”. Jangan sampai usia kita hanya kita manfaatkan untuk tidur dan bermalas-malasan. Lakukan aktivitas positif untuk menghargai waktu. Kita diberi waktu sama tapi pemanfaatan terhadap waktu seseorang berbeda.

Ada tujuh poin rahasia manajemen waktu Nabi Muhammad. Dalam waktu 23 tahun beliau telah membuat perubahan besar di Jazirah Arab. Hal ini terjadi lantaran bagusnya manajemen waktu Sang Manusia Teladan itu.

Rahasia pertama adalah shalat fardhu sebagai ajang membentuk watak dan tonggak ritme hidup. Umat muslim telah membuat pemilahan waktu dalam sehari dengan jelas. Umat Islam punya kelebihan di banding umat lain. Ketika kita janjian dengan teman sering kita melibatkan waktu-waktu shalat. Misalnya kita pergi habis Zhuhur ya…Hanya umat Islam yang memiliki trik manajemen waktu sehingga aktivitas kita dapat terprogram dengan baik.

Rahasia kedua adalah berpola pikir investasi, anti-manajemen waktu instan. Maksud dari kalimat tersebut adalah jangan mengelola waktu dengan instan karena hal tersebut akan membuat kita malas dalam berproses. Persiapkan segala hal untuk masa depan kita. Sehingga kita dapat memetik hasilnya di kemudian hari.

Rahasia ketiga adalah terus produktif, jangan biarkan waktu terbuang percuma. Kemudian rahasia selanjutnya adalah gunakan aji mumpung. Rahasia kelima adalah jauhi sikap menunda-nunda. Rahasia keenam adalah cepat, tapi jangan tergesa-gesa. Kemudian rahasia terakhir adalah rutin melakukan evaluasi.

Buku ini direkomendasikan bagi siapa saja yang masih bingung dalam hal manajemen waktu atau bahkan orang yang sudah baik dalam mengelola waktu dan ingin terus mempertahankannya. Buku yang sangat memotivasi pembaca untuk tidak membiarkan waktu terbuang sia-sia. Dikupas secara tuntas tentang manajemen waktu yang telah diajarkan Nabi Muhammad dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami sehingga mudah dinikmati pembaca. Di dalamnya juga menyajikan contoh-contoh peristiwa yang sering kita alami dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga pembaca langsung bisa mencerna maksud dari buku ini. Sangat memotivasi.

* Penulis adalah Mahasiswa Biologi UGM 2011. Penerima Beasiswa PPSDMS Nurul Fikri

Sumber: http://www.dakwatuna.com

Resensi Buku : Meniru Kecerdasan Ali bin Abi Thalib RA

Sayyidina Ali Genius

Oleh : Muhammad Saleh

Judul Buku: Rahasia Kecerdasan Ali bin Abi Thalib Si Super Genius
Penulis: Masykur Arif Rahman
Penerbit: Diva Press, Yogyakarta
Tahun: I,  April  2013
Tebal: 204  halaman
ISBN: 978-602-25

Sayyidina Ali Bin Abi Thalib Radhiyallohu ‘Anhu (semoga Allah SWT meridhoinya) adalah salah satu sahabat Rasulullah SAW sekaligus menantu beliau, karena Ali menikah putrinya, Fatimah Az-zahra. Salah satu keistimewaan Sayyidina Ali adalah kecerdasannya yang luar biasa. Konon, kecerdasannya melebihi sahabat-sahabat yang lain. Sehingga banyak orang yang mengagumi, bahkan mengagung-agungkannya. Namun, karena kecerdasannya itu pula lah banyak juga yang cemburu dan membencinya sampai ingin membunuhnya.

Terhadap dua kelompok orang yang mencintai hingga mendewakannya dan terhadap mereka yang sangat membenci hingga ingin membunuhnya, Sayyidina Ali pernah berkata “Celakalah dua orang karenaku! Satu karena mencintaiku secara berlebihan dan yang lain karena membenciku secara berlebihan juga. Hal itu mendorong mereka untuk berbuat kebohongan terhadapku.”

Karena kecerdasannya, Sayyidina Ali mampu menguasai hampir semua bidang keilmuan, mulai dari ilmu bahasa, sastra, hukum, hermeneutika, pidato, tarekat, akidah, tauhid, fiqh, etika, bahkan taktik perang. Akan kecerdasan Sayyidina Ali tersebut, Rasulullah pernah berkata “Aku adalah kota ilmu, sedang Ali adalah pintunya. Barang siapa yang ingin memasuki rumah, hendaklah ia masuk melalui pintunya.”

Kecerdasan Sayyidina Ali bukan muncul begitu saja. Ada tahap dan proses yang ia lalui untuk mencapai kecerdasan itu. Melalui buku ini kita diajak untuk mengurai rahasia-rahasia dibalik kecerdasan Sayyidina Ali tersebut.

Secara utuh buku ini dibagi dalam empat bab. Pada bab pertama kita langsung disuguhkan akan rahasia-rahasia kecerdasan Sayyidina Ali. Ada dua puluh item yang dibahas secara rinci dan jelas akan rahasia kecerdasan Sayyidina Ali tersebut.

ali-bin-abi-thalib

Rahasia kecerdasan Sayyidina Ali yang luar biasa salah satunya dikarenakan ia belajar langsung kepada Rasulullah SAW sejak usia 6 tahun. Ia tercatat sebagai anak angkat dan hidup satu atap bersama Rasulullah SAW. Jadi dapat dikatakan bahwa sejak usia anak-anak Sayyidina Ali telah mendapat pengasuhan dan pendidikan langsung di dalam keluarga Rasulullah SAW. (hal. 23).

Rahasia  lain yang membuat Sayyida Ali mempunyai kecerdasan yang luar biasa adalah ia belajar pada Al-Qur’an dan hadits dalam mengasah kecerdasan sehingga memperoleh pengetahuan yang banyak.

Sayyidina Ali juga belajar pada orang-orang shalih terdahulu. Dalam artian, apa yang dikerjakan oleh orang-orang shalih terdahulu yang terekam dengan baik dalam sejarah dipelajari, dipikirkan, dan direnungkan kemudian dipraktikkan.

Lalu pada bab kedua dibahas rahasia penunjang kecerdasan Sayyidina Ali sehingga kecerdasannya selalu terpelihara. Misalnya zuhud, dengan hidup zuhud telah membantu kecerdasannya secara maksimal. Zuhud dapat diartikan meninggalkan sesuatu untuk memiliki sesuatu yang lebih penting. (hal. 147). Selain itu, penunjang kecerdasan Sayyidina Ali yang lain adalah sabar, silaturahim, pengendalian hawa nafsu, dan ritual agama. Ritual agama seperti melaksanakan wudhu, shalat, puasa, zakat, sedekah dan infak, ternyata sangat membantu meningkatkan kecerdasan seorang muslim yang melaksanakannya.

Pada bab tiga akan diberikan tips mendidik anak agar cerdas menurut Sayyidina Ali. Sayyidina Ali memberikan tips mendidik anak dengan baik. Tujuannya agar anak menjadi cerdas, baik cerdas secara intelektual, emosional, maupun spiritual. (hal. 182). Sehingga para orang tua dapat mencontohnya.

Dan pada bagian terakhir kembali akan diberikan tips menjadi cerdas seperti Sayyidina Ali. Tips ini merupakan kesimpulan dari pembahasan-pembahasan yang telah disajikan dari halaman awal hingga akhir pembahasan. Atau dalam kata lain sebuah kesimpulan yang dapat kita tiru untuk memperoleh kecerdasan seperti Sayyidina Ali agar mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Apabila kita mengikuti dan mempraktikkan cara yang dilakukan oleh Sayyidina Ali, bukan tidak mungkin, kita juga akan memperoleh kecerdasan yang mengagumkan. Asal kita istiqamah, ikhlas, dan sabar.

Sumber: http://www.dakwatuna.com

%d bloggers like this: