Posts tagged ‘Rusia’

2011-2050 : Era Kebangkitan BRICS + N-11 sebagai Calon ‘Superpower Ekonomi Dunia’ Masa Depan


peta negara-negara BRICS (hijau).

BRICS

BRICS (singkatan dari Brasil, Rusia, India, China, South Africa) saat ini menjadi titik sentral portofolio investasi global. Istilah BRIC muncul pertama kali pada awal dekade ini. Ekonom Goldman Sachs, Jim O’ Neil merupakan pencetus lahirnya BRICs di tahun 2001. Kemudian, baru pada tahun 2010 China sebagai pemegang kendali BRICs mengundang Afsel untuk bergabung. BRICs lahir ditengah melambatnya pertumbuhan ekonomi yang dialami oleh negara- negara anggota G-8.

Menurut Goldman Sachs, pada tahun 2050, gabungan ekonomi kelima negara itu akan mengalahkan negara-negara terkaya di dunia saat ini.

Negara-negara anggota BRICS mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Hampir setengah pertumbuhan ekonomi global dikuasai BRIC antara tahun 2000-2008. Diramalkan oleh Dana Moneter Internasional (IMF, International Monetary Fund), kehadiran Afsel di tubuh BRICs nantinya di tahun 2014 akan mendorong pertumbuhan ekonomi global, serta menguasai perdagangan global sebesar 61 persen. Data IMF menjelaskan bahwa volume perdagangan BRICS meningkat rata-rata per tahun 28 persen dari 2001 ke 2010. BRICS juga mencatatkan total volume perdagangan yang mencapai 230 miliar dollar AS pada tahun 2010.


Proporsi dunia (negara-negara dengan data) PDB nominal untuk negara-negara dengan PDB nominal tertinggi top 10 pada tahun 2010, dari 1980 sampai 2010 dengan proyeksi IMF sampai 2016. Negara ditandai dengan tanda bintang adalah non-negara G8 : Cina, Brasil dan India. Garis abu-abu menunjukkan nilai aktual dollar AS

Negara-negara anggota BRICS telah mengadakan KTT ketiga pada 14 April 2011 di Sanya-Hainan, China. Pertemuan ini menitikberatkan pada perkembangan ekonomi dan keuangan global. Secara umum, negara-negara BRICS berpendapat bahwa negara-negara Barat telah mendominasi proses pembuatan peraturan di berbagai lembaga penting keuangan dan perdagangan internasional. Mereka ingin mengubah itu sekarang dan dapat berperan lebih efektif dalam proses pembuatan aturan.

Negara-negara BRICS menginginkan diri mereka sebagai juru bicara negara-negara berkembang. Hal itu ditekankan oleh Wakil Menteri Pengembangan Industri dan Perdagangan Luar Negeri Brazil, Alessandro Teixeira. “Tahun 2013, diperkirakan negara-negara berkembang akan melampaui negara-negara maju dalam hal PDB (Produk Domestik Bruto) di dunia. Jadi, saya kira setiap pertemuan yang diadakan oleh BRICS adalah pertemuan penting, karena kita sedang berbicara dengan negara-negara ekonomi terbesar di dunia.” Negara-negara BRICS secara bersama-sama saat ini mewakili hampir seperlima dari perekonomian global. Adapun total PDB (Produk Domestic Bruto) BRICS saat ini dikisaran 11 triliun dollar AS. Angka tersebut masih dapat terus tumbuh bahkan diperkirakan secara pasti dapat melampaui PDB Negeri Paman Sam dikisaran 15 triliun dollar AS.

KTT BRIC


Pemimpin BRIC: Manmohan Singh (India), Dmitry Medvedev (Rusia), Hu Jintao (Cina) and Luiz Inácio Lula da Silva (Brazil)

Konferensi Tingkat Tinggi BRIC adalah pertemuan kepala pemerintahan BRIC. KTT pertama berlangsung di Yekaterinburg, Rusia, pada tanggal 16 Juni 2009, dihadiri oleh Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva, Presiden Rusia Dmitry Medvedev, Perdana Menteri IndiaManmohan Singh, dan Presiden RRC Hu Jintao. KTT BRIC yang kedua berlangsung pada tanggal 15 April 2010 di ibukota Brazil, Brasilia. KTT BRIC yang ketiga pada 14 April 2011 di Sanya-Hainan, China.

Pada ketiga KTT tersebut, BRIC menyatakan posisinya pada berbagai isu global, antara lain:

* Reformasi institusi keuangan internasional seperti IMF dan Bank Dunia agar dapat lebih menampung aspirasi negara-negara berkembang
* Perlunya diversifikasi sistem moneter internasional, tidak terfokus lagi pada US Dollar sebagai mata uang internasional
* Agar PBB memainkan peran yang lebih penting dalam diplomasi multilateral
* Peran yang lebih besar untuk Brazil dan India di PBB (agar kedua negara tersebut juga bisa menjadi anggota tetap Dewan Keamanan PBB)

The Next Eleven (N-11)


Negara N-11 (warna merah). Dari kiri: Meksiko, Nigeria, Mesir, Turki, Iran, Pakistan, Bangladesh, Indonesia, Vietnam, Korea Selatan, Filipina

The Next Eleven (atau N-11) adalah kelompok 11 negara yang dibuat oleh Bank investasi Goldman Sachs pada 12 Desember 2005. Negara-negara tersebut dianggap memiliki masa depan yang menjanjikan untuk investasi dan pertumbuhan setelah empat negara anggota BRIC (Brazil, Rusia, India, China).

Negara-negara yang termasuk dalam N-11 adalah:

1. Bangladesh
2. Filipina
3. Indonesia
4. Iran
5. Korea Selatan
6. Meksiko
7. Mesir
8. Nigeria
9. Pakistan
10. Turki
11. Vietnam

BRIMC, BRICK, dan BRIIC

Meksiko, Korea Selatan, dan Indonesia saat ini menduduki peringkat 13, 15, dan 19 dalam daftar negara dengan ekonomi terbesar. PDB Meksiko dan Korea Selatan tumbuh 5% per tahun, sementara Indonesia tumbuh 6,5%.

Bila ketiga Negara tersebut ikut bergabung dengan kelompok BRIC, maka akan terbentuk kelompok BRIMC (Brazil, Rusia, India, Meksiko, China), atau BRICK (Brazil, Rusia, India, China, Korea Selatan) dan/ atau BRIIC (Brazil, Rusia, India, Indonesia, China).

GDP (nominal) [2008]↓

Urutan↓ Negara↓ GDP (juta dolar AS)↓
1 Amerika Serikat 14,264,600
2 Jepang 4,923,761
3 Republik Rakyat China 4,401,614
4 Jerman 3,667,513
5 Perancis 2,865,737
6 Britania Raya 2,674,085
7 Italia 2,313,893
8 Rusia 1,676,586
9 Spanyol 1,611,767
10 Brasil 1,572,839
11 Kanada 1,510,957
12 India 1,209,686
13 Meksiko 1,088,128
14 Australia 1,010,699
15 Korea Selatan 947,010
16 Belanda 868,940
17 Turki 729,443
18 Polandia 525,735
19 Indonesia 511,765
20 Belgia 506,392
21 Swiss 492,595
22 Swedia 484,550

GDP (nominal) [2050][3]↓

Urutan↓ Negara↓ GDP (juta dolar AS)↓
1 Republik Rakyat Cina 70,710,000
2 Amerika Serikat 38,514,000
3 India 37,668,000
4 Brasil 17,262,000
5 Meksiko 9,340,000
6 Rusia 8,580,000
7 Indonesia 7,010,000
8 Jepang 6,677,000
9 Britania Raya 5,133,000
10 Jerman 5,024,000
11 Nigeria 4,640,000
12 Perancis 4,592,000
13 Korea Selatan 4,083,000
14 Turki 3,943,000
15 Vietnam 3,607,000
16 Kanada 3,149,000
17 Filipina 3,010,000
18 Italia 2,950,000
19 Iran 2,663,000
20 Mesir 2,602,000
21 Pakistan 2,085,000
22 Bangladesh 1,466,000


Sepuluh ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2050, diukur dalam PDB nominal (miliar USD), menurut Goldman Sachs

GDP (nominal) per kapita [2007][4]↓
Urutan↓ Negara↓ GDP per kapita (juta dolar AS)↓
1 Britania Raya 46,099
2 Amerika Serikat 45,725
3 Kanada 43,674
4 Perancis 42,034
5 Jerman 40,400
6 Italia 35,745
7 Jepang 34,296
8 Korea Selatan 20,015
9 Meksiko 9,717
10 Turki 9,569
11 Rusia 9,075
12 Brasil 6,938
13 Iran 3,981
14 Republik Rakyat Cina 2,483
15 Indonesia 1,925
16 Mesir 1,739
17 Filipina 1,626
18 Nigeria 1,161
19 India 942
20 Pakistan 909
21 Vietnam 829
22 Bangladesh 463

GDP (nominal) per kapita [2050][3]↓
Urutan↓ Negara↓ GDP per kapita (juta dolar AS)↓
1 Amerika Serikat 91,683
2 Korea Selatan 90,294
3 Britania Raya 80,234
4 Rusia 78,576
5 Kanada 76,002
6 Perancis 75,253
7 Brasil 69,511
8 Jerman 68,253
9 Jepang 66,846
10 Meksiko 63,149
11 Italia 58,545
12 Republik Rakyat Cina 49,650
13 Turki 45,595
14 Vietnam 33,472
15 Iran 32,676
16 Indonesia 22,395
17 India 20,836
18 Mesir 20,500
19 Filipina 20,388
20 Nigeria 13,014
21 Pakistan 7,066
22 Bangladesh 5,235

Sumber:

1. ^ Global Economics Paper No. 99, Dreaming with BRICs
2. ^ Another BRIC in the wall
3. ^ a b “The N-11: More Than an Acronym” – Goldman Sachs study of N11 nations, Global Economics Paper No: 153, March 28, 2007.
4. ^ Includes G7, BRIC and N-11 countries only.

5. ^ ^ ^ a b c d e “BRICS AND BEYOND” – Goldman Sachs study of BRIC and N11 nations, November 23, 2007.

6. ^ http://id.wikipedia.org

7. ^ http://en.wikipedia.org

8. ^ http://andreasblog21.blogspot.com

9. ^ http://murtiyoso.wordpress.com

Tahun 2050 Rusia Menjadi Negeri Muslim

Bayangkan Rusia pada tahun 2050! Menurut Paul Goble, seorang spesialis yang secara khusus melakukan kajian terhadap minoritas etnis di Federasi Rusia, nampaknya ia memperkirakan dalam beberapa dekade mendatang, Rusia akan menjadi sebuah negara mayoritas Muslim. Sekarang jumlah Muslim di seluruh Rusia mencapai 16 juta jiwa.

Disisi lain, ada berita buruk dengan penurunan yang cepat jumlah populasi negeri Beruang Merah ini. Melihat kecenderungan populasi penduduk Rusia yang terus cenderung menurun itu telah menjadi “pusing” bagi para politisi Rusia dan para pembuat kebijakan.

PM Vladimir Putin telah menyerukan kepada perempuan Rusia untuk memiliki anak lagi. Karena ahli demografi memprediksi bahwa populasi Rusia akan turun secara drastis dari 143 juta jiwa menjadi 100 juta jiwa pada tahun 2050.

Perkembangan dan situasi ini mengejutkan bagi para pemimpin Rusia dan Barat, karena bersamaan menurunnya populasi penduduk Rusia, para analis memperkirakan jumlah umat Islam akan menjadi kelompok mayoritas di Russia. Hanya kurang dari lima dekade Rusia akan menjadi negeri Muslim, yang mayoritas peduduknya beragama Islam.

Laju pertumbuhan populasi Muslim sejak tahun 1989, dieprkirakan mencapai antara 40 dan 50 persen, dan ini kecenderungan semua kelompok etnis. Saat ini Rusia memiliki sekitar 8.000 masjid sementara 15 tahun yang lalu, hanya terdapat 300 masjid di seluruh Rusia.

Menurut data statistik, pada akhir 2015, jumlah masjid di Rusia akan meningkat drastis menjadi 25.000 masjid di seluruh Rusia. Statistik ini menakutkan banyak etnis Rusia lainnya, yang sangat phobi dengan Islam, yang selalu mengaitkan Islam dengan perang dan terorisme. Seperti, sering terjadinya konflik bersenjata antara aparat keamanan Rusia dengan kelompok Chechnya, dan wilayah Kaukasus yang mayoritas Muslim. Namun, kekawatiran itu meluai menyurut, bersamaan dengan perubahan-perubahan yang ada, khususnya dikalangan penduduk Muslim dan para pemimpinnya yang semakin akomdatif.

Menghadapi penurunan populasi atau jumlah penduduk etnis Rusia itu, yang terus menurun, Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin telah menawarkan insentif kepada wanita yang akan memiliki anak lagi.

Dia mengatakan bahwa pemerintah akan menawarkan 1.500 rubel untuk anak pertama, dan 3.000 rubel untuk anak kedua. Dia lebih lanjut mengatakan bahwa pemerintah akan menawarkan insentif keuangan bagi pasangan yang akan mengadopsi anak yatim Rusia. Tapi, tanggapan terhadap seruan Vladimir Putin hampir nol. Alasan utama di balik penurunan cepat dalam populasi non-Muslim di Rusia, terutama sebagian besar perempuan muda di negara ini tidak tertarik dan mendukung memiliki anak lagi.

Jika seseorang terbatas hanya memilik anak satu-satunya, dan kemudian generasi berikutnya sama sekali tidak ingin memiliki anak, maka pertumbuhan penduduk Rusia menjadi nol. Di sisi lain, hampir semua pasangan muslim sedikitnya memiliki tiga anak. Jumlah keluarga muslim umumnya mereka mempunyai anak antara 3-5 orang anak.

Berbicara dengan Blitz, seorang pemimpin Moscow, daerah yang paling padat penduduknya, mengatakan jika pertumbuhan penduduk Muslim terus meningkat, dan dengan penurunan yang serius pada populasi komunitas agama lain, Rusia pada akhirnya akan menjadi sebuah negara Muslim pada dua dekade mendatang.

Dia menyarankan propaganda besar-besaran demi memiliki anak lagi di Rusia dengan menggunakan media massa serta peningkatan jumlah insentif. Ia juga menunjuk fakta bahwa, dalam banyak kasus, insentif tersebut jatuh lagi ke ibu muslim, yang umumnya memiliki lebih dari satu anak.

Ini bukan masalah tentang insentif, yang lebih penting realisasinya bagi penduduk seluruh Rusia yang non-Muslim. Mereka harus memahami bahwa dengan jumlah anak Muslim yang banyak, mereka secara bertahap ikut mendorong nasib negara Rusia menuju federasi Islam.

Mengomentari masalah ini, mantan seorang diplomat mengatakan, setelah jatuhnya Uni Soviet, sayangnya, seluruh bangsa Rusia telah kehilangan semangat nasionalisme mereka, karena kemiskinan dan kondisi yang sangat malang yang mereka hadapi, baik di bidang ekonomi, politik, dan sosial.

Sekarang mereka takut memiliki lebih dari satu anak dalam keluarga, karena akibat biaya hidup yang sangat mahal. Sementara dalam banyak kasus, keluarga perempuan Rusia dipaksa untuk bekerja di berbagai sektor bidang untuk mendapatkan uang ekstra bagi k keluarga mereka.

Ia mengatakan, tidak hanya jumlah populasi Muslim di Rusia,yang mengalami pertumbuhan cepat, karena memang perempuan Muslim memiliki lebih satu anak, tapi dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah besar LSM Islam aktif bekerja di dalam negeri Rusia, yang memainkan peran penting, terutama bagi penduduk Rusia yang putus asa, dan sebagian besar mereka memilih jalan hidup yang baru, dan mereka bertobat kemudian masuk Islam. Mereka umumnya meninggalkan agama sebelumnya yang mereka anut. Dia lebih lanjut mengatakan, terutama kelompok atheis secara bertahap semakin cenderung ke arah Islam, karena propaganda luas dan kegiatan LSM Islam.

Mereka yang berpendidikan sarjana terlibat aktif dalam memberikan khotbah di masjid-masjid dan tempat-tempat umum lainnya secara teratur, yang mempunyai dampak luar biasa pada pikiran orang-orang Rusia, terutama generasi mudanya. Para ulama Islam dengan jas dan wajah dicukur bersih, mereka berbicara dengan bahasa yang berbeda serta lancar, yang merupakan titik yang sangat kuat bagi mereka untuk menarik perhatian orang Rusia yang berpendidikan, yang berada dalam kesulitan ekonomi dan sosial yang serius.

Dia mengatakan, kegiatan LSM Islam mempunyai pengaruh yang luas, dibandingkan hampir tidak ada atau sangat sedikit kegiatan misionaris dari agama agama lain di Rusia. Meskipun ulama Islam dan mereka memiliki misi yang sering disebut “tersembunyi” , tetapi dari wajah mereka, saat menyampaikan khotbah, sangat sulit untuk mengidentifikasi apa pun yang negatif terhadap kegiatan mereka.

Mereka awalnya menyebarkan pesan perdamaian, tetapi mereka juga menyampaikan nilai-nilai agama dan jihad. LSM-LSM Islam secara bertahap menggunakan media Rusia, melalui investasi negara-negara Barat, yang sebenarnya menggunakan dana dari negara-negara Arab. Mereka juga ikut terlibat dalam aktivitas politik, seperti pemilihan, dan memberikan suara dan kekuatan untuk para calon pemimpin Muslim, tentu dengan tujuan nantinya akan memiliki akses kekuasaan di Kremlin.

Membandingkan Muslim Rusia dengan Muslim di negara-negara lain, katanya, mereka memiliki komitmen yang lebih kuat, dan keyakinan mereka yang mendalam berakar dalam pikiran mereka yang bernar-benar dari ajaran Islam. Mereka secara terbuka menyatakan bahwa, alasan utama di balik menerima Islam adalah menyelamatkan hari depan mereka. Mereka menghadapi situasi yang sulit berkaitan dengan konflik yang masih terjadi di wilayah Chechnya dan Kaukasus. Tetapi, mereka tetap optimis terhadap kehidupan mereka.

Seorang wartawan senior kantor berita Rusia Interfax, Blitz mengatakan, berdasarkan dari sumber Afro-Arab, sejumlah negara Arab melakukan investasi jutaan dolar kepada sejumlah LSM Islam di Rusia. Dalam waktu dekat, cukup banyak kursi penting di parlemen Rusia juga akan jatuh ke tangan para pemimpin Muslim.

Dia mengatakan, di klub pers Rusia, sejumlah wartawan Muslim terus meningkat. Dia mengatakan, jutaan dolar yang dihabiskan untuk membangun masjid dan lembaga-lembaga Islam di berbagai belahan Moskow dan bagian lain di Rusia.

LSM Islam bahkan membangun panti asuhan, tempat anak-anak dari berbagai agama yang diadopsi, dan mereka mendapatkan pendidikan Islam, dan menjadi Muslim yang taat. Masa depan Islam di Rusia sangat menggembirakan. (mh)


Peta wilayah Negara Rusia

Eramuslim.com

Pesantren Gontor Dibahas Hingga di Rusia

KAZAN — Prinsip pendidikan di Pondok Pesantren Modern Gontor Ponorogo, Jawa Timur, dibahas dalam dialog interaktif di kota santri Kazan, Rusia.

“Counsellor” KBRI Moskow M. Aji Surya dalam keterangannya yang diterima Antara News di London, Rabu mengatakan, dialog itu menghadirkan lima pembicara dari Indonesia, yakni Prof Dr Komarudin Hidayat (UIN Jakarta), Dr KH Syukri Zarkasyi (pimpinan Gontor), Prof Dr Philip K Wijaya (wakil dari Walubi), Trias Kuncahyono (dari media) dan Dr Abdul Djamil dari Kemenag.

Pada dialog bertajuk “Building Harmony in Diversity” tersebut mengemukan bahwa tiga pilar pendidikan yang dipakai Pondok Modern Gontor menjadi salah bahan diskusi hangat, yakni pendidikan keagamaan (Ketuhanan), kemanusiaan dan kebangsaan.

Pertautan antara ketiganya tidak bisa dipisahkan bila menginginkan adanya keberhasilan pembangunan mental yang mampu menjaga kerukunan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Berbagai teori sosiologi yang mengemuka, unsur pendidikan merupakan hal yang mutlak dan tidak bisa dinafikan. Pendidikan inilah bagian penting yang akan membangun kepribadian manusia muda sebelum mereka benar-benar terjun dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurut pimpinan Pondok Modern Gontor Syukri Zarkasyi, setiap manusia terlahir di Indonesia dipastikan memiliki agama, menjadi seorang manusia dan sekaligus menjadi bagian dari sebuah bangsa.

“Gontor sebagai lembaga pesantren dipastikan mengajarkan agama secara intens, menerapkan sistem pendidikan berbasis asrama agar santri bisa bermasyarakat, serta menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dalam arti yang luas,” katanya.

Apabila tiga hal tersebut ditangani secara serius, katanya, maka setiap individu akan memiliki potensi iman yang baik, mengerti pluralisme kehidupan serta mampu bergaul di masyarakat dengan mengedepankan prinsip keharmonisan.

“Nilai yang diajarkan di Gontor tersebut juga berlaku secara universal,” ujarnya.

Saat ditanya bagaimana membumikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan anak didik, Syukri Zarkasyi menggarisbawahi, penanaman nilai yang efektif bukan hanya melalui buku dan pelajaran di kelas, namun melalui berbagai aktivitas yang didesain untuk anak didik.

Dubes RI di Moskow Hamid Awaludin menyebutkan, selain masalah pendidikan, berbagai isu lain juga dibahas dalam dialog tersebut seperti soal kekerasan terhadap kemanusiaan, menjaga pluralisme di tengah maraknya kebebasan daerah dan peran pers dalam alam demokrasi.

Dari Rusia, selain agamawan, kalangan akademisi juga ikut menjadi pembicara. Isu yang dibahas merupakan hal yang relevan bagi Indonesia maupun Rusia.

Menurut penanggung jawab “interfaith” dari KBRI Moskow M Aji Surya, kegiatan ini merupakan yang kedua kalinya setelah yang pertama dilaksanakan di tahun 2009 di Moskow. Selain di Kazan, kegiatan serupa juga diadakan di universitas MGIMO di Moskow.

Dialog yang digelar KBRI Moskow itu didukung Kemenag, Kemlu dan berbagai pihak di Rusia.

sumber: http://hidayatullah.com

SELAYANG PANDANG: Negara-negara Merdeka bekas pecahan Uni Soviet


Peta lokasi Uni soviet

PROFILE NEGARA UNI SOVIET

Nama resmi : Soyuz Sovietskikh Sotsialisticheskikh Respublik (Inggris: Union of Soviet Socialist Republics [USSR], Indonesia: Uni Republik Sosialis Soviet)

Bendera :

Lambang :

Motto : Proletarii vsekh stran, soyedinyaytes’! (Inggris : Workers of the world, unite!)

Lagu kebangsaan :
The Internationale (1922–1944)
Hymn of the Soviet Union (1944–1991)

Ibu kota : Moscow

Bahasa resmi : Russia dan Bahasa lain-lain

Agama resmi: Tidak ada (Atheis)

Pemerintahan : Uni republik sosialis, negara komunis satu partai

Leader/Pemimpin Puncak :

– 1922–21 Januari 1924 (pertama) : Vladimir Illich Lenin
– 1924 :Lev Davidovich Trotski (kedua)
– 1924-1953 (ketiga) : Josef Vissarionovich Stalin
– 1953-1964 (keempat) : Nikita Khrushchev
– 1964-1982 (kelima) : Leonid Brezhnev
– 1982-1985 (keenam) :Yuri Andropov & Konstantin Chernenko
– 1985–1991 (terakhir) : Mikhail Gorbachev

Sejarah :
– Didirikan : 30 Desember 1922
– Dibubarkan : 26 Desember 1991

Luas wilayah (km2) :
– 1991 : 22.402.200 km² (8.649.538 mi²)

Populasi :
– Perkiraan 1991 : 293.047.571 jiwa
– Kepadatan 13,1 /km² (33,9 /mi²)

Mata uang : Rubel (руб) (SUR)

Domain internet : .su2

Kode telepon : +7

——————————————————————–
1. Pada tanggal 21 Desember 1991, sebelas republik sosialis mendeklarasikan di Alma-Ata (dengan republik ke-12 — Georgia – yang hadir sebagai pengamat) yang dengan formasi Commonwealth of Independent States menggantikan Republik Sosialis Soviet.

2. Digunakan pada 19 September 1990, dan terus berfungsi hingga sekarang.

3. Pemerintah Estonia, Latvia, dan Lithuania menganggap mereka tidak terkait dengan republik Soviet terkait.
Rusia menganggap Estonia, Latvia, and Lithuania sebagai republik konsituten legal USSR dan penerus negara-negara Baltik modern.
Pemerintah Amerika Serikat dan banyak negara lain tidak mengakui aneksasi Estonia, Latvia, dan Lithuania ke dalam USSR sebagai penggabungan yang legal


Komposisi penduduk Uni soviet per Republik

SEJARAH SINGKAT

Uni Soviet disebut juga sebagai Uni Republik Sosialis Soviet (Rusia: Soyuz Sovyet’skih Sotsialisticeskih Respublik [SSSR], Inggris : Union of Soviet Socialist Republics [USSR]), adalah sebuah negara Komunis / Atheis di Eropa Timur dan Asia Utara yang pernah ada dari tahun 1917 sampai tahun 1991. Negara ini didirikan setelah Revolusi Oktober pada tanggal 7 November 1917 menurut penanggalan Kalender Gregorian. Nama negara ini adalah Soyuz Sovetskikh Sotsialisticheskikh Respublik, disingkat menjadi СССР atau SSSR. Nama pendeknya adalah USSR,[1] dari bahasa Rusia: Советский Союз, Sovetskiy Soyuz. Soviet sendiri dapat berarti sebuah dewan, badan atau majelis, atau berdasarkan teori adalah dasar pembentukan dari USSR.

Bermula dari Kerajaan Rusia yang diikuti oleh Revolusi Oktober pada paruh waktu 1917 dan perang sipil Rusia pada tahun 1918 – 1921, Uni Soviet dulunya adalah serikat dari beberapa negara komunis timur. Batas-batas geografinya berubah-ubah dari waktu ke waktu, namun dari pendudukan terakhir, wilayahnya kira-kira sama dengan luas Kerajaan Rusia, di luar dari negara Polandia dan Finlandia.

Sebagai negara terbesar dan tertua yang berbasis komunis yang pernah ada, Uni Soviet menjadi model utama negara komunis pada jaman Perang Dingin; yang artinya pemerintahan dan partai politiknya dikuasai oleh partai komunis.

Dari kurun waktu 1945 hingga runtuhnya pemerintahan ini di tahun 1991, atau yang lebih dikenal dengan masa-masa Perang Dingin, Uni Soviet dan Amerika Serikat adalah dua negara adidaya yang menguasai ekonomi dunia, hubungan internasional, operasi militer, pertukaran budaya termasuk perlombaan penguasaan luar angkasa dan olahraga.


Peta Administrasi Uni soviet (1989)

Pada awalnya mereka hanya terdiri atas 4 Negara Republik Sosialis Soviet, yaitu:

1. RSFS Russia : Moscow (1917-1991)

2. RSS Ukraina : Kiev (1922-1991)

3. RSS Byelorussia : Minsk (1922-1991)

4. RSFS Transkaukasia : Tbilisi (12 Maret 1922-1936)

Keempat negara tersebut merupakan “Republik pendiri” Uni soviet.

Uni Soviet kemudian berkembang menjadi 15 Negara atau “uni republik” pada tahun 1956, yaitu: RSS Armenia, RSS Azerbaijan, RSS Byelorusia, RSS Estonia, RSS Georgia, RSS Kazakhstan, RSS Kirgizstan, RSS Latvia, RSS Lituania, RSS Moldavia, RSFS Rusia, RSS Tajikistan, RSS Turkmenistan, RSS Ukraina dan RSS Uzbekistan. (Dan dari pendudukan RSS Estonia pada 6 Agustus, 1940 hingga re-organisasi dari RSS Karelo-Finnish menjadi ASSR Karelia pada tanggal 16 Juli, 1956, Negara-negara anggotanya adalah 16.)


Bendera negara CIS

Federasi Rusia adalah pengganti dari Uni Soviet dan Rusia merupakan anggota pertama dari Persemakmuran Negara-negara Merdeka.


Peta Negara anggota CIS

Setelah Uni Soviet dibubarkan lalu didirikan Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (PNM) atau dikenal dengan CIS (Commonwealth of Independent States), di mana semua negara mantan anggota Uni Soviet ikut kecuali tiga Negara Baltik yaitu Estonia, Latvia dan Lithuania. Georgia awalnya tidak mau ikut menjadi anggota, tetapi beberapa lama kemudian akhirnya bersedia. Ibu kota PNM adalah Minsk, ibu kota Belarus.

Pada masanya, Uni Soviet memiliki tiga perwakilan di PBB yaitu Uni Soviet, Ukraina, dan Belarus.


Masyarakat muslim di Uni soviet

15 NEGARA ANGGOTA UNI SOVIET (1922-1991)


Peta 15 Republik Socialist Soviet (1974)

– KAWASAN EROPA TIMUR & ASIA UTARA:

(1). RSFS Russia : Moscow (1922-1991)

(2). RSS Belarus : Minsk (1922-1991)

(3). RSS Ukraina : Kiev (1922-1991)

(4). RSS Moldova : Kishinev (1940-1991)

– KAWASAN BALTIK :

(5). RSS Estonia : Tallinn (1940-1991)

(6). RSS Latvia : Riga (1940-1991)

(7). RSS Lithuania : Vilnius (1940-1991)

– KAWASAN KAUKASUS (TRANS-KAUKASUS):

(8). RSS Armenia : Yerevan (1936-1991)

(9). RSS Georgia : Tbilisi (1936-1991)

(10). RSS Azerbaijan* : Baku (1936-1991)


Populasi muslim di Uni soviet (1979)

– KAWASAN ASIA TENGAH:

(11). RSS Uzbekistan* : Tashkent (1924-1991)

(12). RSS Turkmenistan* : Ashgabat (1924-1991)

(13). RSS Tajikistan* : Frunze (1929-1991)

(14). RSS Kazakhstan* : Alma-Ata / Almaty (1936-1991)

(15). RSS Kyrgyzstan* : Bishkek (1936-1991)

——————————————————————–
*) Republik-republik Islam Independent (Merdeka)

Catatan :

1. Pada tahun 1924, diadakan perubahan batas wilayah baru di Asia Tengah, RSS Uzbekistan dan RSS Turkmenistan terbentuk dari negara bagian RSFS Russia: ASSR Turkestan dan dua dependensi Uni soviet: RSS Khorezm dan RSS Bukhara.

2. Pada tahun 1929, RSS Tajikistan memisahkan diri dari RSS Uzbekistan.

3. Dengan konstitusi 1936, konstituen dari RSFS Transkaukasia, yaitu, RSS Georgia, RSS Armenia dan RSS Azerbaijan dibentuk menjadi RSS terpisah, sedangkan RSS Kazakhstan dan RSS Kyrgyzstan memisahkan diri dari RSFS Russia.

4. Pada bulan Agustus 1940, Uni Soviet membentuk RSS Moldavia dari bagian RSS Ukraina dan bagian dari Bessarabia yang dianeksasi dari Rumania. pada tahun ini juga Uni soviet menganeksasi negara-negara Baltik seperti Estonia, Latvia dan Lithuania.

5. RSS Karelo-Finlandia memisahkan diri dari RSFS Russia pada bulan Maret 1940 dan menjadi RSS ke-16 Uni soviet, tetapi kemudin bergabung kembali dengan RSFS Russia pada tahun 1956 menjadi ASSR Karelia.

6. Antara Juli 1956 dan September 1991, ada 15 Republik Soviet Socialist (RSS)

NEGARA-NEGARA MERDEKA (1991- Sekarang)


Peta Republik-republik Soviet

1. Armenia : Yerevan
2. Azerbaijan : Baku
3. Belarus : Minsk
4. Estonia : Tallinn
5. Georgia : Tbilisi
6. Kazakhstan : Astana
7. Kyrgyzstan : Bishkek
8. Latvia : Riga
9. Lithuania : Vilnius
10. Moldova : Kishinev
11. Federasi Rusia : Moscow
12. Tajikistan : Dushanbe
13. Turkmenistan : Ashgabat
14. Ukraina : Kiev
15. Uzbekistan : Tashkent


Etnis Rusia di Negara-2 bekas pecahan Uni soviet

Referensi

1. ^ Union of Soviet Socialist Republics. Britannica.

sumber:
wikipedia.org
bbc.co.uk
lib.utexas.edu/maps

Indonesia – Rusia Akan Gelar Dialog Lintas Agama


Sekjen Kemenag Bahrul Hayat didampingi sejumlah pejabat Kemenag berfoto bersama dengan Deputy Chairman of Russia Mufties Council Rushan Hazrat Abbasyov, Damir Hazrat Mukhetdinov, Arslan Hazrat Sadriev, dan Magomed Emin Usmanov, di halaman depan kantor Kemenag, Jakarta, Jumat (1/4).

JAKARATA – Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Bahrul Hayat mengatakan, Indonesia dan Rusia dalam waktu dekat akan menyelenggarakan dialog antar agama. Dialog ini dalam rangka saling berbagi pengalaman tentang pembangunan multikultur di kedua negara.

“Dialog interfaith ini akan diselenggarakan Juni 2011 di Kazan dengan pembicara dari lintas agama,” kata Bahrul Hayat dalam jumpa pers bersama Deputy Chairman of Russia Mufties Council Rushan Hazrat Abbasyov di Jakarta, Jumat (1/4) malam.

Wakil Mufti Rusia ini didampingi Wakil Ketua Bidang Agama Islam untuk Wilayah Eropa Rusia, Damir Hazrat Mukhetdinov, Wakil Kepala Dewan Mufti Rusia untuk Republik Tatarstan, Arslan Hazrat Sadriev, wakil Ketua Badan Keagamaan Republic Chechnya, Magomed Emin Usmanov, serta seorang Pimpinan Penerbit Medina, Ildar Nurimanov.

Rushan Hazrat Abbasyov menyampaikan keinginannya untuk mempelajari dan mengenal umat Islam di Indonesia yang moderat dan multikultural serta dapat menjaga nilai toleransi dalam kehidupannya. “Kami memiliki masalah yang sama sebagai negara beragam agama dan suku bangsa,” katanya.

Kedatangan delegasi Muslim Rusia ini atas kerja sama Kedutaan Besar Indonesia di Moskow dan Kementerian Agama, Abbasyov beserta sejumlah tokoh Islam Rusia itu melakukan kunjungan persaudaraan guna mengenal kehidupan Islam moderat di Indonesia. Mereka dijadwalkan berada di Indonesia dari 1-7 April dan akan menemui sejumlah tokoh agama baik Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan Majelis Ulama Indonesia, serta sejumlah lembaga pendidikan, selain itu juga mendatangi pemusik Ahmad Dhani.


Subjek-subjek federal Rusia

Abbasyov menjelaskan perkembangan Islam di Rusia saat ini begitu pesat, meskipun Islam telah memasuki negara pecahan Uni Soviet itu sejak lebih dari ribuan tahun lalu. “Saat ini terdapat sekitar 23 juta warga Muslim di Rusia, dari sekitar 140 juta penduduk secara keseluruhan, dengan tingkat penyebaran merata serta terpusat di sejumlah Republik Islam seperti Dagestan, Chechnya, Tatarstan, dan lainnya,” katanya.

Abbasyov juga mengungkapkan, kaum muslimin di Rusia hingga kini ragu melakukan poligami, karena aturan Rusia tidak membolehkan poligami. “Walaupun banyak anggota Parlemen di sana yang mewacanakan agar larangan poligami dihapus dengan alasan HAM, tapi karena dilarang, maka kaum muslimin disana ragu dan takut melawan aturan itu,” katanya.

Redaktur: Siwi Tri Puji B
Sumber: Republika.co.id dan Kemenag

%d bloggers like this: